[REVIEW FILM] Sang Kyai

Alkisah, saya diundang makan siang, karaoke & nonton film untuk merayakan ulang tahun mantan bos. Pas tahu filmnya Sang Kyai banyak yang mundur, alesannya karena Muhammadiyah atau karena ini film indonesia. Tapi gara2 Mbot saya jadi tergerak untuk ikut nonton, lagi pula gratis ini, nggak rugi apa-apa.

image

Jadwal di tiket bilang jam 17.35, tapi jam segitu kami masih di depan sarinah, berjuang cari taksi & gagal. Akhirnya naik metromini, 45 menit kemudian sampai PH, ternyata filmnya belum dimulai. Syukurlah. Pas sampai bioskop dikejutkan bintang tamu special: Ahmad Dhani dan keluarga, minus Jameela tentunya, ada juga Christine Hakim. Rupanya hajatan ini disponsori Pak Menteri KPDT.

Filmnya sendiri bercerita tentang kehidupan santri di Tebu Ireng, Jombang & Kyainya di tahun 1942an, pas jaman penjajahan Jepang hingga kepulangan beliau ke rahmatullah pada tahun 1947. Konon, ini based on true story.

Dikisahkan bangsa Jepang merasa bahwa Kyai & pesantrennya merupakan ancaman, apalagi sejak peristiwa Cukir. Jadi ditangkapnya Yai (Sang Kyai) . Keluarga serta santrinya berjuang untuk mengeluarkan beliau dengan bernegosiasi dengan Jepang dan berdoa ramai-ramai di depan penjara. Sampai si jepang gerah & memindahkan Yai ke Modjokerto.

Jepang akhirnya mengeluarkan Yai dari penjara karena strategi mereka, kyai sebagai orang yang berpengaruh harus dirangkul dan dimanfaatkan. Sang Kyai pun juga melunak, ini taktik beliau untuk menaklukkan Jepang. Tapi kelunakan beliau ini diartikan lain oleh muridnya. Tapi buat sang Yai ga semua orang harus tahu apa yang ada di pikiran beliau. Wah ini pesan yang cocok untuk hari ini, dimana orang berlomba-lomba memamerkan perasaan dan pikirannya di media social.

Detail lanjutannya ga akan saya bongkar disini. Tapi perlu dicatat, film ini juga menggambarkan kekejaman Jepang dengan cukup. Tak berlebihan sih. Kekejaman apa? Nah, pas ditahan, Yai dipukul-pukul tangannya dan suaranya yang istighfar kesakitan diperdengarkan melalui speaker ke para santrinya. Untungnya ga ada cabut kuku segala. Di film ini sang Yai juga ditendang karena ga mau menunduk menyembah dewa matahari. Oh ya, para Jugun ianfu juga sempat muncul sekilas.

Pesan moral

Banyak pesan hal-hal yang saya pelajari disini, terutama bagi mereka yang muslim. Yang saya ingat sih tentang tiga bapak bagi muslim: bapak karena kelahiran, bapak yang Menikahkan serta Bapak yang mengajarkan agama. Ada juga pesan istri Kyai kepada salah satu perempuan yang akan menikah, istri itu selimut bagi suami, harus bisa menghangatkan pada saat musim hujan. Dan bisa meneduhkan pada saat musim kemarau. Ini berlaku sebaliknya juga, tak hanya satu arah.

Soal bahasa, cuma satu pemain yang bahasa Jawanya luwes & membekas di kepala saya. Pas kejadian 10 Nov 1945 ada yang teriak-teriak asu…asu. Sisanya bahasa jawa aneh dan kaku. Walaupun minus di sana sini, apalagi pas adegan perangnya dengan efeknya yang bikin geleng-geleng kepala, karena jelek, film ini lumayan lah ya. Nontonnya nggak pakai harapan tinggi ya, cukup niat di hati biar inget lagi sejarah perjuangan negeri ini. Kalau suka tidur di bioskop, ada kemungkinan ketiduran, jadi minum kopi ya.

Kata Mas Dhani ini film indonesia pertama yang dia tonton setelah IQ Jongkoknya Dono, Kasino dan Indro. Kalau kata saya ini film pertama sejak 39° Atambua. Mbak Anissa Pohan bilang ini film Indonesia terbaik. Hmmmm…aku tak setuju. Soal kemunculan film di 2013, setahun sebelum Pemilu, ga usah diindahkan lah, yang tahun depan ya tahun depan.

Misteri nonton bareng yang bertabur artis akhirnya terjual. Rupanya ini premiere. Pantesan banyak artisnya, dapat pop corn, minumnya gratis, filmnya pun gratis. Pantesan….

xx,
Tjetje

Advertisements

6 thoughts on “[REVIEW FILM] Sang Kyai

  1. Salaam. Baru beberapa hari nemu blog mbak, ketagihan :). pagi2 baca tulisan2 anda nemu ini. Koreksi sedikit aja mungkin sudah lewat ndak papa, Sang Kyai ini berkisah tentang tokoh NU pendiri organisasi ini, itu sebab ahmad dhani sekeluarga datang karena dia penggemar beratnya. Kalau ttg pendiri Muhammadiyah filmnya Sang Pencerah. Ndak papa ya mbak saya koreksi. Have a great day

Show me love, leave your thought here!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s