[Dear Bule Hunter] Kalian Sungguh Menakjubkan

Wahai para bule hunter, saya paham dengan keinginan kalian untuk memiliki penghidupan yang lebih baik dengan cara mengawini pria-pria bule bergaji dollar. Keinginan untuk naik ke jenjang sosial yang lebih tinggi itu wajar, manusiawi dan diakui dalam ilmu sosiologi. Dalam teori yang saya pelajari, manusia normal akan bekerja keras untuk bisa naik ke strata sosial di atasnya.

Oh para bule hunter, saya takjub dengan definisi kerja keras kalian yang sangat berbeda dengan defisini yang kebanyakan orang. Kerja keras kalian, untuk menggaet pria-pria bule harus bermodalkan kemampuan intelegensi, layaknya detektif-detektif di film. Kalian harus bersusah payah menghapalkan national day negara-negara tetangga, ajang kumpu-kumpul para ekspatriat, bahkan ajang sepak bola mereka lalu mencari tahu lokasi acara tersebut.  Sungguh hebat ilmu intelegensi anda.

Oh para bule hunter, saya lebih takjub lagi ketika kalian bekerja keras untuk bisa masuk acara-acara tersebut tanpa undangan. Kemampuan kalian untuk menyusup ke acara-acara resmi mengalahkan kemampuan James Bond menyusup sarang musuh. Tak hanya itu, kalian harus kucing-kucingan dengan para security, event organizer, pegawai kedutaan, bahkan pihak manajemen hotel yang setiap saat siap mengusir anda. Tak mudah tentunya melarikan diri dari kerumunan massa dengan sepatu tujuh belas centimeter.

Oh para bule hunter, saya semakin takjub dengan kemampuan kalian menjalin komunikasi tanpa awkward moment  dan tidak kehabisan topik pembicaraan. Oh kehebatan masih ditambah dengan kemampuan non-verbal pada tingkat mahir! Bagaimana tak mahir jika dalam waktu kurang dari sekian puluh detik kalian berhasil berbisik-bisik manja di telinga para diplomat. Lima belas detik kemudian, tangan kalian sudah menari-nari di tubuh diplomat tersebut, membuat mereka kebingungan,  salah tingkah dan malu. Sama bingungnya dengan para undangan resepsi hari nasional negara tetangga. Mereka terlalu bingung hingga hanya bisa menunduk melihat sepatu, lalu mengalihkan pembicaraan ketika para orang asing bertanya tentang apa yang terjadi.

"Of course your wife doesn't understand you, she only speaks Thai."

Oh para bule hunter, saya terkaget-kaget ketika tahu sebagian kecil dari kalian mampu membuat pria beristri bertekuk lutut semudah Mbak Jamilah menundukkan pria itu. Kesabaran, ketekunan, strategi serta tentunya sedikit kebekuan hati kalian adalah kunci kesuksesan.

Oh bule hunter saya semakin takjub ketika kalian bisa merayu seorang suami untuk meninggalkan istrinya yang sedang hamil. Merayu suami orang, merebutnya dari sang istri dan membuatnya menceraikan sang istri adalah perjuangan keras yang luar biasa. Saya semakin takjub ketika tahu bahwa membuat pria menceraikan istrinya yang sedang hamil. Bukan hal mudah tentunya dan sekali lagi, perlu strategi, kesabaran dan kemampuan untuk meyakinkan orang.

Oh para bule hunter, saya takjub dengan kepiawaian kalian untuk membuat pria-pria berusia matang bertekuk lutut dengan mudahnya. Padahal, belum tentu lutut mereka yang menua itu bisa ditekuk lho mbak; apalagi jika minyak di lutut itu sudah mulai menipis. Sekali lagi saya tak heran kalau anda memilih para pria matang; penghasilan dan tabungan mereka sudah cukup memadai dan investasi mereka sudah mulai berbuah. Oh betapa kalian sungguh cerdas untuk memilih pria yang tak pelit dan tak cerewet. Pilihan tepat ini membuat saya yang Ekonomist ini merasa gagal mengimplementasikan pengetahuan investasi saya.

Oh para bule hunter, ketakjuban saya tentunya dikalahkan oleh takjubnya Bapak anda di kampung yang melihat makluk tinggi, putih, berhidung mancung yang datang melamar. Saking takjubnya Bapak anda beliau sampai bingung bagaimana memanggil calon mantunya. Dipanggil nama nanti kualat karena budaya melarang memanggil nama orang yang lebih tua, dipanggil Abang tentunya sangat aneh.

Oh para bule hunter, rasanya ketakjuban saya tak habis-habisnya ketika tahu di luar negeri sana kalian masih rajin berburu bule.

Selamat hari Valentine para bule hunter, semoga kalian tak berhenti membuat saya takjub

Baca juga: [Dear Bule Hunter] Kawin Sama Bule Itu Nggak Enak
Dear Bule Hunter: Tinggal di Luar Negeri itu Gak Enak

Disclaimer: Tidak semua perempuan yang bersama pria asing melakukan hal-hal tersebut di atas. Oknum-oknum atau kejadian di atas tidak mewakili semua perilaku bule hunter di Indonesia dan bukan merupakan kebiasaan yang dilakukan banyak bule hunter. Mereka yang disebut di atas hanyalah butiran debu.