Tradisi Kirim Kartu Ucapan di Irlandia

Memberi kartu ucapan pada hari-hari penting itu bukan sesuatu yang asing bagi kita semua. Tetapi di Indonesia tradisi ini di Indonesia bisa dikatakan hampir mati, atau di banyak tempat bahkan sudah mati.

Di Irlandia, tradisi mengirimkan kartu masih menjadi tradisi yang dijalankan banyak orang. BUAAAAANYAK lebih tepatnya. Mengirimkan kartu (dan minum teh) adalah bagian dari nafas orang Irlandia.

Natal dan kartu tentunya menjadi momen terbesar dalam urusan pengiriman kartu. Di toko-toko buku, kartu dalam wadah dan dalam jumlah banyak (setidaknya enam atau dua belas buah) dijual dengan harga yang tak begitu mahal. Bahkan, beberapa organisasi menggalang dana dari penjualan kartu ini. Dua tahun lalu misalnya, kartu-kartu pilihan saya jatuh untuk organisasi yang terkait dengan kanker, tahun kemarin saya tak begitu ingat.

Infographic: moo.com

Selain Natal, Valentine mungkin, mungkin lho ya, menduduki posisi penting lain untuk pemberian kartu. Saya bilang mungkin karena saya memang tak punya statistiknya. Di saat Valentine, kartu-kartu dijual dengan harga yang sedikit lebih mahal. Mungkin karena momennya.

Hari khusus lain yang juga dirayakan dengan kartu adalah hari Ayah dan juga hari Ibu. Toko buku biasanya tak hanya menawarkan kartu khusus, tapi juga berlomba-lomba memberikan inspirasi hadiah. Saya sendiri tak pernah ingat tanggal-tanggal ini, karena mengandalkan hiasan di toko.

Selain hari-hari khusus di atas, kartu juga banyak dikirimkan pada saat ulang tahun. Keluarga saya di sini tak absen memberikan kartu untuk setiap ulang tahun (kadang kartu ini juga diselipi dengan uang ๐Ÿคฃ). Kartu juga seringkali menjadi alasan untuk bertemu. Kalimat yang sering saya dengar biasanya: “Oh saya harus mampir ke rumahmu untuk memberikan kartu”.

Selain pada tanggal penting dan ulang tahun, kartu juga diberikan pada momen penting lainnya. Lulus ujian SIM misalnya, dapat kartu. Pindah rumah baru atau membeli rumah juga diberi kartu. Promosi pekerjaan juga ada kartu khususnya. Pendek kata, koleksi kartu ucapan yang terkait momen hidup di Irlandia cukup lengkap. Dari mulai kelahiran, pembabtisan, komuni pertama, konfirmasi, kelulusan ujian, pertunangan, perkawinan hingga kartu ucapan duka atas kematian (di sini tak lazim mengirim bunga & keluarga biasanya menolak).

Dari semua momen memberikan kartu, saya paling suka dengan kartu ucapan terimakasih. Terimakasih untuk apapun, dari sekedar mendengarkan keluh kesah hingga menjaga binatang peliharaan. Rasanya senang sekali kalau dapat kartu ini.

Kartu-kartu yang diberikan akhirnya akan berada di tempat sampah. Tapi sebelum dibuang ke tempat sampah, kartu-kartu ini akan dipajang di rumah. Biasanya, di atas perapian. Saat Natal bahkan ada ornamen khusus yang berfungsi untuk memamerkan kartu ini; modelnya pun aneka rupa, salah satunya model tali jemuran (digantung).

Harga kartu ucapan sendiri beraneka rupa, dari yang murah hingga yang mahal. Biasanya, semakin tinggi kode kartu semakin mahal harganya. Misalnya, kartu dengan kode 30 akan lebih murah ketimbang kartu dengan kode 70. Ada banyak cara mengakali anggaran belanja kartu, salah satunya dengan membeli di toko yang menjual semua produk dengan harga 1.50 Euro. Tentu saja kualitasnya tak seperti Hallmark.

Tradisi memberi kartu ini juga melanggengkan hobi membuat kartu. Hobi yang memerlukan perhatian pada detail dan juga jiwa seni ini bisa menghasilkan uang, jika pelakunya mau menjual. Saya sendiri pernah membeli beberapa kartu buatan tangan, salah satu kartu yang saya beli kartu 3 dimensi yang bisa menjadi wadah kotak dengan berbagai bunga kertas. Kartu tersebut saya berikan ke Ibu mertua dan selama satu tahun terakhir berada di jendela rumahnya sebagai hiasan. Saya girang, yang membuat kartu juga senang mendengarnya.

Kapan terakhir kali kalian memberi kartu ucapan untuk orang-orang terdekat?

xx,

Tjetje

Advertisements

32 thoughts on “Tradisi Kirim Kartu Ucapan di Irlandia

  1. Pas di Indonesia, aku menganggap remeh kirim2 kartu karena aku nilai udah gak jaman. Oma masih suka kirim2 kartu soalnya, mulai dari natal, Lebaran, sampai kartu ucapan terima kasih. Eeeeh di Belanda ternyata kirim2 kartu udah jadi tradisi. Jadi gak culture shock lagi. Aku jarang ngirim kartu, biasanya kirim kartu kalau acara2 penting aja. Terakhir di kasih kartu baru aja kemarin, dari bekas anak magang, isinya ucapan terima kasih dan semoga bisa bertemu lagi. Rasanya hati hangat deh kalau dikirimin atau dikasih kartu, ada orang yang mau meluangkan waktunya untuk beli kartu dan nulis ucapannya di atas kartu tersebut.

  2. Sama Ail, di Belanda pun tradisi mengirim kartunya kental sekali. Dari kartu2 yang umum sampai kartu2 yang : wah keren nih, seperti mengirimkan kartu selamat karena bertambah jumlah anggota keluarga karena mengadopsi kucing atau anjing. Kartu ucapan kehamilan juga dikirimkan untuk menyelamati pasangan yang hamil. Lalu untuk mengabari kelahiran juga masih lewat kartu yang kadang diselipkan juga undangan untuk datang ke pesta kelahiran tersebut. Aku seneng banget dengan tradisi kirim kartu ini. Terasa personalnya. Kalau kartu2 yang kami terima ga pernah kami buang, tapi kami simpan di kotak khusus kartu. Ngikut tradisi Mertua yang selalu menyimpan kartu ucapan. Ternyata memang senang kalau dibaca2 lagi.

  3. Di Jepang tradisi kirim2an kartu juga masih eksis. 1 tahun 1x guru SDku yg di Jepang pasti kirim kartu natal k aku (entah dia tau aku islam apa ngga, tp aku pernah sedikit cerita ttg islam) dan kartunya sll yg model pop up lucu2. Jadi aku simpen atau aku kasih k sodara non muslim yg pengen ketika liat. Truz juga ucapannya cuma apa kabar, pengen ketemu nih, gitu krn space tulisannya kecil. Biasanya aku bales pake post card yg blakangnya gambar apapun khas tempat d mana aku lg berada.

      • Iya, baik banget. While sama temen2 Jepang yg lain udah putus komunikasi. Si bu guru ini juga agamanya bukan Kristen atau Katolik, tp Natal emang udah jadi perayaan seantero Jepang. Temenku yg orang Filipino Muslim jg ngerayain Natal dan gak ada yg nyinyirin atau ngobrek-obrek.

  4. Di sini juga nampaknya tradisi ucapan melalui kartu ini masih lumayan hidup (soalnya masih lumayan banyak toko yang menjualnya. Bahkan kadang di supermarket pun ada. Tapi ya yang di supermarket biasanya nggak se-oke yang di toko yang lebih khusus ๐Ÿ˜€ )

  5. Saya terakhir kirim kartu ucapan Lebaran waktu SMU dulu, sekitar 20 tahun lebih yang lalu ๐Ÿ™‚ Dan saya terakhir terima kartu ucapan selamat tahun baru dari teman blogger di Jepang awal tahun ini. Dan biasanya saya juga minta dikirimin kartu pos saat teman atau sahabat saya lagi berkunjung ke luar negeri. Dan kartu-kartu yang saya terima biasanya saya pajang di kulkas dengan ditempeli magnet kulkas koleksi saya ๐Ÿ™‚

  6. Terakhir kirim kartu (natal) pas kuliah semester awal. Kartunya handmade dengan hiasan bunga dan biji kering yang dikumpulkan dan dikeringkan sendiri. Lalu kayaknya lupa dengan tradisi ini karena ucapan sekarang beralih ke media sosial atau email

  7. saya kapan ya-terakhir waktu sama pacaran sama suami kayaknya hehe-dikirim kartu ultah gambarnya panda,jd menginspirasi jd nama blog keluargapanda berkat kartu ucapan. di negara saya tinggal udah jarang yang kirim2 kartu ucapan, tp kalau hobby ngucapin selamat apapun orang sini jd kewajiban juga, skg lbh memanfaatkan teknologi, tiap ada peringatan apa, hari ibu dll wajib nelpon mertua cuma buat ngucapin. tiap hr jumat juga pasti selalu dpt WA ngucapin selamat hr jumat:D disini wajib banget kirim ucapan hari jumat ditambah kata2 tambahan.

  8. hahaha
    dulu saya pernah kirim kartu ucapan lebaran ke gebetan
    dan DIBALES!
    duh harum kartu dari dia masih inget lho saya

Show me love, leave your thought here!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s