[Review] Hotel Westin Nusa Dua Bali, Surga!

Waktu saya mendarat di Bali, saya dalam kondisi dengue positive. Silahkan baca ceritanya dramanya disini. Begitu masuk hotel disambut dua penari dan disambut mbak resepsionis di depan pintu saya sudah dalam kondisi lemas banget. Mas G yang akhirnya urus check-in dan saya duduk manis minum welcome drink sambil membasuh muka dengan handuk dingin yang disediakan hotel. Pas bellboynya tahu saya sakit, saya pun ditawari wheelchair  untuk ke kamar. Ah senangnya, karena saya udah lemes banget.

Singkat cerita saya cuma nginep semalam karena keesokannya harus diantar ke RS pakai ambulans hotel. Tak cuma menikmati ambulans hotel, saya juga sempat diinfus di dalam kamar hotel. Kalau nginep di hotel yang berbintang lima, sebaiknya pastikan hotel punya fasilitas dokter dan klinik. Kita nggak pernah tahu kapan kita sakit. Anyway, waktu saya di ICU manajernya Westin, yang saya nggak pernah ketemu, kirim bunga dan kartu ucapan yang ditulis tangan. Thank you Mr. Manager. Gara-gara kartu ini saya balik lagi ke Westin untuk menikmati fasilitas hotel yang tak sempat saya nikmati.

image

Kembali ke Westin, kami dapat upgrade kamar (lagi) dong.Tiba di kamar kami disambut oleh seekor tupai dan saya pun membagi buah yang diberikan hotel kepada tupai. Ini juga sambil diteriakin mas Gary, awas rabies! Di hotel-hotel di Nusa Dua ada banyak tupai yang berkeliaran. Beberapa dari mereka ramah bahkan bisa dipegang, tapi banyak juga yang galak.

IMG_8334

Harga kamar kami dibandrol kurang dari USD 200  kami mendapat kamar besar dengan living room, dining room, working desk, toilet dan bathroom. Tak hanya handuk yang berlimpah, amenities (body lotion, sabun, shampo, etc) di Westin juga berlimpah. Kalau hotel berbintang lainnya menggunakan L’occitane, Westin punya produk sendiri, namanya Heavenly Spa. Uniknya, selain menyediakan sabun, shampo, mereka juga menyediakan mouthwash. Saking berlimpahnya sabun di Westin, kami sampai bisa bawa pulang enam belas botol amenities. Kamar standard di Westin ukurannya, menurut saya cukup kecil. Jadi pas kami di upgrade rasanya lega banget. Terimakasih Westin! Untuk urusan air minum Westin tidaklah pelit, ada sekitar enam atau 8 botol air putih kemasan yang disediakan oleh hotel dengan pesan “Stay Hydrated”. Jadi kita nggak perlu lagi beli air putih.  Sayangnya, koneksi internet yang gratis cuma di lobby, sementara yang di kamar harus bayar.

IMG_8329

area living room di kamar hotel

Oh ya kasur di Westin ini heavenly banget. Saya nempel di kasur ini langsung teriak bilang ini enak banget. Bantalnya pun empuk banget, tapi berat banget. Entah apa yang ada di dalamnya. Buat yang badannya tinggi, cocok tidur di hotel ini karena kasurnya gede banget. Saya lupa size persisnya tapi pernah cek dan agak lebih panjang dari kasur normal.

Aktivitas Kami di Westin

Biar masih lemes abis dengue, kami langsung sewa sepeda seharga di hotel seharga 40 ribu/jam & bersepeda keliling hotel-hotel di Nusa Dua. Di siang bolong itu mas G dengan pedenya menyapa orang “Selamat malam…selamat malam”. Setelah bersepeda, kami diberi air minuman kemasan (lagi). Kami berdua lalu nyemplung kolam renang. Kolam renangnya beneran lho, untuk anak-anak dalamnya 1.40 sementara untuk orang dewasa 2 meter. Kolam renangnya juga bisa buat bermain, karena disediakan banyak bola untuk volley dan juga basket di dalam kolam. Selesai berenang kami dipijat selama satu jam di balai-balai di pinggir pantai dan aktivitas hari itu ditutup dengan makan gelato seharga 29.000 sambil duduk malas di pinggir pantai. Di belakang bagian hotel terdapat pantai, jadi buat pencinta pantai macam saya nggak perlu jauh-jauh kalau mau berjemur. Oh ya, sore itu sempet ada wedding dan kursi tamunya cuma ada 10 biji, itupun gak penuh. Saya potret sih tapi akhirnya saya hapus untuk menghormati privacy mereka.

Westin Resort Nusa Dua Kiki

Photo courtesy of Ayu R. Amalia

Sarapan pagi disajikan di restaurant yang terletak di samping kolam ikan dan diterpa matahari pagi. Dua hari berturut-turut saya duduk di sini sambil ngasih makan ikan. Selain tupai, kalau pagi di pinggir kolam ini ada burung-burung, termasuk burung pemakan ikan yang besarnya seperti heron. Sayang tak sempat diabadikan. Pas sarapan ini saya disapa banyak staff yang menanyakan bagamana kondisi saya. Bahkan masuk kamar kecil pun ada yang menyapa dan bertanya tentang kondisi saya. Duh suka deh stafnya perhatian sama tamunya.

Makanan

Pilihan sarapan cukup beragam, dari crepe, waffle, aneka macam roti, muffin buah-buahan dan juga makanan berat. Ada station yang khusus sapi kate non halal lho. Oh ya buat yang doyan keju buat sarapan, juga bisa nyemil keju. List makanannya sebenernya lebih panjang lagi, tapi saya nggak sanggup makan banyak karena appetite belum sepenuhnya kembali.

Buat yang doyan makan apel, Hotel Westin menyediakan apel di receptionistnya yang bisa dimakan. Apel cantik berwarna hijau ini saya simpan dari waktu saya check-out hingga saat ini dan ternyata masih awet, masih mulus. Agak mengerikan ya? Tak hanya apel, hotel juga menyediakan minuman di lobby, jadi para tamu yang baru kembali ke hotel dan terterpa panasnya matahari Bali bisa langsung menyegarkan diri.

Untuk yang malas keluar makan siang boleh duduk di pinggir pantai sambil makan. Harga makanannya sendiri standard bintang lima. Sayang pilihannya kurang beragam. Ayo tebak berapa yang saya bayarkan untuk dua buah makanan ini, plus dua bir dan satu juice?

IMG_8340

Saya sempat keliling hotel ini untuk urusan kantor pas menjelang APEC dan hotelnya nggak keliatan rame. Padahal Hotel Westin ini mengelola Bali Nusa Dua Convention Center, jadi banyak delegasi-delegasi yang nginep disini untuk meeting. Perlu di catat, di seluruh Bali yang punya kapasitas untuk meeting dalam skala besar ya cuma di hotel ini. Makanya Miss Universe di Westin, APEC di Westin, WTO di Westin. 

IMG_8326

Bantal dan kasurnya empuk banget!

Hotel Westin Nusa Dua ini bekerja sama dengan UNICEF untuk menggalang dana bagi anak-anak. Para tamu diberi kesempatan untuk menyumbang bagi mereka, bahkan di tagihan ada extra sumbangan untuk UNICEF. Tenang, kalau gak berkenan bisa minta dihapus kok.

Secara keseluruhan hotel ini saya kasih bintang empat setengah dari lima karena bintang lima cuma buat yang sempurna dan tak ada yang sempurna di bumi ini. Gary dan saya tentunya akan kembali lagi ke hotel ini karena dari seluruh hotel yang pernah kami inapi, ini yang terbaik. Worth every Penny. Review ini murni dari hati dan tidak diberi satu rupiah pun, atau bahkan hadiah lain-lain dari Westin untuk menulis layanan mereka.

Gimana ada yang berminat nginap di Westin?

Advertisements

9 thoughts on “[Review] Hotel Westin Nusa Dua Bali, Surga!

  1. reviewnya WESTIN nya bikin pengen….trus baca yan highland apa deh itu yang macam tenda2 di kaki gunug salak itu? kayaknya ga seru banget ya,,,,,dan mahal pulak…sering liat tmen2 upload foto disitu kok kayaknya bagus banget penasaran, Abis baca review disini…jadi ilfil. Thank you review2nya. *kapan2 ke Westin* (eh tapi mahal banget ya)
    salam kenal 🙂

    • Tenda Highland itu emang keliatan bagus difoto, tapi begitu bernafas, langsung nyesek, apalagi kalau inget harganya.

      Menurutku dengan harga yang sama, mendingan ke Westin aja deh, bisa puas berenang di laut dan di kolam.

      Salam kenal juga.

      • wahhhh…nggak banget ya mba! itu sih bikin orang kapok ga mau balik lagi. Dan reviewnya bakalan buruk…..dan ya ampun harga 2 juta? mending di westin…. eh dipadma juga bantalnya pake menu loh mba…salah satu kelebihan padma, kita bisa pilih mau bantal apa maunya…
        nyenyak bobo disana…yang bikin ga nyenyak cuma harganya aja…hehe

  2. Pingback: Things You Must Know about Vicious Aedes Aegypti and Dengue | Ailtje Bini Bule

Show me love, leave your thought here!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s