Bule Hunter

Suatu hari saya mendengar pepatah baru yang tak diajarkan di sekolah di Indonesia, jangan sampai juga diajarkan, bunyinya: “No matter how ugly you are, if you are bule, you will always get a girl in Jakarta or in Indonesia.” Bukan orang Indonesia yang ngomong, tapi seorang asing. Ini sebenarnya sindiran buat sebagian perempuan di Jakarta yang terobsesi pada pria berkulit putih atau yang umum dilabeli bule hunter ataukah ini penenang hati buat para pria yang butuh perempuan sih? Entahlah.

Bule hunter adalah orang yang menginginkan pasangan berkulit putih. Alasan di balik pemilihan kulit putih bermacam-macam,  dari perbaikan keturunan, perbaikan kelas sosial hingga perbaikan status ekonomi. Yang saya tahu, di Indonesia kebanyakan bule hunter itu perempuan, tentunya ada yang pria, tapi hingga saat ini saya belum bertemu. Kata bule hunter sendiri memiliki konotasi agak negatif, baik di kalangan bule sendiri maupun di kalangan sebagian orang Indonesia. Mungkin karena para bule hunter ini seringkali hanya mau dengan bule dan menolak pria lokal (atau ditolak pria lokal).

cari pacar bule

Uniknya, perempuan yang biasanya malu-malu, kalau menyangkut bule mendadak berubah menjadi agresif. Begitu tahu nomor handphone si bule, nggak pakai babibu, langsung tancap gas dekati si bule bahkan nekat mengirimi foto selfie yang bikin melotot. Kalau belum tahu nomor telpon, segala cara dicoba demi mendapatkan nomor handphone atau pin BB. Kalaupun si bule sudah kawin, nggak jadi masalah, malah jadi tantangan tersendiri. Mbak pemburu bule ini juga dari berbagai kalangan lho, dari penjaga fotokopian hingga manajer restaurant.

Bule Hunter Matre

Ngomong-ngomong tentang perempuan bermotif ekonomi, ada perempuan yang menyeleksi calon pasangannya dari uangnya agar ketahuan pelit atau tidak. Cara testnya standard, dengan disuruh bayarain makana enak di restaurant dan bayar belanjaan. Kalau tak mau keluar uang, jangan harap hubungan bakalan berlanjut, apalagi ngarepin si mbak buka kaki lebar-lebar, eh maaf, bertekuk lutut.

Jaman ngekost di tempat lama, ada mbak-mbak pemburu bule yang cerdas (atau licik?). Tiap bulan kosnya dibayar oleh opa bule bahkan kendaraan pun disediakan si opa. Si Opa tak tinggal di kost-kostan, dia hanya jadi “ATM” yang secara rutin mampir ke kost untuk bayar.  Kamar kost boleh dibayari oleh si Opa tapi yang menghangatkan ranjang di malam hari, mas bule lainnya. Suaranya kalau lagi bercinta bisa menembus tembok kamar-kamar kos di sampingnya. Panas!

Mengapa Bule?

Beberapa hal yang menurut saya membuat bule terlihat lebih menarik ketimbang pria Indonesia adalah cara mereka memperlakukan perempuan. Perempuan bagi mereka kedudukannya sejajar dan punya suara dalam memutuskan sesuatu. Hal-hal kecil yang dilakukan pria, seperti membukakan pintu, menyilahkan perempuan duluan, sudah bikin perempuan terbang ke langit. Tapi perlu dicatat, membawakan tas perempuan nggak termasuk di dalam list ya, kalau ini sih bikin ilfil. Perlu dicatat, gak semua pria bule melakukan hal-hal seperti di atas lho ya. 

Bagi sebagian WNA, fenomena mencari bule ini ‘menguntungkan’ karena mereka bisa dengan mudahnya mendapatkan kekasih, dari kekasih sekejap, kekasih gelap hingga kekasih beneran. Guyonan sebagian dari mereka, sebagian perempuan Indonesia itu gampangan. Asal didekati bule, diajak makan, langsung deh buka kaki, eh… bertekuk lutut.  Disisi lain, ada juga WNA mengganggap seleksi yang dimulai dengan memilih kulit putih mereka itu sebagai hal yang salah. Bagi mereka, kriteria warna kulit untuk memilih pasangan itu bukanlah hal yang benar bahkan bisa dikatakan rasis dan membuat mereka tersinggung. Pemilihan pasangan itu seharusnya dari kualitas dan kepribadian mereka. Contoh kriteria yang benar, menurut mereka, adalah cerdas, punya pekerjaan yang baik, tidak merokok, datang dari keluarga baik-baik.

Blog ini banyak mendapatkan kunjungan dari para bule hunter. Kata kunci untuk mencari bule beraneka ragam, dari pin blackberry bule (hari gini masih pakai blackberry?), cara pengen punya pacar bule, kenalan bali bule, hingga  cari pacar bule tinggi putih ganteng. Kalau Cuma google aja kapan berhasilnya? Kalau mau cari bule itu mestinya modal dikit, daftar di dating site lah atau gaul di lingkungan yang banyak bulenya. Kalau mau nekat, nulis aja di expat forum, cari pacar bule, kayak yang di bawah ini.

minta pacar bule

Jadi bule hunter itu sah-sah aja (asal gak hunting suami orang ya!), tapi saran saya, jangan memilih pasangan karena kulitnya atau rasnya. Seleksilah pasanganmu lebih dalam, kalau kata orang Jawa dari bobot, bibit, bebet nya. Bule itu sama dengan manusia lainnya, ada yang baik, ada yang jahat, ada yang kaya, ada yang miskin, ada yang tukang mukul ada yang perhatian.  Yang membuat cara pikir mereka adalah bagaimana mereka dibesarkan dan dilingkungan serpeti apa. Jadi jangan asal nyamber bule ya. Seleksi yang bener, daripada sengsara di masa yang akan datang.

Bule hunter ini fenomena unik, bagaimana menurut kalian?