Tukang Telat

Satu hari di Malang saya janjian dengan seorang teman untuk sarapan pecel. Kami janjian bertemu jam 7 pagi. Janjian pukul 7, jam 6.50 saya baru bangun, karena saya yakin banget teman saya akan terlambat. Ternyata saya salah sangka, dia muncul lebih awal itupun sudah nyasar  ketika mencari rumah saya. Saya yang ketika itu sudah bergulat dengan ketidaktepatan waktu selama rentang hidup saya di Jakarta pun langsung terpukau dengan ketepatan waktu ini. Akibatnya bisa diduga, saya tak mandi demi makan pecel tumpang:

Penampilan pecel di dalam pincuk kalah keren dengan gelas jadul, tapi rasanya jawara

Orang-orang yang tinggal di Jakarta memang terkenal tak bisa tepat waktu. Bukan hanya karena tak disiplin, tapi karena kondisi kemacetan luar biasa yang seringkali tak bisa diprediksi. Janjian makan  misalnya, bisa molor hingga satu atau bahkan dua jam. Menanti orang saat perut lapar itu tentunya siksaan. Makanya jangan heran kalau orang banyak yang makan dahulu sambil menunggu. Kebiasaan makan duluan ini bagi sebagian orang dianggap sebagai kebiasaan tak sopan dan tentunya bikin bule yang lagi ngedate ilfil. (Baca tips ngaco biar dipacari bule

Faktor lain yang membuat orang Jakarta sering terlambat adalah sistem transportasi yang amburadul dan tak bisa diandalkan. TransJakarta misalnya, tak jelas kemunculannya setiap berapa menit sekali. Belum lagi armadanya selalu penuh sehingga penumpang yang berjejal tak bisa memprediksi lama perjalanan. Cari taksi sendiri juga seringkali susah, apalagi pada jam-jam tertentu. Jaman Uber belum masuk, pengemudi taksi mau yang biru apalagi yang putih, juga sering belagu. Mereka seringkali menolak penumpang jarak dekat. Kondisi ini semakin parah saat hujan datang, jalanan tambah macet, taksi tambah susah, datang makin terlambat.

Saking terbiasanya dengan jam karet ini, saya pun seringkali sengaja terlambat. Janjian jam sebelas, ya jam sebelas itu saya baru mandi. Tinggal di jantung kota memberikan kemudaan akses bagi saya untuk bisa pergi ke berbagai tempat dengan cepat, apalagi di akhir pekan. Dengan gaya menerlambatkan diri seperti ini, saya masih sering datang lebih awal ketimbang yang lainnya. Kebayang kalau saya datang tepat waktu, bakalan garing di tempat janjian.

Jaman sekolah, saya termasuk pelajar yang disiplin dan selalu datang tepat waktu. Saat SMA kelas dua, saya pernah dua kali datang terlambat, dua-duanya disengaja. Kali pertama saya terlambat sepuluh menit sementara kali kedua, saya terlambat lebih dari sepuluh menit. Dalam dua kesempatan itu saya tak diperkenankan masuk ke dalam kelas dan harus menunggu di kantin sekolah. Tentunya sebelum dibebaskan dari pelajaran saya dihukum membersihkan sekolah dengan bulu ayam. Hukuman tak jelas yang hanya formalitas belaka karena sekolahan sudah dibersihkan. Oh ya, saat itu saya sengaja terlambat karena saya tak suka dengan pelajaran pada jam pertama, nggak usah dibahas lah ya mata pelajarannya apa.

Di Irlandia, saya kembali ke jalan yang benar, jalan tepat waktu. Transportasi disini bisa diprediksikan dengan baik. Jadwal tram dan jadwal bis sangat jelas, bahkan ada aplikasi yang bisa diunduh di gawai yang bisa menunjukkan kapan kendaran-kendaraan tersebut akan datang. Apesnya, jika ada masalah di tram, penumpang diminta turun dan harus cari alternatif transportasi lain. Waktu awal-awal pindah, saya suka panik sendiri kalau mengalami ini, selain karena takut terlambat, saya juga tak tahu mesti pergi ke arah mana dan naik bis apa. Sekarang saya sudah lebih tenang dan lebih nekat menaiki bis yang lewat.

UCC: Under Clery's Clock. A famous Dublin meeting spot.

A post shared by Ailsa Dempsey (@binibule) on

Bagi saya, datang terlambat itu rasanya tak mengenakkan. Eh tapi tunggu dulu, ternyata di Irlandia ada: Irish Standard Time. Jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia artinya: jam karet. Janjian ketemu di pub jam 9, jam 10 baru muncul. Begitu muncul, gak minta maaf karena telat, gak ngasih alasan dan gak ada yang peduli. Yang paling penting muncul dan having fun ketemu temen. Haiyah…sama aja kayak di Jakarta.

Bagaimana dengan kalian, suka telat?
Have a nice weekend!

xx,
Tjetje

Advertisements