Mencari Pacar Bule di Jakarta

Judul di atas merupakan search term yang saya temukan di blog ini. Dasar nggak ada kerjaan, hari ini saya iseng melihat-lihat search term yang mendirect orang ke blog saya. Binibule ini baru saya beli pertengahan tahun 2013 (kalau tak salah mengingat), tapi search term yang mengandung kata bule ternyata cukup banyak, ada yang jorok, lucu dan ada yang bikin emosi jiwa.

Saya share beberapa kata kunci yang dicatat oleh WordPress dan akan iseng saya jawab komentari (beginilah kalau gak ada kerjaan). Sebagian kata kunci bisa juga ditemukan di twitter saya @binibuleID dengan hashtag #BiniBule & #BuleHunter

  • Charity dengan bule di Jakarta

Miris saya bacanya. Kalau mau ngurus amal ya udah amal aja kali nggak usah pakai ajang cari bule. Lagipula, charity tak harus dengan bule kan?

  •  Foto cowok bule lagi makai kondom; bule luluran telanjang; bule ciuman

Ada juga yang nulis bule mandi, bule berduaan di hotel. Pertama: luluran itu pasti setengah telanjang. Kedua, kenapa sih luluran harus iseng difoto? Malu tahu, apalagi kalau kotoran di kulitnya banyak.

Soal makai kondom, kenapa harus bule sih? Kenapa nggak cari: bagaimana cara memasang kondom yang baik dan benar. Kenapa kondom itu penting? Jadi dapat ilmu kan?

durex

  • Apakah banyak bule di Hotel Mulia

Definisi banyak itu berapa ya? Di Hotel Mulia, Hotel Shangrilla, Hotel Le Meridien maupun hotel hostel tanpa bintang juga banyak ada bule. Manager dan kepala chef hotel juga kebanyakan bule. Kalau mampir ke CJ’s ataupun ke B.A.T.S juga pasti lihat bule. Di kantor saya juga ada bule, ini tetangga cubicle saya juga bule. Tapi tetep, lebih banyak orang Indonesialah ketimbang bule. Kalau pengen lihat bule mah jalan-jalan ke luar negeri, isinya bule semua.  

  •  Bule minum tolak angin, Indomie

Ini pasti korban iklan tolak angin edisi Dahlan Iskan dan para bule di berbagai negara. Atau jangan-jangan marketing tolak angin dan indomie lagi cari talent buat iklan terbaru mereka. Indomie rasa tolak angin mungkin? Atau tolak angin rasa indomie goreng?

Di Irlandia (dan juga negara lainnya) nggak ada penyakit masuk angin. Itu penyakit cuma ada di Indonesia. Pas winter tahun lalu, saya bawa dua kotak tolak angin ke Irlandia yang selalu hujan dan berangin. Dua kotak tolak angin itu utuh di laci apartement Mas G. Rencananya akhir bulan ini saya akan ke Irlandia lagi, nanti kalau mas G mau akan saya suruh berfoto dengan tolak angin ya. Kalau bule dan indomie, aduh tolong deh ya, jangan diracun indomie, nanti ketagihan.

Kenapa nggak ada yang cari bule pakai koyo ya? Laki guwe doyan pakai koyo. Kebiasaan ini saya tularkan karena saya doyan menempelkan koyo kalau abis jalan. Beberapa koyo saya tinggal di Irlandia dan ternyata sukses digunakan kalau abis lari & tentunya dipromosikan kemana-mana.

  • Orang Indonesia kawin sama Bule

Lha kalau ini sih banyak dan banyak dari mereka (termasuk saya) tergabung di perkumpulannya perempuan yang kawin dengan pria WNA. Kegiatannya macam-macam, dari arisan, bikin charity, hingga memperjuangkan hak-hak (hasilnya ya dual kewarganegaraan untuk anak kawin campur) hingga mensosialisasikan UU tersebut. Saya terus terang jarang aktif karena jadwalnya yang selalu bertubrukan dengan acara lain.

  • Download lagu ailtje bini bule

Aduh aku terharu, mungkin ada yang mengira saya ini penyanyi top dan lagunya beredar di internet (GR banget yaks). Kalau beneran saya penyanyi, mungkin saya akan ngamuk begini “Modal dikit dong, lagunya beli yang asli, jangan download-an”. Anyway, saya nggak bisa nyanyi. Suara saya bikin orang jantungan dan sakit telinga, pokoknya ancur banget. Tapi kalau disuruh nyanyi Indonesia Raya atau nyanyi pas misa Natal, saya akan nyanyi dengan semangat, nggak peduli suara cempreng. Inget ya, kalau ada Indonesia Raya dikumandangkan, berdiri yang tegap.

  •  Apa aktifitas sehari-hari orang bule

Mungkin bule itu dianggap sebagai alien, bukan manusia, jadi aktivitasnya diasumsikan berbeda. Well, bule aktivitasnya dari bangun pagi ya beresin tempat tidur, mandi (eh kalau musim dingin tetep mandi, walaupun ada juga yang males mandi dan cuma semprot parfum aja). Aktivitas lainnya, sarapan yang tentunya harus disiapkan sendiir, karena tak ada pekerja rumah tangga yang melayani. Abang tukang bubur juga tak bisa diandalkan, karena tak ada di luar negeri. Bagi mereka yang bekerja, tentunya aktivitas  utamanya kerja, sementara yang tak kerja, di rumah, nganggur. Orang nganggur ngapain sih?

Aktivitas pulang kantor sendiri sangat terbatas, paling-paling ngegym, karena pusat perbelanjaan biasanya sudah tutup ketika jam pulang kantor. Saat akhir pekan aktivitas ini ditambahan dengan keluar, minum bir dan hangover di hari Sabtu. Pulang kantor bisa nge-gym, atau lari. Kalau Jumat malam  pengen jalan ya keluar minum bir.

Search Term in Binibule

  •  bule dimadura

Wow..bule hunter ternyata juga ada di Madura.

  •  Ras bule yang sempurna

Ras itu diciptakan Tuhan berbeda-beda biar dunia lebih berwarna. Kulit putih itu melaninnya tak sebanyak kulit sawo matang, nah di Indonesia kulit sawo matang terterpa matahari aman-aman aja, nggak merah. Sementara bule terterpa matahari langsung merah seperti lobster. Siapapun yang nulis kata kunci ini, I feel sorry for you.

  •  Kenapa bule itu ganteng dari pada orang Cina

Saya yakin pasti google pusing waktu disuruh cari kata kunci ini. Lha mau dijawab apa? Apalagi ini udah ngebahas ras satu melawan ras lainnya. Kalau saya yang jadi mesin google akan saya jawab:

  1. Kapan terakhir kali anda periksa mata ke dokter?
  2. Sudahkan anda bergaul dengan luas?
  3. Gak gaul sih makanya nggak pernah ketemu China ganteng
  4. Jawaban seriusnya: Beauty lies in the eyes of the beholder
Leehom-Wang

Mas Lee Hom Wang, ganteng kan?

  • makanan yang biasa dikonsumsi bayi bule
  • Ini pasti yang nyari ibu-ibu dan pengen membandingkan, atau mungkin pengen kasih makanan yang biasa dikonsumsi bayi bule biar anaknya putih (nuduh banget ya). Yang jelas bayi bule nggak makan nasi sama indomie. Terus, kalau sudah bisa makan akan dibiasakan makan. Nggak kayak anak Indonesia yang terus menerus disuapin. Kebiasaan makan sendiri ini kayaknya perlu diterapkan di Indonesia supaya para nanny yang pakai seragam itu gak perlu lari-lari di dalam mall demi menyuapkan sesendok nasi.

    Sebenernya masih banyak lagi kata-kata kunci yang mengandung bule & beberapa mungkin pernah saya sebutkan di postingan terdahulu. Termasuk yang search dengan kata jodohku bule. Mbak, dan atau mas, jodoh itu rahasia Tuhan. Jadi sebaiknya jangan minta jodoh dari ras tertentu. Berdoa ajalah biar jodohnya baik, apapun rasnya. Kalau dapat bule tukang mukul, buat apa?

    Apa search term paling ajaib yang pernah muncul di blogmu?

    xx,
    Ailtje
    Maafkan, saya lagi gak ada kerjaan jadi bikin postingan kurang penting

Tips Biar Dipacari Bule

Masih lanjutan yang kemarin, kali ini saya akan membahas hal-hal yang sebaiknya ga dilakukan kalau nge-date sama. Tulisan ini pure curhatan-curhatan para bule yang frustasi kalau ngedate dengan perempuan Indonesia (lebih tepatnya perempuan yang tinggal di Jakarta). Kendati melakukan hal-hal di bawah ini, saya gak bisa kasih jaminan kalau kalian bakalan bisa dipacari sama bule. Urusan jodoh itu rahasia Tuhan dan jodoh itu, juga gak mengkotak-kotakkan orang berdasarkan warna kulit. Jadi sekali lagi, jangan dianggap melakukan hal-hal di bawah ini bisa menjamin dapat pria bule.

1. Makan sebelum date datang

Ini kebiasaannya orang Indonesia kalau janjian, mau janjian sama bule, sama orang Indonesia kalau lapar ya lapar aja. Pesen makanan ga bareng, makannya pun ga bareng. Lha tujuannya makan bareng terus apa? Kebiasaan orang asing tuh kalau makan bareng, artinya barengan ngangkat garpu dan pisaunya. Kalau satu orang belum dapat makanan ya ditunggui.Kebiasaan makan bareng ini memang agak susah dilakukan di Indonesia, karena para chef (atau mungkinkan mereka lebih tepat dipanggil sebagai tukang masak) suka mencicil makanan. Urutan makanan yang keluar pun tak jelas.

Jadi, mbak-mbak, kalau janjian makan malam, tungguin dulu ya yang diajak makan. Semacet apapun jalannya. Kalau super lapar, beli minum aja yang banyak, atau kalau parah banget, cari abang-abang bakso atau bakpao dulu deh buat ganjal perut.

Bicara tata krama makan, jangan kaget juga kalau beberapa orang asing menganggap blowing nose di dekat meja makan itu hal yang wajar. Beda banget dengan orang Asia yang akan pergi ke toilet, bahkan kalau perlu keluar dari restauran karena aktivitas ini dianggap sebagai hal yang menjijikkan.

Oh ya, seganteng-gantengnya date-nya, apapun rasnya, kalau terpukau jangan bengong ya. Apalagi kalau makan, ditutuplah mulutnya dan jangan bunyi. Kalau ada makanan juga jangan ngomong (sumpah ini saran seriusan banget!).

2. Kirim SMS Bertubi-tubi

Baru diajak makan sekali jangan keGRan setengah mati terus langsung nganggap dia milikku, aku milikmu. Mentang-mentang sms sekarang murah atau bahkan gratis, kirim SMS bertubi-tubi, mengucapkan selamat pagi, siang, sore malam. Masih ditambah lagi dengan pertanyaan sayang kamu sudah makan pagi, siang, sore dan malam. Pakai nanya menu makanan segala dan memastikan sang bule makan nasi biar gak masuk angin.  Ini belum termasuk bumbu, I love you, I miss you, I’m madly in love with you padahal kita baru ngedate sekali dan baru kenal tiga hari.

Penghamburan kata cinta dari cewek indonesia itu mungkin karena persepsi bahwa bule itu romantis dan karena film-film Hollywood sering menggambarkan bagaimana para bintang film bisa dengan mudahnya jatuh cinta. Well, lemme tell you something, cinta itu adalah hal yang super sakral bagi sebagian bule. Kata-kata ini baru diucapkan ketika sudah jatuh cinta dan jatuh cinta gak bisa secepat kilat euy. Pakai proses. Jadi jangan terlalu mengumbar kata-kata ini. Salah-salah malah bisa kabur.

3. Bikin Banjir Kamar Mandi

Ini  narasumber saya frustasi banget karena bolak-balik mengalami kamar mandi banjir. Ya tahu sendirilah kebanyakan orang Indonesia memang harus pakai air kalau ke kamar mandi, tak bisa “keringan”. Gak ada yang salah kok pakai air itu, tapi pada saat yang sama, jangan bikin banjir kamar mandi juga kalau lagi mampir ke kediaman sang bule.

Aturan ini berlaku untuk yang hanya sekadang mampir sejam atau dua jam, serta yang nginap ya. Tanpa pengecualian. Selain urusan banjir, penting juga untuk tidak meninggalkan jejak noda di dudukan kursi. Bikin ilfil dan bikin pengen cepet-cepet bilang: good bye.

4. Minta Dibayari

Di Indonesia kalau pacaran lazimnya cowok yang bayar segala-segalanya. Cowok-cowok malah suka tersinggung kalau gak boleh bayarin. Kebiasaan ini sebaiknya ga dibawa kalau sama bule. iasanya, untuk first date sih cowok cenderung akan bayarin. Tapi untuk date selanjutnya, jangan lupa tunjukkan gesture, niatan untuk berkontribusi.

Perlu dicatat juga, kalau mas Bule belanja jangan ikutan numpang belanja, terus minta dibayarin. Geret-geret mas bule ke dalam butik sambil tunjuk ini itu, juga pantang dilakukan. Selain nggak semua bule itu uangnya berlebih juga nggak pantes. Eh tapi cewek matre boleh kok geret-geret pria ke dalam butik

5. Buru-buru minta kawin

Di Indonesian, kalau pacaran memang orientasinya kawin (sebelum mengkritik pemilihan kata, catat baik-baik kalau UU di Indonesia itu UU perkawinan no 1 thn 1974, bukan UU pernikahan). Buat bule ada beberapa tahapan sebelum membicarakan perkawinan, termasuk living together atau bahasa lainnya kumpul kebo.Gak semuanya seperti ini tentunya, tapi ada yang ingin tahapan tersebut. Jadi ada baiknya dibicarakan dulu, di depan ya, jangan di tengah jalan.

Kalau orang kita mah normal, udah jadian, kenalan sama orang tua langsung deh pilih tanggal. Sementara buat bule, jalannya lebih panjang. Jadi kalau baru deket jangan sekali-sekali nanya kawin, pengen punya anak berapa. Nikmati dulu PDKT, nikmati dulu nonton berduaan. Jalani dulu aja lah, nggak usah ngebet minta kawin. Lagian biaya kawin itu gak murah, jadi nabung dulu lah.

Gimana punya tips-tips ngaco lainnya?

xx,
Tjetje

Pengen Punya Pacar Bule?

Saya tadinya engga kepengen, apalagi kepikiran bakal punya pacar Bule, apalagi jadi bini bule. Obsesi saya (dan mantan-mantan saya) di masa lalu justru pria-pria berkulit sawo matang nan seksi. Tapi Tuhan dan Cupid berkata lain, dikirimkannya pria berkulit putih, tanpa kuda putih, dari negeri nun jauh disana yang berhasil mencuri hati saya.

Punya pacar WNA, kalau ketemu temen lama pasti komentarnya: “enak ya, mau dong dicarikan pacar bule!” Entah apa maksudnya enak itu, tapi saya paling anti menjodohkan orang lain, mau bule mau lokal, buat saya no no. Resiko menjodohkan dua hati itu selain terlalu besar, karena bisa kehilangan teman, juga melelahkan. Teman-teman Kenalan-kenalan yang minta pacar bule itu biasanya juga melihat dan mengasosiasikan bule dengan kata glamor, status ekonomi dan sosialnya lebih tinggi sehingga hidup lebih enak dan mudah. Iya kalau jaman Belanda, para kompeni hidupnya lebih enak, sementara rakyat jelata merana. Jaman sekarang mah udah gak relevan lagi. Lagipula,  milyarder sekalipun yang uangnya berserakan, hidupnya juga gak gampang, mesti usaha kerja keras dulu.

Buat yang pengen punya pacar bule, saya sharing beberapa tips tidak biasa (baca: ngaco_, supaya tidak ngomel-ngomel dan kaget jika berkenalan dengan orang asing:

Sharing

Punya kekasih WNA itu berarti harus punya kemauan untuk berbagi segala hal termasuk berbagi tagihan. Jadi kalau makan di luar bareng ya tagihan ya dibagi dua. Kalau jalan-jalan terus sewa tuk-tuk ya bagi dua. Kalau gak, ya gantian bayarnya. Stop berpikiran bahwa bule itu = ahli waris paman Gober, terus mereka layak diperas.

Buat bule (dan saya) kesetaraan dalam hubungan itu penting. Jadi dia bayar, saya juga bayar. Harta dia  ya harta dia, punya saya ya punya saya. Gak ada prinsip yang berkata: hartamu milikku, hartaku milikku. Ada juga kok bule yang nggak keberatan bayarin, banyak mungkin, tapi perlu diterapkan di kepala bahwa mereka bukan ponakan Paman Gober ya.

Privacy

Sudah bukan rahasia kalau bule itu sangat menghargai privacy, walaupun gak semuanya, yang rumpi abis kayak emak-emak juga banyak banget. Bedanya sama orang Indonesia, nanyanya ga vulgar banget, baru kenal langsung nanya sejuta pertanyaan pribadi. Kalau bule pelan-pelan nggak langsung tembak. Main cantiklah. Tapi buntutnya sama, sama-sama pengen tahu. Penasaran emang bawaannya manusia. Namun pada umumnya, bule nggak akan nanya hal-hal pribadi kalau baru kenal, kalaupun sudah kenal juga banyak kok yang intrusif. Saya pribadi melihatnya mereka lebih santun dan lebih elegan kalau nanya, gak asal tembak.

Di negeri ini, boro-boro menjunjung, mau cari padanan kata privacy dalam bahasa Indonesia aja belum ketemu. Nggak deket dan pengen mendekat aja, kita udah nanya hal-hal personal macam:  Berapa umurmu? Kapan kawin? Sudah isi? Beberapa orang juga nekat nanya basa-basi:  “Gajinya gede ya?”. Hah sumpah lah ya, urusan uang itu urusan sensitif, jadi nggak usah nanya-nanya.  Intinya, kalau deket-deket  bule dilarang tanya pertanyaan yang bikin lawan bicara kita jadi ga nyaman dan sebel, termasuk soal agama. Kalau pengen nanya2 mendingan nunggu mereka yang memulai topiknya atau nunggu deket ya. Sekali lagi kalaupun deket juga gak bisa nanya sembarangan tentang hal-hal personal.

Alkohol

Sebagian bule itu minum alkohol, it’s part of their culture. Ada sih yang nggak minum, saya pribadi belum pernah menemukan yang nggak minum. Eh ada ding, calon Mertua saya nggak minum. Syahdan, di Irlandia banyak yang gak minum, selain karena mereka nyetir juga karena sejarah negara yang dulu sempat sengsara. Nah, kebanyakan orang Indonesia, ketika berkaitan dengan alkohol langsung berkata: nggak sesuai adat timur. Yang ngomong gini ketahuan kalau lihat Indonesianya cuma sebagian, gak menyeluruh. Negeri ini itu luas banget, nggak bisa diklaim bahwa disini nggak ada budaya minum. Tengoklah di Bali dengan araknya dan alkohol oplosan di Sulawesi yang terkenal bisa bikin terbang ke surga secepatnya (dan selamanya).

Bagian ini nggak menganjurkan orang untuk minum. Tapi kalau diajakin bule keluar minum, ikut aja. Diajakin minum itu bukan berarti orang harus minum alkohol. Kalau kebetulan agama melarang (eh emang ada ya agama  yang ngebolehin?) dan nggak minum, ya nggak perlu minum. Saat kumpul-kumpul gini jadi ajang untuk ngobrol dan yakinlah, kalau kita ngomong gak minum mereka akan menghormati kok.

Bicara tentang alkohol jadi nyerempet tentang pub. Bagi bule, mungkin lebih tepatnya bagi orang Irlandia, pub adalah tempat nongkrong, ngobrol, serta nonton pertandingan olahraga, macam Sevel di Indonesia. Cerita saya tentang persepsi salah tentang pub bisa dibaca disini.  Disini, nilai pub bergeser ke sisi negatif karena banyaknya pekerja yang menjajakan jasanya; ditambah lagi “budaya timur (Timur Tengah kali ye)” yang melihat alkohol sebagai hal yang super negatif.

Saya masih punya beberapa “tips gila” lagi (bukan tips sih, lebih ke ocehan ngaco), yang akan saya share di postingan selanjutnya. Tapi sebenernya yang paling penting kalau pacaran, sama siapapun & apapun rasnya, adalah menjadi diri sendiri. Tunjukkan semua kebaikanmu dan buang jauh-jauh keburukanmu (eh bukan disembunyiin lho ya, dibuang!).

 xx,
Tjetje