Kutukan Tetangga

Pernah punya tetangga terkutuk yang jahatnya ngalah-ngalahin bintang shit-netron di televisi? Saya tak ingat membaca di mana, mungkin di Kompas edisi hari Minggu, tapi ada satu artikel yang menuliskan bahwa hidup bertetangga itu seperti membeli lotere. Kalau kita dapat tetangga yang baik, rasanya seperti menang jackpot, sementara kalau dapat tetangga yang buruk, seperti dikutuk. Masuk akal sih, karena tetangga tak bisa diganti semudah kita mengganti pacar ataupun mengganti sepatu. Tetangga adalah takdirmu.

Selama beberapa dekade hidup bertetangga, saya menemui tetangga yang aneh-aneh. Dari mulai tinggal di dalam kos hingga tinggal di rumah, selalu ada aja cerita tetangga yang ajaib. Jangan salah, tetangga yang baik juga banyak yah, cuma saya pengen cerita tentang takdir hidup ketemu tetangga aneh-aneh, karena mereka membuat hidup lebih ceria.

Tetangga Berisik

Jaman saya ngekos di Jakarta dulu, tetangga kos saya sering didatangi teman-temannya.  Sambil merokok, mereka ngobrol panjang lebar di koridor kos. Jeleknya, mereka seringkali tak sadar waktu dan ngobrol hingga tengah malam. Tentunya suara mereka cukup menggelegar hingga bisa didengar dari dalam kamar saya. Kalau sudah mulai berisik gini saya suka menegur. Setelah lama tinggal di kos ini saya baru ngeh kalau tertangga saya ini ternyata bekas pemain olahraga yang menjadi artis. Saya baru ngeh kalau dia artis setelah dia nangis-nangis di televisi nasional gara-gara urusan dituduh punya anak di luar perkawinan. Halah, gak di kos gak di TV, berisik melulu. 

Tetangga berisik tak cuma di kos saja, di rumah juga banyak tetangga berisik. Apalagi kalau ada tetangga yang punya hajatan. OMG, mimpi buruk gak bisa tidur, apalagi kalau sudah melibatkan hajatan dan speaker. Runyam sudah waktu untuk bermesraan dengan bantal dan guling. 

Berbagi tembok dengan tetangga juga menimbulkan banyak masalah, apalagi kalau kemudian TV tetangga ditempelkan di tembok dan dinyalakan dengan suara kencang, karena pendengarannya tak baik. Ah kalau yang ini saya mah nyerah, karena tetangga yang satu ini mimpi buruk, mau ditegur berapa kali juga mereka gak akan ngeh. Ini tak hanya masalah di Indonesia ya, di Irlandia mereka yang rumahnya berdempetan ada kalanya mengalami masalah serupa, dari perkelahian, suara tv, hingga suara mesra dari kamar tidur.

Tetangga dan Sampah

Manajemen sampah di Indonesia itu buruk sekali. Semua sampah dicampur jadi satu dan jadwal sampah tak jelas. Di tempat saya tinggal dulu, tukang sampah bahkan tak segan meminta uang ekstra untuk sampah kompos (potongan rumput). Tiap bulan pun kami harus memberikan sedikit uang supaya semua sampah diangkut. Taka da uang, ya hanya separuh bak yang akan diangkut. Bak sampah kami terbuka, model semen persegi empat, yang mengakibatkan siapapun bisa memasukkan sampah. Bisa diduga, tetangga suka usil mengirimkan sampahnya ke bak sampah di rumah. Tak cuma sampah, beberapa kali bak sampah di rumah ditulisi dengan kata-kata kotor dari tetangga culas. Untungnya, rumah kami di Malang tak pernah kehilangan tutup tempat sampah. Tutup tempat sampah yang terbuat dari besi ini nampaknya sering dicuri karena bisa dikilokan. Dan ini menjadi problem ketika  saya tinggal di Jakarta. Duh…

Kalau ingat soal bak sampah ini saya suka tertawa sendiri, apalagi kalau kemudian melihat bapak mertua saya hobi memunguti sampah di lingkungan tempat tinggalnya. Beberapa kali dalam seminggu mertua saya akan berjalan di sekitaran rumahnya untuk memunguti sampah. Bapak mertua yang sudah tua ini niat lho, punya alat penjepit sampah segala supaya tak perlu bolak-balik menunduk mengambil sampah. Lha kalau punya tetangga model gini mah, karunia Tuhan namanya.

Tetangga tukang fitnah & gosip

Nah kalau ini ada di mana-mana. Motifnya satu: iri hati melihat tetangga lain sukses atau bahagia. Waduh kalau yang model ini gak ada abisnya deh dan seringkali fitnahnya kejam-kejam, apalagi kalau kemudian ada janda muda di lingkungan tempat tinggal itu. Habislah pasti si janda dituduh macam-macam. Pergi ke luar kota dituduh kawin lagi, renovasi rumah dituduk jadi istri ke dua. Belum lagi tuduhan menjadi simpanan. Pendeknya perempuan, apalagi janda tak pernah dianggap mampu mandiri secara ekonomi, sehingga membuat tetangga terkaget-kaget.

Bagi saya, mereka ini adalah tetangga terkutuk, karena mereka begitu kejam pada mereka yang kehilangan suaminya di usia muda. Janda muda. Tenang, orang-orang seperti ini tentunya menjadikan semua orang sebagai bahan gosip.

Tetangga dari Surga

Tak semua tetangga itu buruk, apalagi terhadap janda. Tetangga yang baik itu ada banyak, banyak sekali. Dari banyak tetangga saya, ada satu yang membekas di hati saya, sampai sekarang. Tetangga saya ini hobi memberi makan para janda dan anak yatim. Setiap hari Jumat ia mengirimkan rantang yang berisi makanan untuk tetangga-tetangganya. Sementara saat bulan puasa, beliau tak putus memberikan makanan saat berbuka selama tiga puluh hari. Semua masakan yang ia kirimkan dimasak dari dapurnya. Dimasak dengan cinta dan niatan yang baik. Bless her, her kindness and her family.

Penutup

Seperti saya tulis di atas, tetangga itu rejeki kita dan tak mudah menggantinya. Apalagi kalau kemudian rumah yang kita tinggali itu kita beli, wah tambah susah lagi ganti tetangganya. Setelah melewati banyak tetangga aneh-aneh, di kampung tempat kami tinggal ini, kami diberkahi dengan tetangga yang baik-baik. Dari mulai orang Filipino (yang tentunya menyangka saya berasal dari negara mereka), hingga tetangga yang tak segan keliling mencari tahu rekomendasi internet terbaik untuk rumah kami.

Anjing tetangga keliaran dan saya selamatkan selama beberapa jam

Kebaikan di lingkungan pertetanggaan kami tak hanya berhenti di saling menyapa, saling menolong manusia, tapi juga terhadap hewan. Di kampung kami, anjing yang lepas dari rumah akan diselamatkan oleh tetangganya. Pemiliknya akan dicari hingga bertemu. Begitu juga dengan domba yang terluka ataupun kuda yang kelaparan. Semua terkena kebaikan manusia.

Kalian, punya tetangga terkutuk atau tetangga dari surga?

xx,
Tjetje

Advertisements