-
Continue reading →: Halloween: Tradisi Pagan dari Irlandia
Halloween baru saja usai pada pada akhir bulan Oktober kemarin. Di Irlandia, rumah dan tempat asal dari Halloween, perayaan ini disebut sebagai Samhain. Tradisi ini merupakan tradisi yang berasal dari Celtic pagan untuk memperingati perubahan musim, dari musim panas menuju musim dingin yang gelap. Oh ya, Halloween sendiri merupakan tradisi…
-
Continue reading →: Diaspora Palsu: Duta Cuih & Dublin 18
Selama tinggal di Irlandia, saya sudah banyak melihat media sosial menjadi alat untuk berbagi kepalsuan yang sudah dipoles sedemikian rupa supaya supaya orang tampak “wow”. Tapi begitu layar disibak, banyak kebohongan yang diunggah di media sosial demi mencari validasi. Dari yang paling sederhana, gelas cocktail pinjaman untuk konten “have fun“,…
-
Continue reading →: Cinta Lintas Bangsa & Minta Uang Saku
Hubungan cinta lintas bangsa itu warna-warni. Di satu sisi ada yang diberikan kesejahteraan oleh pasangannya ketika masih pacaran, di sini lain ada yang bergulat bertahan hidup supaya anaknya punya perut kenyang di negeri orang. Tulisan ini hasil observasi saya ketika membaca, melihat, atau bahkan mendengar perjuangan diaspora pelaku kawin campur.…
-
Continue reading →: Persyaratan Gaji Minimal Untuk Visa Pasangan Irlandia
Waktu saya pindah ke Irlandia dulu, saya takjub dengan proses pengajuan visa yang relatif santai. Slip gaji hanya diminta ketika saya mengajukan visa untuk pindah ke Irlandia. Begitu sampai Irlandia dan melaporkan diri ke imigrasi untuk perpanjangan visa, tak ada pertanyaan tentang gaji sama sekali. Tak ada proses screening untuk…
-
Continue reading →: Diaspora, Dana Darurat & Sumbangan
Salah satu hal yang WAJIB dimiliki oleh diaspora yang tinggal jauh dari tanah air adalah dana darurat. Ini wajib, gak ada pilihannya untuk tidak punya. Kita yang tinggal jauh dari tanah air dan keluarga ini harus siap ketika mendadak diperlukan kehadirannya di tanah air. Sebenarnya dana darurat ini tak hanya…
-
Continue reading →: Malas Jalan Kaki
Kantor saya di Jakarta dulu terletak di area Senopati, kalau waktu makan siang, saya dan beberapa rekan kantor sering melipir ke Plaza Senayan (PS). Kendati jarak dari kantor ke PS tak sampai 15 menit berjalan kaki, saya selalu naik taksi dan menolak jalan kaki. Bagi saya, jalan kaki ketika makan…
-
Continue reading →: Diaspora Tanpa Modal
Menjadi pelaku perkawinan campur itu sungguh penuh dengan tantangan. Mau di negeri sendiri atau bahkan di negeri orang lain, kami sering kali dicela karena pilihan hidupnya. Tak jarang bahkan kami digeneralisasi dengan aneka label-label negatif. Pada saat yang sama, hidup sebagai diaspora pelaku kawin campur itu juga dilihat sebagai hidup…
-
Continue reading →: Setelah Storm Éowyn Berlalu
Awal tahun ini dimulai dengan badai angin besar di Irlandia yang menyebabkan peringatan warna merah di seluruh pulau Irlandia (Republik dan juga Irlandia Utara). Warna ini berarti kita tak boleh keluar rumah, sekolah diliburkan dan jika memungkinkan harus bekerja dari rumah. Khusus badai Éowyn ini bahkan ada resiko kematian. Sebegitu…
-
Continue reading →: Glamorisasi Hidup di Luar Negeri
Seiring dengan makin ramainya pilihan media sosial, saya semakin banyak melihat kehidupan di luar negeri yang digambarkan sebagai kehidupan yang sempurna dan jauh lebih baik ketimbang Indonesia. Semua tertata, hidup indah, taman-taman penuh bunga dan langit selalu biru dan gaji besar. Dari dulu, saya paling anti dengan menggambarkan kehidupan di…
-
Continue reading →: Menjelaskan Latar Belakang Diri
Pernah bertemu orang -orang yang tiba-tiba menjelaskan latar belakang mereka secara details, dari ekonomi, keluarga, pendidikan tanpa diminta? Tidak dengan nada mengobrol, tapi dengan nada congkak-congkak dikit untuk memosisikan diri dan tentunya bukan saat wawancara kerja apalagi wawancara calon mantu ya. Interaksi pertama dengan individu seperti ini terjadi di Jakarta,…





