Ramblings of an Indonesian Woman

Tahun lalu ketika memperpanjang passport, saya datang ke imigrasi mengenakan dress super cantik berwarna kuning. Dress ini tak memiliki kerah, tapi sangat rapi, profesional dan serius. Yakinlah, saya seperti mbak-mbak kantoran, walaupun saya ga pakai sepatu hak tinggi lima belas centimeter. Begini penampakannya:

http://instagram.com/p/nYJ046wxu0/?modal=true

Ketika tiba waktunya foto, tiba-tiba petugas menyuruh saya mengenakan blazer berwarna hitam nan buluk karena baju saya tidak berkerah. Sumpah ya ini petugas minta diuleg karena obsesi gilanya dengan kerah yang bagi saya, nggak penting.

Imigrasi juga melarang penggunaan rok mini di area kantor mereka. Masalahnya, definisi rok mini ini tak jelas berapa centimeter dari atas lutut. Seorang warga negara asing yang saya tahu pernah ngomel panjang urusan rok ini karena imigrasi menolak melayaninya. Urusan rok ini akhirnya terpecahkan setelah si WNA mengenakan kardigan untuk menutupi roknya yang tak semini mbak-mbak di BATS. Alih-alih fokus meningkatkan layanan, instansi negara ini malah ketakutan tidak dihormati oleh orang asing karena pakaian yang mereka gunakan.

Kantor pemerintahan di negeri ini juga punya obsesi ajaib dengan warna untuk latar belakang foto. Tak pernah jelas warna apa yang diperlukan karena tidak ada aturan baku yang mengatur hal ini. Setiap instansi bisa meminta warna yang berbeda-beda, biru, merah, atau putih, tergantung mood mereka. Di kantor A background merah lazim digunakan, sementara di kantor B background merah menjadi pantangan. Di tempat kerja saya yang dulu, kami pernah membuat kartu identitas dengan background warna merah. Setelah susah-susah bikinnya, kartu tersebut dilarang digunakan karena hanya PNS yang boleh mengenakan background warna merah. Kami yang orang proyek tak boleh menggunakan warna merah, padahal, judul kartu identitas kami jelas-jelas berbeda.

Permintaan latar belakang warna ini sering menyusahkan WNA yang harus melampirkan foto untuk aplikasi dokumen keimigrasian. Di Eropa, mencari foto dengan background warna tertentu tidaklah mudah karena foto passport biasanya diambil di box foto, bukan di studio. Ongkos mempekerjakan manusia di sana tidaklah murah, makanya foto studio, walaupun ada, bukanlah tempat yang rajin disambangi. Saking merepotkannya, seorang WNA yang saya kenal pernah harus menyusun beberapa kertas merah untuk background, lalu membawa selotip dan kertas tersebut ke ke dalam foto box.

Kampus saya, Universitas Brawijaya juga punya aturan ajaib. Ijazah kelulusan di kampus saya wajib menggunakan foto hitam putih dengan kebaya dan sanggul. Demi foto ini saya harus pasang make-up di salon, pasang sanggul besar, sewa kebaya lalu berfoto yang tak sampai lima menit. Waktu dan uang jadi terbuang. Yang lebih kasihan, teman-teman saya yang bukan orang Jawa berakhir dengan foto serupa untuk ijazahnya. Jawanisasi!

image

Instansi di Indonesia masih banyak terobsesi dengan hal-hal yang tak penting. Lucunya, instansi-instansi ini selalu ribut urusan latar belakang warna dan tak pernah ribut urusan komposisi muka si empunya foto. Padahal menurut saya, yang lebih penting itu komposisi muka si empunya foto. Apa gunanya foto background merah, hijau, kuning ataupun biru kalau muka si empunya cuma 50%. Foto passport jadi kehilangan fungsinya sebagai alat acuan identifikasi. Ya sama kayak foto saya di atas, secantik-cantiknya saya, orang pasti nggak ngeh kalau itu saya, karena muka saya penuh dempul.

Keadaan ini sungguh berbeda dengan Hong Kong, misalnya. Saking tak cerewetnya dengan urusan pakaian, saat perkawinan kami, salah satu saksi datang ke kantor catatan sipil menggunakan celana pendek dan sandal. Dia tetap bisa menjadi saksi, tidak diusir pulang. Nampaknya petugas disana terlalu repot kerja sampai lupa ribut ngurusin pakaian orang lain dan tentunya lupa minta sogokan. *ahem ahem*

57 responses

  1. Puji Avatar

    Haha, keren nih tulisannya. Baru ngeh selama ini dibegoin pemerintah tentang latar harus warna biru atau harus begini beginu begitu endebra endebre. Iya ya, mau foto aja kok rusuh bener 😀

    1. Ailtje Binibule Avatar

      Aku banyak denger komplainan orang asing dengan permintaan foto kita yang ajaib2. Terus pelan2 aku perhatikan, ternyata emang bener.

      1. Puji Avatar

        Iya ajaib, mungkin kita sudah masuk dalam tahap pemakluman

  2. Halim Santoso Avatar

    Padahal rok pendek nggak bakal kena jepret pas pemotretan foto paspor ya. Sementara itu mungkin ibu pejabat yg bersasak 50 senti nggak ada masalah pas sesi pemotretan. Hnahh mungkin benar bahwa SOGOKAN masih diarepin si instansi biar urusan cepet selesai tanpa komplain hihihi…

    1. Ailtje Binibule Avatar

      Good point, itu sasakan tante-tante kan ngabisin space kalau di foto.

  3. Gara Avatar
    Gara

    Itu maunya si pembuat peraturan kali Mbak, supaya seragam dan resmi mungkin ya :hehe.
    Soal foto berkebaya sanggul, teman-teman saya yang perempuan juga pada berhias-hias cuma untuk sekali jepret pada saat pengangkatan PNS kemarin :hihi
    Tapi yang saya benar-benar fix sih yang di KTP: tahun genap latar biru, tahun ganjil latar merah. Padahal kalau salah latar belakang juga nggak diapa-apain, sih :hehe

    1. Ailtje Binibule Avatar

      Fungsi tahun genap dan tahun ganjil dalam KTP apa ya? Kayaknya gak ngefek juga kalau dalam proses administrasi.

      1. Gara Avatar
        Gara

        Nah, kurang tahu juga Mbak, mungkin supaya berwarna. Melihat jutaan foto berlatar belakang sama mungkin akan melelahkan si petugas :hehe

      2. Ailtje Binibule Avatar

        hahahha…biar gak stress 🙂

  4. mrspassionfruit Avatar

    Same sekarang diriku selalu pake cara jitu Mba Ail, ambil foto di rumah. Pose di depan bagian tembok putih, pake flash biar kontras (jangan lupa keliatan kuping — mereka juga obses nih HARUS keliatan kuping). Abis itu tinggal diphotoshop belakangnya jadi warna apa aja yg dibutuhin… sayangnya rambut mesti rada lepek alias lurus plek biar gampang ngeditnya, hahaha.

    Duh emang bikin repot yg gak perlu, ya.

    1. Ailtje Binibule Avatar

      Repot kalau gak bisa photoshop kayak aku 😦

  5. icharizha Avatar

    Astaga Mbak. Rasanya aku tau itu foto ijazahnya di mana. Aku juga pake sanggul sasakan bulet gitu plus pake kebaya yg persis sama pulak! Foto kita cuma beda muka!

    1. Ailtje Binibule Avatar

      Juwita apa ya nama studionya? Ini studio terkenal banget di antara anak2 Brawijaya karena harganya murah. Tapi anting-antingnya ngejepit banget.

  6. Indah Susanti Avatar

    Tipikal birokrasi Indonesia..itu juga nyampe kok di Kedubes Indonesia di Den Haag, tapi lima tahun yang lalu kasusnya. Jadi pas perpanjang paspor, pas foto, disuruh ganti baju atasan dengan kemeja putih terus background-nya merah…cieee banget dah, merah putih benderaku..Untungnya ya Kedutaan cukup membantu, jadi kalau kita gak pakai baju putih, disiapin kemeja putih gitu dan kemeja-nya gede banget lagi..semua orang pasti muat…

    Tapi tahun kemaren dengan Dubes yang sekarang jadi Menlu nih, Ibu Retno, sistimnya lain, jadi motret foto di paspor bisa pakai baju apapun dan tidak merah putih lagi pastinya…Butuh pemimpin seperti beliau mungkin untuk merubah tradisi kolot. Ibu Retno dulu OK banget pas jadi Dubes di Belanda..

    1. Ailtje Binibule Avatar

      Fungsi baju putih di foto itu nggak jelas dan menurutku membebani anggaran negara (walaupun duitnya kecil).

      Wah semoga Ibu Retno bisa bikin gebrakan-gebrakan birokrasi ya.

  7. Crossing Borders Avatar

    Hahaha..kocak tapi tepat sasaran… BTW, aku pernah kayaknya pake rok selutut dan kemeja berkerah ke kantor imigrasi..tapi gak dikomentari.. Tergantung mood kali ye..

  8. kutubuku Avatar

    LOL ini pos makjleb banget, bukan buat gw, buat instansi pemerintah tentunya. Kayaknya di Indo memang penampakan itu penting, jadi inget dulu jaman kuliah di fakultas lain nggak boleh masuk kelas klo nggak pake kerah. Apa hubungannya menuntut ilmu sama baju berkerah? Only in Indonesia.

    1. Ailtje Binibule Avatar

      Aku pernah dapat C karena pas UAS ketahuan pakai sepatu yang belakangnya bolong. Ngulang lagi dan kali ini dapat A.

      Banyak aturan yang gak jelas logika di belakangnya.

  9. Lorraine Avatar

    Ha….ha…bener Mar kelihatan kuping itu harus!

    1. Ailtje Binibule Avatar

      Kalau kupingnya gak keliatan/ terlalu mundur bisa diganjel pakai jepit khusus biar maju lho.

      1. Lorraine Avatar

        Iya. Aku juga pernah perpanjang pasport ke KBRI, lupa pake baju ada kerahnya. Terus dipinjemi blus warna putih, elek…Di KBRI sini harus bikin foto disitu, ngga boleh bikin foto sendiri waaaa

  10. Ira Avatar
    Ira

    Kalau di Unibraw kudu disanggul, di kampusku yang Islam ini, wajib dikerudung fotonya *sebelum foto, riweuh dulu pake kerudung 😀

    tapi aneh banget ya mbak Tjetje ga boleh pakai rok, padahal difoto ga keliatan juga roknya

    1. Ailtje Binibule Avatar

      Rok pendek menggangu konsentrasi pegawai Imigrasi. Lha padahal pegawai itu duduk di belakang meja tinggi, gak keliatan ini.

  11. cerita4musim Avatar

    kutu kupret ya emang peraturan2 ini, gak berubah2 makanya status negara jadi negara maju..

    1. Ailtje Binibule Avatar

      Progressnya pelan banget untuk jadi negara maju, karena masih pada repot ngurusin kuping dan warna foto 🙂

  12. rianamaku Avatar

    Wah pernah ini kejadian aku dan kawan aku yang ingin buat pasport gara gara tampang ngak kece di suruh antri di jalur khusus TKW yang mau ke malaysia parah kan…

  13. Firsty Chrysant Avatar

    foto ijazahnya ngerepotin bgt… Trus kalau yang pake jilbab gimana dong ya? Ga masalah nake jilbab?

    Kalau aku dulu make jas almamater… yang harus keliatan loga almamaternya…

    1. Ailtje Binibule Avatar

      Jamanku belum banyak yang pakai jilbab, kayaknya mereka nggak harus pakai kebaya deh. Cukup jilbab dan baju putih apa ya.

      1. Firsty Chrysant Avatar

        sekarang gmn? Masih sama?

        Oya tadi, mau bilang kalimat yang di bawah ini asli jadinya kocak, hehe… bener juga sih… kita terlihat beda… 🙂

        “…sama kayak foto saya di atas, secantik-cantiknya saya, orang pasti nggak ngeh kalau itu saya, karena muka saya penuh dempul.”

  14. yayangneville Avatar

    Duuuhhh dempul oh dempul😀

    1. Ailtje Binibule Avatar

      Didempul biar cantik, padahal tanpa dempul sudah cantik 🙂

  15. Maya Avatar

    Ga penting emang. Rasanya pemerintah kita itu jagonya ngurusin yg ga penting dan mengabaikan yg penting 😀

    1. Ailtje Binibule Avatar

      Karena ngurusin yang penting itu pusing.

  16. denaldd Avatar

    Aku baru tau kalo UniBraw ini foto ijazah harus njawanisasi. Dan kamu beneran anggun disitu. Obsesi warna background itu juga bikin ribet hidup ya. Seminggu sebelum pindah, aku foto buat ijazah. ITS ini nampaknya obsesi sama dasi. Yang berjilbab pun harus nampak dengan jelas memakai dasi. Aku melihat fotoku sendiri jadi aneh 😦

    1. Ailtje Binibule Avatar

      Hahahaha kampusmu edan tenan. Di dunia nyata jarang banget ada perempuan pakai dasi?!

      1. denaldd Avatar

        Emang edan kenemenen ancene. Sampek berkali2 aku ngecek ke kantor admin, dibilang kalo ga nampak dasinya dengan jelas bakal disuruh foto lagi. Ail, pernah ngecek ga? Apa cuma di Indonesia aja ya ijazah pake foto? Ijazah Temen2 kampusku yang dari Zimbabwe, Namibia, Adelaide, Jerman, trus ijazah suamiku ga Ada fotonya. Jadi penasaran.

      2. Ailtje Binibule Avatar

        Good idea, sesuk tak takoki kabeh ah.

      3. denaldd Avatar

        Sipphh. Nunggu postingan selanjutnya 😀👍

      4. Christa Avatar

        Oiyaa bener den, ijazah inggris aku ngga ada fotonyaa.. Nemu lagi deh satu obsesi khas indonesia, apa apa musti ada fotonya :)))))

      5. denaldd Avatar

        Naaahh kan. Teman2ku yang dari afrika ngomel2 pas disuruh foto untuk ijazah “it’s really stupid thing. Why do we have to put our picture? What for?” Semacam itulah ngomelnya haha. Nunggu tambahan info dari Ail nih dari teman2 kantornya *makin penasaran

    2. Ailtje Binibule Avatar

      Sudah terjawab, di Spanyol gak ada fotonya, tapi Rajanya yang tanda tangan ijazah. Di UK, Norway, Germany juga gak pakai foto. Belum sempet nanya yang orang Perancis sama orang Jepang.

  17. Aiko Avatar

    walahh heboh juga ya unbraw mintanya

  18. Dian Rustya Avatar
    Dian Rustya

    Mbak Aitje alumni UB juga? *salaman*

    1. Ailtje Binibule Avatar

      iya, salaman balik kalau gitu.

  19. oppie83 Avatar

    Sampe sini pun birokrasi indonesia di KBRI reseh banget. Masak buat bikin paspor mereka minta foto ukuran paspor buat di formulir permintaan nya tp buat di paspor nya sendiri mereka mewajibkan kita buat di foto langsung di tempat. KUPING harus keliatan. Kalo orang kayak aku yg kupingnya caplang kan ini horor 😦

    1. Ailtje Binibule Avatar

      Caplang itu lebar atau agak ke belakang ya? Yang kupingnya agak nempel ke belakang katanya ada ganjelan khususnya biar kelihatan kalau di foto. Lha kalau telinganya dimajuin kan mukanya jadi berubah.

  20. Messa Avatar

    walau kesal dengan endesbra endesbre perfotoan itu, you look pretty with sanggul and kebaya mbak! 😉

  21. santi Avatar

    Mbaaak salam kenal yaa.. iya iiih sumpah ya rempong bangeeeet deh ya instansi pemerintah ini. Salah satunya kanim. Yg diributin baju, tp foto ngambilnya ngasal. Jadilah kalo pas check imigrasi di negara tujuan, bolak balik ditanyain, is that you is that you mulu. Kan lelah ya mbak ngejelasinnya #halah 😀

    1. Ailtje Binibule Avatar

      Karena fokus fotonya bukan di muka, tapi di kerah.

  22. nyonyasepatu Avatar

    semua foto paspor + ktp + sim aku gak ada yang beres hahaha. jelek semua

    1. Ailtje Binibule Avatar

      Saking jeleknya kualitas foto ini ya orang-orang tuh sampai bisa saling pinjam meminjam KTP ya.

      1. nyonyasepatu Avatar

        iya, gak keliatan soalnya ahhahaha. foto paspor aku aja gak jelas gitu. burem2 gak bener, padahal harga kamera yang bagus + flash kan skr gak mahal2 bangte

      2. Ailtje Binibule Avatar

        Foto KTP juga gitu, pakai DSLR di Kelurahan tapi tetep jelek.

      3. nyonyasepatu Avatar

        mesti menghire tukang foto kayaknya mereka

  23. […] limit sampe dimana dia enak dilihat. Perusahaan umum seperti bank, IT Company, PNS ya jelas pake pakaian berkerah + berbahan kain. Warna-warna gonjreng macam shocking pink atau neon green kayanya bisa deh tapi lebih diutamakan […]

Show me love, leave your thought here!