Ramblings of an Indonesian Woman

Beberapa waktu lalu saya menguping obrolan sore pria-pria. Salah satu dari mereka berbicara tentang perempuan dan keperawanan (dan bagaimana ia mengambil manfaat dari perempuan yang sudah aktif secara seksual, tetapi tetap menginginkan perempuan yang masih perawan sebagai pasangan hidup). Obrolan itu dipenuhi dengan label-label negatif serta pandangan kejam terdap perempuan yang sudan aktif secara seksual (dan belum resmi kawin).  Soal moral juga menjadi bahan pembahasan, moral perempuan tentunya, karena pria ‘tak pernah dihakimi moralnya’.

Label-label kejam yang diberikan termasuk penyamaan perempuan dengan barang yang dianggap bekas pakai sungguhlah sebuah hal yang tak enak didengarkan. Anggapan tentang barang bekas ini berhubungan dengan mitos bahwa perempuan yang masih perawan, selaput daranya masih utuh dan mengeluarkan darah saat coitus. Banyak orang yang menganggap bahwa keperawanan itu identik dengan hymen ataupun selaput darah (ada juga yang menganggap keperawanan tidak pernah bersetubuh). Sungguh kepercayaan yang salah kaprah karena hymen bisa saja rusak karena olahraga seperti berkuda, panjat tebing atau bahkan aktivitas lainnya. Sialnya, mereka belum aktif secara seksual bisa kena getahnya gara-gara setitik darah.

Selain dianggap sebagai barang (bekas pula), mereka yang aktif secara seksual juga dianggap murahan dan tak bermoral. Murahan didefinisikan sebagai mudah dibawa ke atas tempat tidur. Yang menyedihkan, hanya perempuan yang dianggap buruk, sementara pria-pria ‘hanya dianggap nakal’. Tak ada yang memasang ‘label’ mahal, apalagi murah. Konon katanya perempuan itu dianggap lebih berharga dalam lingkungan sosial kita, makanya perlu dijaga kehormatannya. Ketika tak terjaga, maka perempuan dilabeli murahan (dan mahal). Bagi saya, perempuan dan pria itu sejatinya sama-sama berharga. Harusnya masyarakat juga adil, ketika sebagian perempuan dianggap murahan, sudah seharusnya sebagian pria dianggap murahan juga.

Pembicaraan sore yang ajaib itu sebenarnya bisa kita temui di banyak kesempatan dan tak hanya pria yang berbicara mengenai hal seperti itu. Perempuan pun tak kalah kejam kalau ngebahas mereka yang sudah tak perawan. Labelnya sama, malah kadang suka lebih kejam karena satu merasa lebih terhormat daripada yang lainnya. Lalu bisa dijamin ceritanya akan menyebar kemana-mana lengkap dengan jumlah pria yang sudah ditiduri. Setelah itu jangan tanya, sepintar apapun sang perempuan dia akan dilabeli ‘murahan’ hanya karena memilih aktif secara seksual. Sementara mereka yang sampai usia tertentu masih belum aktif secara seksual, apalagi jika emosional, alamat bakal dibicarakan tak tenang karena belum melakukan coitus.

hymen

Obsesi kita terhadap hymen nampaknya berlebihan, mending kalau hanya dengan hymen sendiri, tapi kalau sampai negara ngurusin selaput dara orang lain itu rasanya gila. Di banyak instasi, terutama yang berhubungan dengan keamanan negara, hymen menjadi salah satu satu bahan pemeriksaan dalam seleksi penerimaan. Perempuan harus rela ‘mahkotanya’ di cek, lalu di dokumentasikan ke atas kertas. Bahkan, tak hanya mereka yang ingin mengabdi kepada negara yang harus dicek. Mereka yang ingin menjadi istri tentara pun harus melewati test semacam ini. Ada yang merasa bahagia dan bangga setelah berhasil melewati tes ini, bangga karena bisa membuktikan keteguhan hatinya untuk menjaga kesuciannya. Good for her. Saya pribadi, jika disuruh menjalani tes ini akan merasa sangat terlecehkan, karena kualitas saya ada di dalam kepala, bukan diapit dua kaki saya.

Saking sukanya ngurusin selangkangan orang lain, media kita juga tak malu-malu memberitakan artis A, B, C melakukan operasi untuk ‘mengembalikan keperawanannya’. Sungguh pemberitaan yang tak ada nilai manfaat dan tak menunjukkan kualitas sebagian media kita. Saya lebih tak paham lagi kenapa para artis ini sibuk menceritakan selangkangannya ketimbang pecapaiannya. Oh mungkin tak ada penghargaan yang bisa diceritakan.

Kita bukan satu-satunya yang suka ngurusin keperawanan lho. Di Afrika sana banyak pria yang memperkosa perempuan-perempuan muda karena ada kepercayaan bahwa berhubungan dengan perempuan yang masih virgin akan menjauhkan dari HIV/AIDS. Perempuan-perempuan di banyak negara juga banyak yang mengalami nasib tragis karena dibunuh atas nama honour killing, salah satu alasannya ketika membawa malu keluarga karena tidak lagi perawan.

Kami, yang memiliki pasangan asing, juga tak terlepas dari obsesi orang lain. Saya setidaknya pernah menerima pertanyaan apakah saya masih perawan atau tidak? Sayangnya pertanyaan ini tidak datang dari dokter yang sedang mendiagnosa. Pertanyaan itu bagi saya sangat mengganggu karena terlalu pribadi.

Sopankah bertanya tentang keperawanan orang lain? Kalapun kalian bertanya, kenapa?

xx,
Tjetje
Postingan lama tentang pertanyaan pribadi bisa dibaca disini

87 responses

  1. zilko Avatar

    Begitulah di Indonesia ya, suka mencampuri urusan orang lain, hehe 🙂 .

    1. Binibule.com [Tjetje] Avatar

      Iya Zilko, tanya kapan kawin sudah kurang gaul. Nanyanya lebih dalam lagi.

  2. denaldd Avatar

    Belum pernah kepikiran dan memang tidak terpikir akan menanyakan keperawanan karena aku tidak akan suka kalau ditanya hal yang sama, jadi tidak akan menanyakan hal itu juga ke orang lain. Meskipun yaaa tetap saja ada yang nanya “den, pas malam pertama masih berdarah ga? Atau jangan2 sudah DP duluan. Bule kan seneng DP duluan” duh mulutnya minta diplester!!
    Bukan masalah sopan atau tidak. Tapi masing-masing orang kan punya pilihan hidupnya sendiri. Dan kalaupun sudah tidak perawan, terus kenapa? Kalau perawan trus kenapa? Aku tetap ga habis pikir antara hubungan perawan tidaknya dengan persyaratan masuk sekolah atau instansi lainnya. Ngomongin moral? Moral macam apa yang ingin dikejar oleh segelintir kepentingan dinegara ini.

    1. Binibule.com [Tjetje] Avatar

      Wah Den aku prihatin kamu dikomentarin begitu. Untungnya gak ada yang reseh nanya soal malam pertama sama aku.

      Konon ya untuk istri-istri itu untuk membuktikan bahwa mereka bisa mengontrol diri, jadi nanti kalau ditinggal pasangannya ke medan perang gak akan macam-macam.

  3. Lorraine Avatar

    Ini serius tanya ya Tje, apakah pemerintah Indonesia ditanya secara resmi oleh lembaga HAM? Ini kan menyangkut HAM, my body my choice. Aku prihatin dengan obsesi ke selaput dara ini. Standar ganda dan yang dirugikan selalu perempuan.

    1. Binibule.com [Tjetje] Avatar

      Tahun lalu tuh yang heboh Polwan test keperawanan Mbak kalau gak salah ada satu human rights intitusi yang bikin report. Tapi Indonesia mah kalau gitu gak begitu digubris, heboh sebentar terus tenggelam lagi. Katanya sih mau dihapuskan, tapi aku gak tahu akankah dihapuskan atau tidak. Yang belum kejamah nih TNI Mbak.

      Harusnya dokter-dokter itu menolak melakukan test tersebut.

    2. Binibule.com [Tjetje] Avatar

      Alamak, ternyata ada buku kisi-kisi segala untuk menghadapi test keperawanan. Duh Gusti negoro opo iki…..

      http://www.hrw.org/id/news/2014/11/17/indonesia-hapus-tes-keperawanan-untuk-polwan

      1. Lorraine Avatar

        WT….!!! Ngilu dan berang baca cerita para (calon) polwan yang ikut tes ini Tje. Kok tega ya dan BUAT APA?

      2. Binibule.com [Tjetje] Avatar

        Gak jelas peruntukannya apa. Buat menunjukkan dominasi pria mungkin.

    3. Rick25 Avatar
      Rick25

      My body my choice? Our body is belong to god…..kita hanya di amanatkan utk menggunakannya….jd jgn sombong…patuhi sang khalik

      1. Binibule.com [Tjetje] Avatar

        My body my choice itu memberikan kebebasan dan penghormatan. Kalau orangnya memilih untuk mengikuti aturan sosial dan agama, tentunya hal tersebut merupakan pilihan. Intinya ada pada pilihan terhadap pemilik tubuh. Bukan sosial, apalagi pria yang boleh mengatur tubuh perempuan.

      2. Lorraine Avatar

        Jika anda tidak setuju dengan pendapat saya, silahkan tulis pendapat anda pribadi tanpa menyebut saya sombong. Anda tidak kenal saya, hanya berdasarkan membaca komen saya diatas mencap saya sombong? Hebat sekali. Hormati beda pendapat, itu etiket berdiskusi.

        Seperti Ailtje jelaskan diatas, artikel ini membahas, pria tidak berhak mengatur apa yang perempuan lakukan dengan tubuhnya.

  4. Frany Fatmaningrum Avatar
    Frany Fatmaningrum

    Menurut saya karena di umumnya budaya kita, laki2 nakal = wajar. Sementara, perempuan nakal = hina. Untuk saya pribadi anti nanya soal keperawanan lha wong kadang suka penasaran dengan penyimpangan seksual beberapa temen laki2 tp saya pendam aja. Kalopun benar menyimpang, urusan dialah. Tes keperawanan pun saya tidak setuju, lebih baik tes otak dan kemampuan dibanding untuk bisa masuk institusi penegak hukum “wani piro?”

  5. restu dewi Avatar

    Ngga pernah nanya dan ngga pernah ditanya soal keperawanan mba Tje..

    Tp malah ada kerabat yg nanya. “Jadi sekarang selingkuhanmu siapa?”. Saya cm bisa melongo.. Walaupun ttp dlm konteks becanda.. Tetep aja..

    1. Binibule.com [Tjetje] Avatar

      Eh buset reseh banget nanya selingkuhan siapa.

  6. kutubuku Avatar

    Sedih 😦

  7. Puji Avatar

    Tidak sopan Mba kalo menurut aku, hal itu pribadi banget

  8. joeyz14 Avatar

    Sempat juga wktu itu anak sekolah yg smp or sma juga mau tes keperawanan. Udah kurang banyak permasalahan di negara kita ini..sampe semua mau dirusin. Trua ya..lagi2 yg jdnkorban ya perempuan. Lagi2 yg ga perjaka itu ga kenapa2 ya. Hmmm

    1. joeyz14 Avatar

      *laki2 yg ga perjaka

    2. Binibule.com [Tjetje] Avatar

      Nggak ada bukti laki-laki gak perjaka, kecuali kalau dia punya penyakit menular seksual.

      1. joeyz14 Avatar

        Lol! True!!!

  9. dani Avatar

    Hahahaha. Saya juga ngerasa aneh kalo ngomongin keperawanan dan laki-laki minta calon pasangannya perawan (in terms of setitik darah lalalala) padahal dia sendiri (laki-laki) hampir bisa dipastikan tidak perjaka. Paling nggak keperjakaan sudah hilang di tangan sendiri. Memang masyarakat kita masih lebih suka ngurusin selangkangan dibanding isi kepala. Sigh.

    1. Binibule.com [Tjetje] Avatar

      Hahaha hilang di tangan sendiri dan majalah ya Dan.

      1. Febriyan Lukito Avatar

        Plus film mbak *langsung melipir*

    2. zizadesita Avatar

      Hehehe, true story ni..
      Tapi kayanya banyak yang masih malu atw ogah ngaku gak perjaka gr2 ini Dani.
      #melu ngobrol..

    3. Rick25 Avatar
      Rick25

      Sembarangan ente dani….tdk perjaka=udah pernah berhubungan intim ama cewek…onani tdk termasuk…
      Msh banyak pria yg memilih utk tdk melakukan sex-bebas krn memang prinsipnya demikian..jgn menyamaratakan semua org….picik ente! Tolong jgn serampangan dlm menilai…

      1. Binibule.com [Tjetje] Avatar

        Sebenarnya Dani nggak ngawur kok, kalau dilihat lebih dalam ini masalah konsep mendefinisikan keperawanan itu. Perempuan yang masih perawan tapi kehilangan hymen itu banyak, gak berdarah pula kalau berhubungan pertama. Lalu perempuan2 ini dituduh tidak perawan karena denifisi yang gak jelas.
        Makanya harusnya diperjelas.

      2. dani Avatar

        Uhukk!! hahaha. Makasih sudah point out betapa piciknya saya 😀

  10. Ira Avatar
    Ira

    aku pun sempet kaget mbak Tjetje saat temenku cerita kalau mau nikah sama TNI aja sampai ada tes keperawanan segala.
    Aku ga pernah nanya soal keperawanan ini. Terlalu pribadi dan ga perlu lah ngurus-ngurusin soal begini.
    Baca tulisan ini makin kaget dan sedih, karena ternyata banyak juga instansi yang meminta tes keperawanan 😦

    1. Binibule.com [Tjetje] Avatar

      One is too many Ira, harusnya tak ada lagi yang melakukan test tersebut.

      1. Ira Avatar
        Ira

        semoga prkatek praktek soal tes keperawanan ini segera dihapuskan mbak Tjetje, aamiin

  11. ellykurnia Avatar

    nggak sopan mba menurutku nanya perawan nggaknya orang lain. pribadi banget. kecuali orangnya emang mau cerita, buatku kalau gitu memang dah seharusnya kita sediakan kuping buat mendengarkan apalagi ceritanya curhat bukan yg kemana-mana. aku lebih sebel baca intronya mba, emang sering ya perempuan dianggap barang. terlalu dipojokkan sementara untuk hal yang sama kalau laki-laki sah-sah saja. suka nggak terima aku

    1. Binibule.com [Tjetje] Avatar

      Aku geram dengan kejadian itu Elly, dan pembicaraan yang aku dengarkan itu hampir setiap hari pada jam yang sama. Dari perempuan dianggap komoditi, tipe-tipe perempuan yang bisa dengan mudahnya dibawa ke atas tempat tidur sampai kerdus (kerudung dusta).

  12. Wulan Avatar

    Aku gak pernah nanya seperti ini dan (untungnya) gak pernah ditanya mungkin karena aku orangnya galak dan bisa nyakar kalau ditanya seperti ini 😀 Tapi ya gitu deh masyarakat kita….kata “privacy” gak ada dalam kamus mereka 😦

    1. Binibule.com [Tjetje] Avatar

      Wulan, aku juga galak dan judes, tapi tetep aja orang nekat nanya. Kalau ditanya kayak gini sih gak bisa keluar judesnya aku kaget buaaaaaanget.

  13. aryan801chan Avatar

    dulu pernah berfikir kok cewek mau ya diajak berhubungan badan sebelum menikah? bukan sok suci atau punya ‘moral’ tinggi, tapi karena memang bingung di mana letak daya tarik laki-laki sampai perempuan mau ‘berkorban’ (sudah sering dengar dr kecil pas cowok-cowok bergosip ttg pacar aka ‘conquest’ mereka) hati dan bodi, apalagi kalo ga sampai menikah. makanya jadi punya prinsip no sex before married. eh ternyata itu adalah side effect orientasi seksualku, or the lack of it.
    kalo soal tes keperawanan, aku rasa itu cuma untuk menunjukkan kekuasaan kaum laki-laki. angkatan bersenjata itu kan itungannya milik pria, jadi kalau ada yang mau ikutan mesti ikut peraturan mereka dan satu-satunya hal yang bisa memperlihatkan kedigdayaan kaum pria adalah me’reduce’ kemampuan dan ‘harga’ seorang wanita pada satu hal yang bahkan tidak ada standarnya.

    1. Binibule.com [Tjetje] Avatar

      Kalau ada perempuan yang memutuskan untuk aktif secara seksual concernku hanya satu, apakah mereka punya cukup pengetahuan tentang kesehatan reproduksi.
      Soal tes keperawanan, jangan sampai yang bikin aturan adalah perempuan. Minta ngajak ribut namanya.

      Eh tapi dulu ada temen yang selalu dicek keperawanannya sama ibunya secara reguler.

      1. aryan801chan Avatar

        Uhm I think that’s a bit too much..? Walaupun ibu sendiri juga tapi kalo gitu udah melewati batas ‘nyaman’

      2. Firsty Chrysant Avatar

        ini mah mak nya parah banget… Sampe rutin dicek…ckck

        pertama artinya di ga percaya sama pergaulan anak sendiri (mungkin ada beberapa faktor penyebabnya).

        Yang kedua si mak juga ngga percaya dengan dirinya sendiri.

  14. Syifna Avatar

    saya nggak pernah tanya yang begituan, karena itu memang privasi seseorang, terlalu pribadi, kebanyakan mereka malah bertanya hal itu knp saya huehehehe suweee, padahal saya nggak pernah tanya2 gitu, ish sebel 🙂

    1. Binibule.com [Tjetje] Avatar

      Aku suka bercanda ke diri sendiri, mungkin yang nanya itu ngerasa kita artis.

  15. JNYnita Avatar

    Hehe… Aku klo ke cewek gak pernah nanya, biasanya dy yg cerita duluan… Klo cowok pernaaah,,, krn pgn tau dy udah berpengalaman atau blm, dan nyesel apa nggak.. Bkn krn iseng, tp krn butuh.. Klo dy udah pengalaman dan tobat (tau itu salah dan gak mw ngelakuin lg) aku gak mpermasalahkan.. Yg penting bgmn dy skrg bukan yg lalu…
    *hhhm, ini ketauan kan nanya krn hal apa.. :p

    1. Binibule.com [Tjetje] Avatar

      Nanyain pacar ya? jangan cuma ditanya ya, tapi dibawa ke dokter juga untuk memastikan bersih *eh ngamuk ntar*

  16. ayaspromenade Avatar

    Kemaren sempet mikir ini tes apa akal2an yang korupsi aja ya? this silly test is not even real test. Daripada ngada2 gitu mending uangnya dipake buat female army/police health care fund, ya tak?

    komen buat orang2 yang masih aja ngurusin selangkangan orang lain sih cuma satu: people, please grow up.

    1. Binibule.com [Tjetje] Avatar

      Aku pernah dengar ada yang hamil bisa lolos juga, yang ngetes entah disogok berapa.

  17. Febriyan Lukito Avatar

    Aku sih gak mau tanya2 mbak. Gak sopan aja rasanya. Cuma mang dah ada dalam pikiran banyak yang dah gak. Stigma gak bener sih dalam pikiranku. Maaf ya.
    Ya kekepoan orang kadang dah gak bisa diterima akal mbak.

    1. Binibule.com [Tjetje] Avatar

      Aku juga masih sering kepleset memberi stigma di kepala, tapi bener-bener aku latih supaya gak melabeli apa-apa. Sekali kita memberi label, walaupun tak diartikulasikan, pasti akan mempengaruhi perilaku kita terhadap orang tersebut.

      1. Febriyan Lukito Avatar

        Iya mbak. Bahaya kl dibiarkan spt itu

    2. kutubuku Avatar

      Ga bener? Lebih ga bener mana orang yang having sex without getting married atau nyolong barang orang lain?

      Focus, please.

      1. Febriyan Lukito Avatar

        Nah. Mksdku pikiranku melabeli kalau bnyk yang dah gak perawan Mbak. Dan menurutku akunya sendiri harusnya gak berpikir macam itu. Gitu

  18. nayarini Avatar
    nayarini

    Ga sopan menurutku, terlalu pribadi. Setuju prinsip mbak, kualitas perempuan ada di kepala, hati, bukan di antara selangkangan. Belum pernah ada yg nanya sih meski suami bule jg. Mungkin karena ga tinggal di Indonesia ya, jadi kemungkinan kecil terlibat percakapan seperti itu.

    1. Binibule.com [Tjetje] Avatar

      Itu cuma kejadian pas pacaran aja sih, kalau sekarang pertanyaannya udah ganti barangnya gede gak?

      1. nayarini Avatar
        nayarini

        Ou em ji, seriusan nanya ukuran? Keterlaluan keponya, haha

      2. Binibule.com [Tjetje] Avatar

        Iya, size ditanya, aku yakin kalau pasangannya orang Indonesia ga bakalan ditanya deh.

  19. yayangneville Avatar

    Sedih banget, tapi inilah kenyataannya. Konon dimasa mendatang akan ada tes kepegawaian masuk Smp. Jadi makin bingung…..
    Untungnya ga ada orang yg pernah nanya tentang soal itu ke aku, atau masalah malam pertama…. Btw orang yg nanya urusan gitu, kok bisa sih?

    1. Binibule.com [Tjetje] Avatar

      Di Jawa Timur kalau ga salah ada yg mau menetapkan tes untuk anak Smp, buat mengontrol moral. Moral perempuan aja yang di kontrol, tapi moral pria engga.

  20. adhyasahib Avatar

    saya pernah punya teman jaman Baru lulus SMA dulu mbak, dia mau ikut tes polwan dan dia bilang harus tes keperawanan juga, saya waktu itu karena belum tau kalo ada tes2 keperawanan langsung kaget loh kok pake di tes segala, kalo saya pasti gak mau, kan malu banget ya kalo harus di cek2 gitu (namanya juga masih kecil ya waktu itu) 🙂

    1. Binibule.com [Tjetje] Avatar

      Ah sekarang kalau besar juga ga mau lah di cek yng ga jelas tujuannya. Kecuali kalau pap smear untuk diri sendiri ya.

  21. Dita Avatar

    Tes keperawanan itu emang gak masuk akal deh, pusing pala barbie maunya apa sih org2 ini ?!

    1. Binibule.com [Tjetje] Avatar

      Dan ini tradisi yang sudah berlangsung puluhan tahun, baru-baru ini aja diberitakan kemana-mana. Yang disorot pun hanya Polisi, TNI tidak.

      1. Christa Avatar

        Jadi tradisi nya sebenernya udah berpuluh2 tahun? astagaa kok ngga maju2 😦 harusnya effort untuk segala tes dan memperdebatkan keperawanan bisa dialihkan ke hal lain yang lebih membangun ya gak…?

  22. cerita4musim Avatar

    gimana mau nyampe ke bulan coba, perawan aja masih dipikirin, dumb and dumber !

  23. rahmabalcı Avatar
    rahmabalcı

    saya br tahu ada tes keperawanan untuk ıstrı tentara.emang tes nya gmn* ga ngerti*-*

    1. Binibule.com [Tjetje] Avatar

      Di test sama dokter, entah dokter perempuan atau pria.

  24. zizadesita Avatar

    Buat gw, keperawanan adlh sebuah mahkota, makanya wajib diberikan pd orang yg sangat2 berharga, wich is suami yg diharapkan akan mnjadi pendamping dunia aÄ·hirat. Tapi, klo sampe pernah “kecolongan” krn khilaf atwpun apalah, itu hanya wajib diperbaiki utk bersikap lebih bijak. Move on, lebih menghargai diri sendiri dg memperlakukannya lebih baik. Dan btw, perawan atw nggak, sebaiknya utk diketahui sendiri, private, dan bukan utk dibicarakan sih, kecuali utk masalah kesehatan atw perkara kriminal.

    1. Binibule.com [Tjetje] Avatar

      Nah definisi keperawanan itu ada dua, yang satu selaput yang satu belum berhubungan seksual sama sekali. Kalau didefinisikan yang pertama agak repot dan ini yg dicek sama dokter. Padahal belum tentu orang itu aktif secara seksual, bisa jadi selaputnya rusak karena tampon atau panjat pinang. Konon kelihatan sih rusak karena penis dan karena yang lain.

      Btw, perempuan yang memilih aktif secara seksual bukan berarti tak menghargai dirinya lho. Hubungan seksual bisa dianggap sebagai bentuk penghargaan terhadap kebutuhan seksualnya.

      1. zizadesita Avatar

        Panjat pinang?? Setahuku emng kliatan jenis robekannya gmn Tje, dan bayanginnya waktu dicek itu udah ngeri pol gw..

      2. zizadesita Avatar

        Tjee, gw minta maaf deh kalo salah komen. Sedih krn mungkin jadi holier than thou ya, walopun gw rasa komen gw gak ngejudge perempuan yg gak perawan, karena buat gw, yg penting ya penghargaan thd dirinya itu sendiri gmn.
        Eh, rumit ya..
        Pokoke maturnuwun wes sudah boleh komen.

      3. Binibule.com [Tjetje] Avatar

        Gak ada larangan komentar kok Ziza dan beda pendapat itu sah-sah aja. Kamu gak harus setuju dengan pendapatku, begitu juga sebaliknya. So no need to apology 😉

      4. zizadesita Avatar

        Maturnuwun Mbakayu..

  25. kutubuku Avatar

    Aku rasa ini juga karena ke-lebay-an kebanyakan orang Indonesia, maklum karena kita dari society yang “tertutup” sehingga selaput dibilang mahkota (lihat komen diatas). Itu anatomi, kebetulan perempuan ada selaputnya, sementara laki2 ngga ada. Pelajaran biologi, titik.

    Toh seperti yang kamu bahas diatas selaput itu bisa robek karena banyak alasan, olahraga, sepeda, whatever lah. Whatever it is, it is none of anybody’s business. Gitu aja. Titik.

    1. Binibule.com [Tjetje] Avatar

      Dan ga semua perempuan punya selaput dara, ada yang tak punya sama sekali. Gue baru ngeh, ini tertutup maksudnya menutupi bahasa sesungguhnya dengan kiasan ya. Kayak penis jadi titit ya? Mahkota kejepit Va 🙂

      1. kutubuku Avatar

        Betul. Tapi soal pelabelan kelamin ini sempet dibahas juga disini kapan hari, soalnya di Denmark sendiri nggak pernah ada nama offisiel untuk alat kelamin (kecuali nama anatomi : penis, vagina). Adanya justru label yang dipake untuk anak2 (tissemænd – peeing husband – penis, tissekone – peeing wife – vagina). Lucu ya, negara yang terbuka soal seks disini juga masih kaya gitu ternyata. Entahlah.

        Walaupun kadang pembahasan seks untuk anak kecil disini kadang2 bikin “wow” juga http://www.thelocal.dk/20150515/lets-talk-about-sex-the-danish-way

      2. Binibule.com [Tjetje] Avatar

        Persis banget sama yang diajarin temenku, penis dan vagina tidak boleh diganti supaya mereka bisa diajari menghindari sexual abuse.

  26. gegekrisopras Avatar

    Huaaa tulisannya mirip2 sama postinganku mbak, coba mampir deh aku lg ga bisa kasih linknya krn online via hape 😀 hohoho. Anw bbrp point yg sama jg ada di postinganku, yaitu:
    1. Kenapa hanya memperhitungkan keperawanan tnp keperjakaan?
    2. Perempuan bukanlah barang yg begitu segel (selaput dara)-nya sudah terbuka, jd turun harga.
    Kesel bgt 😦
    Aku jg ga terlalu suka ngomongin keperawanan perempuan lain kecuali kalo emg ada yg curhat sm aku. Palingan aku bilangin, “hati2 jaga kesehatan..” gitu aja.

    1. kutubuku Avatar

      Idem. Jaga kesehatan, practice safe sex biar ga hamil atau ketularan penyakit kelamin (amit2!). Itu yang mestinya diperlukan untuk kampanye, bukan holier-than-thou yang ngejudge orang lain.

  27. Neni Avatar
    Neni

    Hi mba,salam kenal.
    Gatel banget rasanya aku mau komen,hehe.
    Aku sih secara pribadi belum pernah nanya dan ditanya masalah keperawanan ini,tapi aku punya cerita ktk ngobrol dgn temen dia WNA asal inggris terus ngomong gini “heran deh kenapa orang indonesia suka gossip?ga ada kerjaan lain ya?sampai masalah keperawanan aja diurusin,itu kan masalah pribadi,laki-laki aja pas nikah ga ada yg virgin,kenapa wanita harus?mind your own business lah”(ini cowok loh yang ngomong)

    1. Binibule.com [Tjetje] Avatar

      Hi Neni, salam kenal. Orang asing juga bergosip kok, tapi konten gosip ya berbeda, nggak ngurusin badan orang. Sejauh ini kalau gosipan ga pernah jauh dari kompetensi orang. Mungkin orang Inggris ga bergosip ya, aku ga punya pengalaman ngegosip sama mereka 🙂

  28. rangi ruru Avatar

    ini sering saya bahas sama karib saya, karena teman cowoknya nuntut dapat cewe perawan sedangkan si cowo sendiri… ih gedeg banget begitu mah. teman SMA saya yang sekarang bekerja di “keamanan negara” cerita loh soal test keperawanan itu

    1. Binibule.com [Tjetje] Avatar

      Iya banyaj cowok-cowok pada berhubungan dengan banyak perempuan sebelum akhirnya serius dengan satu yang perawan. Yang ga perawan dibuat mainan doang.

  29. murniati Avatar

    Masalah keperawanan ini, aku cuma gak habis pikir sama orang yang ngomongin orang lain mengenai keperawanan nya yg sudah hilang..apa untung nya buat dia coba, toh gak bakal membuat mereka rugi juga dan efek nya membuat perempuan yg di omongin ini tertekan secara fisik maupun moral..padahal isi otak orang yg ngomongin ini belum tentu lebih berkualitas dr pada perempuan itu ya mba
    Btw, nice post mba 🙂

    1. Binibule.com [Tjetje] Avatar

      Karena kita kompetitif, termasuk dalam urusan so-called moral. Jika bisa menjatuhkan orang lain karena perilakunya, maka kita bisa merasa lebih baik. Gitu kali ya?

  30. Stephanie W. Avatar

    One word Mba: KEPO!

    Dulu aku inget di fb ada beberapa tahun lalu seseorang yg tulis:”orang yang hamil diluar nikah itu SAMPAH”. Aku kaget deh. Kalau perempuannya korban pemerkosaan gimana? Apa itu salah mereka? Apa mereka harus dinikahi pemerkosanya? (Dulu sempet terjadi tahun ini kan?) shock. Kok kesannya primitif banget yak.

    Women should be judged by their capability, not by their sexuality.

    1. Binibule.com [Tjetje] Avatar

      Nah kalau pria yang menghamili nggak dianggap sampah? Ah double standard 😦

  31. Ronny Fauzi Avatar

    ah, itulah, ketika nilai tentang manusia (dalam hal ini wanita) direduksi habis-habisan jadi hanya soal keperawanan.

    1. Binibule.com [Tjetje] Avatar

      Betul sekali Ronny. Padahal nilai perempuan ada banyak, gak cuma urusan selangkangan aja.

Show me love, leave your thought here!