• Masih soal menghina pekerjaan orang lain, kali ini saya akan membahas pekerjaan lain yang dihina: PETANI. Tidak di Indonesia, tapi di Irlandia. Hinaan ini ditujukan untuk merendahkan pilihan pekerjaan sebagai petani dan mencemooh fakta bahwa petani ini disubsidi oleh pemerintah. Menghina pekerjaan orang itu nista dan menunjukkan kecongkakan hati. Tapi…

    Continue reading →: Bicara Petani Irlandia
  • Tulisan ini ditulis berdasarkan pengalaman pribadi saya dan beberapa teman-teman. Selama tinggal di Irlandia ini saya sudah beberapa kali pindah, dari yang berjarak 5 menit dari pusat kota, pinggiran Dublin, hingga Dublin coret. Di tengah Dublin, individualisme itu sangat-sangat kuat. Komplek apartemen dipenuhi oleh para pekerja profesional yang tak hanya…

    Continue reading →: Gotong Royong di Irlandia
  • Manusia itu pada dasarnya memerlukan tak hanya sandang, pangan dan papan, tetapi juga perhatian. Udah dari sononya perhatian menjadi kebutuhan kita. Namun, di media sosial, kita seringkali bertemu dengan orang-orang yang haus perhatian, seakan-akan mereka baru selesai marathon mencari perhatian di tengah padang pasir. Mencari perhatian, kendati sebuah kewajaran berubah…

    Continue reading →: Cari Perhatian
  • Disclaimer: Setiap orang berhak memilih prosedur kesehatan yang sesuai dengan kepercayaan mereka, apalagi prosedur yang akan mempengaruhi tubuh mereka. Tidak semua orang harus memilih hal-hal yang dianggap populer. Jennifer Aniston kata media memilih untuk tidak berteman lagi dengan teman-temannya yang tidak divaksin karena takut menularkan (dan atau ditulari) virus. Ia…

    Continue reading →: Tentang Masker & Vaksin
  • Pernah dengan tentang Nikmatul Rosidah Dobson? Mbak Nik ini salah satu Youtuber Indonesia yang tadinya bermukim di HK lalu pindah ke Canada. Akun Youtube Mbak Nik banyak bercerita tentang masakan dan juga keluarganya. Di Facebook, Mbak Nik sering bercerita tentang aneka perisakan yang ia terima, dari orang yang tak ia…

    Continue reading →: Menghina Pekerjaan Orang
  • Dalam kondisi pandemik seperti saat ini, bisa bekerja dari rumah, tak perlu naik kendaraan umum, dan duduk diam di depan komputer sambil mengenakan piyama yang dipadukan dengan blazer adalah sebuah hal yang bisa dianggap mewah. Tidak semua orang punya kemewahan, ruang, serta kemampuan untuk bekerja dari rumah. Fasilitas Kerja Untuk…

    Continue reading →: Kerja Dari Rumah
  • Berduka

    Salah satu mimpi buruk tinggal di luar negeri adalah ketakutan ketika kehilangan anggota keluarga yang meninggal dunia. Ada rasa cemas. Kalau untuk saya, tak sama dengan kecemasan ketika tinggal di kota atau provinsi yang berbeda, di mana pulang kampung bisa semudah memesan tiket kereta api atau pesawat terbang. Di masa…

    Continue reading →: Berduka
  • Sebagai orang Indonesia, kita diajari dengan aneka rupa tata krama sedari usia kecil. Lingkungan sekitar kita juga tak segan untuk mengkoreksi hal-hal yang dianggap kurang baik. Masih inget kan dulu tetangga atau keluarga sering banget ngingetin untuk mengucapkan terimakasih atau berujar permisi. Menurut peribahasa dari benua tetangga, butuh satu desa…

    Continue reading →: Bicara Tata Krama
  • Di Indonesia itu semua orang adalah teman. Tak heran jika kemudian di media sosial teman-teman yang dipunyai bisa mencapai ribuan orang. Padahal ya mungkin hanya bertemu sekali dua kali saja dan tak bisa dibilang sebagai teman. Di tahun 2010 dulu, di Jakarta, di sebuah cafe, ada seorang teman yang menjelaskan…

    Continue reading →: Lingkar Pertemanan
  • Peringatan: tulisan ini mengandung informasi tentang revenge porn yang bisa memicu trauma dan sensitif. Tahun 2016 lalu, 5 tahun lalu, saya menulis tentang Revenge Porn, nanti tautannya saya sertakan di bawah untuk yang berminat baca. Tulisan saya ketika itu membahas soal Revenge Porn secara sekilas dan perjuangan para korban di…

    Continue reading →: Korban Revenge Porn

Halo!

Selamat datang di binibule.com! Saya diaspora Indonesia yang bermukim di Irlandia. Blog ini diramaikan dengan tulisan bertema gado-gado yang dulu sering saya baca di majalah Femina.

Jangan sungkan tinggalin komen dan ngobrol ya! Siapa tahu dari komentar bisa jadi obrolan panjang atau malah jadi tulisan blog berikutnya!

Saya juga bisa ditemukan di sini:

Drama Dymphna: Explained