Ketika pertama kali masuk di Swalayan di Irlandia, saya stress sendiri, karena nyari satu merek produk tertentu yang sering saya gunakan di Indonesia. Saat itu  saya bertanya-tanya, kenapa swalayan ini tak menawarkan aneka rupa produk ternama. Jauh berbeda dengan supermaket macam Grand Lucky ataupun Ranch Market di Jakarta.



Ternyata, saya salah masuk swalayan! Saat itu saya masuk swalayan Aldi yang terkenal murah meriah. Aldi tak hanya sendirian, disini ada Lidl yang juga terkenal murah meriah.

Tak seperti di Indonesia, swalayan ini hanya menjual produk dengan merek tertentu yang memang sengaja diproduksi untuk mereka. Persis seperti produk murah dengan label Carefour di Indonesia. Swalayan-swalayan di atas juga jarang menawarkan merek lain. Tak heran jika mereka bisa menekan harga jual menjadi sangat rendah, produknya tak perlu bersaing dengan merek lain dan menarik lebih banyak konsumen.


Swalayan murah seperti ini setiap minggunya punya promosi hingga 49 cents. Kentang satu kilo, apel enam buah, atau buttersquash dijual murah. Tiap minggu mereka juga punya promosi daging murah. Daging-daging yang mereka jual daging segar, dari Irlandia. 100% Irish. Tentunhya ini berbeda dengan daging di Indonesia yang seringkali hasil impor dari negara tetangga, Australia. Daging yang kalau didefrost baunya menyengat tak sedap. #Nyindir


Satu hal menarik yang saya temukan, di swalayan murah ini tak ada SPG. SPG hanya bisa ditemukan di swalayan yang harganya sedikit lebih tinggi seperti Dunnes ataupun Tesco. Ya wajar, karena harga jual sudah murah, tak perlu ongkos promosi lagi.

Selain swalayan murah di atas, saya juga rajin mengunjungi Tesco dan Dunnes. Dua swalayan ini menawarkan beberapa rupa barang dengan aneka merek yang saya sudah familiar dan selalu tersedia sepanjang tahun. Berbeda dengan Aldi yang produknya tergantung musim. Saat musim dingin lalu misalnya, saya mencari saus bbq ke Aldi. Ternyata, saus BBQ hanya dijual saat musim panas saja. Sementara di Tesco dan Dunnes barang-barang tersebut bisa ditemukan sepanjang masa. Persis seperti sewajarnya supermarket di Indonesia. Tapi tentu saja harganya sedikit lebih tinggi.

Ada satu hal yang saya suka dari swalayan disini. Harga produk tak hanya ditulis harga per bungkus, tapi juga ada informasi harga per liter atau per kilo. Informasi ini tentunya memudahkan sekali untuk orang-orang seperti saya yang harus rajin menabung uang recehan supaya bisa beli tas bermerek dan bisa pamer tas. Ih apasih.


Urusan hemat juga saya terapkan jika ada barang-barang diskon. Menimbun, persis seperti Ibu-Ibu di Jakarta yang berburu popok bayi.

Saya juga belajar aneka baru dari orang lain. Nah baru-baru ini saya diberi tahu oleh seorang teman bahwa di Tesco ada sudut khusus barang-barang yang di diskon parah karena kondisinya yang sudah tak terlalu bagus atau mendekati expired. Hari ini saya cari dan ketemu. Sayangnya, barang-barang clearance ini kondisinya suka gitu deh…



Seperti di Jakarta, di sini kantong belanja tak disediakan gratisan. Sang pemilik toko bisa didenda jika menyediakan kantong gratis. Kantong plastik dijual relatif lebih murah ketimbang kantong-kantong yang bisa digunakan berulang kali. Kita juga harus memasukkan barang ke dalam tas belanjaan sendiri, tak seperti di Jakarta. Ya harus dimaklumi, memasukkan belanjaan ke dalam tas itu kan menggunakan tenaga dan waktu, yang tidaklah murah.

Satu kebiasaan yang berbeda dengan di Indonesia, ketika belanja, semua barang belanjaan saya letakkan kembali ke dalam trolley. Setelah saya membayar belanjaan, saya pun melipir ke pinggir supermarket dan menata belanjaan ini ke dalam tas. Proses ini untuk memastikan tidak ada kemacetan di kasir dan orang tak perlu menunggu kita masukin belanjaan.

Beberapa swalayan juga menawarkan swakasir. Belanja sendiri, scan sendiri, masukkan pembayaran dengan kartu atau dengan uang tunai dan tentunya angkut belanjaan sendiri. Sungguh #PerempuanMandiri

Bicara tentang trolley, trolley baru bisa digunakan setelah memasukkan koin satu atau dua Euro. Tergantung swalayan dan trolleynya. Saya sendiri mengakali hal tersebut dengan membeli gantungan kunci yang besarnya menyerupai koin satu atau dua Euro. Fungsi trolley berbayar ini supaya pengunjung mengembalikan trolley ke tempatnya kembali. Tak seperti di Indonesia, trolley ditinggal di parkiran seenak jidat, syukur-syukur kalau gak cium mobil orang.

Tapi, dari  semua swalayan di Irlandia, swalayan favorit saya tetap Asian Market milik orang Malaysia. Cuma swalayan ini yang bisa bikin saya kegirangan apalagi jika stok tempe, pete dan aneka bumbu-bumbu segar baru datang dari Belanda dan Thailand. Kalau sudah gitu, bisa dipastikan bau pete yang harumnya mengalahkan Chanel number 5 akan mewarnai tram yang saya tumpangi. Sungguh semerbak mewangi. Hidup pete!

Jadi, ada trend baru apa di swalayan Indonesia?

xoxo,
Tjetje

40 responses to “Cerita Swalayan Irlandia”

  1. astyaep Avatar

    saya suka Aldi jugaaa…..
    bayar troli aldi … 25 cents …
    tapi kualitas barang nyaaa gk didiskon walo harganya lebih nyungsep hehehehe

    1. Binibule.com [Tjetje] Avatar

      Bayar 25 cents? Ntar dibalikin gak?

      1. astyaep Avatar

        Iyah maksutnya klo selesai dan dsambung ke troli depannya uangnya balik …

        Tp lebih sering biasanya ada orang ug mau pk troli jdnya bayar k kita wkwkkww

  2. shiq4 Avatar

    Mbak di irlandia ada pasar tradisionalnya gak? Apa udah kalah duluan sama super market?
    Klo di indonesia sih biasanya pasar tradisional diatur pemerintah biar tidak kalah bersaing dg super market. Tapi disini kondisinya udah parah. Setiap tahun jumlah pengunjung pasar tradisional terus menurun. Gimana keadaan di sana?

    1. Binibule.com [Tjetje] Avatar

      Disini ada pasar ikan, ataupun Farmer’s Market. Coba cek English Market juga di Cork.

  3. winnymarlina Avatar

    gk ada SPG jadinya costnya murah ya kak

  4. Crossing Borders Avatar

    Mirip dengan supermarket di Australia, termasuk daging sapinya juga yg pastinya asli Australia tanpa pake beku😄 (ya iya lah..) Harga juga tertulis dlm satuan unit terkecil (gram, liter) bukan hanya harga satu item.. Daging sapi standar buat steak berapa sekilo di sana? Di Australia sekitar AU$ 14 (Rp 140 ribu). Kualitasnya bagus banget jika dibandingkan dgn daging sapi yg ada di supermarket di Indonesia.. Harga daging segitu terhitung murah karena sebagai pembanding, harga pepaya sekilo AU$ 7 (Rp 70 ribu), padahal pepayanya lokal Australia juga..

    1. Binibule.com [Tjetje] Avatar

      Berhubung engga makan daging aku ke Aldi dulu cek harga. Sekilo Angus Sirloin €19.80 sementara fillet steaks Angus € 32.48. 😝

      Wah kalau buah disini murah bener. Tapi pepaya gak ada.

  5. Lulu Avatar

    Udah lama tinggal di jerman, saya penasaran eeh ternyata Aldi ama LIDL itu foundernya Jerman hehe. Kalau saya disini suka REWE kalau di Indonesia mirip Hero Supermarket, tapi supermarket lain menawarkan apa yan REWE gak punya, so saya suka REWE tapi kalu dibilang fav nggak juga, tergantung. BTW pasti di Irlandia ada toko BIO kan? khusus product2 BIO dan Gluten free.

    1. Binibule.com [Tjetje] Avatar

      Ah itu toko bio aku nemu banyak di Perancis. Disini aku nemu beberapa tapi kurang greget. Gak kayak di Perancis.

      Gaya hidup sehat belum terlalu ngetrend disini.

  6. zilko Avatar

    Aku juga suka penyediaan harga yang ternormalisasi itu (dalam satuan unit maksudnya), soalnya jadi gampang untuk membuat perbandingan, hahaha 😆 .

    1. Binibule.com [Tjetje] Avatar

      Iya, yang bikin pengertian banget deh ya.

  7. aggy87 Avatar

    Aldi favorit juga hehe. Kalau Netto ada ga mbak di Ireland? Klo di UK saya klo gak ke Aldi/Netto, dan juga Morissons. Ah jadi kangen belanja cemilan di sana hehe

    1. Binibule.com [Tjetje] Avatar

      Netto dan Morrissons gak ada di sini. Aku camilan suka cari di Tesco, pilihannya banyak.

  8. yayangneville Avatar

    Ciri khas Aldi di Belanda, barang barangnya masih lengkap dgn dus besarnya, tidak disusun rapi di rak. Untuk irit ongkos tenaga kerja pastinya. Aku suka belanja di lidl juga, khusus buah Dan sayur. Tapi ya gitu sayuran Dan buahnya gak banyak variasinya, tapi tetep aku ke sana hihihi, dan nyari yg lagi korting pula hahaha ampun deh emak irit

    1. Binibule.com [Tjetje] Avatar

      Persis sama kayak di Irlandia, masih di kardus.

  9. cerita4musim Avatar

    lah lucu banget itu gantungan kunci nya :))

  10. Ririn Ruby Avatar
    Ririn Ruby

    Hai mbak Ailsa! Kebetulan saat ini sy lagi di Canada. Disini supermarket yg harganya miring & murah namanya NoFrills. Tidak seperti kebanyakan supermarket yg ada di Malaysia, di supermarket ini tidak ada staff yg kita bisa mintakan tolong kalo misalnya mau ambil barang yg letaknya tinggi banget karena semua barang sudah tertata rapih tanpa kita susah untuk ambil. Disini juga tidak ada mbak / mas yg menawarkan promosi icip icip makanan (lumayan kalo lagi laper asal jangan nggragas aja icipnya..) Selain supermarket murmer (murah meriah) itu ada juga supermarket khusus makanan & gaya hidup sehat (organik, non dairy, gluten free, etc..) tapi sy belum tahu namanya & belum sempat berkunjung juga karena skrg sy lagi tepar karena flu & batuk. Nah ada lagi Farmers market, asyik banget ini karena tersedia sayur/buah organik & ada juga yg jualan goat milk, goat cheese. Sekarang lagi musim / udah hampir berakhir musim buah peach. Maaf, sy norak banget..buah peach yg saya makan disini rasanya lebih manteb juicy manis legit jauh banget dari yg sy makan baik di Jakarta maupun di KL. It’s really awful taste over there. Sad.
    Iya ya, buah peach kan lokal di sini ya kalo sampe di wilayah Asia jadi lain ceritanya hahaha..😆😆 maka dari itu kita harus cinta buah lokal kita ya 😉
    Waduh, maaf jadi panjang deh,,satu lagi ya.. Mbak, emang tas Fendi ama tas Kremes mana yg lebih mahal ya..? Asli, sy ga tahu & tiap sy Google selalu nyasar ke OL Shop yg nawarin discount Lah ini Lah itulah..ga terungkap harganya berapa. Asli, beneran sy ga tahu ttg ini.. Maaf ya mbak sy emang kurang bergaul, maklum..hihihihi
    Salam buah peach dari Toronto!!!🇨🇦😍😄

    1. Binibule.com [Tjetje] Avatar

      Aah terimakasih sudah berbagi banyak cerita dari Canada. Saya juga suka peach dan juga nectarine. Tas H lebih mahal deh tapi prinsipnya tas apa aja selain tas H, biar berbeda dari Syahrini. Hahahaha….

      1. Ririn Ruby Avatar
        Ririn Ruby

        Hahaha😆😆😆 iya yah… Sy setuju sm mbak Ailsa!! Mantap deh!! OK, nih sy kirim buah peach deh hihihihi 🙈😅😅🇨🇦❤️

  11. Ceritaeka Avatar

    Emang kenapa nggak mau Hermes? 😀
    Saingan ama incess? Hihihi

  12. Monda Avatar
    Monda

    trend minimarket sekarang?
    bilangnya beli barang ini bisa dapat gratis barang lain 2 buah,
    tapi pas dicek di struknya, barang yg katanya gratis itu ada fakturnya
    balik lagi ke sana dan protes, bilangnya salah input, wk..wk..
    #pengalaman pribadi

    1. Binibule.com [Tjetje] Avatar

      Ini minimarket banyak kejadian kayak gitu ya. Harus teliti.

  13. Wadiyo Avatar

    ada sisi menariknya juga swalayan di sana ya,
    saya kira tidak ada toleransi harga.

    Bisa jadi referensi nih,
    Barangkali ke depan bisa kesampaian ke sana.
    salam kenal dan terima kasih Mbak
    barusan dari blognya Mbak Swastika Nohara, nyasar ke sini, dan ternyata isinya menginspirasi banget.

    1. Binibule.com [Tjetje] Avatar

      Halo Ina, terimakasih sudah mampir. Iya Supermaket disini memang macam-macam. Selisihnya lumayan dengan barang bermerek, kualitas engga beda jauh.

  14. Wien Avatar

    Trend barunya, mulai banyak supermarket dan minimarket yang tidak menerapkan 200 rupiah untuk 1 kantong plastik mba, haha..

      1. Wien Avatar

        Engga. Malah aku ditawarin dengan cuma-cuma.

  15. gadisrakus Avatar

    Wah ada Aldi juga ya di Irlandia. Sama di Aussie juga Aldi termurah diantara Coles, IGA, Woolsworth. Termahal si Wollies itu. Tapi kalau saya bandingin justru Aldi disini untuk produk daging&seafood kebanyakan yang udah dibekuin jadi murah. Aku si kurang suka. Kalau Aldi disini jarang ada kasir swalayan, kalau di Wollies&Coles ada, kalo IGA ga tau karena deket rumah gak ada IGA. Biasanya kita buat hemat plastik suka bawa kantong sendiri, terus abis bayar dikasir bawa troli ke mobil terus masuk2in sendiri hehehe..supermarket favorit kalo aku Coles, daging&seafoodnya segar dan suka ada Asian sectionnya satu row. Harga ditengah2 antara Wollies dan IGA. Kalau mau murah lagi favoritku di Farmer Market, bahannya seger dan miring kadang belanja seabrek2 cuma abis 100an dollar

    1. gadisrakus Avatar

      Oiya tambahan supermarket Asia yang punya orang Vietnam, di sini kebanyakan toko Asia yg punya orang Vietnam/Thailand gak tau kenapa. Tapi pilihannya komplit apa aja ada. Kalo cari bumbu Indo suka beli disitu, ga murah2 amat sih tapi lumayanlah tombo kangen. Btw saya tinggal di kota kecil 1,5 jam dari Sydney, namanya Wollongong hehhee

      1. Binibule.com [Tjetje] Avatar

        Aaaah banyak Indonesian students disana ya.

    2. Binibule.com [Tjetje] Avatar

      Disini Aldi dagingnya seger gak beku. Tapi emang paling enak beli daging di butcher.

  16. Hendi Setiyanto Avatar
    Hendi Setiyanto

    bikin sambel petai sama tempe krompyong uuhhhh sedap hahaha

    1. Binibule.com [Tjetje] Avatar

      Tempe krompyong itu apa?

      1. Hendi Setiyanto Avatar
        Hendi Setiyanto

        tempe digoreng tanpa tempung dengan bumbu bawang putih plus ketumbar, hmmm biarpun sederhana tapi sedap

      2. Binibule.com [Tjetje] Avatar

        Ahhhhhhhhhh kalau aku bilangnya tempe tepung. Ia enak banget itu.

      3. Hendi Setiyanto Avatar
        Hendi Setiyanto

        eh tepung maksudku hahaha, iya apalagi dicocol sama sambel terasi atau kecap hmmm

  17. ndiievania Avatar

    hmm menarik nggak ada SPGnya, jadi yang belanja gak risih disamperin terus 😀
    Kalo tren minimarket dan supermarket sekarang sih suka tiba-tiba ada free product yang disuruh bayar/harga di rak dan kasir beda/ tiba-tiba ada tulisan kita bayar pake vocer dan cash biar ada kembali lebih (entah ini diambil siapa lebihnya).

    1. Binibule.com [Tjetje] Avatar

      Wah kalau gitu mah ngajak ribut.

Show me love, leave your thought here!

Halo!

Selamat datang di binibule.com! Saya diaspora Indonesia yang bermukim di Irlandia. Blog ini diramaikan dengan tulisan bertema gado-gado yang dulu sering saya baca di majalah Femina.

Jangan sungkan tinggalin komen dan ngobrol ya! Siapa tahu dari komentar bisa jadi obrolan panjang atau malah jadi tulisan blog berikutnya!

Saya juga bisa ditemukan di sini: