Cerita Aneh Dari Dapur

Dapur merupakan elemen penting dari setiap rumah dimanapun. Di dapur makanan yang merupakan salah satu hal penting untuk melanjutkan hidup disiapkan dan dimasak. Jika diperhatikan, ada hal-hal sepele di dapur kita yang aneh dan dibiarkan tetap aneh. Saya mencatat tiga hal tersebut, yaitu jenis dapur, kompor serta cara mencuci piring.

Di Indonesia sebagian kecil kaum menengah ke atas suka sekali membuat dua macam dapur, dapur basah dan dapur kering. Dapur basah digunakan untuk tempat memasak aneka rupa masakan. Biasanya dapur basah tampak kurang rapi, kotor dan tak terawat. Sebaliknya dapur kering terlihat cantik, bersih dan rapi. Di beberapa rumah dapur kering digunakan juga sebagai ruang makan dan dihiasi dengan kompor empat tungku, lengkap dengan ovennya.

Saya mencari informasi di google secara cepat dan menemukan bahwa dapur basah dan dapur kering ternyata bermula dari kaum peranakan. Di dapur basahlah aneka rupa bumbu-bumbu yang baunya pekat, tak heran rupanya kurang cantik. Sementara fungsi dapur kering biasanya dibatasi pada kegiatan masak-memasak yang cantik dan tak menimbulkan banyak bau. Tapi seringkali saya perhatikan dapur kering di Indonesia berakhir menjadi hiasan rumah semata dan tak digunakan untuk kegiatan memasak.

Dapur kering bukan satu-satunya hal yang jarang digunakan, ada satu ‘ornamen’ yang jarang disentuh: kompor empat tungku. Kompor yang biasanya dilengkapi dengan oven dan harganya tak murah ini, entah mengapa jarang sekali disentuh. Bahkan di beberapa rumah ada yang tak pernah digunakan sejak dibeli. Jika ditanya mengapa kompor dan oven tersebut tak digunakan, alasannya beraneka rupa. Tapi alasan yang paling sering saya dengar ada dua, karena lebih enak memasak di dapur basah serta karena biaya untuk membayar listrik untuk menyalakan kompor dan oven tersebut tidaklah murah. Saya tentunya tak paham mengapa orang repot-repot membeli dan memasang kompor tersebut jika tak digunakan. Tapi tentunya dengan uang yang berlebih orang bisa saja membeli apapun untuk dapurnya.

Tak seperti di Indonesia, dapur di Irlandia menjadi ruang penting di dalam rumah. Selain untuk masak, dapur juga dijadikan tempat untuk ngobrol-ngobrol sembari minum teh Irlandia. Tak heran jika banyak orang berlomba-lomba membuat dapur mereka senyaman dan secanggih mungkin. Dapur-dapur di sini setidaknya dilengkapi dengan mesin cuci, mesin cuci piring dan pengering pakaian. Model-model rumah baru sendiri mulai memisahkan mesin cuci pakaian dan pengering pakaian ke utility room. Tapi yang jelas, mesin-mesin cantik ini tak jadi pajangan seperti di Indonesia. Semuanya digunakan.

Di kebanyakan rumah di Irlandia juga tak ada dapur kering dan dapur basah. Dapur hanya satu saja. Ketika digunakan berantakan seperti kapal pecah, tapi setelah digunakan harus bersih dan kinclong kembali seperti di katalog-katalog majalah. Semua perkakas dimasukkan ke dalam laci dan lemari sehingga sudut-sudut dapur bersih dari berbagai macam botol bumbu, atau barang-barang lain yang tak diperlukan.

Mendambakan dapur hitam

Yang pasti dapur di Irlandia juga bukan sudut menjijikkan yang sering dikunjungi tikus-tikus kelaparan di malam hari. Tapi bagi saya, ada satu masalah besar di dapur Irlandia, semua dapur di desain untuk orang-orang yang tinggi. Jadi orang bertubuh pendek seperti saya memerlukan kursi kecil.

Punya cerita menarik dari dapur kalian?

xx,
Tjetje
Ditulis di dapur, biar afdol

Advertisements