-
Continue reading →: Diaspora, Dana Darurat & Sumbangan
Salah satu hal yang WAJIB dimiliki oleh diaspora yang tinggal jauh dari tanah air adalah dana darurat. Ini wajib, gak ada pilihannya untuk tidak punya. Kita yang tinggal jauh dari tanah air dan keluarga ini harus siap ketika mendadak diperlukan kehadirannya di tanah air. Sebenarnya dana darurat ini tak hanya…
-
Continue reading →: Malas Jalan Kaki
Kantor saya di Jakarta dulu terletak di area Senopati, kalau waktu makan siang, saya dan beberapa rekan kantor sering melipir ke Plaza Senayan (PS). Kendati jarak dari kantor ke PS tak sampai 15 menit berjalan kaki, saya selalu naik taksi dan menolak jalan kaki. Bagi saya, jalan kaki ketika makan…
-
Continue reading →: Diaspora Tanpa Modal
Menjadi pelaku perkawinan campur itu sungguh penuh dengan tantangan. Mau di negeri sendiri atau bahkan di negeri orang lain, kami sering kali dicela karena pilihan hidupnya. Tak jarang bahkan kami digeneralisasi dengan aneka label-label negatif. Pada saat yang sama, hidup sebagai diaspora pelaku kawin campur itu juga dilihat sebagai hidup…
-
Continue reading →: Setelah Storm Éowyn Berlalu
Awal tahun ini dimulai dengan badai angin besar di Irlandia yang menyebabkan peringatan warna merah di seluruh pulau Irlandia (Republik dan juga Irlandia Utara). Warna ini berarti kita tak boleh keluar rumah, sekolah diliburkan dan jika memungkinkan harus bekerja dari rumah. Khusus badai Éowyn ini bahkan ada resiko kematian. Sebegitu…
-
Continue reading →: Glamorisasi Hidup di Luar Negeri
Seiring dengan makin ramainya pilihan media sosial, saya semakin banyak melihat kehidupan di luar negeri yang digambarkan sebagai kehidupan yang sempurna dan jauh lebih baik ketimbang Indonesia. Semua tertata, hidup indah, taman-taman penuh bunga dan langit selalu biru dan gaji besar. Dari dulu, saya paling anti dengan menggambarkan kehidupan di…
-
Continue reading →: Menjelaskan Latar Belakang Diri
Pernah bertemu orang -orang yang tiba-tiba menjelaskan latar belakang mereka secara details, dari ekonomi, keluarga, pendidikan tanpa diminta? Tidak dengan nada mengobrol, tapi dengan nada congkak-congkak dikit untuk memosisikan diri dan tentunya bukan saat wawancara kerja apalagi wawancara calon mantu ya. Interaksi pertama dengan individu seperti ini terjadi di Jakarta,…
-
Continue reading →: Makanan Indonesia di Luar Negeri
Ketika datang ke sini saya gak bisa masak, gak tahu cara rebus telur. Teman-teman kantor saya bahkan sampai berbaik hati membuatkan buku resep dan menurunkan aneka resep keluarga ke saya supaya saya belajar masak. Sampai di Irlandia, saya nasi goreng aja pesen. Si Ibu yang saya pesenin aslinya gak jualan…
-
Continue reading →: Pergaulan Luar Negeri
Salah satu perjuangan ketika baru pindah ke luar negeri itu adalah soal pergaulan, berkenalan dengan orang atau bahkan mencari teman baru. Datang ke negara baru tak kenal orang, lalu muncul keinginan untuk berkumpul dengan saudara satu bangsa sangat tinggi, tapi keinginan ini tak selamanya disambut tangan terbuka. Pergaulan orang-orang Indonesia…
-
Continue reading →: Bystander Bullying
⚠️ Peringatan pemicu. Tulisan ini membahas mengandung tema sensitif tentang perudungan yang ditulis berdasarkan real life experience. Beberapa bulan lalu ada teman menghubungi saya. Ia mencurahkan hatinya yang gundah gulana, karena akan mengadakan makan-makan, tapi dilarang mengundang saya! Ia pun berkeluh kesah dan mempertanyakan ketidakdewasaan orang yang melarangnya. Hatinya berontak,…
-
Continue reading →: Istri Kedua
Istri kedua adalah perempuan yang biasanya dinikahi secara agama oleh pria yang masih memiliki istri sah dan belum (atau bahkan tidak mau) bercerai dari istri yang sah secara hukum. Status mereka sangat lemah & dapat ditinggalkan kapan saja. Istri kedua ini sering menjadi musuh bersama, musuh dari keluarga istri pertama,…





