Apa Kabar Pemain Film Jalanan?  

Siapa yang sudah nonton film Jalanan?

Jalanan-Title-Poster-draft-med1

Film documenter yang dibuat oleh Daniel Ziev (Thank you Daniel!) selama hampir enam tahun ini menceritakan hidup tiga orang pengamen Jakarta, Ho, Boni dan Titi. Buat yang belum nonton, saya kasih sekilas info tentang mereka  ya. Yang nggak pengen spoiler, boleh langsung ke paragraph akhir buat dapetin kaos jalanan.

Ho

Yang ada di kepala saya ketika lihat Ho adalah cinta. Di film ini digambarkan bagaimana ia mencari cinta, mengencani perempuan pujaannya di warung Padang, hingga kemudian menikah resmi dengan sederhana (baca: mas kawin untuk perkawinanya sepuluh ribu rupiah). Kesederhaan ini sungguh bertolak belakang dengan pejabat yang ngasih berbutir-butir berlian untuk istri kedua, tiga ataupun empat. Nggak cuma cinta, Ho juga menawarkan pengalaman yang miris: ditangkap satpol PP dan dimasukkan penjara yang kotor banget. Ahok harus nonton adegan ini dan merapikan itu penjara. Mirisnya, saat ia ditangkap, ada seorang bapak dan anaknya yang lagi nunggu bajaj juga ditangkap. Si anak yang masih berseragam sekolah ikutan masuk penjara ini. Nabrak orang sampai mati aja gak masuk penjara, nunggu bajaj kok masuk penjara.

20140611_212919

Titi

Pengamen perempuan ini juga seorang ibu beranak tiga. Berjilbab ketika di rumah suaminya dan melepas jilbab ketika mengamen. Satu hal menarik yang dikatakan Titi, mbak-mbak berjilbab di dalam bis baru akan baik hati & memberi uang kalau lagu yang dinyanyikan religius. Yang pakai jilbab dan sering pelit silahkan ambil kaca dan tanya diri sendiri. Titi akhirnya bercerai, terpisah dari anaknya tapi berhasil menyelesaikan pendidikan kejar paketnya.

Boni

Tokoh lainnya adalah Boni, pengamen yang buta huruf (rabun huruf lah ya), karena dia bisa baca sedikit tapi gak bisa nulis. Tinggalnya di bawah jembatan persis di Sudirman, tapi hobinya mandi. Di bawah jembatan itu dia punya bath tub sodara-sodara dan ada satu scene dia berendam lengkap dengan busa-busanya. Kalau Jakarta banjir, rumah Boni di bawah kolong jembatan juga akan terendam air. Satu hal menarik yang dikatakan Boni  waktu abis buang air di Plaza Indonesia : «  Kotoran manusia di toilet itu mau nyampur, tapi manusianya nggak mau ». Di akhir film diceritakan kolong tersebut dibersihkan oleh aparat karena mengganggu saluran air.

Dua malam lalu, saya turun dari Kopaja dan berjalan melewati jembatan tersebut. Pas lagi jalan tiba-tiba ada Ho yang juga lagi jalan. Lalu saya senyam-senyum sendiri, salaman dan meluk mas itu *iya pakai meluk, padahal sama tetangga artis gak segitunya*. Entah kenapa saya ngerasa kayak ketemu teman lama yang saya tahu cerita hidupnya. Ho pun begitu ramah menanggapi kegirangan saya. Semenjak nonton film ini saya emang ngarep banget ketemu mereka karena saya pengen tahu apakah hidup mereka berubah atau tidak.

Ho, malam itu baru pulang nyanyi sama Slank (dan juga Titi) untuk kampanye Calon Presiden, Jokowi..Sementara Boni, yang saya temui di bawah jembatan, tak banyak mengalami perubahan. Hari itu ia tak ikutan ngamen bersama Ho dan Titi, entah mengapa.

20140611_220204

Ditemani temaram lilin, tanpa listrik, di kolong jembatan dan persis di atas sungai, malam itu saya ngobrol dengan delapan orang pengamen jalanan. Tak cuma ngobrol, Boni yang rambutnya kini penuh extension benang warna-warni bahkan menyanyikan tiga lagu untuk saya. Sebenernya Boni sudah nggak tinggal di kost-kostan, tapi masih rajin nongkrong di kolong jembatan karena cuma disitu dia bisa nyanyi tanpa resiko disiram air sama tetangga kostnya. Kost-kostannya dibayar oleh pihak pembuat film, yang dipotong dari honornya menjadi pemain film.

Dia menaruh harapan besar agar target fund raising untuk membeli rumah dapat segera terpenuhi. Katanya, dia tak mungkin tinggal di bawah kolong ketika sudah tua. Buat yang punya uang lebih dan mau ikutan beli rumah buat mereka silahkan klik disini. Sebuah album lagu juga sedang dibuat oleh Boni dan teman-temannya. Semoga saja segera rampung supaya ia bisa mulai menabung untuk masa depan.

Dengan tak segannya dia bercerita tentang nikmat hidup di jaman Soeharto ketika segala hal murah, tapi beresiko hilang kalau salah ngomong. Tentang hidupnya yang menjadi pencari besi tua saat reformasi 1998. Dia juga bercerita tentang kehidupan rumah tangganya yang bermasalah. Saya juga sempat bertanya tentang bath tub itu; bath tub tersebut masih ada di bawah kolong jembatan, tapi airnya kotor.

jalanan movie bath tub

Kami hanya bertemu kurang lebih 30 – 45 menit saja, tapi saya belajar tentang kesederhanaan, ketulusan, harapan hidup serta ketangguhan dalam menghadapi hidup. Di akhir pertemuaan kami, Boni menawarkan saya membeli kaos, saya mengambil dua buah. Satu untuk saya dan satu untuk pembaca yang beruntung dengan alamat di Indonesia. Untuk yang sudah nonton, silahkan komentar siapa tokoh favoritmu di antara mereka bertiga dan pelajaran yang didapatkan dari film Jalanan. Yang belum nonton boleh komentar apa aja tentang anak jalanan. Saya tunggu hingga 15 Juli ya.

PS: yang komentar tolong pakai email asli, twitter, facebook, atau wordpress ID biar bisa dikontak ya.

Update: maaf telat ngumuminnya, winnernya dipilih teman saya, karena saya super repot. Selamat ya doktergrace.

winner