Menjadi Pawrent di Irlandia

Tadinya saya takut sama anjing. Takut seperti layaknya kebanyakan orang di Indonesia. Setiap kali melihat anjing, hati saya komat-kamit memanggil Tuhan dan berharap si anjing tak memperhatikan saya. Semuanya berubah ketika saya dikenalkan dengan anjing dan tentunya jatuh cinta tak karu-karuan pada anjing. Hingga kemudian memiliki anjing sendiri dan patah hati ketika si anjing melintasi jembatan pelangi. Jembatan pelangi ini istilah manis para pemilik anjing untuk para anjing yang meninggal.

Semenjak patah hati kehilangan anjing, saya engga untuk punya anjing lagi. Tapi suami saya sudah siap untuk memiliki anjing. Keputusan yang selalu saya veto karena keengganan saya untuk patah hati lagi. Hingga kemudian saya memutuskan untuk memberi suami anak anjing sebagai hadiah ulang tahunnya. Anjing yang berbagi hari ulang tahun dengan saya.

IKC (Irish Kennel Club)
Kasus puppy farm di Irlandia cukup banyak. Puppy farm itu peternakan anjing dimana anjing betina terus-menerus dibuat beranak tanpa jeda demi profit sang pemilik. Anjing-anjing ini seringkali disilangkan, hingga meningkatkan resiko kesehatan. Harga anjing-anjing ini juga cenderung murah karena mereka tak memiliki surat-surat.

Kami sempat melihat opsi untuk adopsi, bahkan sudah mengikuti proses seleksi. Tapi kemudian harapan pupus dan sirna.

Setelah riset cukup lama, dan mencari kennel terpercaya, saya memutuskan mengambil anjing dari IKC. Harganya jauh lebih mahal dari anjing-anjing tak bersurat dan proses pembeliannya tak mudah. Saya juga diwawancara panjang terlebih dahulu, dari mulai latar belakang dan pengetahuan saya tentang perawatan anjing hingga tujuan membeli anjing.


Asuransi
Di Indonesia, saya tak punya asuransi untuk anjing. Ketika itu saya harus merogoh kocek untuk membawa anjing ke dokter, atau bahkan memanggil dokter hewan ke rumah.

Di Irlandia, dokter hewan yang saya kunjungi memberikan asuransi gratis selama enam minggu. Setelah enam minggu, perusahaan asuransi kemudian akan memberikan harga tahunan/ bulanan. Tergantung dari usia anjing, jenis anjing, dan kondisi kesehatan. Pembayarannya pun cukup mudah, cukup didebit setiap bulan, atau bayar dimuka selama satu tahun penuh.

Dog License

Di negeri ini ada aturan yang mengharuskan kita memiliki lisensi anjing. Aturan ini sudah dikenalkan sejak tahun 1865. Tujuannya untuk mencari tahu pemilik anjing. Dog license bisa dibeli di kantor pos dengan harga 20 Euro per tahun, atau 140 Euro untuk seumur hidup.

Lisensi ini sendiri wajib dimiliki begitu si anjing berusia di atas empat bulan. Anak anjing yang berusia di bawah empat bulan dan masih bersama induknya tak perlu dibelikan lisensi ini.

Tak semua anjing harus memiliki lisensi. Anjing untuk menuntun orang dengan gangguan penglihatan, atau anjing polisi misalnya tak memerlukan lisensi. Nanti, jika ada inspeksi, kita bisa ditanya lisensi anjing. Jika ketahuan tak memiliki, bisa didenda ditempat sebesar 100 Euro, atau bahkan dibawa ke pengadilan.

 

Puppy Playdates

Kami mengambil anjing dua jam sebelum lockdown, karena kennel dan kami sama-sama tak tahu kapan lockdown berakhir, sementara si puppy harus bonding. Keputusan yang tepat sekali, karena lockdown kami lebih berwarna.

Dengan kondisi lockdown ini, agak susah buat si puppy untuk bisa berkenalan dengan anjing lain. Dan karena anjing ini makluk sosial, penting banget buat mereka untuk bisa bermain dengan anjing lain. Solusinya? Puppy playdate.

Di kampung tempat saya tinggal, ada dua trainer anjing yang tiap minggu mengadakan playdate ini. Anjing-anjing ini akan bermain dengan anjing lain di bawah pengawasan si trainer. Peminatnya? Buanyaaaak. Dan sebagai trainer, mereka mencocokkan karakter masing-masing anjing, supaya tak terjadi perkelahian.

Penutup

Menjadi pawrent itu tak mudah, karena punya anjing itu perlu komitmen besar, dari komitmen finansial, hingga komitmen waktu. Kunjungan ke dokter hewan untuk memastikan kesehatan anjing juga harus dibarengi dengan asupan gizi yang cukup untuk si anjing. Sayangnya, tak banyak orang yang memiliki anjing tanpa tahu hal-hal seperti ini, mereka hanya mengambil anjing karena lucu lalu tiba-tiba menelantarkan si anjing, membiarkan si anjing sakit, atau bahkan mati karena abai terhadap banyak hal.

Beberapa bulan terakhir ini, kami membangun sistem dan rutinitas untuk anjing dan belajar disiplin dalam mematuhi sistem itu. Punya anjing di Irlandia itu tak semudah di Indonesia, tapi tentunya worth it. Kalian, suka binatang peliharaan?

xx,
Ailtje