Menengok Rumah Mewah Russborough House

Masih ingat dengan postingan saya beberapa waktu lalu tentang hutan kecil di Russborough house? Jika tak ingat, boleh ditengok di sini. Nah, akhir pekan ini, matahari bersinar sangat cerah. Wohoooo, jemuran pun bisa dibawa keluar dan ditinggal jalan-jalan dulu. #tetepYangDipikirJemuran

Memenuhi janji saya pada Mama yang kebetulan sedang liburan di Irlandia, saya pun membawa mama mengunjungi Rusbborough House. Rumahnya dikunjungi, tapi hutan  yang dipenuhi fairy doors kelupaan ditengok. Russborugh House ini merupakan rumah terpanjang di Irlandia dengan gaya Palladian yang dibangun 275 tahun yang lalu. Rumah yang super besar ini menghadap gunung Wicklow dan Blessington Lakes. Wicklow mountain terkenal sebagai tempat shooting film PS. I Love You, sementara Blessington Lakes yang juga tempat shooting film yang sama dan juga Braveheart, merupakan sebuah desa yang ditenggelamkan untuk menyediakan air minum bagi warga Dublin.

Rumahnya kepanjangan jadi hanya bisa difoto tengahnya saja.

Ada tiga keluarga yang pernah tinggal di rumah ini. Yang pertama keluarga Earls of Milltown (pada tahun 1740 – 1930), lalu rumah tersebut dibeli oleh keluarga Colonel & Maeb Daly (1931- 1951) seharga 9000 pound sterling. Lalu tahun 1952, Sir Alfred & Lady Beit yang punya bisnis berlian di Afrika Selatan membeli rumah ini. Mereka tinggal di rumah ini hingga tahun 2005, ketika ajal menjemput. Rumah ini sendiri sekarang dibuka untuk umum dan biaya pemeliharaannya didapatkan melalui The Alfred Beit Foundation.

Rumah yang memiliki 9 kamar tidur ini dibangun dengan batu granit lokal selama 10 tahun. Sementara langit-langit rumah ini sendiri dibangun selama 14 tahun. Langit-langit di rumah ini memang luar biasa kerennya dan hasil ukir-ukiran. Salah satu langit-langitnya bisa dilihat disini:

Ukir-ukiran dari langit-langit yang bulat seperti kubah ini desain untuk ruangan musik yang dilengkapi dengan dua buah piano yang kayunya pun didesain secara khusus. Uniknya, langit-langit ini didesain untuk bisa menciptakan gema suara yang tepat ketika penyanyi berdiri di tengah ruangan. Pemandu kami kemarin mempraktekkan hal tersebut, dan saya pun terbengong-bengong tak habis pikir bagaimana bisa mereka menciptakan hal tersebut.

Ruang makan super mewah. Piringnya dilukis hadiah dari Prince Wales (entah Prince Wales tahun keberapa), sementara di tengah-tengah keramiknya hadiah dari Madame Du Barry (dan ada logo sang Madame). Konon, sir Alfred Beit tertarik beli rumah ini karena lihat perapian mewah tersebut di sebuah majalah.

Rumah ini dilengkapi dengan dua wings, sisi barat dan sisi timur. Pada jamannya dulu, sayap-sayap ini digunakan untuk para pelayan. Satu sisi untuk pelayan pria dan satu sisi untuk pelayan perempuan. Pelayan pria sendiri lebih sering melayani, sementara pelayan perempuan harus membuang mukanya ketika bertemu dengan tuan rumah.

Sama seperti rumah-rumah orang kaya pada umumnya, rumah ini dihiasi dengan banyak tas Hermes lukisan. Nah salah satu ruang favorit saya adalah drawing room yang dilengkapi dengan empat lukisan karya pelukis Perancis, Claude Joseph Vernet. Lukisan berjudul, ‘Morning’, ‘Midday’, ‘Sunset’, dan ‘Night’ ini secara khusus dilukis pada sekitar tahun 1750an dan sudah berada di rumah ini selama 260 tahun terakhir.

Salah satu sudut di reading room. Di ujung, di bawah sebuah lukisan terdapat pintu yang tersembunyi. Can you spot it?

Dua hal menarik yang saya temukan disini adalah kursi tamu yang digunakan pada saat penobatan Raja George VI (Ini raja yang difilmkan di King’s Speech). Rupanya, pada saat penobatan Raja Inggris itu kursinya bisa dibawa pulang saudara-saudara. Selain itu ada juga satu set alat untuk mempelajari serangga. Alat tersebut rupanya merupakan hadiah pengantin untuk Marie Antoinette. Rupanya, Marie Antoinette itu suka mempelajari tentang serangga. Bagi saya ini menarik karena Marie Antoinette sering digambarkan sebagai perempuan yang kurang cerdas.

Perpustakaan dengan aneka rupa koleksi buku-bukunya. Konon, ruangan ini dulunya dipenuhi dengan lukisan. Pada jamannya lukisan itu menjadi simbol kekayaan sebuah keluarga.

Rumah ini sendiri sudah bolak-balik mengalami kecurian lukisan dan lukisan-lukisan yang dicuri memang bisa diambil kembali. Banyak dari lukisan tersebut kemudian didonasikan ke Galeri Nasional Irlandia. Nah, nampaknya saya harus kembali ke Galeri Nasional untuk mencari satu persatu lukisan hasil curian tersbut.

Peratan melihat serangga yang jadi hadiah perkawinan Marie Antoinette. Di atas alat ini (tak tampak di foto) ada topi yang khusus di buatkan untuk anjing! Horang kaya, anjing pun dikasih topi khusus.

Yang menyedihkan, yayasan yang berkewajiban mencari dana untuk rumah ini setiap tahunnya selalu defisit sekitar setengah juta dolar. Nampaknya, tiket masuk sebesar 12 Euro per orang, acara tahunan Russborough by candlelight serta sumbangan dari pencinta seni tak bisa mendongkrak pemasukan rumah ini. Akibatnya, beberapa lukisan dari rumah ini terpaksa dilelang dan publik Irlandia pun sudah bolak-balik ribut tapi pemerintahnya tak juga mau mendengarkan.

Salah satu sudut yang dipenuhi dengan plaster ukiran.

Oh ya Russborough by candlelight ini merupakan event tahunan dimana semua lilin-lilin dinyalakan dan kita bisa melihat sendiri betapa megahnya rumah ini di malam hari. Saya sangat ingin kembali ke rumah tersebut pada saat acara ini, karena penasaran dengan sebuah jam dinding. Jam dinding di rumah ini semuanya berasal dari Perancis dan ada sebuah jam (mungkin lebih tepatnya semacam termometer) yang khusus menunjukkan cuaca. Kemarin saat saya berkunjung, “jam” tersebut menunjukkan beau temps. Konon, jam ini memang terlihat lebih indah ketika ada lilin-lilin di bawahnya.

Suvenir: kursi. Ini bisa jadi inspirasi buat orang kaya di Indonesia. Kalau kawinan, kasih saja kursi sebagai suvenir. Biar macam raja ratu Inggris lah.

Sayangnya, tur mengelilingi Russborough House ini hanya selama satu jam saja. Bagi saya, tur tersebut tak cukup. Jika diperkenankan saya bisa menghabiskan seharian untuk memeloti semua benda-benda seni berharga yang tak ternilai harganya. Selain itu, saya juga pengen bertemu dengan hantu yang tinggal di rumah tersebut. Hantu tersebut konon sering berpindah-pindah dari kamar nomor satu hingga nomor sembilan. Jadi penasaran.

Bagaimana akhir pekan kalian?

xx,
Tjetje

Cerita menarik tentang rumah ini juga bisa ditengok di sini sementara galerinya bisa ditengok di sini.

Advertisements

12 thoughts on “Menengok Rumah Mewah Russborough House

  1. Haha, iya ya, Marie Antoinette memang sering digambarkan sebagai perempuan kurang cerdas yang sukanya berfoya-foya.

    Ah, sayang banget sampai defisit gitu.

  2. hahaha nggak kebayang aku dateng kondangan dikasih suvenir kursi. asik banget yang dulu pernah tinggal di sini, pemandangannya menghadap wicklow.

Show me love, leave your thought here!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s