-
Continue reading →: Modus Jualan Alkohol di Bulan Ramadan
Sebenernya saya udah beberapa kali nulis tentang Ramadan, dari menulis riuh ramainya karena anak kecil teriak-teriak di pagi buta, sampai soal abang-abang yang pada pulang kampung dan bikin anak kos yang sangat bergantung pada mereka ini tak tahu harus makan apa. Tapi namanya hidup di Indonesia, selalu saja ada hal-hal…
-
Continue reading →: Catatan Kecil tentang Musim Kampanye Pilpres 2014
Ketika jaman sekolah dulu kita selalu diajari bahwa prinsip pemilihan umum adalah LUBER; langsung, umum, bebas dan rahasia. Hari ini saya nggak melihat lagi pemilu yang rahasia. Para pemilih, baik itu pemula ataupun yang berpengalaman, tak segan lagi menunjukkan pilihannya. Pendukung Jokowi memasang foto “I stand on the right side”…
-
Continue reading →: Sehari di Kilkenny
Dalam salah satu weekend di Irlandia, mas G dan saya naik bis perjalanan terkenal, Paddy Wagon. Bis ini membawa kami dari Dublin ke Glendalough. Sebuah areal hijau tempat reruntuhan gereja tua dan danau kecil. Nggak banyak yang bisa diceritakan dari keliling danau selama satu jam ini, tapi yang terekam di…
-
Continue reading →: Dua Hal Aneh Yang Saya Dengar Minggu Ini
Perhatian, postingan ini tidak terlalu bermutu, sedikit informatif tapi lebih banyak elemen gossip dan ngerumpinya. Jadi kalau lagi puasa baca yang nggak penting, silahkan pencet tanda silang. Ada dua hal aneh yang bikin saya super kaget minggu ini and I would like to share it with you. Yang pertama tentang…
-
Continue reading →: Banyak Anak Tak Selamanya Banyak Rejeki
Orang Indonesia percaya bahwa banyak anak, banyak rejeki; atau anak akan membawa rejekinya masing-masing. Kalimat-kalimat tersebut kemudian menjadi justifikasi untuk punya banyak anak. Bagi saya yang bukan penganut aliran-aliran di atas, rejeki nggak tiba-tiba datang karena punya anak, semuanya harus diusahakan dan yang paling penting : banyak anak tak selamanya banyak…
-
Continue reading →: Keliling Harlem dengan Jukung
Begitu keluar dari Jayapura, kami langsung paham kenapa sang pengemudi meminta biaya 800ribu rupiah untuk mengantar kami ke dermaga di Distrik Depapre. Perjalanan yang harusnya dua jam pun molor jadi tiga jam karena jalan berlubang serta jembatang ambruk. Sungguhlah, Kabupaten Jayapura masih perlu perbaikan infrastruktur. Kapal untuk mengantarkan ke Harlem…
-
Continue reading →: Dikejar Oom-Oom di Pantai Base G
Pantai Base G konon merupakan salah satu pantai yang bayak disukai dan mudah diakses karena lokasinya tak jauh dari tengah kota. Selain terkenal karena keindahannya, pantai ini juga terkenal karena kemahalannya. Masuk ke lokasi pantai bayar sepuluh ribu, parkir kendaraan bayar lima puluh ribu, duduk di salah satu balai-balainya bayar…
-
Continue reading →: Gado-Gado dari Jayapura
Saya ingat di acara Skyscanner Dodid Wijanarko, seorang pembuat film dokumenter, pernah bilang bahwa pantai dari ujung barat Papua sampai ujung timur Papua itu sama aja, yang membedakan itu orang-orangnya. Jadi, sebelum saya menuliskan pengalaman dikejar Oom-oom di pantai di Papua, ijinkan saya (duile bahasanya, kalau gak diijinin gimana?) untuk bertutur…
-
Continue reading →: Bagasiku Hilang di Jayapura
Dari Palu, saya terbang ke Makassar untuk transit selama kurang dari 12 jam dan dilanjutkan ke tujuan akhir: Jayapura. Rupanya, pesawat kami mampir dulu di Timika. Entah mengapa turun di bandara di Timika saya merasakan ketegangan. Pengamanan cukup ketat dan orang-orangnya tak bermuka ramah. Bandara Timika sendiri rupanya seperti kantor…





