Halloween: Tradisi Pagan dari Irlandia

Halloween baru saja usai pada pada akhir bulan Oktober kemarin. Di Irlandia, rumah dan tempat asal dari Halloween, perayaan ini disebut sebagai Samhain. Tradisi ini merupakan tradisi yang berasal dari Celtic pagan untuk memperingati perubahan musim, dari musim panas menuju musim dingin yang gelap. Oh ya, Halloween sendiri merupakan tradisi yang sudah ada jauh sebelum agama Kristiani masuk ke Irlandia.

Pada saat Halloween, masyarakat mempercayai bahwa tabir antara orang-orang yang hidup dan orang-orang yang mati semakin menipis. Tak hanya jiwa-jiwa yang berkeliaran, tapi juga para hantu dengan energi negatif. Makanya kemudian orang-orang berdandan menyerupai hantu supaya mereka tak diganggu dengan hantu dengan energi negatif.

Saya sendiri sangat percaya dengan tabir tipis pada saat Halloween. Beberapa tahun lalu, saat Halloween, saya sempat ditumpangi oleh jiwa yang lagi berkeliaran. Dia duduk di kursi penumpang di mobil saya, sampai lampu indikator sabuk pengaman tak mau berhenti berbunyi. Saya tak tahu nama jiwa yang lagi jalan-jalan, yang saya tahu dia seorang laki-laki dan saya tahu persis dimana hidupnya berakhir. Perlu beberapa tahun bagi saya untuk memecahkan misteri siapa pria ini. Ternyata, cara paling mudah untuk mencari tahu hal seperti ini adalah bertanya pada pemilik pub lokal. Mereka langsung tahu siapa pria ini.

Di masa lalu, orang-orang di Irlandia juga berkeliling di wilayah tempat tinggal mereka. Mereka juga memahat lentera, tapi bukan dari labu, melainkan dari turnip, sejenis lobak. Bagi saya, turnip yang dipahat ini jauh lebih menyeramkan daripada labu.

Lalu, bagaimana ceritanya turnip ini berubah menjadi labu? Para diaspora Irlandia membawa tradisi ini ketika mereka pindah ke Amerika. Mereka memahat labu, karena labu lebih mudah ditemukan di Amerika ketimbang turnip. Akhirnya, labu jadi lebih banyak digunakan ketimbang turnip. Mereka pulalah yang membuat Halloween menjadi perayaan meriah yang mendunia.

Di Irlandia sendiri perayaan Halloween bisa dibilang cukup meriah. Kantor-kantor biasanya mengadakan pesta Halloween bahkan memberikan hadiah untuk mereka yang menang kostum terbaik. Ada banyak festival dan juga parade yang dilakukan di banyak tempat di Irlandia. Salah satunya festival Púca. Tak hanya itu, di Irlandia juga banyak bon fire yang dibakar pada saat Halloween.

Kembang api dan petasan sendiri mulai sering dinyalakan beberapa minggu sebelum Halloween. Di kampung saya malah sudah mulai sejak awal Oktober. Yang kasihan tentunya hewan-hewan ternak dan hewan peliharaan seperti anjing, karena ketakutan bahkan bisa melarikan diri dari rumah. Di Irlandia, petasan ini merupakan barang terlarang, tak boleh diperjualbelikan. Biasanya, mereka yang menyalakan petasan ini membeli dari Utara Irlandia, karena mereka bukan bagian dari Republik.

Menjelang Halloween di sekolah anak-anak juga ada “dress up day”. Hari dimana mereka menggunakan kostum ke sekolah. Lalu pada tanggal 31, ketika matahari tenggelam, sekitar pukul 5.30 sore, anak-anak di desa saya akan berkeliling untuk mencari permen. Mereka melakukan tradisi “Trick or Treat”, lalu berdandan dengan aneka kostum dan juga menggunakan make up. Anak-anak ini kemudian akan mengetuk pintu untuk minta permen.

Tiap tahun saya menyiapkan wadah kecil yang saya isi aneka permen dan coklat untuk anak kecil-kecil yang mengetuk pintu rumah kami. Tahun pertama saya membuat 30 wadah, lalu tahun selanjutnya 40, angka ini terus naik karena anak-anak makin banyak yang mampir ke rumah kami. Tahun ini saya pecah rekor membuat 100 wadah kecil. Saya mengisi tas ini dengan permen lollipop, coklat, dan juga jelly. Tak cuma itu, anak pertama yang datang ke rumah saya juga dapat coklat spesial.

Tiap tahun saya selalu dapat komentar “niat banget bikin tas kecil gini”. Ya gimana gak niat kalau anak-anak ini bisa dapat secuil kebahagiaan. Anak-anak ini juga gak enggan untuk mengekspresikan kesenangan mereka.

Tahun kemarin, paska Halloween, beberapa anak kecil di komplek berlarian menemui saya dan bercerita kalau mereka dapat Kitkat Witch dari rumah saya dan mereka senang tak karuan. Tahun ini, seorang anak kecil berteriak dengan antusias di depan rumah saya: “Lindsay, we got a bag in this house”. Lalu Lindsay pun buru-buru lari menghampiri saya. Dan saya pun berteriak: “Come back again next year, we always do this every year”.

xoxo,
Tjetje

Show me love, leave your thought here!