• Sebagai orang Indonesia, kita diajari dengan aneka rupa tata krama sedari usia kecil. Lingkungan sekitar kita juga tak segan untuk mengkoreksi hal-hal yang dianggap kurang baik. Masih inget kan dulu tetangga atau keluarga sering banget ngingetin untuk mengucapkan terimakasih atau berujar permisi. Menurut peribahasa dari benua tetangga, butuh satu desa…

    Continue reading →: Bicara Tata Krama
  • Di Indonesia itu semua orang adalah teman. Tak heran jika kemudian di media sosial teman-teman yang dipunyai bisa mencapai ribuan orang. Padahal ya mungkin hanya bertemu sekali dua kali saja dan tak bisa dibilang sebagai teman. Di tahun 2010 dulu, di Jakarta, di sebuah cafe, ada seorang teman yang menjelaskan…

    Continue reading →: Lingkar Pertemanan
  • Peringatan: tulisan ini mengandung informasi tentang revenge porn yang bisa memicu trauma dan sensitif. Tahun 2016 lalu, 5 tahun lalu, saya menulis tentang Revenge Porn, nanti tautannya saya sertakan di bawah untuk yang berminat baca. Tulisan saya ketika itu membahas soal Revenge Porn secara sekilas dan perjuangan para korban di…

    Continue reading →: Korban Revenge Porn
  • Jadi observer itu menyenangkan, seringkali kita menemukan ide hanya dari duduk diam satu dua jam melihat dan mendengar kelakukan orang lain. Tapi tak selamanya menyenangkan, kadang-kadang suka bikin gemes, apalagi kalau ngelihat kelakukan yang buat gw itu pet peeve. Pet peeve itu kelakuan yang mengganggu buat gw, sekali lagi buat…

    Continue reading →: Undangan Kumpul-Kumpul
  • Masih melanjutkan tulisan sebelumnya tentang narsistik, kali ini mari ngebahas soal silent treatment yang juga dikenal sebagai stonewalling. Di dalam Bahasa Indonesia ini kurang lebih mendiamkan. Silent treatment ini merupakan metode manipulasi emosi dimana salah satu pihak menolak untuk berkomunikasi dengan pihak lain, udah diem aja gak mau ngomong. Proses…

    Continue reading →: Silent Treatment
  • Sedari dulu, hobi gw itu mengamati manusia, bertanya mengapa begini dan mengapa begitu, mengkritik lalu pertanyaan ini dan hasil observasi diproses menjadi tulisan dalam blog. Proses observasi hingga menjadi tulisan, bagi gw adalah proses panjang. Apalagi, datang dari generasi yang besar di jaman Pak Harto, dimana berpikir kritis dan bertanya…

    Continue reading →: Suka Duka Jadi Blogger
  • Trigger warnings & Disclaimer: Topik di bawah ini sangat sensitif,  jika kalian memerlukan bantuan mohon menghubungi ahli Kesehatan jiwa. Perlu dicatat bahwa yang menulis blog ini bukan ahli Kesehatan jiwa dan tak punya kompetensi untuk mendiagnosis dan menolong. Selama tinggal di Indonesia, saya tak banyak mendengar berita soal orang-orang yang…

    Continue reading →: Bicara Soal Bunuh Diri
  • Narsistik

    Sebelum dilanjutkan, saya kasih disclaimer dulu bahwa yang nulis postingan ini bukan pakar kejiwaan dan tak punya latar belakang pendidikan di bidang kejiwaan. Enam tahun yang lalu saya pernah menulis tentang pembohong kronis yang merupakan sebuah gejala dari NPD, Narcisstic Personality Disorder, penyakit kepribadian narsistik. Tulisan di bawah ini adalah…

    Continue reading →: Narsistik
  • Bukan rahasia lagi kalau kita tiba-tiba dikontak oleh teman lama, kita langsung parno sendiri. Seringkali mereka kalau tak pinjam uang, tiba-tiba ngajak bertemu untuk menawarkan peluang bisnis. Bisnis MLM tentunya. MLM sendiri bukan barang asing bagi saya. Saya sudah mencoba aneka MLM sedari muda, dari yang jualan produk kecantikan, aneka…

    Continue reading →: Drama Multi Level Marketing (MLM)
  • Beberapa waktu lalu ada diskusi di salah satu sosial media tentang perempuan bekerja dan informasi mengenai cara membekukan telur yang tak murah tentunya. Salah satu komentar membahas soal biaya yang tinggi. Ini kemudian ditanggapi dengan komen, hanya untuk mereka dengan gaji 2-3 digit yang super sibuk mengejar dunia. Buat saya,…

    Continue reading →: Perempuan Pengejar Dunia

Halo!

Selamat datang di binibule.com! Saya diaspora Indonesia yang bermukim di Irlandia. Blog ini diramaikan dengan tulisan bertema gado-gado yang dulu sering saya baca di majalah Femina.

Jangan sungkan tinggalin komen dan ngobrol ya! Siapa tahu dari komentar bisa jadi obrolan panjang atau malah jadi tulisan blog berikutnya!

Saya juga bisa ditemukan di sini:

Drama Dymphna: Explained