Ramblings of an Indonesian Woman

Waktu berjalan dengan cepat dan tak terasa saya sudah hampir dua tahun tinggal di Irlandia. Meninggalkan keluarga untuk membangun keluarga baru; meninggalkan teman-teman selama belasan, bahkan puluhan tahun dan harus memulai pertemanan yang baru, serta meninggalkan pekerjaan yang begitu saya cintai dan memulai bekerja dari nol, dari bawah.

Proses perubahan ini tentu saja mengubah saya sebagai individu dan mengubah cara saya melihat berbagai hal. Bullshit, kalau orang bilang tinggal di luar negeri itu tak akan mengubah apapun dari kita. Tinggal di luar negeri dan melihat hal-hal yang ajaib dan yang indah itu mengubah banyak sekali cara berpikir saya. Saya juga mendapat banyak pelajaran berharga yang tak saya dapatkan di sekolah.

Soal telepon genggam

Seperti yang pernah saya tulis di sini, transportasi umum di Irlandia itu lumayan okay. Kebanyakan tepat waktu, walaupun ada meleset-melesetnya satu atau dua menit. Tergantung kondisi jalan. Meleset yang sampai sejam gak muncul pun juga bisa kejadian, tapi biasanya kondisi seperti ini diumumkan di media sosial supaya penumpang gak bengong nungguin bis.

Karena bis umum tak muncul setiap saat, saya belajar untuk tepat waktu. Biasanya saya sudah berada di halte bis beberapa menit sebelum jadwal. Suatu hari, saya datang 10 menit lebih cepat, lalu membunuh waktu dengan menjelajah internet. Sementara itu bis saya tak kunjung muncul. Tunggu punya tunggu, bis saya tak muncul dong ya. Berhubung sudah agak gelap, saya pun menelpon ke pusat bis menanyakan apakah bis saya mengalami masalah. Petugas tersebut menginformasikan bahwa bis saya sudah berada sekitar lima stop dari halte saya. Berhubung bis selanjutnya baru akan muncul lebih dari satu jam, saya pun terpaksa naik taksi (dan jangan dibayangin naik turun taksi di sini semurah di Jakarta ya). Sejak saat itu saya KAPOK dan gak mau lagi terlalu terpaku pada media sosial ketika menunggu bis.

Menghargai matahari

Matahari di Irlandia itu barang langka, cuaca di sini cenderung mendung dan kelabu. Bagi kami, hari yang kering dan tak hujan itu, adalah hari yang menyenangkan. Sementara hari yang indah itu ya yang ada mataharinya. Dikasih matahari 15 derajat aja kami sudah bersyukur banget. Kalau dikasih 20-24 derajat, yang mana sangatlah jarang, pantai-pantai di sini bakalan penuh dengan orang-orang yang berjemur.

Bagi kalian yang tinggal di Indonesia yang terik mataharinya bisa bikin kulit terbakar, hal-hal sederhana ini tentunya satu hal yang biasa saja. Tapi Irlandia mengajarkan saya bahwa matahari itu menyenangkan, kulit terpapar matahari (dengan sunblock ya), juga sebuah hal yang menyenangkan. Irlandia juga mengajarkan saya untuk selalu aktif, asal ada matahari harus keluar jalan kaki, biar gak depresi kekurung di dalam rumah terus karena cuaca yang hujan melulu. 

Hidup sederhana

Satu hal penting yang saya hargai dari orang-orang Irlandia adalah kesederhanaan mereka dalam menjalani hidup. Kebanyakan orang Irlandia gak diburu dengan gaya hidup yang mengejar kemewahan. Bagi mereka, bisa beli baju murah meriah Penney’s (di luar Irlandia disebut Primark) adalah sebuah kebanggaan luar biasa. Gak punya tas bermerek di sini juga bukan hal yang memalukan. Sungguh jauh berbeda dengan gaya hidup Indonesia yang rela nyicil tas bermerek atau bahkan menghabiskan seluruh gaji demi sebuah tas. Menariknya, jika kita menggunakan tas bermerek di sini, suka malu hati sendiri kalau dipuji tasnya bagus, atau ditanya merek tasnya. Reaksi kekagetan mereka ketika mengetahui barang mahal itu bikin was-was.

Menariknya, dengan gaya biasa-biasa saja kita sebagai konsumen sangat dihargai. Coba di Jakarta, gaya biasa-biasa aja masuk mall. Kok ya di Jakarta, di Malang saja deh, gaya biasa-biasa aja bakalan menimbulkan pertanyaan. Saya sendiri pernah mengalami berhadapan dengan kasir yang ragu-ragu (dan tak enggan mempertanyakan keraguannya pada saya yang belanja dengan kartu kredit. Kartu hutang padahal, bukan kartu debit unlimited).

Pertemanan

Pertemanan saya rata-rata awet, berusia belasan, hingga puluhan tahun. Mencari teman itu memang seperti mencari jodoh, memerlukan proses panjang untuk mencari tahu kecocokan. Sejak menjelang pindah ke Irlandia, saya sudah banyak menerima wejangan dari para sesepuh yang tinggal di berbagai tempat di Eropa untuk berhati-hati dalam berteman dengan orang Indonesia. Pilih dengan hati-hati dan jangan terlalu banyak gaul dengan orang Indonesia.

Terus terang, cultural shock saya terbesar di Irlandia adalah soal pergaulan orang Indonesia. Memfitnah, melempar gosip, berargumentasi dengan emosi, atau bahkan menceritakan kembali rahasia dapur orang itu menjadi sebuah hal yang “biasa”. Orang-orang yang dengan entengnya membicarakan “teman-temannya” ini membuat saya mempertanyakan, apa yang akan mereka bicarakan tentang saya dengan orang lain?

Hidup dan pergaulan di Jakarta yang katanya kejam itu, ternyata gak ada apa-apanya dengan pergaulan di luar negeri. Pergaulan di sini keras, sangat keras. Satu wejangan yang saya pegang dengan teguh adalah untuk tidak menceritakan apapun dari dalam rumah tangga, yang baik, apalagi yang buruk, karena satu Irlandia (dari Selatan sampai Utara) bisa dengar. Tentunya dengan bumbu sana-sini. Beruntungnya, saya sudah dididik oleh Ibunda untuk menyimpan semua yang saya dengar dan tak menyampaikan apapun ke orang lain.

Now,
ijinkah saya pulang sejenak ke Indonesia, untuk menikmati matahari dan sembari bercanda-tawa dengan teman-teman terbaik saya, because I terribly miss them.

Kalian, punya pengalaman yang mengubah cara pandang dalam melihat hidup? Sharing dong!

xx,
Tjetje

72 responses

  1. zilko Avatar

    Asyik, mau liburan ke Indonesia, hehehe 😀 .

    Berarti cuaca di Irlandia mirip-mirip sama di Belanda ya. Pelit matahari. Tapi enaknya ketika matahari keluar adalah suhu udaranya nggak panas-panas amat! Kalau di Indonesia panasnya kan ya gitu deh, hahaha 😆 .

    1. Tjetje [binibule.com] Avatar

      Eh belum tidur Ko. Iya, udah merindu dengan keluarga, teman dan makanan!

    2. Tjetje [binibule.com] Avatar

      Sambil mau nyobain wifi pesawat nih 🙂

      1. zilko Avatar

        Hahaha asyik! Pesawatnya apa? Klo EK sebaiknya jangan tinggi-tinggu harapannya, kata banyak review berhubung gratis jadi lemot 😂.

      2. Tjetje [binibule.com] Avatar

        Internet emang lemot abis, jadi matiin aja. Pesawatnya boeing 777-300 kalau gak salah inget. Tiap beda pesawat gitu ada yang special gak sih?

  2. denaldd Avatar

    Selamat liburan Ail. Selamat makan enak, kumpul keluarga dan sahabat. Ojok lali singkong bakar bbq yg kapan itu dirimu nanya di twitter. Aku dibawain adikku, tandas kurang dari seminggu hahaha nggragas.
    Yang pasti, sejak tinggal di sini aku semakin menikmati hidup yg apa adanya. Ga ngoyo dan melihat sesuatunya lebih sederhana. Lebih fokus dengan diri sendiri daripada memenuhi standar orang lain. Bersyukur lebih ayem meskipun perjuangannya ya ada saja.

    1. Tjetje [binibule.com] Avatar

      Indeed. Aku mau bawa singkong bakar itu agak banyak buat sajen, sajen diri sendiri lol.

  3. Rere Avatar

    Hahah tags buat postnya bikin ngakak 😂😂

    Aku juga pas lg visit mertua di UK rasanya agak depresi, yg biasa ketemu matahari tiap hari klo sempet ketemu 5 menit aja udah happy banget. Pantesan orang UK ngomongin soal cuaca mulu!

    Aku sempet gaul ama ibu2 Indonesia, untungnya mereka masih biasa2 aja tapi tetep sih lebih enjoy sama temen2 sendiri di Indonesia. Thank God for technology!

    1. Tjetje [binibule.com] Avatar

      Gak abis-abis deh kalau bahas soal Ibu-ibu. Aku gak paham sama sekali kenapa pada lebih ajaib dari di Indonesia. Mungkin karena bosen?

      1. Rere Avatar

        Soalnya mereka pergaulannya terbatas sama itu2 aja mungkin, Tje. Apalagi klo ga kerja, yg diliat tembok doang stres deh. Dulu pas baru nyampe Taiwan, belum bergaul & dapet kerja jg aku stres liat tembok mulu 😓

      2. Tjetje [binibule.com] Avatar

        Tembok dan setrikaan. 😂😂😂😂

  4. Seraphine Avatar

    Welcome back home Mbak Ail dan selamat menikmati matahari Indonesia yang selalu setia muncul setiap hari! Hahaha.. Happy holiday! 😊

    1. Tjetje [binibule.com] Avatar

      Semoga matahari muncul tiap hari ya. Kemaren mendarat hujan deres banget.

  5. kutubuku Avatar

    Sejak tinggal di luar negeri, aku rasa yang berubah aku nggak lagi ragu2 untuk ngomong blak2an sama orang. Kalau dulu masih ada perasaan nggak enakan (lalu dipendam terus bikin kesel sendiri) sekarang kalau nggak suka sama sesuatu langsung aja dikeluarin, jadi nggak dipikirin lagi. Yang jelas aku jadi kurang populer di kalangan orang Indonesia disini gara2 ini hahaha, biarin deh, yang penting aku tentrem di hati.

    Selamat berlibur, enjoy makanan2 yang bertaburan dimana2 (it amazes me every single time, klu lihat di Indonesia setiap jengkal literally selalu ada tukang jual makanan).

    1. Tjetje [binibule.com] Avatar

      Nah kebiasaan gak blak-blakan ini ya bikin ngegerundel dan jadi summer gosip juga.

      Anyway thanks. Indeed Indonesia emang urusannya makanan semua. Ini jalan di bandara penuh aneka rupa makanan.

  6. Puji Avatar

    Horeee, selamat liburan makan – makan dan berkumpul dengan keluarga Mbaaa Ai

    1. Tjetje [binibule.com] Avatar

      Thanks Puji. Ketemuan yuk?

      1. Puji Avatar

        Waa asik, ayo Mba

      2. Tjetje [binibule.com] Avatar

        Aku DM lewat twitter aja ya?

      3. Tjetje [binibule.com] Avatar

        Ji aku gak nemu twittermu. Twitterku @binibuleID boleh dimention kah?

      4. Puji Avatar

        done Mba, @s_fauziah

      5. Christa Avatar

        Ikutan ktemuan lagi dooonggg hehehe 😀

  7. Gara Avatar

    Banyak sih pengalaman yang akhirnya mengubah pandangan Mbak… terutama soal pekerjaan. Pada akhirnya itu mengubah pandangan yang tadinya idealis jadi realistis, terus membuat diri lebih bisa adaptasi, meski artinya adaptasi itu adalah dengan kegilaan, haha. Cuma, dari cerita itu, kayaknya beberapa golongan orang Indonesia yang ada di luar negeri justru lebih tidak bisa menjaga mulutnya, ya? Apa karena jauh dari kampung halaman jadi standar moralnya sudah tidak ada, ya?

    1. Tjetje [binibule.com] Avatar

      Nah itu yang aku gak tahu Gara. Terus terang selama di Indonesia aku jarang banget melihat yang kayak gini. Mungkin karena komunitas kecil kali ya, terus gak ada aktivitas lain untuk distraction 😦

      1. Gara Avatar

        Iya, biasanya kalau kurang kerjaan begitu pasti cari-cari topik untuk dibicarakan. Paling gampang dari semua topik yang mungkin ya orang lain, hehe.

      2. Tjetje [binibule.com] Avatar

        Kalau di Dublin sih paling gampang bicara cuaca atau news.

  8. Crystal Avatar
    Crystal

    Duh mbak Ail, banyak banget deh pelajaran yang nggak aku dapet di sekolah karena tinggal di luar negeri. Yang paling utama ya jadi lebih sederhana dan nggak ngedengerin gosip. Untungnya setelah aku lulus kuliah aku udah malas bergaul sama mahasiswa Indonesia karena dramanya nggak jauh beda dari ibu-ibu Indonesia yang mbak ceritain.

    1. Tjetje [binibule.com] Avatar

      Mahasiswa di sana juga drama? Ampun deh. Pelajaran soal gosip itu berharga banget ya.

      1. Crystal Avatar
        Crystal

        Beuh, banget. Tahun lalu aku pernah nongkrong sama mahasiswa baru, eh malah ngomongin sesama mahasiswa Indonesia yang punya pacar bule. Pentingnya dimana coba. Abis itu aku males main sama mereka lagi, hahaha!

  9. Wien Avatar

    Happy holiday kak!

      1. Wien Avatar

        Sama-sama kak! Ditunggu ceritanya 😊

  10. Dita Avatar

    selamat berlibur mba!
    mudah-mudahan aku masih punya kesempatan buat merubah cara pandang dalam melihat kehidupan…pengen punya pengalaman tinggal di LN barang 1-2 tahun 😀

    1. Tjetje [binibule.com] Avatar

      Thank you. Semoga tercapai keinginannya ya.

  11. Ira Avatar
    Ira

    Selamat liburan Mbak Tjetje…selamat berkumpul sama keluarga dan sahabat plus makan makanan Indonesia di tanah air 😀

    1. Tjetje [binibule.com] Avatar

      Thank you Ira. Enjoy your birthday week ya 🙂

      1. Ira Avatar
        Ira

        you too Mbak Tjetje 🙂

  12. nyonyasepatu Avatar

    Yeayyyyy liburan 🌞😍 puas2in makan2 ya haha. Ke Medan gak?

    1. Tjetje [binibule.com] Avatar

      Gak jadi akhirnya, gak cukup waktunya karena kebanyakan kawinan 😦

  13. magmignonette Avatar

    Selamat berlibur Mbak! Selamat datang masakan pedas dan penuh bumbu 😅

    1. Tjetje [binibule.com] Avatar

      Duh, aku gak tahan makanan pedes. Jadi mesti nyari yang aman.

  14. ohdearria Avatar

    Hidup di luar Indonesia itu bikin aku lebih mandiri dan terbiasa urus ini itu sendiri. Plus, jadi bisa belajar masak juga, drpd kelaperan krn kl makan diluar or take away bisa bikin bankrut😜 Happy mudik!😘

    1. Tjetje [binibule.com] Avatar

      Setuju, dua-duanya bener banget. Terima kasih.

  15. Bening Mayanti Avatar

    Hidup sederhananya Aku setuju, mungkin lebih ke menghargai orang apa adanya, tanpa ngeliat apa yang dia pakai atau jabatan yang mereka punya. Aku pernah masuk outlet Prada di Belanda, dan para penjaga tokonya tetep nyapa ramah meski cuma liat2 aja, ga beli. Hal yang nggak akan dilakukan di Indo karena pasti belum apa-apa udah dilepehin yang jaga akibat penampilan yang kurang kece dan cetar :”))). Jangankan Prada, pernah masuk toko laptop, baru mau nanya2 masnya yang jaga udah bilang, ‘Kalo di sini kita jual laptopnya mulai harganya xx juta ke atas.’ Okelah, belum apa-apa udah dianggep sobat kizmin :”))))

    1. Tjetje [binibule.com] Avatar

      Nah itu, maunya di sini itu kalau kamu gak beli ya jangan lihat-lihat. Padahal itu salah banget. Kalau di butik ternama, harusnya orang dibuat bermimpi dulu. Suruh coba, suruh lihat di depan kaca, kalau bagus, komporin bayar pakai kartu kredit atau nabung dulu.

      1. mademonin Avatar

        Mba Ailsa, kalo pedagang2 di Pasar Seni di Bali sering banget ngoceh gini (kalo ga mau beli jangan liat2, jangan nawar2, jangan nanya harga), pakai bahasa lokal tentunya. Judes bangettt. Saya dengernya jadi risih. Seandainya si calon pembeli tau apa yang diomongin pedagang, mungkin dia langsung kabur.

        Tapi saya pikir mungkin juga itu karena para pedagang itu udah lelah diberi harapan palsu oleh calon pembeli.

      2. Tjetje [binibule.com] Avatar

        Tapi kan resiko dagangan memang dilihat dan ditanya. Repot kan kalau harga gak cocok masak mau maksa. Btw aku di Bali bakalan selamat, karena bisa ngomong bahasa Bali sedikit 🙂

  16. yosadya Avatar
    yosadya

    Ada, mbak. Aku sekolah dari TK sampai SMP di sekolah swasta. Yang namanya sekolah swasta itu disiplin banget, jarang ada jam kosong. Kalau ada pun, mungkin hanya 40 menit. Tapi, semenjak aku sekolah di negeri, jam kosong adalah hal yang lumrah. Jadi, aku harus bisa mengatur waktu supaya nggak jadi sia-sia. Jujur, aku kadang masih bingung mau ngapain kalau ada jam kosong

    1. Tjetje [binibule.com] Avatar

      40 menit itu banyak yang bisa dilakukan, paling gampang baca buku, ngosongin kepala (biar istirahat) dan focus nafas, diskusi ttg satu topik yg dimulai dengan pertanyaan kenapa, bikin kerangka tulisan.

      1. yosadya Avatar
        yosadya

        Wah, makasih idenya, Mbak Tjetje. Aku biasanya cuma baca buku doang. Jadi, lebih cepet bosen.

      2. Tjetje [binibule.com] Avatar

        Ada satu lagi, people watching, lihat activitas orang di sekeliling kita. Ini yang bikin aku sering terinspirasi nulis.

  17. henniehennie Avatar

    Hahahaha ada benarnya juga tuh yg ditulis tjetje😂😂😂

    Pernah dulu punya pengalaman pahit yg sebenarnya gw berniat baik. Diajak ketemu nih si drama queen untuk dijelasin eh malah rame sendiri di medsos sampe nama gw di tulis jelas apalagi ditambah sama tmn2 kompor jadi deh! Prinsip gw “the winner takes it all” waktu itu. Ga usah berkoar-koar ntar ketahuan juga siapa yang sebenarnya biang kerok.
    Sekarang punya temen deket cuma 3 yang suka masak2an bareng.😃😊

    Ngomong2 matahari, di sini ada matahari dikit danau/pantai langsung penuh pada mandi dan jemuran. Puas2 in berjemur tjetje di Indonesia.😃😊

    Happy holiday!😉

    1. Tjetje [binibule.com] Avatar

      Ah kalau soal drama di media sosial mah lebih parah lagi, apalagi yang marah-marah dan nyindir orang. Nanti kapan-kapan aku bahas soal yang satu ini ya.

  18. Christa Avatar

    Walaupun aku tinggal di luar negeri nya singkat, tapi beruntung dapet temen selain orang Indonesia jadi bisa belajar banyak soal cara pandang hidup.. contohnya yang merubah aku banget, temen orang Rusia yg dia udah sukses di negaranya, tapi tetap merasa kurang dan pengen S2 ke Inggris. Jadilah ditinggal tuh semua jabatan, mulai dari nol di Inggris. Padahal waktu itu dia udah diatas 30. Kena banget di aku, jadi belajar, oooh hidup itu gak terpaku umur, hidup itu ngga melulu jalan lurus, belok ngga apa, start over itu boleh banget, asal semua tujuannya positif ya 😀

    Coba kalo di Indonesia, kisah kayak dia udah abis diomongin orang kali.. iii gak sayang tuh jabatan ditinggal? iii umur 30 belum nikah kok malah ninggalin karir pindah ke negara asing? dll dsb hehehe

    Btw, selamat liburan yaaa! 🙂

    1. Tjetje [binibule.com] Avatar

      Duh 30 belum nikah itu dianggap nista banget ya. Aku sebel kalau denger gitu. Indeed belajar gak kenal usia. Terimakasih banyak. Eh kita ketemuan yuk tanggal 16 ini?

  19. mila Avatar
    mila

    Halo Mbak Ail,

    Wah banyak banget hal yang bikin cara pandangku berubah setelah tinggal di luar negeri. Dan aku sangat bersyukur banget. Sebenernya aku dari jaman tinggal di Indonesia, gak suka ngurusin urusan orang, nah sekarang makin gak pernah banget! Alhasil aku cuma punya sedikit temen Indonesia disana. Udah diwanti-wanti juga kalo ibu-ibu disana sombong-sombong ala OKB gitu. Katanya sih kalo gak pake tas bermerk terkenal, mereka ogah nemenin kita. Aku bener-bener gak habis pikir deh. Mereka beneran sudah ibu-ibu atau sebenernya masih ABG. Menurutku sih hal-hal seperti itu sangat kekanakan ya.

    1. Tjetje [binibule.com] Avatar

      Nggak semuanya seperti itu kok, ada sebagian kecil aja yang ajaib-ajaib. Tapi ya yang ajaib ini yang jadi lebih menonjol.

  20. gadisrakus Avatar

    Setahun tinggal di Australia sih yg ngerubah pandanganku adalah bahwa semua pekerjaan asal halal ga ada yg hina. Kalau di Indo kebiasa berasumai yg kerja kantoran pasti derajatnya lebih tinggi drpd yg kerja blue collar. Ternyata di Aussie semua org sama mau yg kerja kantoran apa cuma cuci piring di resto. Mungkin karna standar gajinya juga beda kali ya gak kayak di Indo yg jomplang banget, jadi disini walau cuci piring doang tapi bisa tetep kongkow di cafe seminggu sekali. Terus jadi lebih PD dan mencintai diri sendiri juga, karena di LN no matter what you wear people dont give a damn about you. Kalo di Indo pake baju apa dikit dibully secara fisik/body shaming.

    1. Tjetje [binibule.com] Avatar

      Maaf ya Lidya, komentar-komentarmu baru diapproved sekarang, entah kenapa pada masuk spam. Soal pekerjaan memang benar, kita masih menderajatkan orang berdasarkan pekerjaannya.

  21. harlitanurulfatihah Avatar
    harlitanurulfatihah

    Hello Mba Ail,

    Sudah 2 tahun ini sy tinggal di Cape Town, walaupun sebelumnya sy sudah merantau di kota orang tapi rasanya amat sangat berbeda. Yang paling sy rasakan setelah tinggal di luar negeri adalah pentingnya menghargai privasi orang lain, menjadi diri sendiri tanpa ada “persaingan” di lingkungan sosial. Dan sy sangat senang karna bisa menjadi diri sendiri tanpa harus mendengar pertanyaan “Agamamu apa? Usiamu berapa? Sudah nikah kok gak mau cepet2 punya momongan? dan berjuta pertanyaan lainnya yg sebetulnya gak penting atau memberikan dampak sedikit pun di hidupnya..
    Tapi sy selalu yakin kalau inilah kehidupan dan kita hanyalah sebatas “manusia” yg memiliki banyak karakter.

    Selamat berlibur Mba Ail, salam hangat dari Cape Town
    Xx

    1. Tjetje [binibule.com] Avatar

      Hi Harlita, salam hangat dari Jakarta dan terimakasih sudah mampir di blog saya. Memang menyenangkan jika tak perlu dibombardir dengan pertanyaan pribadi ya.xx

      1. harlitanurulfatihah Avatar

        Salam hangat kembali dan selamat berkuliner ria Mba Ail 🙂
        Xx

  22. Matlaul Anwar "Anwar" Avatar
    Matlaul Anwar “Anwar”

    Noted, yuk hidup sederhana dan gak usil sama urusan dapur orang

  23. mademonin Avatar

    Wah Mbok Ailtje ube dueg metawahan 👍😉

  24. myrist4te Avatar

    Mbak Tje, rada OOT nih…aku penasaran banget sama winter nya di irlandia kayak apa ya??
    Sedingin apa gitu? Nampaknya winter ini Ada wacana beberapa lama ke Dublin….
    Makasiiihh

    1. Tjetje [binibule.com] Avatar

      Forget it, winter in Ireland is miserable. Awan mendung selalu, hujan, lalu hujan angin (ini yang paling parah). Jangan dibayangin ada salju ya, kami gak punya salju.

  25. Dhika Bas Avatar

    Lg iseng2 gugling cari “budaya di Irlandia” eh tau2 nyasar disini dan ketagihan baca. haha
    Tulisannya bagus mbak. berbagi pengalaman.. Salam dari Jogja

    1. Tjetje [binibule.com] Avatar

Show me love, leave your thought here!