Jatuh Cinta Dengan Halong Bay

Halong Bay adalah warisan kebudayaan UNESCO yang terletak di Utara Vietnam yang bisa dicapai empat jam dari Hanoi. Cara paling mudah untuk mencapi Halong Bay adalah membeli paket perjalanan yang bisa dengan mudah ditemukan di berbagai biro perjalanan. Saya kesana, tiga tahun lalu dan perjalanan selama 2 malam satu hari dibandrol seharga  250 ribu rupiah saja.

DSCF1839

Foto courtesy of G

Paket perjalanan biasanya meliputi penjemputan di Hanoi pada pagi hari, sekitar pukul 07.30. Saat saya dijemput, ada dua orang nenek yang bergabung bersama orang-orang asing. Nenek bersepatu hak tinggi ini sangat cerewet, tak berhenti bicara dari Hanoi hingga Halong Bay. Toilet di dalam perjalanan sangatlah susah, sehingga saya dan seorang perempuan asing sukses buang air di pinggir jalan tol. Baru menjelang tengah hari kami diberhentikan di toko oleh-oleh yang super mahal yang mematok ongkos toilet sebesar 5000VND yang kira-kira setara 2500 rupiah.

Suasana Halong Bay di siang itu sangatlah ramai, kacau dan ‘meriah’, khas Asia banget. Para traveler yang akan kembali bebarengan dengan yang akan naik, masih dicampur oleh awak kapal yang yang akan berlayar kembali, lengkap dengan  semua logistiknya, dari sayur, buah hingga tisue toilet.

Image

Kapal kecil yang membawa kami ke Amigo Junk Boat

Harga kapal menentukan makanan yang disajikan, karena kapal yang saya bayar ‘agak mahal’, otomatis makanannya cukup berlimpah, lima macam. Pencuci mulutnya tentu saja tidak enak, karena orang Asia memang tak jago bikin pencuci makanan. Kunci kamar sendiri baru dibagikan setelah selesai makan. Kamar yang saya tempati sangat nyaman, dengan AC (yang tak boleh dinyalakan hingga malam) dan kamar mandi yang bersih. Niatan saya untuk mandi terpaksa urung karena semua penumpang dibawa ke dalam sebuah goa. Dan nenek-nenek cerewet tersebut masih konsisten dengan kecerewetannya dan hak tingginya.

Namanya juga ikut tur, jadi belum puas menyusuri gua, kami pun digiring untuk melanjutkan aktivitas selanjutnya, kayaking. Tapi semua peserta terpaksa harus menanti sekitar 10 menit karena dua orang nenek tercinta itu tak kunjung kembali. Ya gimana nggak lambat, masuk gua naik turun pakai high heels. Saking cintanya dengan sepatu hak tinggi, nenek-nenek ini juga kayakin pakai high heels. Gak kebayang deh gimana ribetnya, karena kayakin di Halong Bay penuh dengan tantangan. Lebih tepatnya penuh dengan kapal yang berseliweran.

Sekitar jam 5 sore kami dikembalikan ke junk. Mereka yang punya nyali melawan dingin dipersilahkan berenang, sedangkan mereka yang ayu dan kemayu (seperti saya) langsung mandi. Keputusan mandi ternyata sangatlah bijak, karena yang mandi awal kebagian air hangat. Rupanya air hangat di dalam kapal sangatlah terbatas. Oh ya, AC kamar masih belum nyala dan baru akan dinyalakan sebelum tidur.

Setelah mandi, saya menyempatkan diri memberi penganan dari kapal kecil yang merapat. Kapal ini tak hanya menjual jajanan, tapi juga minuman alkohol. Sebenarnya, kami tidak diperkenankan oleh awak kapal untuk membeli, bahkan bisa didenda. Menjual minuman merupakan cara bagi awak kapal untuk mendapatkan uang tambahan, tapi dasar saya orang Indonesia yang nggak pernah sudi bayar mahal dan doyan yang murah meriah, saya nekat beli. Pas ditegur saya ngeloyor aja pura-pura nggak dengar.

Image

Pedagang kecil yangmenjual jajanan dan juga alkohol (dari bir, wine sampai vodka)

Setelah makan malam acara pun bebas. Yang Asia berkaraoke ria hingga memekikkan telinga, sementara beberapa orang sibuk memancing tanpa hasil. Setidaknya mereka dihibur dengan beberapa ikan terbang. Saya sendiri memilih duduk di dek kapal dan membaca buku, menikmati semilir angin sambil melihat kapal mahal yang harganya 100 USD per malam. *nanti ya kalau balik lagi naik kapal itu*

Keesokannya, setelah sarapan kami diminta segera check-out karena para awak bersiap membersihkan kamar untuk traveler lainnya. Setelah itu kami diajak menyusuri Halong Bay. Ternyata perjalanan menyusuri ini bertujuan untuk mengantarkan mereka yang mengambil paket 3D2N. Mereka dipindahkan ke kapal lain, sementara kami tetap di kapal. Di pelabuhan, kami semua dijejalkan ke dalam satu mobil beserta semua bawaan. Beberapa orang terpaksa harus memangku tasnya. Tapi yang jelas, siang itu kami tak diganggu dengan ocehan dua orang nenek berhak tinggi. Fiuh…

DSCF1803

Foto courtesy of G

Plus dan Minus Amigo Boat:

  • Crewnya kurang ramah, bolak balik menunjuk tipping box (ngarep).
  • Tak ada tur menjelaskan  mana Dog Rock, Incense Burner Rock apalagi Fighting Cock Rock
  • Kamarnya bersih, tanpa kecoa.
  • Makanannya berlimpah dan enak.

Ada yang sudah pernah ke Halong Bay? 

Slainte,
Ailtje| bukan buzzer| tulisan ini disertakan untuk skyscanner bloggers party besok|
Advertisements

11 thoughts on “Jatuh Cinta Dengan Halong Bay

  1. Aku ke halong bay taon 2000 lalu, badai pula pas malem2nta hihi. Seruuuuuu pas lompat dari kapal ke air. Nyobain kano ujan2 badai. Waktu itu msh muda jd msh bernyali hihi. Skyscanner pake dong, buat ceki2 tiket doaang hihi

  2. aku ke halong bay Nov 2011, teman 1 kapal asik2 smua orgnya dr yg muda ampe tua…yg ga enak itu justru guidenya..krn hrsnya kita ada schedule ke monkey beach ya kl ga salah tp ditiadakan dgn seenaknya krn ktnya pantainya kotor…aku krn pergi sendiri akhirnya sekamar ama 1 cewe jepang yg pergi sendiri juga…kita jd akrab n kmrn br email2an mengabari kl dia menikah th lalu dan br punya baby 1 bln yg lalu…yg lucunya ada juga cowo jepang yg wkt itu travelling dgn ibunya dan gue temenan di fb…doi jg br punya anak agustus kmrn…gue jd wondering jangan2 mrk berdua jadian..kok beti gitu dpt anaknya lol

Show me love, leave your thought here!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s