Tradisi Natal: Sweater Natal

Tak terasa kita sudah berada di penghujung tahun, bulan Desember yang gelap dan suram (di sini), hari yang pendek, tapi jauh lebih meriah dengan adanya hiasan-hiasan Natal. Soal suram dan hiasan Natal, semua hiasan saya sudah mulai dipasang pada tanggal 28 Oktober, saat Halloween. Saya yang tak merayakan Natal ini heboh sendiri karena tak punya hiasan Halloween.

Saya tak sendirian, yang menyiapkan Natal sejak awal itu banyak termasuk toko mewah terbesar di Irlandia, Brown Thomas. Mereka sudah punya pasar Natal, atau Christmas market, sejak bulan Agustus kemarin. Iya bulan Agustus. Rasanya memang aneh lihat pernik-pernik Natal di bulan Agustus, tapi mereka memang selalu lebih awal.

Kali ini, saya tak akan membahas salah satu pernak-pernik Natal yang tak pernah dilupakan: Ugly Christmas Sweater. Tradisi ini dimulai entah sejak tahun berapa. Tapi konon gara-gara para Tante yang hobi memberi hadiah sweater Natal yang tak terlihat menarik sama sekali. Awalnya mereka yang menerima sweater ini enggan mengenakan sweater yang terlihat konyol.

Tapi kemudian, tradisi ini menjadi tradisi yang banyak dilakukan, tujuannya yan untuk konyol-konyolan. Tak hanya konyol, beberapa sweater juga nakal dan norak. Semakin aneh semakin okelah. Bulan Desember ini  Bulan Desember orang-orang sudah mulai mengenakan Jumper ini untuk menyempurnakan tradisi Natal. Tentunya ini gak ada hubungan sama sekali dengan acara religius.


]

Selain beli, beberapa orang yang cukup kreatif terkadang juga membuat sendiri. Pastinya ada kebanggaan khusus jika mengenakan barang hasil karya sendiri. Saya sendiri tak akan punya ketelatenan.

Kepopuleran jumper ini kemudian disempurnakan dengan kompetisi, jumper terbaik. Biasanya sih di kantor dan melibatkan hadiah untuk mereka yang mengenakan jumper terbaik, terlucu atau ternorak. Nah kalau untuk urusan Natal gini orang-orang sungguh all out. Tak cuma jumper saja, tapi rambut, kuku, telinga pun dihiasi dengan pernak-pernik  natal, supaya sempurna.

Saya sendiri tak pernah punya Jumper seperti ini, bagi saya tradisi ini “silly”. Tahun kemarin saya harus menggunakan Christmas jumper untuk foto tim, berhasil saya akali dengan minjem jumper lama punya suami. Tentunya jumper ini sukses kedodoran, tapi toh hanya untuk foto, tak terlalu terlihat.

Tahun ini Natal kami jauh berbeda. Natal ini menjadi Natal pertama yang akan kami rayakan di rumah sendiri, Natal pertama dengan pohon Natal asli, Natal pertama jadi host (dan saya harus masak untuk keluarga besar). Dan Natal pertama ini Ibu saya akan datang ke Irlandia (semoga visanya segera disetujui). Dan saya pun membeli silly Christmas jumper, bahkan kaos kaki yang juga tak kalah silly. Saya bahkan sudah jalan-jalan pakai jumper ini sejak awal Desember. Jumper saya ada lampunya dan bisa nyala *norak bener deh*.

Rumah kami pun sudah diwarnai dengan dekorasi sejak Oktober. Tapi ternyata, dekorasi rumah kami tak ada apa-apanya. Tetangga pada heboh-heboh, rumahnya menyala terang benderang dengan lampu-lampu dan aneka pernak-pernik Natal. Dedikasi luar biasa deh.

Tak seperti tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini Natal kami jauh lebih bermakna. Seluruh keluarga besar kami di Irlandia sepakat untuk tidak tukar kado, hanya membeli kado dengan anggaran yang tak terlalu besar untuk anak-anak saja. Dana Natal kami akan dialokasikan untuk seorang anak yang terkena kanker tulang. Kebetulan ayah si bocah ini pernah bekerja untuk salah satu ipar saya, begitu idenya dilempar ke keluarga, semua langsung setuju. Less headache, lebih praktis dan tentunya lebih bermakna. Si bocah ini umurnya baru 14 tahun dan diagnosa kanker ini pastinya tak mudah. Ah Santa, All I want for Christmas is a good health for everyone.

Kalian, punya persiapan khusus untuk musim liburan akhir tahun ini?

 

xx,
Ailtje

Advertisements