Cerita Hantu

Sedari bayi kita dijauhkan dari makluk halus dengan dibekali gunting, peniti, atau benda tajam. Ketika sandikala, pergantian waktu dari terang menuju gelap ( atau disebut juga saat Maghrib) bayi-bayi juga wajib dibangunkan dan ditemani supaya tidak ditemani makluk halus. Ketika beranjak besar, bermain di luar rumah saat matahari mulai tenggelam pantang dilakukan. Hanya anak-anak yang main game di depan TV, computer atau ipad yang bebas bermain saat sandikala.

Larangan bermain saat sandikala karena dipercaya saat pergantian waktu dari gelap ke terang, adalah saatnya makluk halus berpatroli dan iseng menangkap anak kecil. Mungkin seperti satpol PP berpatroli dan menangkapi joki three in one. Bagi saya yang besar di Jawa Timur, sandikala sering dipercaya sebagai saatnya wewe gombel mencari mangsa untuk disembunyikan di balik dadanya yang sudah termakan usia.

cartoon_ghost

Secara fisik mungkin kita dibuat jauh dari aneka rupa makluk halus, tapi secara pikiran, kita dibuat dekat dengan mereka karena hantu dan makluk halus sering menjadi senjata ampuh bagi orang dewasa untuk menakut-nakuti dan  mendapatkan keinginan mereka. Ketakutan, menurut saya, adalah kunci termudah untuk membuat anak-anak kecil yang rapuh mengikuti kemauan orang dewasa. Mereka yang sering ditakuti kemudian tumbuh menjadi penakut ketika dewasa. Takut lihat cermin, takut kegelapan, takut di rumah sendiri, takut ke kamar mandi sendiri, takut jika melewati pemakanan dan segala macam ketakutan lainnya yang memenuhi imajinasi mereka. Lucunya, yang mengaku takut sama hantu ini kalau lagi ngumpul rame-rame suka cerita hantu dan berbagi pengalaman cerita hantu yang pernah ditemui ataupun yang ditemui orang lain.

Jika saat kecil kita dibuat sedemikian rupa untuk menjauh dari makluk halus dan hantu, ketika beranjak besar kita justru didekatkan dengan mereka melalui acara jerit malam di tempat-tempat yang terdengar menyeramkan, termasuk kuburan. Alasannya untuk latihan keberanian dan ketangguhan. Kalau kemudian berakhir dengan jejeritan karena kemasukan tamu tak yang sengaja diundang apa masih mau ngaku tangguh?

Kegemaran terhadap hantu dan makluk harus ini kemudian ditangkap dengan baik oleh televisi lewat acara berburu hantunya. Konsep acaranya sih lihat hantu, tapi cuma si paranormal yang bisa lihat hantunya, sementara penonton cuma melihat paranormal mendeskripsikan si hantu dan tentunya lihat iklan pendukung perburuan hantu. Entah apa serunya menonton program hantu tanpa bisa lihat hantu.

Saya tak bisa mengatakan bahwa makluk gaib, hantu atau apapun namanya tidak eksis, karena sepuluh tahun lalu saya beberapa kali bertemu dengan mereka. Reaksi saya ketika bertemu dengan makluk halus bukan jejeritan, saya justru mematikan lampu kamar supaya suasana menjadi gelap. Prinsip saya, ketika lampu mati, mata saya tak akan bisa melihat apa-apa lagi.

Hantu bagi saya adalah arwah gentayangan yang suka usil mengganggu, sedangkan arwah halus adalah makluk selain hantu yang bisa membantu dan bisa juga merugikan. Tuyul contohnya, bisa bantu bikin kaya karena bisa mengambil uang. Hantu yang saya tahu kebanyakan perempuan, seperti suster ngesot, si manis jembatan ancol, sementara hantu laki-laki saya tak pernah tahu. Pengetahuan saya tentang hantu mungkin kurang banyak. Jadi, saya mengundang kalian untuk berbagi cerita tentang hantu laki-laki dan cerita hantu lainnya yang menarik. Tentu saja kalau kalian percaya hantu. Jika tak percaya hantu, sebaiknya tetaplah tidak percaya karena saya yakin hidup lebih tenang. Bagi yang takut, maaf ya judulnya profokatif, tapi ga serem kan?

Xx,

Tjetje

Cepet-cepet pulang biar gak diganggu hantu di kantor