Percintaan Beda Agama

Percintaan beda agama di lingkungan kita merupakan sebuah hal yang tak hanya dianggap tabu, tapi juga dianggap sebagai sebuah dosa yang harus dihindari. Mungkin saya agak keras dalam mendeskripsikannya, tapi begitulah realitanya. Para pelaku percintaan beda agama, sering dihujat karena tak bisa mengendalikan dirinya, bahkan dituduh lebih mencintai manusia lainnya ketimbang Tuhannya. Padahal, cinta yang menyesap di hati itu datangnya dari Tuhan juga kan?

Di berbagai tempat di belahan dunia (tentunya tak semua) percintaan dengan perbedaan agama adalah sebuah hal yang normal. Dua orang dengan keyakinan yang berbeda, sekalipun keyakinannya bertabrakan bisa hidup bersama, bahkan bisa perkawinannya bisa disahkan secara legal karena negara mengakui hak masyarakatnya. Di Indonesia sendiri, percintaan beda agama identik dengan Jamal Mirdad dan Lidya Kandouw. Konon, karena perkawinan merekalah  UU perkawinan no 1 dirubah dan perkawinan beda agama menjadi sebuah hal yang sulit untuk dilakukan. Konon lho ya!

Sebagai pelaku percintaan beda agama, saya tak begitu melihat tantangan, karena sesungguhnya saya sangat cuek untuk urusan agama. Prinsip saya, agamamu ya agamamu, agamaku ya agamaku. Orang mau ngomong apa, saya juga cuek bebek, yang penting saya happy. Kalau soal cuek, saya memang gak beda-beda jauh lah sama Syahrini. Tapi kenyataannya tak semua orang bisa seperti, banyak tantangan yang dihadapi pasangan beda agama, apalagi kalau sudah melibatkan anak.

Photo: koleksi pribadi

Keluarga

Berhadapan dengan keluarga dan meminta restu untuk percintaan yang hampir terlarang ini dianggap mimpi buruk karena banyak ditentang. Bagus kalau cuma ditentang, yang dipaksa untuk putus cinta atau diancam dibuang dari keluarga serta dicoret dari daftar warisan juga tak sedikit.

Lalu bagaimana mengatasinya? Kalau nekat sih cuek bebek aja, melenggang kawin tanpa memberitahu keluarga, apalagi kalau pasangan memang dirasa pilihan terbaik. Tapi kalau gak bisa cuek, tentunya harus nyoba mati-matian untuk meyakinkan keluarga. Gimana caranya? ya dengan komunikasi yang baik, kadang berhasil, kadang tidak.

Tak cuma keluarga yang perlu dihadapi, masyarakat sekitar yang penuh dengan pandangan mata penuh hujatan dan mulut yang ngalah-ngalahin lambe turah juga perlu dihadapi. Apalagi mereka yang hobi banget ngingetin soal dosa, hingga nyinyir soal label-label, kebiasaan, atau jenis makanan yang dimakan sang pacar. Kalau sudah gini, kuping harus ditebalkan.

Pindah Agama

Memilih berganti keyakinan karena perkawinan itu menjadi sebuah hal yang biasa di telinga kita dan seringkali menjadi alternatif penyelesaian percintaan beda agama. Satu pihak kemudian diminta mengalah untuk mengikuti agama pasangannya. Biasanya, sang perempuan diminta berpindah, karena pria diidentikkan memimpin rumah tangga. Jika kemudian yang berpindah menjadi relijius, hal tersebut seringkali dianggap sebagai bonus dan sang pelaku biasanya dipuja-puja di agama barunya. Sementara jika tak menjadi relijius, banyak bisik-bisik  yang menghujat karena kepindahan agama hanya untuk urusan administrasi saja.

Pada saat yang sama, ketika hubungan percintaan tak berhasil dan yang berpindah kembali ke agama asalnya, pergunjingan pun tak berhenti. Ya intinya semua harus digunjingkan lah ya, apalagi kalau yang pindah-pindah agama ini artis papan atas Indonesia.

Makanan

Banyak pemeluk agama yang memiliki pantangan makanan tertentu. Yang satu makan babi, yang satu tak makan sapi. Gak usah dibikin ribet, meja makan tinggal ikan, sayur, kambing atau keluarga unggas deh. Repot ketika ada acara-acara keluarga yang melibatkan menu-menu khusus? Gak usah dibikin repot juga sih, karena sebenarnya pantangan makanan ini tak ubahnya seperti alergi. Tinggal bilang aja, alergi makan babi, atau alergi makan sapi. Pada saat yang sama, diperlukan toleransi yang cukup tinggi untuk membiarkan pasangan makan makanan yang diinginkan.

Soal Anak

Pertanyaan standar yang muncul dari orang ketika kedua belah pihak memutuskan memeluk agama masing-masing adalah soal membesarkan anak. Mau dibesarkan jadi apa anaknya nanti? Ya dibesarkan jadi orang baiklah!

Anak-anak belum bisa diminta memilih agama sejak usia dini dan banyak kasus dimana orang tua akhirnya berebut ingin mengajarkan agama yang dirasa paling baik. Gesekan juga muncul pada saat perayaan hari besar. Pada saatnya nanti, anak-anak ini juga akan ada pada posisi untuk memilih salah satu, atau sekalian tak memilih sama sekali. Hal-hal seperti ini sebaiknya dibicarakan jauh-jauh hari sebelum proses pembuatan anak dimulai. Lagi-lagi, toleransi dan negosiasi punya peran besar.

Penutup

Percintaan beda agama itu gampang-gampang susah, dibawa gampang yan gampang, dibikin ribet juga bisa. Tak semuanya bisa hidup berdampingan, karena seperti yang saya bilang di atas, perlu tingkat toleransi yang tinggi, kuping yang tebal serta kacamata kuda. Tantangan ini akan jadi semakin berat jika ajaran agama yang dianut jauh berbeda dan sangat bertabrakan. Para pelaku percintaan beda agama biasanya bergulat banyak dengan batinnya, dari soal keseharian hingga soal prinsip ajaran agama. Nah, sebagai penonton gulat yang baik, ada baiknya kalau kita duduk manis saja, gak usah membuat pusing dengan pertanyaan-pertanyaan nyinyir, apalagi sibuk ngitung dosa orang lain. Hitung dosa sendiri aja lah.

Punya cerita soal percintaan beda agama?

xx,
Tjetje

Advertisements

Cara Kawin Beda Agama di Hong Kong

Perkawinan beda agama di Indonesia tidak dimungkinkan dan sepengetahuan saya, hanya Gereja Katolik yang mau mengawinkan pasangan beda agama. Sebagai alternatif, banyak negara di dekat Indonesia yang mau mengawinkan pasangan beda agama. Yang terdekat tentu saja Singapura, ada pula Thailand, Hong Kong dan juga Australia. Dari semua negara itu, Hong Kong merupakan pilihan yang paling mudah karena tidak minimum stay di sana (Singapore mewajibkan salah satu pihak untuk stay minimal 15 hari), tanpa visa, prosesnya mudah dan cepat, bahasanya Inggris (Thailand punya bahasa sendiri dan semua dokumen harus diterjemahkan dahulu) dan biayanya jauh lebih murah ketimbang panggil pegawai KUA di negeri ini (yang tarifnya tak jelas, apalagi kalau kawinnya sama bule). Sementara Australia saya tidak melakukan riset, karena WNI perlu visa untuk kunjungan ke Aussie. Pendaftaran perkawinan di HK juga relatif mudah, bisa dilakukan melalui pos, tiga bulan sebelum tanggal perkawinan yang kita pilih.

Dokumen-dokumen yang harus disiapkan untuk kawin di Hong Kong, dengan asumsi kedua belah pihak sama-sama single, tidak pernah menikah dan tidak punya anak adalah:

  • Copy passport kedua belah pihak
  • Bank Draft yang ditujukan ke: The Government of the Hong Kong Special Administrative Region senilai 305 HKD
  • Notice of Intended Marriage (dilegalisir notaris)
  • Form MR21B
  • Perlu dicatat bahwa pada saat perkawinan, pasangan pengantin perlu membawa dua orang saksi.

Mari kita bahas satu-satu biar nggak pusing, saya nggak akan bahas tentang passport karena asumsinya sudah tahu apa itu passport.

Bank Draft

Bank draft di Indonesia bisa dibeli di BCA, biayanya 50.000 rupiah & perlu waktu sehari bagi BCA untuk bikin. Belinya di teller langsung, atau bisa juga ke customer service dulu. Masalahnya,nggak semua teller BCA itu ngerti apa bank draft, apalagi yang baru-baru dan pakai tanda Bhakti BCA, pasti langsung bingung. Jadi kalau si mbak teller kebingungan, suruh panggil manajernya langsung.

Bank Draft

Notice of Intended Marriage

Form ini boleh diisi dengan tangan aja. Jika anda sama-sama single maka yang diisi dari halaman satu sampai tiga saja, jangan di print bolak balik supaya nanti ada tempat untuk legalisir.

Pastikan sudah tahu dimana lokasi yang akan dipilih. Yang enak sih di Cotton Tree Drive Marriage Registry karena deket dengan taman. Nanti setelah kawin bisa langsung foto-foto. Nggak perlu malu, banyak banget penganten (dan juga mahasiswa yang habis wisuda) foto-foto heboh disitu. Jangan takut dipalak sama pegawai pertamanan juga karena foto pakai baju penganten, karena cuma di Jakarta yang PNSnya berani ngerampok rakyat.

Form notice of intended marriage ini ditandatangani salah satu pihak yang melapor saja dan HARUS dilegalisir oleh Notaris dalam bahasa Inggris. Kita tidak perlu tanda tangan di atas materai sementara Notaris akan melegalisir di atas materai. Biaya legalisir ini macam-macam, kisarannya sekitar 300ribu rupiah. Yang dilegalisir bagian belakang dari lembar pertama, bentuk legalisirnya seperti ini:

Notaris Legalisasi

Perlu diingat selambat-lambatnya 3 hari sebelum perkawinan, pasangan calon pengantin akan diminta untuk datang dan menghadap. Oleh karena itu perhitungkan tanggal perkawinan dengan baik. Jika tanggal yang dipilih jatuh pada hari Senin, maka calon pengantin harus menghadap selambat-lambatnya hari Kamis minggu sebelumnya. Kalau saran saya, mendingan kawin hari Kamis pagi dan lapor hari Senin (jadi bisa terbang ke HK hari Minggu). Perkawinan pagi, kemudian siangnya bisa langsung ke KJRI. Jangan lupa check hari libur di HK juga ya.

Form MR 21 B

Form ini rasanya cukup jelas & bisa diisi dengan bolpen hitam atau biru. Jangan lupa mencentang bahwa pendaftaran dari outside HKSAR. Pada bagian primary contact silahkan dicentang siapa yang menjadi kontak utama. Tapi jika ada apa-apa, yang akan dikontak tetap dua belah pihak. Alamat kedua belah pihak juga boleh tidak sama.

Seluruh dokumen tersebut dikirimkan via post tercatat, kalau dari Jakarta biaya pengirimannya sekitar 150 ribu rupiah. Alamat pengirimannya disini:

The Marriage Registration and Records Office
3/F, Low Block
Queensway Government Offices
66 Queensway
Hong Kong

Nanti tunggu aja, sekitar 12 hari kerja setelah kita kirim mereka akan kasih email panggilan. Saran saja, jangan beli tiket pesawat sampai dapat email panggilan ini, karena kadang aturan mereka bisa berubah. Ada pengalaman dari pembaca, mereka diminta menghadap empat hari sebelum perkawinan. Kalau ada pertanyaan bisa diajukan ke email: enquiry@immd.gov.hk. Mereka sangat membantu!

Untuk dokumen pendaftaran silahkan di download disini (ada dua dokumen ya) :

1) OM forms

2) mr21b

Dokumen ini bisa diupdate sewaktu-waktu, jadi cek dengan mereka apakah form ini masih dipakai.

Berapa biaya perkawinan di Hong Kong?

Biayanya tergantung tanggal yang kita pilih. Kalau milih weekend, akan lebih mahal. Ini tabel biaya yang saya download dari website imigrasi mereka:

biaya perkawinan

Untuk cara pelaporan sebelum perkawinan, upacara perkawinan, hingga pelaporan di Kedutaan Indonesia bisa dibaca disini.

Pertanyaan boleh juga diajukan ke saya via email: binibule.com(at)gmail.com; tapi sebelum nanya baca dulu dua atau tiga kali ya, biar saya nggak bolak-balik ditanyain pertanyaan yang jawabannya sudah ada di postingan ini -> rada gemes.

Jangan lupa juga baca komentar-komentar di bawah, karena kadang aturan berubah.

Hong Kong kawin