Kalau dibandingkan dengan negara-negara Eropa lainnya, seperti Italia, Perancis, atau Spanyol, selera fashion orang Irlandia itu berbeda. Tiga negara tersebut bagi saya sangat stylish, sementara Irlandia, jauh berbeda. Orang-orang lokal, tak semua ya, lebih menyukai legging, tracksuit, baju bunga-bunga, motif leopard dan tentunya jacket puffy.
Di tulisan ini saya akan mengulik legging, tracksuit dan dress bunga-bunga. Khusus untuk jaket, akan saya tulis terpisah, karena ada aspek anti sosial yang harus dijelaskan secara panjang.
Legging
Mau winter, atau summer, penggunaan legging di negeri ini bisa dibilang cukup tinggi. Mereka pakai legging untuk segala aktivitas. Biasanya legging ini dikombinasikan dengan kaos aneka ukuran, hingga sweater atau yang umum disebut jumper.

Pada kelompok orang dengan usia muda, apalagi ketika musim panas, legging ini sering dikombinasikan dengan sport bra. Kombinasi yang lebih cocok untuk gym ini sayangnya tak hanya digunakan di gym, tapi juga di area publik. Orang Perancis, saya yakin akan jantungan ketika melihat gaya berpakaian seperti ini.
Tracksuit, sweatsuit atau trackies
Celana olahraga berbahan katun yang seringkali dicampur dengan polyester, kemudian dipadukan dengan atasan, biasanya sweater, dengan warna senada. Tracksuit ini menjadi seragam wajib anak-anak muda Irlandia ketika bergaul. Pakaian ini menuai banyak negatif stereotype dan identik dengan perilaku anti sosial. Warna-warna seperti abu-abu atau hitam, dikombinasikan dengan sepatu dan jaket tertentu akan menjadi seragam dari scrote, slang untuk sampah masyarakat.
Ada aturan tak tertulis, kalau kita papasan dengan mereka, apalagi di tengah kota Dublin, mending melipir jauh-jauh. Mereka diidentikan dengan tukang bikin masalah.
Gaun Bunga-Bunga & Animal Prints
Dalam setiap acara keluarga, perkawinan, pesta kantor, saya dan belahan jiwa suka bertaruh: pasti banyak yang pakai rok bunga-bunga dan setidaknya ada satu orang yang pakai motif leopard.
Dari pengamatan saya, rok bunga-bunga ini tak cuma digemari di Irlandia, tapi juga di seberang laut, di Inggris. Apalagi pada saat musim panas. Semua pada demen pakai motif bunga-bunga. Mungkin biar lebih semarak. Selain motif bunga, motif animal print seperti leopard juga sangat banyak dipakai. Dan penggemar motif ini semua usia!
Penutup
Selama tinggal di sini saya menolak mengadopsi gaya fashion lokal. Gaya berpakaian saya itu cenderung polos, bermain dengan warna, tanpa motif. Makanya gaun bunga-bunga, tak akan cocok untuk jiwa saya. Sudah saya coba, tapi hati saya sangat gak sreg.
Mengenakan legging untuk beraktivitas sehari-hari buat saya juga tak nyaman, selain legging tak memberi ruang bernapas pada kaki, juga karena seringkali legging ini gak punya kantong yang memadai.
Satu-satunya gaya pakaian yang saya adopsi adalah tracksuit ketika lockdown. Ketika itu saya mesti kerja dari rumah dan saya pun memilih tracksuit dari Penneys, atau yang dikenal Primark. Toko murah meriah dan fast fashion. Saya bukan fashionista, tapi bagi saya ini peak low dan nista banget. Salah satu kolega saya sampai berkomentar “NO!!!!’” atas tragedi fashion ini.
Tapi, saya harus mengaku dosa, mengenakan tracksuit itu emang kelewatan nyamannya. Apalagi pada saat musim dingin. Oops!
xoxo,
Tjetje







Show me love, leave your thought here!