Melamar Pria Pada Tahun Kabisat

Tahun kabisat yang datang sekali dalam empat tahun, pada tahun-tahun yang bisa dibagi habis menjadi empat. Tahun ini menjadi spesial karena ditandai dengan bulan Februari yang jauh lebih panjang daripada bulan Februari biasanya, karena adanya hari special yang datang pada tanggal 29 Februari.

Tanggal ini menjadi spesial, tak hanya bagi mereka yang lahir pada tanggal ini, tetapi juga bagi banyak perempuan-perempuan terutama di Irlandia. Pada tanggal ini, perempuan yang biasanya dilamar memiliki kesempatan untuk melamar kekasihnya. Sebuah tradisi unik yang juga pernah difilmkan dalam sebuah film berjudul Leap Year. Filmnya sendiri kurang menarik dan mengambil rute ajaib untuk menuju Dublin.

Tak ada yang tahu bagaimana awal mulanya perempuan diperkenankan untuk melamar pria pada tanggal ini. Tetapi konon tradisi kuno ini bermula pada abad ke lima ketika St. Brigit dari Kildare protes kepada St. Patrick. (St. Patrick merupakan sosok yang sangat dihormati di Irlandia, beliau dipercaya sebagai penyebar agama Katolik dan tentunya dipercaya mengusir semua ular dari Irlandia. St.Patrick’s Day diperingati setiap tanggal 17 Maret. Link untuk membaca perayaan hari ini ada di bagian akhir tulisan ini). Balik lagi ke St. Brigit, ketika itu ia protes karena perempuan harus menunggu untuk dilamar protes ini kemudian ditanggapi oleh St. Patrick yang memutuskan memperbolehkan perempuan melamar pria pada tanggal 29 Februari. Hanya pada tanggal tersebut.

Sebenarnya kalau dipikir-pikir agak aneh juga kenapa St. Brigit memprotes proses menunggu ini, karena sebagai suster ia tak memiliki kepentingan untuk kawin. Mungkin saja saat itu ia memperjuangkan kepentingan perempuan-perempuan yang lelah menunggu pria melamar. Tapi yang lebih aneh lagi, St. Brigit lahir pada tahun 453 sebelum masehi sementara St. Patrick meninggal pada tahun 461 sebelum masehi. Berarti St. Brigit berusia setidaknya delapan tahun ketika St. Patrick meninggal dunia. Tentu saja otak saya tak bisa memahami kapan kira-kira St. Brigit bertanya pada St. Patrick. Masak anak umur 8 tahun protes soal lamar-melamar ketika mungkin ia masih sibuk belajar membaca secara benar.

Setiap kali melamar, selalu ada resiko untuk ditolak. Ternyata tradisi mengharuskan pria-pria yang menolak lamaran untuk membayar penalti. Penaltinya macam-macam, dari mulai kain hingga 12 belas buah sarung tangan. Sarung tangan ini kemudian berfungsi untuk untuk menyembunyikan jari-jemari, bukan dari gigitan hawa yang dingin tapi dari mata-mata yang menghakimi karena jari-jemari tersebut tak berhiaskan cincin pertunangan apalagi cincin perkawinan. Ah kejamnya mata-mata tersebut.

leap year proposal

illustration: leapyearday.com

Tradisi melamar pada tanggal 29 Februari ini tak hanya dilakukan di Irlandia, tapi juga banyak diadopsi negara-negara lain seperti Finlandia, Amerika, Perancis, Scoatlandia dan tentunya Inggris. Tapi ternyata tradisi ini tak hanya ada di negara-negara barat saja, hasil google saya menunjukkan bahwa di pesisir utara Jawa, tepatnya di Lamongan ada tradisi turun-temurun yang mirip sejak Raden Panji Puspokusumo, penguasa Lamongan pada 1640 – 1665. Bedanya, di negara barat perempuan hanya diperkenankan melamar pada satu hari itu saja, sementara di Lamongan mereka bisa melamar kapan saja dengan membawa aneka rupa seserahan.

Tradisi ini konon dimulai ketika dua anak kembar Panji Puspokusumo ditaksir oleh dua putri kembar raja Wiroboso (sekarang dikenal dengan sebutan Kertosono, Nganjuk) dan sang raja pun melamar kedua putra kembar tersebut demi putrinya. Ah manisnya.

Saya sendiri jika diminta melamar pasangan tak berkeberatan, tapi males. Males nyari-nyari momen apalagi nyari-nyari cincin. Bagaimana dengan kalian, lebih suka dilamar atau melamar?

xx,
Tjetje

Baca juga: Perayaan Hari Saint Patrick
Tradisi melamar pria di Lamongan

Advertisements

40 thoughts on “Melamar Pria Pada Tahun Kabisat

      • Katanya sih selama niatnya baik, perempuan mau ngelamar jg ga masalah. Tp itu berlaku buat Padang Pariaman yg sifatnya matriarki, mbak. Kalo Padang Bukittinggi dan daerah sekitarnya sudah patriarki.
        Aku sih mikirnya krn pengaruh cerita adat Malin Kundang hahaha. Yah kadang adat/budaya ga selalu sejalan sama agama mbak, tergantung kesepakatan aja

  1. Kayaknya tentang lamar melamar ini pernah ada dipilemin deh, aku nonton tapi lupa judulnya apa. Kalo aku sih lebih mau dilamar habis kalo ngelamar repot effortnya wkwkwkwkwk….lagian seru kan klo dpt surprise ☺️

      • y gk tau mbk,emg udh turun temurun,,ceritany wktu itu kan tetanggaku cwek pcrn udh lma,,trs si ortu cwe ini nunggu anakny kok gk dilamar2,,nah kbetulan ibuny si cwe ini pny tmn krj tetanggany si cwo itu.,trus ibuny si cwe dikasih tau sm tmenny itu klo di desany itu tradisiny cwek hrs nglamar duluan,,jd y udh deh akhirny ikut ngalah aj pihak cwekny nglamar duluan πŸ™‚

  2. Gak pernah dilamar (secara romantis ala dongeng2) mba hahahaha. Pas mau nikah di rembukin aja. Adanya lamaran secara adat Tionghoa yang disebut sangjit, itu diatur sama yang tua2 kita mah ikut aja sebagai syarat. Bahkan pilih tanggalnya aja gak pake di hitung2, sedapetnya gedung aja hahahaha. Koboi banget lah πŸ™‚

  3. Ceritanya menarik Ail. Baru tahu yang lamaran 29 Februari. Kalo yang lamongan memang benar itu, beberapa teman kuliahku yg cewek lamongan melamar suaminya. Bawa barang pinangan buanyaak banget. Ya karena sudah kejadian aku dilamar duluan. Tapi terus terang dulu pengennya aku yg ngelamar, tapi kayaknya ga ada nyali haha. Kalo nembak duluan sering sama yg sebelum2 suami πŸ˜…. Kalo sama suami nih kalah cepet.

  4. Hahaha, ternyata “kebiasaan” menghakimi mungkin memang sudah menjadi bagian kehidupan manusia ya. Bahkan sampai ada tradisi yang muncul juga (sarung tangan) akibat itu πŸ˜› .

  5. Khadijah RA duluan yg ngelamar Muhammad SAW, Tje.. Jadi bolehlah perempuan bilang “would you”😚
    Waktu SMU pernah nekad mo nembak temen cowok, tapi gak jadi karena malu sendiriπŸ™ˆ(ini bukan termasuk ngelΓ mar ya)

  6. Temanku yang WN Skandinavia banyak yang ngelamar suaminya lho. Sepertinya equality memang jauh lebih jadi norma disini daripada di negara2 lainnya. Waktu aku ngebar bareng2 temen aja sempet ada cewek yang ngelamar pacarnya dan pacarnya bilang yes (pacarnya disini cowok ya)

Show me love, leave your thought here!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s