Mudahnya Mengembalikan Belanjaan di Irlandia

Tiga tahun lalu, saya mendapatkan hadiah cover kindle dari Mas G, sayangnya cover tersebut tak sesuai dengan kindle saya. Bermodalkan tanda terima, barang tersebut saya kembalikan. Ketika itu petugas hanya bertanya kenapa saya ingin mengembalikan dan memberi saya opsi pengembalian uang tunai atau kartu belanja. Prosesnya berlangsung kilat, kurang dari lima menit. Kemudahan mengambalikan barang itu saya yang orang ndeso jadi super takjub. Maklum di Indonesia tak ada keistimewaan seperti ini.

Rupanya, memulangkan barang adalah hak konsumen yang dilindungi. Bahkan, tidaklah aneh jika hadiah disertai dengan tanda terima pembelian. Tanda terima tersebut diberikan supaya sang penerima hadiah bisa menukarkan jika tak berkenan. Salah satu orang yang saya kenal bahkan pernah menukarkan hadiah pertunangannya karena tak suka dengan pilihan pemberi.

Dari hasil baca-baca website informasi untuk citizen, saya jadi tahu bahwa barang belanjaan boleh dikembalikan jika bermasalah atau rusak. Jika saat membeli kita mendapat informasi bahwa barang tersebut bermasalah, otomatis kita tak boleh mengembalikan. Begitu juga jika pilihan kita barangnya salah ukuran *tapi masih tetep dibeli* atau jika kita berubah pikiran. Teorinya begitu, tapi prakteknya barang-barang tersebut bisa dipulangkan dengan mudahnya, tergantung kebijakan dari toko masing-masing. Menariknya, informasi hak konsumen ini tertera jelas di setiap tanda terima. Bahkan, kalau konsumen tak puas dengan toko, mereka bisa bawa kasus ke court untuk minta klaim. Bayar tentunya & barang yang dibeli tak boleh lebih mahal dari €2000.

Saya yang nakal ini kemudian memulangkan jaket mama. Jaket musim dingin yang tebalnya bisa bikin koper penuh itu saya pulangkan setelah 3 minggu. Daripada dibawa pulang dan memenuhi koper, apalagi tak berguna, baik di Jakarta maupun di Irlandia (karena cuaca Irlandia yang sedang bersahabat & bermandikan matahari), lebih baik dipulangkan. Petugas hanya mengecek kondisi jaket serta label harganya (yang masih saya simpan), serta meminta bukti pembelian. Lagi-lagi proses ini tak sampai lima menit, Untungnya, saya tak membayar dengan kartu kredit, konon jika pembayaran dengan kartu kredit, proses refundnya tak semudah jika membayar dengan cash. Saya menganggap ini nakal, karena jaket tersebut, walaupun kondisinya masih super bagus, sudah digunakan beberapa kali & karena saya abusive terhadap kemudahan serta aturan toko yang memperbolehkan pengembalian barang. *eh tapi kan biar ada bahan nulis di blog*

Tapi tak selamanya refund itu mudah. Saya sempat membeli kosmetik di sebuah outlet  (yang nun jauh dari Dublin) yang kemudian ingin saya kembalikan ke toko (yang letaknya di pusat Dublin), karena saya naksir barang lain. Kosmetik itu belum saya pakai sama sekali, bahkan masih utuh di dalam kantong belanjanya. Sayangnya, proses refund harus dilakukan di outlet  & tak bisa dilakukan di toko lainnya. Konon, outlet-outlet tersebut menjual dengan harga lebih murah, otomatis barangnya tak bisa ditukarkan disembarang toko.

Bagaimana dengan proses pengembalian barang di Indonesia? Praktek pengembalian barang, apapun barangnya, menurut saya tidaklah mudah. Boro-boro mulangin barang, mencoba baju-baju tertentu saja kita dilarang. Kalaupun boleh, biasanya proses pengembalian tak sampai 30 hari, hanya dalam rentang waktu 2-3 hari. Informasi tentang  hak dan prosesnya pun tak jelas. Bahkan, pihak toko juga sering lepas tangan dan meminta konsumen untuk berurusan langsung dengan produsen. Untungnya mau, tapi ribetnya ogah.

'Sorry, no refunds. Didn't you read our fine print in Sanskrit about our return policy?'

Melihat kemudahan di Irlandia, saya cuma bisa berharap, semoga satu hari nanti konsumen di Indonesia lebih dihargai hak-haknya. Punya pengalaman memulangkan barang, baik di Indonesia maupun di luar negeri? Sharing dong.

xxx,
Tjetje
Sudah kembali ke Jakarta & kepanasan
Advertisements

32 thoughts on “Mudahnya Mengembalikan Belanjaan di Irlandia

  1. Disini juga gampang kembali barang. Umumnya 2 sampai 4 minggu selama masih ada bon & tag harganya. Beberapa online shop canggih, balikin barang hanya scan bukti penerimaan di kantor pos, balik deh. Ada beberapa chain terkenal yang bisa kembali barang dikota yang beda, selama masih didalam Belanda. Baju dalam biasanya ngga bisa. Aku pernah beli sepatu, setelah 3 bulan dipake kok solnya jebol. Aku balik ketokonya hanya untuk kasih tahu, ngga ngarep dapet uang kembali. Eh, malah dapet loh. Menurut mereka ini biasa dan akan dilaporkan ke pabrik sepatunya.

  2. Disini juga sudah standar 30 hari dalam keadaan baik alias tidak rusak/robek karena pemakaian. Banyak memang anak2 muda yg beli gaun2 mahal lalu dikembalikam setelah pesta usai.

    Tapi ada perkecualian untuk kasus2 tertentu macam sale dan biasanya ditulis barang sale tidak bisa dikembalikan. Hak konsumen harus jelas, klo ngga bs dituntut

  3. Di Indonesia setau aku bahkan ngga bisa refund deh.. Kayaknya ga pernah nemu yg bisa begitu, palingan bolehnya exchange sama size/model/warna lain. Taun lalu aku ke US sih disana bebas refund dan exchange kayaknya. Aku ngga ngeh policy nya tapi dalam waktu 3 minggu disana aku dengan gampang nuker 2 barang, bahkan yg sale sekalipun! Yg sale itu aku ceritanya beli sepatu di factory outlet pake kartu kredit, setelah balik hotel agak nyesel, besoknya balikin lagi dan saldo di kartu kreditnya langsung balik! Intinya gampang dan ga ribet sama sekali. Kapan ya di Indonesia bisa gitu hehe

  4. Kayaknya di Eropa emang gitu ya? Aku dulu pas di Prancis juga pernah beli tas, udah dipake sebulan, tapi kok gak cinta2 amat sama itu tas… Aku coba aja balikin, eh, cepet dan gampang banget… SA-nya gak pake nanya2, cuma ngecek keadaan tas yang emang masih 100%, terus udah deh… duit balik, bisa beli tas lain, hehe….

  5. Selama masih ada tag dan bukti pembayaran disini juga bs dikembalikan, kl kembali duit, duitnya kembali ke card yg bayar (kl beli pake card), bs juga tunai…
    Pengalaman sblm mudik kmrn beli sendal gunung buat dipake di Indonesia, pas nyampe Indonesia eee ternyata 22nya sblh kiri dunk mbak, pdhl di Indonesia sempet 6 mingguan, begitu balik ke Swedia langsung qta reklamasi deh 😆

  6. selain manual shopping yg boleh di return sesuai ketentuan, begitupun kl shopping online, malah udah dilampirkan formulir pengembalian beserta prangko nya, kalau gak cocok tinggal refund tanpa biaya tambahan, dimodalin prangko itu malah 🙂

  7. disini bisa mengembalikan barang justru kalau di toko murah kak, semisal belanja baju di pasar tradisional, kan pakaiannya itu gabisa dicoba.. jadi kita bisa janji dengan pedagangnya, kalau ternyata pakaiannya ga pas bisa kita balikin atau tuker dengan pakaian lain dgn harga yg sama..
    kalau belanja di toko2 besar terutama di mall sih belom pernah tau toko mana yg bisa dikembalikan, kebanyakan enggak bisa hehehe 😀

  8. Sudah pernah ngembaliin barang yg dipesan online lewat Amazon dan Marks & Spencer. Gampang, uang cepat ditransfer kembali. Untuk M&S bahkan uangnya ditranser balik segera setelah kita kirim email mengenai kerusakan barang, sementara barangnya belum kita kirim balik hari itu.

    Yg terakhir suami beli obat di apotik ternyata ada alkoholnya. Emang belum dikonsumsi sih, tapi ternyata di apotik juga mudah dikembalikan.

  9. Di Indo sih gak ada sistem balikin gitu, hehehe susyeeeh banget deh. Konsumen komplen aja kadang di cuekin kok, soalnya banyakan paradigma mereka adalah “gpp hilang 1 pelanggan, yang mau beli masih banyak”. Makanya disini bisnis yang service nya abal abal ya survive2 aja 😀
    Tapi kemarin waktu beli Uniqlo sih di tag nya di tulis bisa refund maks 30 hari, cuma bener bisa apa engga belum di coba sih 🙂

  10. Hi, mbak…saya silent reader selama ini. Hehe…ikut komen ah. Saya pernah beli besi tungku utk kompor gas di pasar tradisional. Kata yg jual, ini cocok kok dg kompor gas di rumah. Trus kita bikin perjanjian, kalo gak cocok, barang tsb boleh dibalikin dan uang saya juga dibalikin. Ternyata bener, tungkunya gak cocok. Besoknya saya balik lagi dan perjanjian ditepati. Hehehe…

  11. Di Jerman juga gampangnya minta ampun. Aku kalo bingung milih barang, misalnya sepatu, biasanya langsung beli aja sekali 2 buat dicobain di rumah. Yang gak cocok tinggal dibalikin. Beli barang online seperti di Amazon juga gitu sama. Hihi 😀

    Ribetnya kalau pulang ke Indo, ga ada cerita beli barang lalu mikir di rumah. Semoga ya di toko-toko di Indo segera sadar akan pentingnya kemudahan refund buat pelanggan.

    Salam kenal dari Hamburg 🙂

      • Di australia juga gampang mau ngembaliin barang yg dibeli gitu. Gak ditanyain macem2 selama tag n kwitansinya lengkap. Malah ada supermarket yg mau refund kalau kita gak suka ama produk makanan yg sudah dimakan.
        Untuk uniqlo udh pernah dicoba. Bisa refund.
        Pernah beli giordano di singapore, kebesaran, mau dituker di jkt bisa. Tapi karena produk itu gak masuk indo jadi dihitung kursnya trus ganti barang. menurut salesnya kalau giordano selama ada tagnya. Bisa tukar barang di counter giordano seluruh indonesia

Show me love, leave your thought here!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s