Review – Hotel Aria Barito Banjarmasin

Setelah menulis judul ini saya baru ngeh bahwa saya nggak punya satupun foto hotel ini. Jadi mohon maaf review ini nggak akan menampilkan foto apapun selain foto makanan.

Kalau sebelumnya saya menginap di hotel Grand Mentari dengan harga tak sampai 400ribu per malam dan diiringi lonceng gereja, kali ini saya menginap di hotel yang katanya berbintang empat dengan harga 520/malam. Saya berada di Banjarmasin untuk urusan kantor, jadi bayar hotel setengah juta ga masalah, dibayar kantor ini.

Kekacauan dimulai dari urusan penjemputan. Kami nggak dijemput di bandara alasannya saya nggak SMS, padahal saya sudah dua kali email ke pihak marketingnya. Di pembicaraan telepon pun sudah saya ungkapkan berkali-kali. Tapi tetap, nggak ada mobil jemputan yang muncul.

Kekacauan selanjutnya dilanjutkan di tempat check-in. Sampai pukul lima sore saya dan para bos-bos belum mendapatkan kamar, padahal kami sudah pesan dari dua bulan sebelum kedatangan. Alasan hotel, karena kamarnya belum siap. Check-out itu di setting pada pukul 12.00 for a reason, supaya bisa disiapkan untuk tamu selanjutnya yang check in pada pukul dua. Btw, kami menjejakkan kaki di hotel pada pukul 15.30 lho.

Sembari nunggu kamar, buka laptop mau cek email. Ternyata hotel bintang empat ini ga punya Internet saudara-saudara. Internet mati dan sampai kami check out, 5 hari kemudian, Internet masih tetap mati.

Kamar hotel cukup luas, walaupunΒ  lorong menuju kamar yang diceriakan dengan musik instrumen juga diwarnai bau rokok yang pekat. Nampaknya di Banjarmasin kalau puasa nggak boleh makan tapi kalau merokok di ruang publik (dan membunuh orang lain secara perlahan) diperbolehkan.

Musik yang tujuannya menceriakan lorong ternyata juga menceriakan kamar, suaranya masuk hingga ke kamar dan nggak berhenti hingga jam 10 malam. Kamarnya ga kedap sama sekali, bahkan langkah kaki di luar pun terdengar. Saya harus bolak balik ngomel ke resepsionis supaya musik dimatikan dan ngomelin tetangga depan yang tidak menutup pintu sementara anaknya teriak-teriak. Di pagi hari musik ini juga dinyalakan, setidaknya jam 5.30 sudah nyala. Yang bikin makin depresi, lagunya itu-itu aja termasuk My Heart Will Go On-nya Titanic. Sepertinya mereka punya satu CD dan diputar terus menerus.

Soal kamar, saya memerhatikan beberapa kelemahan, antara lain: nggak ada hand towel, tapi ada gantungannya. Shower area disekat dengan kaca, tapi nggak ada pintunya, jadi separo terbuka dan kalau mandi banjir kemana-mana. Soal pencahayaan jangan tanya deh, para boss nggak bisa cukuran dengan baik karena lighting yang ga pas, sementara saya nggak bisa pasang eye shadows dan alis dengan benar. Dan biarpun sudah ngotot minta kamar tanpa view tembok, saya tetap dapat kamar view tembok.

Soal makanan, jangan tanya lagi. Perut saya yang sensitif ini langsung bereaksi terhadap makanan di Hotel karena pedasnya tak terhingga. Pilihan sarapannya memang beraneka ragam, termasuk hidangan khas Banjar. Beberapa peserta komplain karena nasinya keras, tapi konon ini karena tipe beras di Banjar yang beda dengan di Jakarta. Tapi yang paling fantastis adalah telur gosong untuk sarapan!

Karena perut yang bereaksi ini, saya selalu makan di luar dan makan di luar itu mahalnya tak terhingga. Bukan harga makanan tapi harga taksinya. Untuk jarak dekat hotel mencharge 50.000 per drop ya bukan bolak balik. Demi makan lontong orari yang harganya cuma 25.000 saya harus bayar taksi 125.000. Gila!

image

Lontong orari 150ribu

Buat yang pengen olahraga membakar lontong orari yang penuh dosa, lupakan aja karena nggak ada gym apalagi kolam renang.

Satu hal yang patut diapresiasi dari Hotel Aria Barito adalah karena aksesibilitasnya. Mereka memiliki jalur kursi roda, di beberapa tempat. Di ballroom (yang terletak di antara kamar-kamar) nya tidak tersedia jalur kursi roda ya. Liftnya pun sudah memiliki braille. Hayo siapa yang memperhatikan gimana Braille di tombol lift?

Untuk segala kekacauan ini, hotel ini saya kasih bintang dua setengah aja. Saya sendiri nggak merekomendasikan untuk tinggal disini apalagi balik lagi. Next time kalau ke Banjarmasin, mau coba Mercure aja, at least bisa renang!

Advertisements

23 thoughts on “Review – Hotel Aria Barito Banjarmasin

  1. hai mba ail…masi inget aq ngga yah?? Temen jaman dulu bgt…btw kalo ke banjar aq recommend coba ke hotel rattan inn deh. Kebetulan lebaran kemaren mudik ke banjar n nginep disitu. So far so good. Daripada mercure yg aksesnya jadi satu sama mall sejuta orang di banjarmasin…sigh….

    • Hi Prisillia,
      maafkan aku lupa. Teman dimanakah, apakah ini Prisil yang di Tidar Malang?

      Rattan Inn kemaren nggak disabled friendly. Nggak ada akses untuk wheelchair. Itu syarat mutlat buat kita πŸ™‚

      Tapi Mercure ada kolam renangnya!

  2. Malem2 iseng googling biaya wax di Caramello kok ndelalah kebuka blog ini, dan terus menerus dibaca. Sampailah ke page yang ini, hihihi.
    Salam kenal Mba Tje-tje. Aku Alia, wong Malang juga yang sekarang terdampar di Banjarmasin bersama suami. Kapan-kapan ke Banjarmasin kabarin ya, aku ajak nguliner πŸ™‚

  3. ya ampun mba Tje Tje (maaf br baca pdhl uda lama dposting y hehehe)…meski aq org bjm jg..yg uda kmana2 jg c tp uda netep dbjm skrg,hehehe…aq blm prnh c ke Aria b htl, masa c klo dr luar ky nya mayan gede jg ya …tp klo yg ky mba Tje Tje crt in c kynya masih kalah playanan n kondisi sm hotel dbwhnya y cek..cek..n g kalah kagetnya itu taxi ko sgitu ya.. mba..tu klo mau ksana dket aja ko mba..masa sgitu ampe 125rb (na kcuali tu taxi ngajak muter2 mba dl kali heheeh)…y maklum y mba..namanya manusia macem2 ga dimana2..ada yg nyari duit halal ada yg sgala cara..ambil hikmahnya aja..sabaaar…. πŸ™‚

Show me love, leave your thought here!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s