Bullying Terhadap Perempuan Kurus

Ketika bertemu teman, orang-orang asing  biasanya akan saling menanyakan kabar. Basa-basilah kalau kata orang kita. Di Indonesia, kita juga melakukan hal yang sama, tapi dengan tambahan pertanyaan yang menyangkut berat badan.

“Eh apa kabar Say? Aduh kamu sekarang gendutan ya? Aduh kamu kok kurusan sih, gak dikasih makan ya sama suaminya”

Lanjutkan sendiri pertanyaan-pertanyaan ini dengan pertanyaan pribadi semacam sudah isi belum (susah hamil lho kalau badannya kekurusan atau kegendutan)? Atau bahkan pertanyaan nyinyir tentang undangan kawinan sambil nuduh-nuduh sebagai orang yang perfeksionis, pilih-pilih dan sombong.

Balik lagi ke berat badan, pembicaraan ini biasanya akan diperpanjang dengan saran diet ini dan itu, nyobain ramuan dari MLM tertentu, tusuk jarum di sinshe, pergi ke dokter nutrisi, sampai anjuran ikut gym dan latihan bersama Personal Trainer.

Diskusi tentang berat badan tak selamanya menyayat hati ; kalau lagi gendut dan dipuja berat badan turun, tentunya yang dengar langsung tersenyum malu-malu dan bahagia. Saking bahagianya, sampai harus dirayakan di KFC dengan satu ember ayam. Sementara, bagi orang yang kurus, dipuja menggendut bisa berarti bencana dan hinaan.  Bencana kalau si kurus ternyata terobsesi dengan kurus dan menjadi hinaan jika dia memang ingin menaikkan berat badan, tapi tak bisa.

Obsesi menjadi kurus ini ada banyak tipenya, dari mulai memuntahkan makanan yang sudah dikunyah, olahraga berlebihan, hingga membuat diri lapar. Orang-orang ini, walaupun berat badannya sudah dibawah normal, biasanya tetep merasa belum kurus. Parahnya lagi mereka tak mau mengakui kalau punya masalah dengan pola makannya. Jika tidak segera diatasi, dampak dari eating disorder beraneka macam, dari kerusakan & kegagalan fungsi tubuh, hingga kematian.

Tak semua orang kurus punya gangguan dengan makan & banyak yang sudah dari sananya kurus. Minum susu penggendut, pil penambah napsu makan, makan-makanan berlemak, suntik hormon, juga tak akan membuat berat badannya bertambah. Bahkan, pilek dua hari saja berat badan bisa langsung turun. Saking cepatnya berat badan mereka turun, mereka kerap dituduh cacingan, bulimia, anorexia, bahkan digoda bisa diterbangkan dengan mudahnya oleh angin.

Tak hanya digoda, seringkali komentar yang diberikan ke mereka sudah mengarah kepada bullying. Makan sedikit dituduh takut gemuk, makan banyak dituduh rakus. Dianggap tengkorak hidup, papan triplek, dipertanyakan kenapa tubuhnya hanya tulang semua. Kalau mereka olahraga, dikomentari dengan pedas dan dianggap tak perlu olahraga lagi. Padahal, tak selamanya orang yang olahraga itu ingin kurus, olahraga kan juga karena ingin sehat. Semua komentar-komentar ini dilayangkan dengan nada bercanda, tapi tahukah kalian kalau hal seperti itu ternyata melukai hati mereka?

Satu hal yang rupanya bikin orang kurus makin sakit hati adalah slogan “Real women have curves”, memenya pun bertebaran di social media.  Bahkan ada meme yang super kejam yang menambahkan bahwa hanya anjing yang suka tulang.

Slogan ini mestinya bertujuan untuk menyemangati perempuan supaya tidak anoreksia dan tidak terobsesi berukuran nol. Tapi kemudian, seringkali perempuan-perempuan yang tubuhnya berisi jadi merasa superior, merasa dirinya perempuan beneran. Lha emangnya perempuan-perempuan yang dari sononya kurus itu perempuan bohongan?

good one

Sudah saatnya kita menghentikan berhenti membully mereka dengan kata-kata yang tak pantas. Semua perempuan, dengan atau tanpa lekukan adalah perempuan.  Semua perempuan, besar, kecil, kurus, gendut, berkulit apapun, dan berambut apapun adalah perempuan cantik.

Have a nice week dan semoga kita semua dijauhkan dari mulut-mulut bawel.

xx,
Tjetje
Advertisements

25 thoughts on “Bullying Terhadap Perempuan Kurus

  1. ih bener banget ya, mau gimana pun bentuk tubuh harusnya gak dibawelin, apalagi kalo udah menjurus bullying. masalahnya banyak yg gak nyadar kalo komentarnya (walopun becanda) bisa menyakiti hati orang lain. demikian pula, ada yang saking terbiasanya dikomen gendut/jumbo/cungkring/papan penggilesan sampe gak nyadar kalo itu udah termasuk bullying.

  2. setuju! say no to bullying 🙂
    aku juga selalu merasa setiap perempuan cantik loh, mau gendut kurus putih hitam, semua punya daya tariknya sendiri.. dan aku kdg dibilang perempuan ga normal karna kalau lagi jalan2 lebih tertarik perhatiin perempuan2 di sekitar, dibanding perhatiin lelaki2 keren yg bertebaran haahah

  3. I lop yuuuuu Mba Ai ini beneran curahan hati deh hahahaha. Yang paling sebel kalo naik berat badan dikit pasti dibilang udah jangan kurusin lagi 😦 padahal ini berat badan kan nggak diatur atur…

  4. Hahaha aku pernah tuh mba, “eh kamu kok segitu2 aja sih, nggak gede2, atau wah ini sih kalau ada angin langsung terbang”. apaan sih, apa aku terlalu kurus gitu. nyebelin huh.

  5. Indonesia banget tuh… Rada gendutan dibilang kok gendut, rada kurusan dibilang jangan kebanyakan diet, belum lagi dibilang kok jadi item/keliatan pucet dan lain sebagainya…. Kayaknya cuma di Indonesia ini yang suka “maen fisik”. Coba, di luar negeri pernah gak baca berita di koran kayak gini “wanita bertubuh subur itu”, “gadis berkulit putih itu”, “pria berkacamata itu”? Terus di Indonesia baru akhir2 ini aja bisa nemu foundation dan bedak warna coklat gelap, itu juga di counter makeup profesional. Di negara2 bule malah dari dulu bisa nemu foundation dari warna putih tih sampe item banget. Di Indonesia dari kecil sampe sekarang aku suka diolok-olok pesek, padahal yang ngolok-olok juga idungnya gak jauh beda, bule2 yang mancung beneran mana ada yang suka bilang orang lain pesek? Setiap pulang ke Indonesia aku juga selalu dibilang kok jadi item gak putih kayak dulu? Huh… Enakan item tau, bisa puas berenang, nyantai di pantai… Jaga biar kulit tetep putih artinya gak bisa menikmati alam dengan nyaman…. Eh, sori ya Ailtje, jadi rada OOT hihi, abis sebel juga sama orang2 superficial dan nyinyir…. : P

  6. Salam kenal, Mbak. Selama ini silent reader, kali ini komen krn ini saya bgt. Sebelum nikah kemarin kenyang dibully krn kurus dari sananya. Setelah melahirkan sekarang ya gak kurus lg. Saya bertekad bakal mendidik anak agar gak bully orang lain krn saya ngerasain gimana ga enaknya dihina fisik.

  7. Emang nyebelin nih yg seperti ini. Berat badanku kan turun 8kg sejak pindah kerja, eh masa ada yg komen : “jangan terlalu kurus lah”, “seperti nggak segar”, dll. Aku tadinya chubby sekarang nggak lagi. Kesannya kalau nggak chubby itu ‘kurang sehat”. Padahal aku turun 8kg itu karena ngga sengaja. Emang karena banyak jalan kaki…bisa 3km sehari. Kantor-halte busway PP aja udah 1,7km. Rumah-jalan besar 1,5 km sendiri. hehehe

  8. Orang yang ketemu aku pasti banget komentar aku kekurusan… Duluuuuu komentarnya aku kegendutan.. Ini di Indonesia aja atau di luar negri juga sih? #benerannanya

  9. Aku seumur hidup dibully karena naturally skinny. dan anehnya yang ngejek itu selalu orang-orang yang badannya gak fit, mostly mereka overweight. dan setahun terakhir teman-teman saya menikah dengan perempuan overweight.. saya ingin pindah tinggal di negara lain yang banyak perempuan kurus tinggi-nya. capek dengan hidup dibully terus, bikin ga pny self esteem

Show me love, leave your thought here!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s