Bicara Soal Bunuh Diri

Memahami bunuh diri

Orang-orang yang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya berada dalam rasa sakit mental yang sangat ekstrem. They are in an extreme pain. Pikiran-pikiran untuk mengakhiri hidup ini datang tak diundang, di beberapa kasus mereka hanya berhenti pada ide untuk mengakhiri hidup dan mereka mendapatkan pertolongan. Tetapi, di banyak kasus, ini berproses, berjalan dalam jangka waktu yang cukup lama dan berakhir dengan pengakhiran hidup.

Depresi akut disebut-sebut sebagai salah satu penyebat, tapi bukan berarti mereka yang depresi juga akan akan mengkahiri hidupnya. Selain depresi, krisis dalam hidup, seperti kehilangan pekerjaan (apalagi bagi pria yang masih dianggap penopang hidup keluarga), isolasi (kalau di sini di kampung-kampung terpencil), kehilangan anggota keluarga, atau sakit yang akut yang mengubah mood.


Di Irlandia banyak kampanye yang dijalankan untuk raising awareness topik ini. Salah satu informasi yang dibagikan adalah tanda-tanda mereka yang kemungkinan berpikiran untuk mengakhiri hidup, seperti bicara soal rencana tersebut, mengatakan tak punya tujuan hidup, merasa bersalah dan juga merasa malu. Ada juga yang memberikan hadiah atau barang yang sangat personal untuk berpamitan. Salah satu tanda lain ada isolasi dan tak mau bertemu orang. Emosi dan mood mereka pun juga berubah. Selain itu, ada konsumi alcohol dan penggunaan obat yang berlebihan. Nomor untuk krisis pun bisa dihubungi, baik telpon maupun untuk sms.

Sayangnya di Indonesia, hotline untuk layanan pertolongan pertama krisis bunuh tidak ada. Semoga satu saat nanti ada Menteri Kesehatan yang memprioritaskan Kesehatan jiwa.

Media

Di Irlandia, Ketika jalur kendaraan umum, biasanya kereta,  ditutup karena kasus-kasus insiden yang fatal. Pengumuman di media sosial begitu sederhana dan pengguna media sosial tak membahas secara sensasional. Tak ada yang repot mencari tahu siapa, menyebar foto atau bahkan menambahkan doa-doa di foto tersebut.

Pengumuman kematian di media, baik yang masuk berita diliput wartawan, ataupun pengumuman kematian dari keluarga juga sangat sederhana, meninggal mendadak, meninggal secara tragis. Tak ada penjelasan secara mendetail, atau berita secara berlebihan dengan tetangga dan keluarga.

Mengapa? Karena pendekatan seperti ini penting, untuk  menghindari perilaku imitasi orang-orang yang rentan Selain itu tentunya untuk menghormati ruang keluarga yang berduka atas tragedi kematian ini.

Penutup

Keluarga yang ditinggalkan juga cenderung tak mau membicarakan topik ini karena stigma buruk yang melekat. Pada banyak kasus juga banyak yang menyalahkan diri sendiri karena tak melakukan intervensi, tak melihat gejala dan karena tak menolong. Beberapa juga menyangkal dan menutupi luka hati kehilanggan anggota keluarganya. Proses berduka ketika kehilangan keluarga dengan cara ini memang berbeda dan akan lebih baik jika dibantu konseling professional.

Sedihnya, mereka yang mengakhiri hidup sering dituduh egois oleh orang-orang di sekitarnya yang tak paham soal kesehatan jiwa ini. Padahal, mereka meninggalkan hidup karena tak ingin menjadi beban orang-orang terdekatnya dan karena tak tahan lagi dengan rasa sakit yang mereka alami.  Mereka juga tak punya niatan untuk menyakiti orang-orang terdekatnya. They are just in pain, an extreme one.

Teruntuk kalian orang-orang yang kehilangan teman, keluarga dan orang-orang terdekat karena bunuh diri, semoga seiring berjalannya waktu, luka hati kalian membaik.   Dan untuk kalian yang memerlukan bantuan, segera minta bantuan dari profesional.

xoxo,
Ailtje

4 thoughts on “Bicara Soal Bunuh Diri

  1. Sepertinya topik depresi ini masih banyak dikaitkan dengan agama kalau di Indonesia, yang kudu berdoa lebih banyaklah, atau kurang iman lah.

    Salah satu teman dekat suami bunuh diri beberapa tahun lalu, tentunya kami juga syok, tapi yah orangnya menderita depresi akut sudah lama.

  2. Memang nggak bisa hanya dengan nasehat, ada yang membutuhkan obat untuk menstabilkan hormon. Pernah di blog saya. Tapi sejak corona mulai banyak yang membahas tentang kesehatan mental. Yang harus diwaspadai kalau jadi diagnosis mandiri dan mau mengobati diri sendiri tapi lewat grup-grup yg tdk ada ahlinya…

Show me love, leave your thought here!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s