Mahalnya Kamboja

Halo, saya kembali lagi setelah lama nggak ngeblog. Maafkan, saya lagi repot gak karu-karuan, bahkan sampai akhir bulan ini saya ‘pindah kerja’ ke Bali, tanpa weekend. Di antara kesibukan, hari ini saya maksa nulis karena hari ini ulang tahun blog ke tiga. Sedihnya ngeblog sudah lama tapi baru ulang tahun ke tiga (terimakasih Multiply!). Seperti yang saya janjikan, saya belum move on dari Kamboja, jadi tulisan hari ini balik lagi ke Kamboja.

IMG_1809

Photo Courtesy of Ms. G Halim

‘Mahal’

Buat saya Kamboja itu sangatlah ‘mahal’, sementara  masyarakatnya miskin banget. Bukan mahal untung kantong saya, yakinlah kalau buat mereka yang tinggal di Jakarta, Kamboja itu murah banget.  Tapi mahal untuk masyarakatnya yang miskin.  Tengoklah data bank dunia disini yang menyatakan bahwa pendapatan per kapita mereka hanyalah 1000 dollar per kepala per tahunnya. Beda banget sama Indonesia yang 3.5 kali lebih besar dari itu. Saya sempat mengajak pengemudi tuk-tuk makan siang di restauran di dekat Angkor. Si tukang tuk-tuk sampai heran luar biasa dan minta diyakinkan, karena harga makanannya (bagi dia) mahal. Duh, gimana mereka bisa hidup dengan pendapatan yang hanya 80 dollar per bulan?

Disabilitas

Saya berkesempatan ngobrol dengan seorang WN Amerika yang mendedikasikan waktunya untuk kegiatan sosial yang berkaitan dengan ladang ranjau. Di Kamboja, banyak terdapat ladang ranjau sisa perang dunia ke dua. Nggak ada data yang bisa nunjukkn dimana saja lokasi ranjau ini. Akibatnya banyak anak-anak yang nggak sengaja mainan ranjau (karena tak sengaja menemukan) dan menjadi penyandang disabilitas. Pengamen-pengamen penyandang disabilitas juga bisa ditemukan di banyak sudut. Uniknya kalau lagi ngamen, kaki palsu mereka akan dilepas. Untuk menarik simpati, mungkin. Ada juga penyandang disabilitas yang berdagang buku, hebatnya mereka tak mau diberi donasi, mereka hanya mau bukunya dibeli. Bravo!

Ketikdasukaan Pada Vietnam

Perlu dicatat juga bahwa orang Kamboja nggak suka dengan orang Vietnam, mereka punya kata derogative untuk mereka, Yuon. Entah apa artinya. Saya sempat ketemu anak muda Vietnam yang ikut program pertukaran yang mengharuskan ia tinggal di Kamboja selama sebulan, ketika ia menyampaikan keikutsertaaannya ke program itu, orangtuanya ketakutan. Ketakutan ini karena pada sekitar tahun 1800,  beberapa orang Khmer ada yang dikubur hingga seleher, setidaknya tiga orang, kemudian kepalanya dipakai untuk ganjelan teko orang Vietnam yang lagi merebus air untuk teh. Kebayang nggak sih kejamnya? Kepalanya pasti kepanasan kena api. Candaan orang Vietnam saat itu: hati-hati jangan sampai numpahin tehnya tuan.

Buaya

Populasi buaya di Kamboja terus menurun dengan drastis. Selain karena dimakan, kulitnya juga dipakai untuk tas, sabuk ataupun hiasan. Tokonya berceceran dimana-mana di Siem Reap, harganya lumayan mahal (kalau dibandingkan tas buaya bikinan Indonesia). Di dalam toko itu juga dapat dengan mudahnya ditemukan anak buaya yang diawetkan. Konon, banyak yang minat membeli anak buaya yang diawetkan ini.  Alhasil, program penangkaran (pembesaran) buaya nggak sukses karena masyarakatnya ingin cepat dapat uang dengan jualan buaya kecil-kecil. Yang reseh, penjaga toko di Cambodia itu nempel banget sama pembeli dan ngikutin pembeli. Lebih parah dari para penjaga toko di Indonesia. Pembeli cuma dikasih jarak 30 cm. Uargh capek deh, sapa yang mau shopping model begini.

image

ROMCI

Saya menyebutnya Romci, Rombongan Turis Cina. Mereka ini adalah mimpi buruk saya di Siem Reap. Turis Cina itu selalu datang dalam rombongan besar dan berisiknya luar biasa, udah ngalah-ngalahin suara ombak deh. Mereka nggak segan teriak ke temannya yang berada lima hingga sepuluh meter di depannya. Bahkan di dalam temple yang harus dihormati.

image

Urusan foto jangan tanya, nggak bisa dapat foto di Angkor yang tenang tanpa manusia karena para turis Cina ini demen foto seribu kali di satu tempat dengan seribu gaya yang konyol. Yang paling menggemaskan buat saya adalah urusan toilet. Beberapa kali saya kebagian toilet setelah digunakan turis Cina dan toiletnya nggak pernah di flush. Jadi di Cina itu toilet pada otomatis semua apa?

Papan-papan pengumuman yang mengingatkan turis untuk berlaku sopan, tak berisik, tak merokok juga tak diindahkan. Di sebuah temple saya menemukan segerombolan bapak-bapak turis Cina yang merokok di atas candi. Begitu petugas yang menegur balik badan, mereka merokok lagi. Yang menyedihkan mereka dengan cueknya duduk-duduk di area candi yang sedang diperbaiki dan tak boleh diduduki. Petugas pun nggak mempan ngelawan mereka, karena mereka ngelawan balik. Padahal area itu sudah dibatasi dengan tali pembatas. Konon, pemerintah Cina sudah mengeluarkan panduan untuk berlaku di area terbuka, tapi nampaknya nggak mempan. Tak heran kalau kemudian banyak artikel dan banyak orang yang tak suka dengan turis Cina. Mereka memang kurang sopan.

Salam Cinta dari Bali,
Tjetje

Advertisements

56 thoughts on “Mahalnya Kamboja

  1. Jadi kepikiran dgn kalimat supir taksi yg membawaku tahun baruan kemarin di Singapura. Katanya di Kamboja murah. Everything is cheap. Dan tulisan mbak ini bilang disana mahal. Lalu di bagian mananya Kamboja kah yg murah itu.. 😀

  2. Yuon itu semacam sebutan Indon dari Malaysia gitu bukan ya mbak?

    Hahaha dapat istilah baru: ROMCI. Kan di negaranya sendiri mereka memang jorok mbak. Toilet sengaja gak diflush gitu salah satu contohnya. Hoeks 😥

  3. Beneran yah turis dari Cina berisik hehehe…. Beberapa minggu lalu aku lagi di Lake Louise ada turis dari Cina pake gaya tarzan manggil temannya di seberang danau yg jaraknya mungkin sekitar 30 meter. Soal foto juga. Harus di setiap pelosok. Yg nyebelin harus tuh ada orangnya di foto jadi kita susah kalau mau foto pemandangan. Udah gitu aku sangat ngak nyaman soal personal space. Kalau ngantri atau berdiri dekat orang dekat sekali sampe risih. Biasanya aku kasih tau tolong jangan dekat-dekat yah.

  4. Hai mba, salam kenal..

    Aku pernah ke Phnom Penh dan waktu itu emang abis dari Vietnam, jadi kerasa banget kalo Kamboja mahal. Di Vietnam yang hore gitu sama harga-harga, eh, di Kamboja berasa mahal. Bayar pake USD, dibalikin pake Riel. Mana tiap megang duitnya mereka kok rasanya ga laku yah.. Hahaha..

    Anyway, soal turis Cina.. Nyokap pernah ngomel pas ke Cina karena tiap ke toilet pasti butuh ‘kesiapan mental’ karena saking joroknya mereka! Ihhh..

    Makanya pas baca tulisan di atas, langsung kebayang omelan nyokap pas dia harus ‘ngadepin’ toilet umum di sana. 😀

    • Hi Inne salam kenal dan terimakasih sudah mampir. Aku setuju, Vietnam lebih murah dari kamboja.

      Soal mata uang yang membingungkan aku pernah beradu mulut panjang di kantor pos, soalnya di charge dollar abis itu dikasih perangko 3000 riep. Padahal 1 dollar 4000 riep. Mereka seenak udelnya aja kalau bikin nilai tukar.

      Menurut cerita toilet di Cina katanya emang luar biasa joroknya, bahkan bisa nemu kotoran manusia di dalam toilet tapi ga di dalam toilet Bowl. 😦

  5. Klau semua di ukur pakai dolar ya mahal juga jatuhnya tapi kenapa pada miskin, wah kalau KTM ROMCI emang lebay maunya segambreng tapi harganya mau yang murah tapi kwalitas bagus dan rasisnya tinggi.

  6. Tje berapa harga tas kuit buaya, jadi penasaran deh 😀 .
    Aku pernah baca bukunya Trinity toilet di cina jorokkk banget, habis buang hajat aja langsung pergi. Ada hal2 lainnya yg baca aja ga perlu liat langsung mau muntah hehe 😆 .

  7. salam kenaaaal mba :)….Kamboja mulai komersil sih yaa..2013 ke sana udah kerasa ‘nyebelinnya’ mba hehehe…dan itu Romci ya ampuuun…saya udah ngalah-ngalahin security et guide resmi waktu di Siem Reap karena sibuk ‘ngingetin’ sebenernyna sih marah hehe – ama rombongan turis yang seenaknya manjat-manjat candi dan bahkan gelantungan..tuhaaan..bikin emosi jiwa :)…cheers..

  8. Sebelum Olimpiade Beijing, kabarnya pemerintah RRC mengingatkan warganya supaya tidak melakukan “kebiasaan jorok” (salah satunya buang ludah sembarangan). Tapi tetap aja nggak mempan…..setelah olimpiade selesai balik lagi ke sifat aslinya

  9. Hai Tje, Selamat ulang tahun blognya! Kan bisa dihitung tahun ngeblog di Multiply? 🙂

    Aku pingin ke Siem Reap, besar sekali ya kompleksnya? Sayang ya kesan ngg enak karena kelakuan orang lokal. Kalo pendapatan rendah sehari-seharinya mereka makan apa ya?

    Ah itu Romci memang banyak yang komplain ya. Sama seperti turis Rusia disini deh. Ngga tahu aturan, parah. Maaf aku bukannya generalisir satu bangsa tapi banyak kejadian yang aku lihat sendiri dan bukan hanya disatu tempat aja.

    • Thank you mbak Yoyen. Aku gak ingat kapan aku pertama kali ngeblog di MP, kayaknya sih 2005. Tapi ingatanku tak bisa diandalin. Nah itu, aku penasaran makanan mereka apa dengan penghasilan segitu, tapi kalau mereka masak sendiri pasti lebih murah ya.

      Turis Russia juga banyak menyerbu Indonesia mbak. Aku pernah ngalami hosting mereka, dari couchsurfing, ampun nggak lagi deh. Selain pelit, ribetnya nggak karu-karuan. Beberapa orang yang aku tahu juga pada gak mau hosting orang-orang dari Rusia karena kelakuannya yang biki ngelus dada. Anyway, pasti gak semuanya seperti itu, tapi nila setitik inilah yang bikin satu belanga rusak semua.

  10. Emang turis dari Cina itu kebanyakan jorok. Lah coba liburan ke Cina, banyak kota2 disono yg kita lagi makan di restoran, eh depan restoran ada anak kecil poop (disuruh ama emaknya poop aja di depan restoran. Pokoknya kalo ngelihat poop di jalan, kemungkinan itu poop nya manusia bukan hewan.

  11. Omaga ROMCI bikin aku sukses ngakak malam ini. Aku kasihan ama anak2 buaya itu, tragis banget nasib nya.
    Btw kamboja panas dan berdebu, 2 hari disana langsung bibir kering + meler. Padahal berangkat dari jakarta sehat sentosa 😦

  12. Iya, buat romci gw sebel banget saat melihat mereka teriak2x gitu di tempat umum berasa di pasar inpres deh. Padahal di sini orang lokalnya aja sopan2x dan kalem2x. Ada lagi kejadian di satu lokasi wisata yang dekat perumahan penduduk biasa…. tiba2x sedikit demi sedikit romci masuk ke pekarangan rumah orang yang notabene properti privat trus poto2x anak tuan rumah yang lagi main di halaman….trus nginjek2x tanaman gitu…. lama2x yang nonton jadi serombongan… ckckck… Yang ada si tuan rumah jadi keluar karena kehebohan turis2x di halaman rumahnya trus gantian moto2xin mereka hehe :D…. trus masuk koran deh…

    Gw pernah baca romci yang nyoret2x piramid di Mesir atau benda bersejarah apa di Mesir lupa gw…. Lagian nyoret2x make huruf mandarin…yah ketahuan deh itu dari negara mana… ini sempet heboh di soc-mec…. malu2xin negaranya soalnya…

  13. Sepupu baru balik dari Tibet juga ngeluhin soal romci ini. Adaaa aja ya. Pernah ketemu sekali di Bali emang berisik banget. Lebih tertib rombongan Korea atau Jepang

  14. Pingback: Perilaku Khas Turis Indonesia di Luar Negeri | Ailtje Bini Bule

  15. Hai mbak, salam kenal… saya juga punya banyak bgt pengalaman sama Romci terutama Romci tajir yg lagi jalan2 di Eropa. Waktu itu saya lg liat2 suvenir lucu di Luzern, terus tiba2 didorong sama Romci, udah saya liatin sinis tetep aja dia belagak ga salah apa-apa… terus pas lagi duduk ngopi siang2 di Luzern, lewatlah seorang turis Cina yg dgn asiknya ngebuka dompet, ngeluarin segepok duit Franc lalu diitungin.. sambil jalan! Saya langsung doa semoga dia dirampok hari itu. Hahahahaha #jahat

    • Halo, salam kenal juga. Romci ini untuk urusan manner emang ajaib. Aku jadi nggak bisa ngebayangin dalam kehidupan sehari-hari kalau urusan bisnis sama mereka gimana ya? Apakah sikut sana-sini juga.

  16. Artikelnya ngena banget, sama kayak pengalaman saya sebulan volunteer di siem reap terasa banget harga 1 dollar dan Riel yg jadi recehan kembalian. hahahhaha. sebenarnya sih kalo makan makanan lokal kayak Amok itu murah apalagi klo di warung2 lokal. anak2 kecil disana pada pinter bahasa inggris dibanding anak2 di pedalaman thai. hahahha. Oh iya saran saya sih kalau mau sehat dan punya tenaga ekstra, mending nyewa aja sepeda sehari cuma satu dollar. pernah ke Angkor wat cuma naik sepeda aja. lumayan sih dari rumah temen ada 10 km lah hahhaha. cuma panas abis. heheheh.

  17. ikut mengaminkan romci sajalah. duh mumet, memang beberapa kali ya barengan, lha kok ada saja, yang toilet belum disiramlah, mau foto pas tempat fotonya antri diserobotlah, kalau yang ribut teriak-teriak itu juga iya

  18. hi mba ailtje, pengen share masalah toilet cina. Dulu pernah lama di Guangzhou, beberapa kali diajak mampir ke pabriknya suami. Stunt waktu liat toiletnya. ruangannya kecil bgt, g sampai 1×1, cm Ada closet jongkok dan tombol flush. alhasil klo ke Kamar mandi g Bawa tissue atau air dalam botol buat basuh (yg ini saya) siap2 nangis sendiri…
    tp berbanding terbalik sm exhibition centernya. toiletnya jauh lebih modern drpd toilet hotel bintang 5 kita. Ruangannya bersih n kering, banyak tombol2nya, dudukannya jg dialasi plastic SekAli pakai yg otomatis berganti tiap kita mau pake closetnya, dan Ada dryernya juga.

    maaf sy koment postingan lama, lg marathon baca blognya mba ailtje..

    • Ya ampun itu Toilet kenapa bisa berbalik 180 derajat? Yang di exhibition center untuk nunjukin kalau wah kali ya. Padahal China kan terkenal jorok. Kemaren di UK, di luar butiknya Burberry ada anak yang buang air besar!

  19. Ia mba… klo mau nurunin berat badan, cb deh jln2 ke cina. di restorant seafood gede pun mereka makannya kdg ampe ngelepehin kulit udang atau tulang ikan dimeja…. ngelepehnya pake bunyi cuih2 gitu… apa g ilfil kita? and speaking of pup… pernah ngeliat celananya balita cina g? di selangkangannya sengaja g dijahit… jd klo mo pup atau pipis, tinggal jongkok… biasanya dibawah pohon atau pinggir trotoar… itu sy Lihat bukan didesa y mba.. di pinggiran kota…
    klo yg di UK masa’ ada yg kayak gt? pdhal org UK Kan terkenal jaim y… high class dy…

  20. Saya jg pernah ngalamin hal yg ga enak dengan Romci. Waktu di mal Artha Gading nemenin nyokap belanja. Kan saya jagain belanjaan nyokap saya, eh tiba2 ada dua cewe cina main ngangkat salah satu belanjaannya dan entah apa yg mereka ngomong soalnya aksennya cina banget (padahal saya bisa ngomong dan ngerti bhs mandarin), lalu saya pelototin mereka dan mereka sadar langsung taruh kembali. Terus adik saya jg pernah waktu di kereta di Singapura dari Sentosa ke Vivo City, kan dia pegangan dengan gantungan yg ada di dalam kereta, tiba2 ada satu orang cina main rebut gantungan yg udah adik saya pegang, dan adik sy langsung ngalah aja dan pegang gantungan lain.

Show me love, leave your thought here!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s