Mengambil Barang Dari Pesawat

Beberapa waktu lalu ada yang mencari informasi apa saja yang boleh di ambil di dalam pesawat Garuda Indonesia, armada penerbangan kebanggaan negeri ini. Search term yang sangat menarik, mengingat kebanyakan dari kita biasanya main ambil aja tanpa pakai permisi-permisi apalagi googling dulu. Batasan antara mengambil sebagai kenang-kenangan serta mencuri kadang sangatlah tipis dan seringkali kita tak tahu barang mana yang sebenarnya boleh diambil dan yang tidak boleh diambil. Tidak ada informasi yang tersedia, maka saya pun mencari tahu dan mencoba menganalisa barang apa saja yang boleh di bawa pulang.

Selimut dan bantal

Kedua barang tersebut menurut saya tidak boleh dibawa pulang, karena masih akan dicuci dan digunakan kembali. Tapi saya sendiri selalu mengambil selimut dalam penerbangan panjang yang memerlukan stop over. Selimut-selimut tersebut tidak saya bawa pulang tapi saya gunakan untuk membungkus diri saat transit, karena AC di bandara seringkali dingin. Sejauh ini ketika pemeriksaan tak ada yang cerewet menghentikan dan mengatakan ini properti pesawat dan tidak boleh di bawa turun. Selimut-selimut tersebut lalu saya tinggalkan di penerbangan sambungan berikutnya.

Untuk bantal agak geli, sejujurnya saya agak geli karena yang diganti oleh penerbangan hanya bungkus luarnya saja. Saya tak tahu berapa sering bantal-bantal tersebut diganti. Mau makai aja geli, apalagi bawa pulang. Biasanya saya bawa bantal sendiri untuk di leher, lebih nyaman.

Peralatan Makan

Sendok dan garpu merupakan barang yang paling sering diambil mungkin karena logo-logo yang menempel, bikin kelihatan ‘mahal’. Menurut konfirmasi dari Twitter Garuda, sendok dan garpu ini tak boleh diambil. Makanya kalau bulan Ramadan, dimana makanan disajikan dalam kotak, Garuda memberikan sendok dan garpu plastkc, persis kayak Batik Air. Walaupun kelihatannya sederhana, penyajian menggunakan plastik ini kalau buat saya mengganggu banget, apalagi kalau makanannya beneran harus dipotong.

Selain sendok dan garpu, saya sering melihat orang membungkus wadah kotak tempat makanan pencuci mulut. Makanan-makanan tersebut biasanya terbungkus rapi, jadi mudah kalau ingin membawa pulang. Rupanya barang tersebut juga tak boleh diambil, tetapi flight attendant nggak pernah negur kalau ada yang hilang dari baki, padahal tak seperti sendok, akan sangat mencolok jika wadah makanan tersebut hilang. Mungkin mereka terlalu sibuk untuk mengecek satu-satu.

spoon

Menemukan sendok ini di Ebay

Di Indonesia membawa pulang peralatan makanan mungkin saja dicuekin, tapi jangan nyoba-nyoba melakukan itu di Jepang. Rekan saya pernah bercerita tentang Ibunya yang kena tegur petugas ground staff karena membawa turun sebuah sendok dari pesawat Jepang. Harganya tak seberapa, tapi malunya.

Headphone

Kalau naiknya Batik Air headphonenya jelas boleh dibawa pulang, karena bayar. Sementara penerbangan Garuda tidak memperbolehkan karena headset tersebut akan disterilisasi untuk digunakan ulang. Etihad, perusahaan penerbangan favorit saya malah mengumpulkan headset tersebut di akhir perjalanan. Sementara Turkish memberikan headset jelek yang menurut saya gak worth it kalau mau diambil. Dipakai aja bikin sakit kuping kok mau diambil. Headphone pesawat ini seringkali jack (colokan)nya gak sama dengan yang kita gunakan sehari-hari, jadi jika dibawa pulang tak bisa digunakan.

Sabun cuci tangan, eau de toilette serta hand lotion

Perlengkapan ini kalau di ekonomi kelas sih biasa-biasa aja, tapi kalau di bisnis kelas suka menggunakan merek-merek tertentu yang harganya seringkali tak murah. Akibatnya banyak banget yang tertarik mengambil pulang sebagai koleksi. Di Turkish Air, ketika pesawat bersiap untuk mendarat petugas biasanya akan mengambil dan menyimpan barang-barang ini (atau jangan-jangan di buang). Di Garuda Indonesia sendiri saya gak pernah merhatiin flight attendantnya membereskan barang-barang tersebut. Tapi saya pernah lihat penumpang membereskan barang tersebut. Untuk dibawa pulang tentunya.

Majalah

Sekali lagi menurut petugas twitter Garuda Indonesia, majalah  rupanya tidak boleh dibawa pulang. Saya pikir majalah ini boleh dibawa pulang karena ada tulisan personal copy dan karena saya pernah melihat penumpang yang pernah meminta kepada pramugari dan diijinkan. Selain majalah saya juga pernah bertemu seorang kakek yang bepergian sendiri meminta mainan untuk cucunya dan diberi oleh petugas. Eh kirain itu mainan buat anak-anak yang bepergian saja.

majalah 2

Tak cuma barang-barang tersebut yang hobi dibungkus dan di bawa pulang. Ada penumpang yang hobi mengambil kantong kertas untuk mereka yang mengalami sakit dan menggunakannya untuk membungkus makanan. Bahkan di sosial media pernah beredar foto kantong tersebut digunakan untuk membungkus gorengan.

Penumpang juga suka mengambil kartu  keselamatan, terutama jika pesawatnya merupakan pesawat yang sudah cukup lama. Kartu keselamatan penerbangan ini kemudian dikoleksi ataupun dijual di toko online seperti Ebay. Tindakan ini menurut saya membahayakan. Lebih bahaya lagi kalau pelampung yang terletak di bawah kursi dibawa pulang, wah nggak hanya denda saja tapi yang mengambil juga terancam dipenjara. Makanya kalau lagi mau terbang saya suka jongkok dan melihat jaket keselamatan di bawah kursi. Jaga-jaga kalau hilang dikoleksi orang.

Kesimpulannya, barang-barang di atas pesawat tak boleh diturunkan dan dibawa  pulang, kecuali barang yang kita beli di atas pesawat. Nah, kalian, pernahkah mengambil sesuatu dari pesawat?

Xx,

Tjetje

Update: Nanya lagi sama Garuda dan katanya majalahnya boleh dibawa pulang. Jadi mana yang bener?

 Majalah garuda

Advertisements

68 thoughts on “Mengambil Barang Dari Pesawat

  1. Ngebayangin kertas yg utk keperluan sakit dipake utk bungkus gorengan, jd mual :))

    Gak pernah Ai, gak pernah bawa pulang barang milik pesawat..kl ada artikel bagus di majalahnya biasanya gw foto aja sih..

  2. Kalo saya ngertinya emang semua barang gak boleh dibawa kecuali makanan yang disajikan, lagian ga tertarik bawanya karena pasti ribet nyimpen-nyimpennya. Takut ketauan juga, malunya gak nahan saya. Hihihi.

  3. Dulu aku suka minta majalahnya hehehe. Kalau dikasih yah dibawa pulang 🙂 sekarang udah gak pernah lagi karena males juga sampe dirumah gak dibaca.

    AKu pernah nulis soal ini juga termasuk ngambil barang2 dari hotel. Sampe handuk2 pun diambil hihihihi.

  4. Pernah terbang ke Cina dulu sama keluarga besar, ada salah satu keluarga tante yg ya ampun maruknya… di semua penerbangan dari bantal, selimut, sendok sampe serbet basah yang gak terpakai, semua masuk tasnya… ini dia, suami dan 3 anaknya lho ckckck

  5. Bantalku dari kecil (sampe sekarang masih ada lho, udah buluk, ga bisa tidur kalo ga ada itu) termasuk barang curian dr pesawat lho. Garuda kalo ga salah. Hehhehee…

  6. Aku bawa pulang tissue basah dari Garuda 😀
    Trus pernah liatin mbak2 mungutin plastik buat munmun (yg ga kepake), hampir tiap seat yg plastiknya masih rapi belum kepake dia ambilin lho. Tauk deh buat apa.

  7. Tahun lalu aku dikasih baby kit dan baby meal: heinz set gitu. Baby kit isinya: tempat sampah pospak, pospak, bedak tabur Johnson & Johnson, baby apron, tisue basah, kalo gak salah inget itu aja. Kepake banget pas di atas pesawat. Aku bawa turun itu plus baby meal karena pas mendarat justru jam makan anakku, jadi aku butuh baby apron dan tisue basah selama nunggu bagasi.

  8. Kalau barang-barang yang terkait dengan keselamatan, seperti sabuk pengaman (ya iyalah), kartu keselamatan, kantung oksigen (apalagi :haha), apalagi baju pelampung memang saya tinggalkan as is. Paling pas naik pesawat saya cek baju pelampung apakah masih ada atau tidak, sekadar jaga-jaga saja :hehe. Untuk sendok dan garpu juga begitu sih, soalnya saya tak mengoleksi sendok garpu Mbak :hehe :peace.

    Tapi kalau majalah saya baru tahu Mbak kalau tidak bawa pulang, soalnya dulu saya cek di eksemplar majalah Garuda itu ada tulisan “Your personal copy | boleh dibawa pulang”. Karena ada tulisan seperti itu ya saya bawa pulang saja… kecuali untuk koran yang biasa dibagikan sebelum tinggal landas, saya tinggalkan lagi saja di kantung kursi :hehe.

  9. Dulu waktu msh single setiap naik pesawat suka ngambil kertas buat muntah (maaf), buat koleksi. Tapi sekarang ga tertarik lg, krn udah ga keurus, bahkan aku tawarin ke ponakan koleksiku biar dia nerusin, ponakan ku malah bilang ih apaan koleksi gituan, hihihi jadi masuk tong sampah deh 😉

  10. Lhoh ak surprised mbak yg perihal mjlh garuda. klo msh bagus suka kubawa plg. Yakin aja krn ada tulisan your personal copy. Di kantor garudanya juga boleh ambil pdhl

  11. Jadi inget sama salah satu teman trip tpi sudah separuh baya, hobbynya bawa segala macam benda yang dikasi ke kursi penumpang di pesawat, hotel, cafe dan resto. Duhh klo dya lagi beraksi, sampai aku pura2 gak kenal atau menjauh. Malu ahhh…tas dan kopernya menjadi super besar sampai susah ditutup..jadi mikir berkali2 mau trip bareng lagi. Klo aku gak pernah ambil apapun di pesawat. Kecuali souvenir kyk kaos kaki dari Qatar. Karena kebayang tas jadi berat 😀

      • Barang2 seperti gula, creamer, tissue semua yang disediakan di table umum..lumayan heboh kan, ambilnya gak nanggung semuanya..sampe ketakutan sendiri lihatnya, takut di tegur sm pelayan cafe.

    • Idiiihhhh… maluuu2iinn.. laa.., ini kmrn sy naek mas.. trus kk ipaar saya masukin bantal byii buat anak sy ke tas sy.. sy udh blg jgn.. eehh.. dia blg gpp.. qte udh byr tikeett mahaall2.. gilaaa….

  12. Kalau di pesawat jarak jauhnya Garuda, di bungkusan plastik selimutnya sudah ditulisi selimut plastiknya nggak boleh dibawa pulang, hahahahaha 😆 . Kalau headphone-nya nggak tertarik ah secara kualitasnya kan, ya gitu deh. Aku lebih suka pakai earphone-ku sendiri untuk menikmati IFE-nya, haha. Eh tapi dengar-dengar kalau headphone-nya business class atau first class-nya enak dan keren bener sih, haha 😆 .

    Kalau untuk majalah pesawat, di KLM majalahnya boleh (banget) dibawa pulang, buat promosi banget soalnya. Malah kalau nunggu di Bandara Charles de Gaulle, majalahnya disediakan di rak di ruang tunggu bandaranya untuk diambil. Untuk Garuda, dulu banget aku pernah nanya ke salah seorang pramugarinya di sebuah penerbangan domestik di Indonesia dan pramugarinya bilang boleh 🙂 . Tapi nggak tahu ya kalau sekarang.

    • Wah kalau udah gitu jelas, enak ya Ko. Aku barusan google headphonenya, terlihat lebih meyakinkan ketimbang headphonenya Turkish (itu headphone turkish kayak beli kodian di mangga dua).

      Ntar kalau terbang lagi aku coba tanya deh sama pramugarinya, siapa tahu jawabannya beda sama yang di twitter.

  13. Dari bbrp kali menggunakan pesawat aku cm 1x bawa pulang majalah AA itupun krn terpaksa, belum selesai baca pdhl artikelnya bagus banget 😀 kalo difotoin resolusinya kecil trus buram, ga bisa baca deh. Ngumpet2 bawa pulangnya

  14. Amenity kit, penutup matanya buat dipake tidur lg di bus, apalagi kalo abis dr penerbangan panjang di malam hari.
    Majalah garuda pernah juga minta, ceritanya mau belajar nulis artikel, eh malah gak dibuka pas di rumah hehe

  15. Dulu sih gak pernah, paling sendok dan garpu plastik waktu Keana bayi dari Korean Air karena kadang suka kelupaan bawa alat makan kalau pergi2 gitu. Nah sekarang aku suka ambilin sikat gigi yang 1 set dengan odolnya diplastik, sampai suami ku pun aku suruh bawa pulang amenity kit dari business class kalau dia lagi bisnis trip kan bagus-bagus tuh sekalian 1 set dengan tas/dompetnya. Sekarang kalau ke hotel atau resort juga suka ambilin shampoo, sabun, lotion kenapa??

    Di Fiji ada charity group namanya Corona, nah ibu-ibu expat disini yang member setiap hari jumat kita ada kegiatan yang namanya Hospital Trolley, di trolley ini berisikan segala sesuatu yang berhubungan dengan ibu dan bayi termasuk alat-alat mandi. Semua barang yang ada di trolley itu adalah donasi dari teman-teman yang akan kita jual dengan harga murah di rumah sakit umum sini, termasuk items yang saya sebutkan diatas, karena fasilitas rs disini sangat minim kadang di toilet aja ga ada tissue apalgi sabun untuk cuci tangan, kita coba jual semua barang yang ada ditrolley dibagian ibu dan anak dan hasil dari uang tersebut akan kita belikan equipment utk rumah sakit itu sendiri khusus bagian ibu dan anak juga.

    Gitu, semoga aja itu gak dihitung mencuri.

    • Ayu, that’s a very good cause! Aku kadang suka kepikiran kalau lihat noteblok, bolpen2 dan pensil2 dari workshop ataupun dari hotel. Suka banyak banget dan nggak kepake. Kadang kita malah makai cuma lima menit aja abis itu ditinggal. Padahal, kalau dikumpulkan kan sebenarnya bisa dipakai buat anak2 di pedalaman belajar.

      Apa aku nulis ke Indonesia Mengajar aja kali ya, siapa tahu mereka mau koordinasi dan distribusi?!

      • Iya Ail, aku sm suami dulu sering banget koleksi pulpen atau pensil dari tempat2 penginapan, nah kalau lagi jalan-jalan ke pedalaman waktu di Jakarta dan pedesaan waktu di Samoa dan disini, suka aku bawa, aku bagikan ke anak2 kecil yg pd deketin kita untuk sekedar mengobrol. Mereka seneng banget, sekarang stock dirumah habis jd paling bawa permen atau biskuit walaupun pulpen sm pensil lbh berguna tp ini juga buat mereka seneng banget 😊

  16. Ga pernah mbaaaak *jujur*. Karena pas awal2 terbang apa2 takut, apalagi ngambil2, kan ga seru di negeri orang dipenjara semalem gara2 nyuri gituan *banyakan nonton film* lol. Semakin sering terbang, rasanya males ngambil2 secara bawa badan aja udah repot, haha. Ehhhh, pas keluarga besar ke Inggris pas aku nikah, sampe sini bongkar koper ama tas, isinya properti Emirates semuaaaa, sendok garpu dll. Aku omelin pada, biar ga ngambil lagi pas terbang balik. Karena rombongan 7 orang, 2 legs flights transit di Dubai, bayangkan berapa tuh property yg diembat, hadeuh. Buat yg awam dan bukan frequent flyer aku masih maklum sih buat kenang2an, tp kalo udah frequent dan niat ngambilnya buat dijual, aku geleng2 kepala aja deh, haha

  17. Aku gak pernah mba Ai, soalnya dipikiranku pasti gak boleh. Kalo ketauan kan malunya ampun-ampun banget. Paling yang kubawa pulang makanan kecilnya aja (roti, coklat, dll) 😀

  18. Aku baru tau mbak kalau barang-barang dari pesawat ada yang boleh diambil gitu :’ wkwk jarang naik pesawat gini wkwkwk 😀

    Semoga suatu saat mesin pesawat boleh diambil ya *eh :p wkwkw

  19. Pingback: Menyapu Bersih Barang-Barang Hotel | Ailtje Ni Dhiomasaigh

  20. Aku pastiii kalo naik Garuda suka bawa pulang Gula, Garam dan Ladanya. Entah kenapa dulu hobi banget ngumpulin itu setiap naik Garuda kalau ada bisnis trip. Soalnya dulu kan ngekos, pikiranku lumayanlah ga usah beli gula garam dan lada lagi :)))

  21. klo soal majalah dan katalog wajar kok klo bisa dibawa.periode majalah kn cuma 1 bulan.lewat dr itu ya masuk penggilingan jd mie kering 😀 .lbh brmanfaat klo orang bawa trus dbaca.liat aja yg member MLM produk kyk oriflame.trima kiriman barang pasti dlapisin gilingan katalog lama.klo selimut tadi pagi nae garuda ada bpak2 turun bawa selimut yg masih tersegel ga pake diumpetin,ditenteng aja sm barangnya.
    pengen jg tapi udah rempong dengan tentengan dan gendong anak takut malu jgn2 ditegur wkwkwk.

Show me love, leave your thought here!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s