Sebab Kematian

Every single death is a tragedy.

Dunia blogger Indonesia berduka cita ketika mendengar cumilebay.com, yang terlahir dengan nama Adi, berpulang. Sama seperti yang lain, saya juga kaget mendengar berita tersebut. Reaksi saya tentunya mengkonfirmasi berita kematian tersebut, karena di jaman yang katanya terbuka ini, tak semua informasi benar.

Rekomendasi pertama yang dikeluarkan oleh twitter adalah cumilebay sakit. Cuitan-cuitan yang muncul pun sebagian besar menanyakan sebab kematian almarhum dan ada beberapa informasi yang membahas tentang penyakit yang diderita Cumi sebelum meninggal. Tak hanya di Twitter saja, Facebook pun dipenuhi dengan pertanyaan mengapa dan kenapa, serta aneka rupa nama-nama penyakit yang tak ingin saya tuliskan satu-persatu.

Saya dan Cumi tak dekat, walaupun tak dekat, saya tetap merasa gerah melihat cuitan-cuitan yang berdiskusi tentang cara kepergian Cumi. Bagi saya, pertanyaan itu terdengar tak elok sama sekali.Kegerahan saya sebenarnya bukan saat kepergian Cumi saja, sudah sejak lama saya gerah melihat orang-orang yang ribut berbisik-bisik menanyakan sebab-musabab kematian seseorang. Pertanyaan di bawah ini mungkin terdengar biasa-biasa saja karena norma kita menganggap sebagai hal yang normal, tapi di telinga saja pertanyaan ini sangat tak elok.

“Meninggalnya kenapa?”

“Kejadiannya bagaimana?”

“Sakitnya apa?”

“Sudah berapa lama sakit?”

“Aduh kasihan banget ya, pasti tersiksa banget”

“Matinya sendirian, gak ada yang nemenin?”

Sebagai manusia, wajar jika kita memiliki kekepoan, rasa ingin tahu bagaimana sebuah tragedi terjadi. Saya pun sama, seringkali ingin tahu. Tapi pada saat yang sama, berpulang itu satu hal yang pasti, caranya macam-macam, ada yang sakit, ada yang kecelakaan, ada yang meninggal dalam tidur atau bahkan bunuh diri. Semua itu cuma cara, tak terlalu penting. Sebenarnya apa sih yang ingin kita dapat dari jawaban pertanyaan tersebut? Rasa kaget? rasa sedih? atau rasa puas karena misteri terjawab?

Kalaupun benar-benar ingin tahu, ditunggu saja cerita dari keluarga itupun jika keluarga mau bercerita. Jika tidak, privacy mereka harus menjadi prioritas untuk dihormati, karena sesungguhnya kehilangan itu sebuah proses yang menyakitkan dan tak mudah untuk dilewati. Jangan lagi ditambah dengan pertanyaan yang hanya akan membuat duka semakin dalam. Gak kenal dengan keluarganya? Itu berarti kalian tak cukup dekat, kalau gak cukup dekat, gak perlu lah rasanya ngepo-ngepoin.

Ereveld Ancol

Foto koleksi pribadi

Sesungguhnya, pertanyaan tentang penyebab kematian itu hanya penting jika kita merupakan bagian dari penegak hukum yang bertugas untuk menginvestigasi kematian. Ketimbang sibuk mereka-reka cara kematian, tidakkah lebih baik jika kita fokus untuk merayakan hidup dan berbagai kenangan-kenangan manis yang kita punya dengan ia yang berpulang. Lebih bagus lagi kalau pertanyaan itu diganti dengan niatan untuk membantu.

Btw, pertanyaan soal cara kematian bukanlah satu-satunya pertanyaan kepo yang sering saya dengar. Saya yakin kita semua sering mendengar pertanyaan aneh-aneh yang berkaitan dengan hidup yang meninggal. Dari mulai status perkawinan, apakah sudah kawin ataukah masih lajang. Jika masih lajang kemudian ada yang kurang sensitif lalu menertawakan karena belum merasakan surga dunia. Pertanyaan soal harta yang sebenarnya bukan urusan kita juga ada aja yang nanya. Soal yang terakhir, gak usah heranlah kalau di upacara pemakaman ada yang berbisik-bisik menanyakan berapa kira-kira jumlah warisan yang meninggal dan siapa yang akan menerima warisan tersebut. Apalagi jika yang meninggal orang yang cukup berpunya.

Seperti saya tulis di atas, kematian adalah sebuah tragedi. Dan dalam tragedi, jika pertanyaan kita tak penting, lebih baik kita diam saja.

xx,
Tjetje

Advertisements

20 thoughts on “Sebab Kematian

  1. Setuju banget sama postingan ini. Kehilangan seseorang yg dekat saja sedihnya sudah luar biasa, ditambah hrs menjelaskan ke org2 yg kdg cuma pengen kepo.. (alias ga deket2 bgt sama kita..). Belum lg ini om saya jg berpulang krn sakit kanker, diantara kesedihan..ada aja yg ribet nanya2 sampai detail.. “kok bisa kanker?.. emang kapan ketauannya..? Harusnya kan diobatin ke RS A..B..C..” Rasanya pgn bentak org yg kayak gtu, ga pantes bgt rasanya lg berduka terus nyerocos nanya2 dan ngasih saran ini itu. Doain dan diem aja udh cukup membantu bgt padahal. *jadi curcool*

  2. HAAAHH?! Pulang2 buka WP langsung kaget dapet berita mas CumiLebay meninggal 😮 well secara personal aku gak akrab sama dia sih mbak, komen2an jg jarang, tapi aku memang menikmati tulisannya yg cukup menghibur.. Duh gak nyangka banget ya, emang umur orang gada yg tau selain Yang Punya Nyawa, semoga keluarganya diberi ketabahan.. Dan dijauhkan dari orang2 kepo, amin!

  3. Pertanyaan yang ini: “Matinya sendirian, gak ada yang nemenin?” ternyata ada yang beneran nanyain ya? Hahaha, maksudnya apa ya kira-kira? Apa mesti ada orang lain yang juga ikutan meninggal juga?

    Yang namanya munculnya rasa penasaran itu memang wajar ya. Namanya aja manusia. Zaman bisa maju kan karena rasa penasaran. Tapi ya rasa penasaran itu ada tempat dan waktunya untuk diungkapkan (atau tidak).

  4. Mendengar berita orang meninggal aku biasanya hanya tanya sebabnya. Cuma mau tahu itu aja thok. Selebihnya ikut belasungkawa ke keluarga dan teman yang meninggal.

    Aku ngga kena dengan Cumi tapi mengucapkan RIP untuk dia.

  5. Jujur kemarin itu saya juga ingin tahu sama apa penyebab meninggalnya Mas Cumi. Rasanya begitu cepat dan mendadak banget, kaget pagi-pagi grup WA sudah ramai dengan berita ini, itu membuat saya penasaran. Kebetulan ada seseorang yang cerita di grup jadinya rasa penasaran itu terjawab. Namun setelah baca ini, iya juga ya, nggak penting untuk kepo akan hal itu karena nggak penting juga untuk tahu.

  6. Aku kalau pergi layat nanya sih kadang2 terutama kalau kenal lumayan baik 😅. Kalaupun gak aku yg nanya pasti yg lain nanya jd denger juga. Sama aja yaa.

    RIP mas Cumi, aku ketemu dia sekali pas dia main ke Medan. Rasanya msh baru bgt ketemu. Pas tau beritanya kayak ngerasa gak percay karena aku jg gak tau dia sakit. Kaget dan sedih bener.

  7. Setuju Tje… ingatanku terlempar ke waktu Oma meninggal tahun 2005, jenazahnya ditaruh di rumah Oma yng kebetulan besar, biar bisa pada melayat sebelum dimakamkan. Jenazahnya di sana saja, keluarga jauhnya udah pada buka lemari, ngomong baju Oma bagus y (mau ambil!!) terus ngomongin warisan… hadeh Mamiku sampe ngamuk

  8. saking lumrahnya pertanyaan begini di rumah duka, kadang2 kita yang ga tanya pun akan dapat selentingan2 sebab meninggalnya 😦
    mungkin yang pernah kehilangan orang dekat karena meninggal dunia yang akan lebih memahami. kalo keluarganya pengen cerita, pasti akan cerita sendiri kok kalau dianggap sudah dekat

  9. RIP mas Cumi, beberapa kali berkomenria di blog. Btw aku pernah merasakan sangat tidak nyamannya ditanya perihal sebab kematian. Entahlah, rasanya sebagai anak yang ditinggalkan.. capek buat menjelaskan sakit apa, udah berapa lama. Its ok kalo sama keluarga / teman dekat, tapi kalo nggak? Yagitudeh.. lelah..

  10. Iya memang makin banyak manusia kepo sekarang. Aku biasanya hanya nanya kapan dan penyebab meninggalnya. Udah gitu saja. Kalau kenal dekat dengan keluarga yang meninggal biasanya coba offer help juga.

  11. setuju banget mbak, nggak usahlah banyak nanya kalau nggak kenal in person
    cuma nambah2in sedih buat yang ditinggalkan, kecuali kalau cerita sendiri

  12. Ya saya sedih sekali Cumi meninggal meskipun gak pernah ktm. Tp dia sering kasih komen di blog dan saut2an di twitter.
    Menurut saya wajar kok kalo mau tau sebab kematian seseorang. Bukan berarti gak menghargai. Justru kadang dengan tau lbh detil bisa memberi bantuan ato berbagi pengalaman. Semua manusia juga gt kok ya, pasti ada rasa penasaran. Tp tentunya liat sikon kl nanya.

  13. Mending kalo sekedar kepo, parahnya lagi kalo sampe minta sumbangan. this happened to my family waktu meninggal kakek, keluarga yang lagi berduka malah dimanfaatkan dengan embel “buat kirim doa untuk almarhum”, pake2 bawa agama, tapi ternyata om dan tante2 malah terbujuk, dan kasih2 uang aja, padahal jelas2 mereka itu peduli juga gak sama nasib keluarga kami, nama alm aja mereka gak tau. duh tega banget sih…

Show me love, leave your thought here!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s