Aktivitas Khas Natal

Di saat Indonesia gaduh dengan politik yang memanas, hoax yang bikin mengelus dada hingga soal ribut mengucapkan selamat Natal,  saya di Irlandia juga gaduh dengan tumpukan hadiah Natal yang belum dibungkus serta daftar belanjaan hadiah yang belum dipenuhi. It’s December people and Christmas is coming!!! Hohoho

Belanja hadiah saat Black Friday 

Urusan Natal identik dengan pohon Natal, hiasan Natal, lampu-lampu serta belanja. Urusan perayaan keagamaan tentunya dirayakan sebagian orang, tapi dari pengamatan saya, semua orang rasanya lebih heboh belanja (dan sebagian lainnya berbagi). Black Friday yang jatuh satu hari setelah Thanksgiving menjadi hari andalan untuk belanja hadiah-hadiah Natal karena semua toko, termasuk toko online, memberikan potongan harga, setidaknya 20%. Angka itu memang terlihat kecil, tapi bagi kami yang punya daftar hadiah panjang, signifikan banget. Awalnya Black Friday ini identik dengan Amerika, tapi karena konsepnya “bagus” untuk mendorong orang untuk belanja, jadi diadopsi dimana-mana termasuk diadopsi toko-toko di Irlandia pada tahun 2014. Soal keriuhan toko jangan ditanya deh, padat merayap dan diwarnai tubrukan kecil disana-sini.

View this post on Instagram

Good morning from Henry Street #Dublin.

A post shared by Ailsa Dempsey (@binibule) on

Belanja di Christmas Market

Pasar-pasar Natal juga mulai marak, tak hanya di ruang publik tetapi juga di dalam kantor saudara-saudara. Mungkin kalau dalam bahasa Indonesia bazaar. Yang dijual macam-macam, dari mulai pernak-pernik Natal, hingga pengalaman naik komidi putar. Satu hal yang khas dari Christmas Market adalah stand yang menjual mulled wine, anggur panas yang dicampur dengan  buah ataupun rempah seperti kayu manis, bukan rempah merica ataupun ketumbar ya. Christmas Market favorit saya sendiri ada di Galway yang konon juga salah satu yang terbaik di Eropa. Di Indonesia, Christmas Market ini sendiri mirip dengan pasar malam.

Makan coklat Advent

Masa Advent dimulai pada hari minggu ke empat sebelum Natal, tapi untuk kepentingan makan coklat, dimulai sejak tanggal 1 Desember hingga 24 Desember. Terus terang saya tak tahu bagaimana perayaan keagamaannya, tapi bagi sebagian anak-anak dan juga orang dewasa, masa Advent adalah masanya memakan coklat setiap hari hingga menjelang Natal. Coklat Advent sendiri biasanya dijual satu kotak lengkap dengan tanggalnya, dari tanggal 1 hingga 24. Jadi ya jangan kaget kalau banyak yang menggelembung ketika Natal tiba, karena kebanyakan makan yang manis-manis. Dipikir-pikir ini persis banget kan kayak menjelang lebaran? Tiap sore makan kolak terus.

Menjadi Secret Santa (Kris Kindle) 

Tukar-menukar kado itu berat say, apalagi ketika tak ada THR. Kalaupun dapat bonus dari kantor, biasanya bonus ini akan dipotong pajak sebesar setidaknya 50%. Mabuk, mabuk deh ya. Nah supaya kantong tak jebol karena harus memberi banyak hadiah untuk orang lain, beberapa keluarga, atau bahkan di kantor menerapkan Kris Kindle. Melalui kris Kindle generator, tiap orang diacak untuk mendapatkan satu buah kado. Nilainya ditentukan, ada yang mulai 10€ atau bahkan mulai 50€. Tergantung kesepakatan bersama. Lagi-lagi tradisi ini memiliki kemiripan dengan tradisi tukar kado yang dibungkus kerta koran di Indonesia.

Kirim surat dan menengok Santa

Nah ini dia acara favorit sebagian anak-anak di berbagai belahan dunia: menengok Santa (atau yang biasa dipanggil Santy Claus) dan tentunya mendapatkan hadiah Natal. Tradisi ini buat saya sangat konyol karena anak-anak dibohongi dengan eksistensi Santa, tapi bagi banyak anak dan keluarga tradisi ini penting karena memicu imajinasi dan mimpi-mimpi manis anak.

Antrian menengok Santa sendiri lumayan panjang dan orang tua yang serius harus membuat janji pertemuan sejak lama lho. Di gedung tempat saya kerja saya sempat melihat wajah-wajah anak yang baru bertemu Santa, tentunya wajah mereka sumringah berat karena tangan menenteng hadiah. Who doesn’t?

Salah satu ritual ketika duduk di pangkuan Santa adalah memberitahu apa permintaan kita kepada Santa. Permintaan yang konon akan dipenuhi jika selama setahun terakhir ini kita tidak nakal. Sepanjang tahun ini saya rasanya telah menjadi anak baik dan jarang nakal. Nah, pastinya saya boleh dong memohon satu permintaan pada Santy. If I could wish, saya ingin semua teman-teman dan juga pemeluk agama Kristiani di Indonesia bisa menjalankan ibadahnya tanpa rasa takut digerebek organisasi radikal. Sedih banget rasanya baca status teman-teman yang minoritas pada ketakutan setiap menjelang Natal. Takut dibom, hingga takut digerebek organisasi massa. Saya hanya ingin semua orang bisa bebas mengekspresikan kepercayaan keagamaannya tanpa perlu takut dengan mereka yang tak mengakui keragaman agama di Indonesia. Karena Natal itu seharusnya dirayakan dengan damai, bukan ketakutan.

Kamu, punya rencana apa liburan Natal ini?

xx,
Tjetje