Dua Hal Aneh Yang Saya Dengar Minggu Ini

Perhatian, postingan ini tidak terlalu bermutu, sedikit informatif tapi lebih banyak elemen gossip dan ngerumpinya. Jadi kalau lagi puasa baca yang nggak penting, silahkan pencet tanda silang.

Ada dua hal aneh yang bikin saya super kaget minggu ini and I would like to share it with you. Yang pertama tentang sebuah pulau kecil di Ambon yang namanya mirip dengan nama belakang vokalis Gigi. Beberapa waktu yang lalu teman saya dan tiga orang lainnya menginap di pulau yang cuma punya dua cottages ini. Konon, pemandangan di pulau ini cantik banget, masih alami dan sepi. Cocok buat orang asing yang nggak suka dengan kebisingan dan keramaian.

Satu hari, satu orang dari grup ini berada di pantai, menikmati matahari dan berbikini. Sementara dua orang lainnya sedang snorkeling dan satu orang lainnya sedang mengambil uang di dalam cottage. Tiba-tiba, perempuan yang sedang berjemur itu dihampiri sekitar sepuluh pria senjata dan dua orang perempuan. Bukan senjata mainan saudara-saudara, tapi automatic gun dengan peluru tajam.

Pria garang-garang bersenjata itu kemudian mengajak mbak bule berfoto. Disangka lucu kali ya foto sama bule pakai bikini, sambil pamer senjata. Tak cukup diajak foto, mbak itu juga dicolek-colek. Padahal bagi kebanyakan orang Indonesia, mencolek-colek perempuan itu kan nggak sopan, kenapa kalau nyolek bule dianggap nggak dianggap tak sopan? Segitu nggak terhormatnya kah perempuan bule itu di mata orang Indonesia?

IMG_4431

foto nggak nyambung ini koleksi pribadi.

Begitu melihat gerombolan pria itu, teman saya yang berada di dalam cottage langsung berjalan menuju pantai, penuh amarah yang bercampur dengan ketakutan. Teman saya ini sempat dicegah oleh para staff cottage yang ketakutan, tapi melihat temannya di colek pria bersenjata, teman saya tak mau tinggal diam. Begitu melihat teman saya yang lagi hamil mendekat, para pria itu mendadak memutuskan untuk meninggalkan pulau tersebut. Tapi sebelum mereka pergi, ditembakkannya beberapa tembakan ke langit. (fakta gak penting: tembakan ke langit itu lebih berbahaya dan resiko kematiannya 80% lebih tinggi ketimbang tembakan langsung).

Saya yang denger aja kaget dan nggak bisa komentar, apalagi teman saya yang ngalami. Dia trauma banget setelah kejadian tersebut.  Konon hal ini, tembak-menembak, sudah biasa terjadi karena di seberang pulau Molana ini terdapat pulau kecil yang sering berkonflik antar kampung. Bahkan, kapal turis yang menuju Molana wajib mampir ke pulau kecil ini untuk melapor, supaya tidak ditembaki. Pertanyaannya: itu senjata dapat dimana dan buat apa?

Dari Ambon, mari kita berpindah ke sebuah gym-nya yang terletak di jalanan utama Jakarta, tempat teman saya rajin nge-gym. Selesai berolahraga, teman saya memutuskan masuk ke dalam sauna untuk melemaskan otot-otot. Apa yang terjadi begitu dia membuka pintu sauna? Ada tiga orang pria dan dua orang diantaranya sedang makan pisang di dalam sauna, begitu katanya. Saya yang denger cerita ini sih ketawa-ketawa aja sambil ngebayangin pria makan pisang di dalam sauna. Gak ada tempat yang lain apa ya?

Ternyata saya salah, pisang yang dimaksudkan disini adalah alat kelamin pria. Ya ampun, rupanya dua orang pria di dalam sauna tersebut sedang memberikan layanan mengeluarkan protein dari pria lainnya. Menurut kalian, mengapakah hal ini terjadi di ruang publik? Apakah ini karena mereka tak bisa melakukannya di kamarnya sendiri? ataukah ada sensasi tersendiri ketika melakukannya di ruang publik? atau justru karena penerimaan masyarakat kita tidak baik pada mereka sehingga mereka harus mencari ruang-ruang dimana mereka lebih nyaman tanpa dihakimi? *perhatian komentar anti-LGBT akan saya hapus atau akan saya edit*

Dua hal di atas bikin saya bertanya-tanya tentang keamanan di tempat umum, baik rasa aman dari potensi ditembaki maupun rasa aman dari hal-hal yang harusnya dilakukan di balik pintu kamar.

Cheers,

Ailsa