Jalan Kaki di Virginia

Selamat siang Indonesia, bagaimana Ramadhan hari pertama? Semoga kalian semua yang menunaikan berpuasa dilancarkan ibadahnya ya. 

Dari Irlandia saya melapor bahwa betis saya gempor karena kebanyakan jalan kaki selama akhir pekan ini. Seperti saya tulis minggu kemaren, #JelajahIrlandia kali ini berpindah ke Virginia, bukan Virginia yang di Amerika sana, tapi Virginia yang ada di County (karesidenan) Cavan di tengah-tengah Irlandia. Dari Dublin, Virginia ini bisa ditempuh dengan bis selama kurang dari dua jam (tergantung kondisi jalan) dengan biaya berkisar 25 Euro untuk perjalanan pulang pergi.

County Cavan yang terkenal dengan sebutan “The Lakeland County” ini memiliki banyak danau. Menurut belahan hati saya, there is enough lake in Cavan for every single day of the year, karena memang ada 365 danau di County ini. Yang repot tentunya saat tahun kabisat, karena danaunya kurang satu.

Cuaca di Cavan akhir pekan kemarin sangat indah, bahkan sedikit terik. Cuaca seperti ini di Irlandia sangatlah jarang, maka tak heran kalau koran-koran sudah heboh memberitakan bahwa Irlandia lebih panas dari Ibiza. Selain itu, peringatan untuk mengenakan krim pelindung dari sinar matahari juga sudah disiarkan dimana-mana. 

Pada jalan-jalan akhir pekan ini saya juga berkesempatan meminjam  anjing seorang teman untuk dibawa berjalan-jalan. Sebenarnya ini modus, selain rindu punya anjing, saya sudah sedang mencoba meyakinkan pasangan untuk mau mengadopsi anjing. Modus tentunya berhasil, tapi tak dalam waktu dekat m Ah yang penting saya bisa puas mainan anjing.

Just an afternoon stroll by the lake #virginia #Cavan #Ireland #JelajahIrlandia

A post shared by Ailsa Dempsey (@binibule) on

Bersama anjing mungil yang saya perkirakan campuran antara Jack Russel dan Collie ini, saya menyusuri salah satu danau terbesar di Cavan serta hutan-hutan yang mengelilingi danau ini. Jalan-jalan ke dalam hutan-hutan ini membawa ingatan saya kembali ke masa muda saya di Malang dulu. Jaman itu, saya menyusuri hutan-hutan kecil untuk berburu burung. Bukan untuk ditembak, tapi untuk mengintip para burung cabe mandi dan memulai aktivitasnya di pagi hari.

Di Irlandia, hutan-hutan seperti ini bisa dengan mudahnya dijangkau dan track untuk berjalan kaki biasanya sudah disediakan. Jarak yang ditempuh pun beraneka ragam, dari yang pendek, menengah hingga jarak panjang. Jarak ini setara dengan 3 hingga 10 km. Peta serta jalur perjalanan pun juga terpampang jelas. Kegiatan jalan kaki ini ini nampaknya digalakkan oleh Irish Heart Foundation, mungkin kalau di Indonesia namanya yayasan jantung Indonesia. Papan pengumuman yang memuat peta dan wilayah yang bisa dijelajahi juga memuat anjuran berapa lama dalam seminggu kita mesti berjalan supaya jantung sehat. Sungguh saya sangat iri, karena di Indonesia hal seperti baru ada di hutan beton & anjurannya pun lebih ke berjalan keliling mall untuk memburu diskon.

Dalam perjalanan mengelilingi hutan ini saya tak hanya berpapasan dengan orang muda yang berjalan kaki hingga yang berlari dengan anjing, tetapi juga banyak berpapasan dengan orang tua. Yang menyenangkan, seringkali ketika berpapasan kami saling menyapa. Sekadar halo, hi atau bahkan ngobrol panjang tentang cuaca yang sedang indah ataupun anjing.

Ada satu kejadian menarik yang terjadi saat jalan-jalan kemarin. Rombongan kami berniat berjalan-jalan di sekitar Virginia Park Lodge. Baru tiba di parkiran, kami sudah didatangi oleh seorang pria bertubuh tinggi yang langsung sigap mengusir kami dengan manis. Rupanya tempat ini merupakan private property. Sebenarnya, kami sudah melihat tulisan-tulisan private property, tapi tak kami indahkan karena kami menyangka tempat ini hotel yang bisa didatangi. Rupanya bangunan yang dulunya hotel ini sudah dibeli.

Berhubung orang-orang di negeri ini doyan basa-basi, kegiatan mengusir ini berujung dengan basa-basi panjang membahas tentang pesta perkawinan di tempat ini, hingga dari mana kami berasal. Dan menariknya, pria yang mengusir kami ini ternyata bukan preman bayaran tetapi sang empunya tempat. Gayanya sebagai sang empunya tentu saja tak meyakinkan, karena ia mengenakan pakaian biasa-biasa saja dan apron yang kotor. Tentunya tak satupun dari kami tahu bahwa pria ini ternyata seorang Michelin Star Chef yang juga celebrity chef dengan show masak-memasak di Irlandia. Aduh Mas ya maaf, kami mah tahunya Farah Quinn atau bu Siska.

Kalian, kapan terakhir kali berjalan-jalan di alam tanpa merogoh kocek?

xx,
Tjetje
Virginia Park Lodge sendiri bisa diintip di sini.

Advertisements

19 thoughts on “Jalan Kaki di Virginia

  1. Mungkin kalau di Indonesia yang relatif susah untuk jalan2 di alam, selain jauh (kalau tinggal di kota) dan panas / polusi. Aku biasanya jarang “hanya” jalan2, biasanya lari di pantai 3x seminggu. Atau kalau pas nginep di rumah pacar, biasanya jalan keliling blok di tempat dia setelah makan malam.

    Terakhir jalan2 Jumat kemaren pas kita ke Louisiana Museum of Modern Art yang lokasinya lumayan jauh di utara dan viewnya ke Laut Baltik, jalan2nya agak “terpaksa” karena tempatnya yang jauh dari stasiun kereta 😛

    • Kota ini tuh kecil banget Mbak, orang2nya beruntung pemandangannya cakep. Sayangnya gak diundang makan, tapi aku lihat dia punya event 2 gitu yang kita bisa beli tiket.

      Menariknya dia punya kebun sendiri di County ini Mbak. Terus dia supply Restaurantnya dari kebunnya sendiri.

  2. Ihh pada sama yah komennya.. hihi.. yang jembatan itu keren banget, Tje..

    2 bulan lalu pas masih di New Zealand, kalau di Jakarta rada bingung, panas sumpek ( duh jadi ngedumel )

  3. Weekend kemaren kami juga jalan2 ke hutan deket rumah (15 menit sepedahan dulu untuk menuju) dan nongkrong pinggir danau. Hutan di Irlandia lebih gahar penampakannya dibandingkan hutan di Belanda. Disini hutannya kurang horor haha.

  4. Sayangnya di Indonesia lingkungannya masih kurang kondusif ya.

    Ah, baca ini aku jadi pengen sepedaan nih di pinggiran Delft ah sebentar lagi. Lumayan buat membakar kalori habis jalan-jalan kemarin, hahaha 😆 . Ada hutan kecil yang ada danau kecilnya juga. Banyak sih yang jogging di situ. Tapi aku lebih suka sepedaan, hahaha 😆

  5. hahah terakhir jalan jalan pasti merogoh kocek bayar parkiran dan biaya tiket masuk ahah mana ada t4 wisata gretongan di sini………ke pantai aja bayar..kita….

Show me love, leave your thought here!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s