Pada satu Jumat pagi di sudut Jakarta, mantan bos menugaskan saya menghadiri pertemuan dengan salah satu direktur badan dunia yang ngurusin ngurusin AIDS. Saat itu saya sudah tiba di kantor, hanya mengenakan celana jeans dan baju batik kutungan tanpa lengan. Penampilan saya sungguh casual.


Tugas itu saya tolak mentah-mentah, dengan alasan saya tak mengenakan pakaian yang layak. Saya pun tak bawa blazer untuk menutupi pakaian saya yang “kurang layak”. Dari insiden itu saya belajar mengenakan pakaian yang lebih layak ketika ngantor. Setidaknya ada blazer yang bisa saya sematkan untuk menyelamatkan penampilan.

Perubahan Kultur Pakaian Kantor

Dunia pekerjaan saya di Jakarta dan di Indonesia sangat jauh berbeda. Di Jakarta, pakaian formal menjadi sebuah keharusan. Selama bertahun-tahun bekerja di bawah institusi pemerintahan, saya menyiapkan banyak pakaian yang agak formal, dengan sepatu berhak tinggi. Sepatu-sepatu ini bahkan ikut berlarian dengan saya mengejar Kopaja.

Begitu pindah ke Irlandia, industri pekerjaan saya berubah, dan saya berkenalan dengan kultur pakaian casual untuk ngantor. Jelana jeans dan kaus oblong. Bahkan pada banyak kesempatan kaos oblong yang dikenakan merupakan swag, suvenir yang bertuliskan logo kantor.

Kultur Pakaian Casual

Tak ada keharusan mengenakan sepatu hak tinggi. Mengenakan sneakers pun tak akan dihakimi. Saat musim dingin, kaos oblong ini bisa dikombinasikan dengan sweater ataupun hoodie. Saat musim panas & heatwave penggunaan pakaian bahkan lebih santai. Orang-orang mengenakan celana pendek yang dikombinasikan dengan Birkenstock. Sungguh sebuah kultur yang jauh berbeda dengan kultur yang saya kenal.

Perlu 11 tahun bagi saya untuk berani nekat mengenakan sandal ke kantor.

Melihat kolega memamerkan sebagian dari kulitnya, apapun jendernya, karena pilihan pakaian yang terbuka juga buka hal yang aneh. Bahkan, tak jarang ada kolega-kolega yang ngantor tak mengenakan BH karena panas yang membara. Tak ada yang peduli, tak ada yang akan datang membawa nama Tuhan dan agama, apalagi menggurui soal apa yang pantas. Di dunia saya yang baru, yang terpenting adalah hasil pekerjaan, impact, bukan apa yang kita kenakan.

Tak semua buruh teknologi mengenakan pakaian kasual atau super kasual. Ada beberapa yang mengenakan pakaian formal. Biasanya, mereka ini memegang posisi yang agak strategis. Ada pula yang seiring dengan pertambahan usia, dan tentunya perubahan posisi memilih untuk mengenakan pakaian agak formal. Bertransformasi, meninggalkan kaos oblong ke pakaian yang lebih formal. Tapi tak melulu posisi ya, dulu, saya sempat punya anggota tim yang tiap hari secara konsisten ngantor mengenakan jas lengkap, three-piece suit. Alasannya: pengen aja.

Penutup

Selama di Irlandia saya nyaris tak pernah mengalami komentar miring soal pilihan pakaian yang saya kenakan dari orang luar ataupun imigran lain. Komentar miring yang saya terima justru dari seorang Indonesia, yang selama di Indonesia gak pernah kerja kantoran, dia mengkritik pilihan saya mengenakan celana warna-warni saat winter. Celamitan dan banyak banget waktunya untuk ngurusin baju orang.

Anyway, sekarang tak punya pakaian formal untuk ngantor. Pakaian saya semuanya casual. Saat ngantor pun saya konsisten kasual, hanya mengenakan celana jeans dan kemeja. Kaos oblong hanya saya kenakan saat musim panas. Buat saya, gaya pakaian ini selain nyaman juga lebih ramah lingkungan, karena baju kita sehari-hari bisa dipakai ngantor.

Finally, tulisan ini terinspirasi dari rekan blogger kesayangan saya, http://www.ceritaeka.com yang harus ngantor pakai seragam. Lalu saya jadi ngeh kalau selama ini saya gak pernah disuruh pakai seragam untuk ngantor, kecuali kalau pas outing. Fiuh…

xoxo,
Tjetje

Show me love, leave your thought here!

Halo!

Selamat datang di binibule.com! Saya diaspora Indonesia yang bermukim di Irlandia. Blog ini diramaikan dengan tulisan bertema gado-gado yang dulu sering saya baca di majalah Femina.

Jangan sungkan tinggalin komen dan ngobrol ya! Siapa tahu dari komentar bisa jadi obrolan panjang atau malah jadi tulisan blog berikutnya!

Saya juga bisa ditemukan di sini: