Penimbun Rempah Nusantara

Harta yang paling berharga adalah keluarga. Selain keluarga, harta saya yang paling berharga adalah rempah-rempah nusantara yang saya datangkan dari Indonesia dan saya simpan di dalam freezer.

Kencur, daun salam, daun kunyit adalah sebagian kekayaan nusantara yang tak bakal bisa ditemukan di Irlandia, kecuali di dapur-dapur beberapa orang Indonesia. Itupun tak semua orang punya, selalu ada yang kehabisan atau tak menyimpan. Kalau sudah begitu, budaya tolong-menolong dan gotong-royong langsung dikeluarkan.

Persediaan sebagian diberikan bagi yang membutuhkan, tanpa pamrih dan tanpa meminta imbalan tentunya. Ada pula yang meminjamkan, dengan perjanjian jika kembali ke Indonesia titip dibawakan rempah-rempah. Soal titip-menitip ini, berdasar pengalaman saya kencur dan daun salam menduduki peringkat teratas yang sering diminta.

Membawa rempah-rempah dari Indonesia ke Irlandia tidaklah susah. Dari pengalaman saya dan tentunya banyak orang Indonesia lain, petugas custom di Irlandia tak reseh dengan urusan rempah. Mereka jauh lebih reseh dengan urusan rokok dan daging ketimbang rempah. Biasanya

Tak semua rempah sulit ditemukan, ada banyak rempah yang bisa ditemukan dengan mudah di Irlandia, tentunya karena permintan yang tinggi & juga karena komunitas Asia yang cukup tinggi. Sereh, daun kari, laos, kunci dan jahe bisa dengan mudahnya ditemukan di toko-toko Asia. Biasanya, produk-produk ini didatangkan dari Thailand (suka iri deh), diimpor ke Belanda, sebelum akhirnya dikirim dari Belanda ke Irlandia. Sungguh sebuah perjalanan yang panjang untuk rempah segar ini. Lima batang daun sereh misalnya dijual Euro 1.55, sedikit lebih murah ketimbang supermarket normal yang menjual hampir dua Euro. Tolong jangan dibandingkan dengan di Indonesia yang tinggal cabut sereh dari halaman belakang ya. 

Tak hanya produk segar, produk rempah beku, lagi-lagi dari Belanda juga banyak dijual di sini. Biasanya, produk beku dipatok dengan harga yang jauh lebih murah ketimbang produk segar. Daun jeruk, sereh, laos, hingga daun pisang dan daun pandang (Bukan rempah).

Rempah-rempah kering seperti merica, pala, cengkeh, kayu manis sendiri juga mudah ditemukan. Mereka bisa ditemukan di supermarket besar. Semakin besar supermarketnya, semakin berkualitas. Saya paling suka membeli rempah-rempah dari Tesco, harganya tak murah, tapi mereka ditata secara rapi di rak besar dan diatur sesuai abjad. Dasarlah saya ini Obs Comp, lihat rempah rapi gini langsung girang.

Selain karena rapi dan tertata, rempah-rempah dari supermarket ini suka dibungkus dalam wadah-wadah cantik transparan, sehingga isinya terlihat. Tutupnya pun dipasangi oleh stiker, jadi ketika mereka ditata rapi di dalam laci, bisa dengan mudah ditemukan. Pilihan mereknya pun bermacam-macam, bisa merek toko (yang tentunya murah meriah), atau merek-merek ternama yang harganya bisa tiga, hingga lima kali lipat dari merek toko. Yang pasti, rempah-rempah ini ketahuan asalnya dari mana.

Harga rempah kering ini tentu tak murah, jika dibandingkan dengan di Indonesia. Tapi soal kualitas tak perlu diragukan lagi. Tak ada merica yang dicampur dengan tepung sehingga rasanya aneh.

View this post on Instagram

Boemboe rempah-rempah #Cooking #IndonesianFood #Spices

A post shared by Ailsa (@binibule) on

Di toko- toko Asia sendiri rempah-rempah kering ini dijual dalam porsi yang agak besar, seperempat, setengah, bahkan satu kilo. Bagi yang memiliki keluarga besar, atau memiliki usaha, membeli dalam porsi sebesar itu tentunya lebih murah. Tapi bagi keluarga kecil seperti saya, repot, keburu expired.

Satu hal penting yang juga memenuhi freezer saya adalah cabe. Saya beruntung bisa menemukan toko Asia yang menjual 3 kilogram cabe besar seharga 16€ saja. Di sini, harga tersebut terhitung sangat murah. Sementara di pusat kota Dublin sendiri, sekilo cabe dihargai 15-16€. Cabe ini ternyata didatangkan dari Belanda. 

Dengan musim yang sudah mulai membaik, sudah saatnya saya menanam cabe kembali, seperti Ibu Ani Yudhoyono 😉 Semoga saja tahun ini saya lebih beruntung, dan cabe saya bisa tumbuh besar.

Kalian, dapat rempah dapur dari mana? Halaman belakang rumah atau beli di pasar & tukang sayur?

 

xx,
Ailtje

23 thoughts on “Penimbun Rempah Nusantara

  1. Faktor ini lah satu alasan mengapa Belanda adalah negara yang enak bagi orang Asia, bahan-bahan masakan dari Asia relatif mudah ditemui! Hahaha 😀 . Tapi iya sih, untuk beberapa macam rempah (lumayan banyak pula variannya, tapi nggak sebatas rempah Asia), juga bisa ditemukan di supermarket-supermarket biasa. Anyway bahkan di Belanda rempahnya masih pakai nama Indonesia loh, tapi pake ejaan Belanda, misalnya koenjit, ketoembar, dll, haha 😛 .

      • Huahaha, mereka ngikut ejaan Belanda sepertinya (supaya pelafalannya orang sini “benar”), sehingga bagi kita terasanya seperti ejaan lama. Yaa, kalau dibandingin Indo mahal sih, hahaha, tapi masih tergolong oke sih menurutku. Tapi kalau cabe sih mahal! Sekilonya kalau nggak salah sekian belas euro gitu. Tapi berhubung nggak suka cabe, jadi nggak masalah deh, hahaha.

  2. Ya seperti sudah jadi rahasia umum, Belanda apa2 yg berhubungan dengan makanan dan bahan makanan Indonesia gampang dapatnya. Kalau rempah2 aku seringnya beli di toko oriental. Lengkap banget di sana, mau dalam bentuk bubuk atau yg beku atau yg fresh. Kalau cabe, beli di pasar karena harganya jauh lebih murah. Cabe merah besar setengah kilo €1. Padahal kalau di spm lokal, 3 biji €1. Cabe rawit merah kalau lagi musimnya, 1kg €5. Aku beli lalu simpan di freezer.

    • OMG Den, itu cabe murah banget. Di sini satu kilo 15 Euro. Kemaren dapat 3 kg 16 Euro aja senengnya gak karuan. Sampai freezer penuh cabe.

      Ini aku udah tiga tahun di sini belum keturutan juga ke Belanda. Terlalu santai, mikirnya ntar ajalaaaaah.

  3. Rempah2 kecuali daun jeruk, serai, lengkoas, jahe, kunyit dll beli di supermarket. Sisanya beli di toko Asia. Cabe kalo beli yg frozen harganya lebih murah, cabe Thailand.

  4. apa hubungan antara bu ani dan cabe? jadi kepo hahaha.. utk rempah2 aku langganan ke toko punya seorang Uda dari Padang di pasar becek. rempah-rempahnya ada yang udah ditumbuk/diblender halus sama dia. aku tinggal bilang, “bumbu rendang 1 kg”, atau “bumbu ayam goreng kuning 1 ekor”, kurang lebih gitu.

  5. di halaman rumah yang cuma sepetak he.. he.. aku tanam kunyit, kencur, salam, cabe merah…

    beli di abang sayur sebungkus bumbu dapur kan isinya macem2, kalau ada yang nggak terpakai langsung dibenamkan saja dalam pot he.. he..
    yang lainnya sih tetap beli

Show me love, leave your thought here!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s