Sebagai anak 90an saya masih sempat diajari bagaimana mengaron nasi hingga mengukus nasi di dandang supaya nasi menjadi punel dan enak. Jaman itu, tiap kali akan makan, nasi putih harus dihangatkan di atas kompor. Teknologi rice cooker pada saat itu baru sampai pada memasak dan belum pada menghangatkan.
Seingat saya, magic com yang bisa menghangatkan nasi baru hadir di tahun 2000an dan harganya cukup mahal. Waktu itu, magic com kami dibawa langsung oleh keluarga dari Jakarta ke Malang. Rasanya amazed gak karuan, karena tiba-tiba hidup berasa jauh lebih mudah. Sejak itu, saya tak pernah mengaron nasi lagi, kecuali ketika membuat nasi kuning.
Hingga kemarin rice cooker tercinta yang saya bawa ke Dublin rusak. Alih-alih beli rice cooker, saya malah bertanya, siapakah yang menemukan rice cooker? Ternyata namanya Yoshitada Minami dan beliau ini bekerja pada Toshiba.

Mesin cuci
Selain rice cooker, mesin cuci juga menjadi mesin yang super berguna bagi hidup saya (dan saya yakin banyak orang di luar sana). Mesin cuci mengubah hidup, karena kita gak perlu repot-repot kucek baju, apalagi sprei. Semuanya bisa dilakukan dengan cepat, tinggal memilah pakaian dan memencet tombol.
Kendati begitu, di Indonesia masih ada saja yang melarang pekerja rumah tangga (PRT) untuk menggunakan mesin cuci dan memilih untuk menggunakan tenaga mereka dengan alasan supaya mereka tak malas-malasan. Eh tapi jangan kaget, di Indonesia kan banyak banget alat canggih yang cuma jadi pajangan; coba tengok kompor 4 tungku dengan oven yang sering jadi hiasan belaka di dapur kering. #HorangKaya
Mesin Pengering Baju
Bagi kalian yang ada di Indonesia, mesin ini pasti gak ada gunanya karena kalian bisa gantung baju di bawah matahari. Kalaupun musim hujan, pakaian masih bisa digantung di dalam ruangan. Sementara di negara empat musim ini (di Irlandia sih musimnya hujan terus), mesin pengering menjadi andalan, apalagi pada saat musim dingin. Penggunaan mesin ini katanya tak boleh sering-sering, karena konsumsi energinya tinggi dan bikin tagihan listrik jebol. Ini mitos aja sih, karena mesin-mesin terbaru sangat efisien dengan penggunaan energi.
Penyedot Debu
Nah ini satu lagi, penemuan yang bikin bersih-bersih rumah lebih cepat. Apalagi kalau punya binatang peliharaan yang bulunya rontok, cukup pencet tombol. Sama seperti kompor empat tungku, mesin penyedot debu juga seringkali disimpan tanpa digunakan. Banyak #horangkaya yang beli supaya punya tapi ogah bayar listrik.
BTW mesin penyedot debu kami semuanya berkabel, tak ada yang cordless. Tapi baru-baru ini kami ngeh kalau mesin tanpa kabel itu mengubah hidup. Bersih-bersih rumah bisa lebih kilat tanpa perlu menarik kabel dan menarik mesin. Jeleknya mesin ini hanya bisa menyedot selama belasan menit saja.

Masih banyak lagi penemuan-penemuan elektronik yang membuat hidup kita jauh lebih mudah, dari mesin pencuci piring hingga pengering rambut. Penemuan yang sedang saya tunggu adalah mesin setrika. Sampai detik ini teknologi baru sampai pada mesin pelipat baju yang tak bisa menyeterika dengan licin. Coba jika ada, setrikaan tak perlu menggunung.
Kamu, punya alat elektronik lain yang bikin hidup lebih mudah?
xx,
Tjetje
Show me love, leave your thought here!