Hilangnya Kedamaianku Karena Adpop Telkomsel dan KakaoTalk

Teori umum  tentang konsumen  mengatakan  bahwa konsumen adalah raja. Di Jepang, posisi konsumen begitu pentingnya sehingga mereka tak sekedar raja tapi sudah menjadi seperti Tuhan. Sudah sewajarnya begitu, karena pedagang dan penyedia jasa itu menggantungkan hidupnya pada konsumen. Adalah wajar jika konsumen ingin mendapatkan perlakuan istimewa untuk hal-hal yang dibelinya. Di Indonesia, kondisi ini jauh berbeda, di negeri ini konsumen dianggap sebagai sapi perah dan ditipu dengan aturan-aturan yang tersembunyi, dipersulit atau dibohongi demi kepentingan dan maksimalisasi keuntungan pengusaha.

Saya pelanggan Telkomsell flash untuk hand phone Samsung. Dengan paket internet bulanan sebesar 49.000, tentunya saya berharap koneksi yang cepat dan tanpa hambatan, apalagi kalau sedang memerlukan informasi yang sangat penting. Tapi Telkomsel berpikir sebaliknya, demi keuntungan, kenyaman konsumen WAJIB dihambat. Maka diciptakanlah adpop Telkomsel. Entah siapa yang menciptakan, tapi pasti orang ini berpikiran bahwa idenya sangat cemerlang.

Akibat penemuan spektakuler bodoh itu, konsumen  yang  sedang browsing  tiba-tiba akan  dikejutkan  iklan:

image

Tak hanya ketika browsing, ketika sedang membuka app Facebook pun tiba-tiba secara otomatis browser akan terbuka dan munculah iklan KakaoTalk keparat ini. Tak cukup muncul di timeline twitter, sekarang semua lini social media pun terteror KakaoTalk.

Sebagai konsumen yang membayar jasa koneksi saya merasa ini adalah perampasan hak saya. Pertama browsing menjadi tak lancar karena kita disibukkan untuk menyingkirkan iklan KakaoTalk ini.  Apalagi jika kita sedang terburu-buru mencari informasi penting. Mending kalau koneksi internet di negeri kita itu cepat dan kilat. Kedua, hak kita untuk mendapatkan ketenangan  browsing dianiaya oleh telkomsel yang mengejar target menjual iklan tanpa mengindahkan hak konsumen yang sudah membayar. Tidak cukup kah teror sms promosi dari Telkomsel yang datang mengganggu menawarkan berbagai macam produknya setiap hari? Parahnya, sebagai konsumen saya yang komplain melalui media twitter hanya ditanggapi: Terimakasih atas masukannya. Jawaban standar robot yang lagi-lagi tak menyelesaikan masalah.

Untuk yang mengalami kekesalan karena iklan KakaoTalk yang mengganggu ini (catatan: saat tulisan ini dibuat, iklannya baru KakaoTalk),  sejauh ini belum ada harapan untuk menyingkirkan iklan ini. Opsinya: tahan-tahain lihan iklan itu atau pindah provider.

Dari sini saya bisa mengambil kesimpulan bahwa di telkomsel konsumen  bukan raja. Tapi hanya dilihat sebagai komoditi untuk memperkaya diri mereka tanpa memperhatikan kepuasan pelanggan.  Kakao sendiri dalam beriklan harusnya memperhatikan apakah konsumen akan kesal atau penasaran. Yang diincar kan konsumen penasaran lalu download,  bukan konsumen kesal,  seperti saya.

Update: Cara mematikan adpop bisa dibaca di sini.

Advertisements

10 thoughts on “Hilangnya Kedamaianku Karena Adpop Telkomsel dan KakaoTalk

  1. secara hukum c gak ada salah dengan itu. sama aja sperti kita pasang tv cabel tp ttp ada iklan nya (bukan iklan d tv lokal yah) .. or lewat jalan tol bayar tapi banyak reklame iklan. so para operator punya alasan yg tepat.

    • Kalau kata UU konsumen pasal 4, konsumen berhak atas kenyamanan. Kalau masuk tol kan iklan cuma sekilas lepas gitu ga bikin injak rem. sementara kalau adpop ini lagi browsing hal yang urgent, eh muncul, pause sepersekian detik. Lagi buka aplikasi tiba2 di direct ke adpop. Nggak nyaman buat saya.

      Adpop ini bisa dimatikan kok, tapi harus koar2 komplain dulu di Twitter. Mestinya kalau mau beriklan kasih paket aja, ads or non ads.

Show me love, leave your thought here!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s