Mobil & Simbol Kesuksesan

Beberapa waktu lalu, ada tangkapan layar yang beredar di Twitter, membahas mengapa tak mencicil mobil ketika sudah sukses. Tangkapan layar ini kemudian mengajak untuk menebak daerah. Kalau saya tak salah ingat, Jawa Barat menjadi jawaban yang banyak muncul.

Orang sukses kok naik Tube…

Tiap kali mendengar kepemilikan mobil dan sukses ini, saya tak pernah berhenti tertawa. Apalagi menjelang masa-masa mudik begini. Masanya berkumpul dengan keluarga, kembali ke kampung dan bagi beberapa orang, waktunya menunjukkan kesuksesan hidup, cara yang paling mudah tentunya dengan menunjukkan mobil. Gak mungkin kan pamer sertifikat tanah ketika mudik?

Mobil & Irlandia

Di Irlandia sendiri tekanan sosial untuk beli kendaraan tak seperti di Indonesia. Biasanya pembelian mobil karena keperluan, bukan akibat tekanan lingkungan untuk menunjukkan kesuksesan. Walaupun perlu dicatat, ada juga yang maksa harus ganti mobil baru, atau mengendarai mobil merek tentu yang perawatannya tak mudah. Ini tekanan yang dibuat oleh diri sendiri & sekali lagi bukan tekanan lingkungan.

Mobil di Irlandia itu murah meriah dan tak semahal di Indonesia. Merek Eropa murah karena lokasi Irlandia di Eropa, sementara merek Asia juga murah karena banyak mobil diimpor dari Jepang.

Mobil baru tentunya agak lebih mahal, sementara mobil bekas, apalagi yang usianya tak muda lagi akan jauh lebih murah. Di sini, usia kendaraan bisa langsung dilihat dari plat nomor kendaraan tersebut. Tentunya, semakin tua usia mobil, semakin tinggi ongkos perawatannya.

Terkadang, jika pemilik kendaraan masih muda & baru mendapatkan SIM, harga asuransi bisa jauh lebih tinggi dari mobil. Selain perawatan, mobil tua juga seringkali dipatok pajak yang lebih tinggi karena emisinya yang lebih tinggi.

Perlu dicatat, gak ada salahnya beli mobil bekas. Apalagi mobil-mobil dengan merek yang terkenal mudah perawatannya. Kalau kata orang bengkel saya, mobil apapun mudah perawatannya, selama bukan mobil Perancis

Penutup

Kendaraan bisa dengan mudahnya menjadi simbol kekayaan dan kesuksesan. Apalagi jika merek-merek kendaraan ini adalah kendaraan CBU di Indonesia. Wuih orang kampung pasti makin terpukau dengan kesuksesan ketika melihat kendaraan ini. Tapi, hidup kita kan tak perlu validasi dari tetangga.

Tak selamanya pula kendaraan menjadi tolok ukur kesuksesan. Di Eropa, tak sedikit orang yang naik kendaraan umum atau bahkan mengayuh sepeda tapi investasinya dimana-mana, rumah berserakan dan tak punya cicilan apapun. Sekali lagi, orang-orang ini tak perlu validasi kesuksesan.

Jadi, kalian yang mudik tanpa bawa mobil, gak usah minder & tertekan. Biarin aja tetangga berisik. Yang penting tak tertekan cicilan dan hidup bahagia tanpa mikir apa kata tetangga.

Semoga mudik kalian lancar!

xoxo,

Tjetje

4 thoughts on “Mobil & Simbol Kesuksesan

  1. Disini harga mobil mahal, karena pajak nya 150% dari harganya, jadi yang punya mobil itu biasanya yang rumahnya jauh dari transportasi umum dan ngga punya alternatif.

    Jadi inget ada reality TV program disini namanya “Luxury Trap/Luksusfælden” tentang orang2 yang punya kesulitan mengatur perekonomian, salah satu tips pertama adalah mobilnya suruh dijual klo ada mobil 😛

    Kami sendiri juga ngga punya mobil, adanya sepeda, dan rumah kami jaraknya 100 m dari stasiun metro dan masi di zone 1 di Copenhagen, sementara suami masi punya kartu abonemen karena dia tiap hari masi kudu PP Denmark-Swedia buat kerja. Ada juga sempet denger family member yang rasan rasan apakah kita miskin karena ngga punya mobil (jawabannya: Ya iya memang! Haha biar ngga diutangin).

    Setidaknya sepeda kami lunas lah, ngga pake ngutang hahaha

Leave a reply to Tjetje [binibule.com] Cancel reply