[Review] Sri Bungalow Ubud

Postingan ini pernah saya tulis di almarhum multiply dalam Bahasa Inggris yang setelah saya lihat lagi, cukup hancur. Sekarang saya post ulang, karena multiply akan ditutup mulai ditutup per 1 Desember 2012.

Where: jl. Monkey Forest, Ubud.
Website: http://www.sribungalowsubud.com
Ambiance: traditional balinese

Saya menginap untuk pertama kalinya di bungalow ini bulan July 2009. Lokasi bungalow ini cukup strategis, 10 menit jalan dari monkey forest atau sekitar 15 menit jalan dari Pasar Ubud. Perlu dicatat, kaki saya tidaklah panjang, jadi semakin tinggi anda, semakin pendek waktu tempuh.

Kamar di bungalow ini dilengkapi dengan fan dan AC, TV, shower dan bathub. Tapi hawa di Ubud yang adem membuat AC tidak diperlukan. Di bagian belakang, terdapat kolam renang dengan pemandangan bebek dan sawah. Buat saya, kolam renangnya tergolong kecil jadi kalau ingin membakar lemak perlu bolak balik 500 kali.

https://i0.wp.com/baliwww.com/imagesgallery/ubud/sri_bungalows/overview.jpg
Foto ini dipinjam dari google.

Kali kedua menginap, saya mengambil kamar di bagian belakang dengan pemandangan sawah. Harganya lebih mahal daripada kamar pertama dan nyamuknya juga lebih banyak. Tapi pemandangan sawah, barisan bebek dan berisiknya suara mereka di pagi hari sungguh berharga. Harap maklum, saya memang cinta berat sama bebek, saking cintanya, saya tak mau makan bebek karena kasihan.

Setiap sore disajikan satu pot teh untuk dinikmati di beranda kamar.  Sore-sore minum teh sambil memandangi bebek yang sedang baris-berbaris memang sungguh nikmat, saya jadi berasa seperti Ratu Inggris yang sedang memandangi corginya. *minta dijitak*  Sayangnya ya, teh ini gak ditemani pisang goreng ataupun camilan-camilan gorengan tak sehat lainnya. Jadi agak kurang sempurna, eh tapi kan tak ada yang sempurna di dunia ini.

Menu sarapan pagi cukup terbatas pilihannya, hanya ada buah, roti, omelet didampingi teh dan kopi. Karena kebanyakan tamunya orang asing, ya jangan harap ada sepiring nasi goreng, nasi uduk atau bahkan nasi rawon untuk mengisi perut yang kosong di pagi. Meja-meja sarapan juga sangat terbatas, sehingga seringkali harus menunggu untuk sarapan. Tapi kalau kepepet kelaparan dan gak mau nunggu, ada alternatif restauran-restauran lain di sekitaran Ubud.

Beberapa hal penting, tak seperti di tempat lain, air mineral tak disediakan gratis. Tapi dijual dengan harga yang cukup murah, lebih murah dari harga aqua di perempatan lampu merah Jakarta. Apalagi air mineral di hotel berbintang di Jakarta yang mencapai 80ribu per botol *curhat*. Sabun mandi juga tadinya tidak disediakan di bungalow yang terletak di depan, tapi di kamar yang menghadap sawah, ada dispenser sabun dan sampo. Buat yang hobi ngambil hotel amenities (duh segitunya sih!) tak ada harapan untuk bungkus-bungkus sabun dan sampo.

Bungalow ini menyenangkan buat saya karena stafnya yang ramah. Saking ramahnya mereka bahkan ingat kalau saya pernah tinggal disitu. Satu hal yang membuat saya makin suka dengan bungalow ini ini adalah lokasinya yang berseberangan dengan Cafe Wayan, pastrynya boleh dicoba, tapi abis itu jangan tengok timbangan 😉

For reservation, drop an email or call

Wayan Basten in: sribungalows@hotmail.com
phone: 062 0361 975394
mobile: 081338581934

Advertisements

6 thoughts on “[Review] Sri Bungalow Ubud

    • Semuanya deket kok di Ubud, bisa jalan ke bebek bengil, paling 15 menitan jalan. *kalau di Bali langsung mau jalan*.

      Semalam kayaknya 750an-900, tergantung lokasi kamar. Kalau view bebek baris lebih mahal.

Show me love, leave your thought here!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s