-
Continue reading →: Teh Indonesia yang Tersisih di Negeri Sendiri
Sebagai orang Indonesia yang tinggal di negeri asing, kembali ke Indonesia berarti menyesap segala hal yang berbau Indonesia untuk melepas rasa rindu. Selain urusan perut, perjalanan pulang juga biasanya diwarnai dengan pertemuan-pertemuan dengan anggota keluarga dan juga teman-teman untuk sekedar berbagi kabar, ataupun diskusi dan ngobrol berbagai topik penting,…
-
Continue reading →: Nasib Musik Indonesia
Jaman kaset masih berjaya, saya termasuk orang yang rajin membeli kaset yang seingat saya harganya tiga puluh ribu rupiah. Saat itu, membeli kaset-kaset terbaru menjadi sebuah hal yang menyenangkan karena bisa update dengan musik terbaru, apalagi jika kemudian bisa menyanyikan lagu-lagu tersebut. Harap maklum ya, jaman itu belum ada internet,…
-
Continue reading →: Khas Indonesia Banget
Mungkin beberapa hal yang saya tulis di bawah ini terdengar biasa-biasa saja bagi kebanyakan dari kalian. Tapi semenjak pindah ke luar, hal-hal sepele ini membuat saya melihat perbedaan mencolok dengan negara tempat tinggal saya. Lucunya, perbedaan ini tak saya lihat sebelumnya ketika saya kerap menengok pasangan di Dublin. Memang beda…
-
Continue reading →: Seputar SIM dan Menyetir di Indonesia
Saya tak pernah melihat kebutuhan untuk bisa menyetir selama tinggal di Indonesia. Tapi cerita ini kemudian berubah ketika saya pindah ke Irlandia dan belajar menyetir dengan baik dan benar. Saya tulis baik dan benar, karena disana belajar menyetir itu jelas aturan mainnya. Mudik kali ini, saya jadi memperhatikan bagaimana para…
-
Continue reading →: Basa-basi di Irlandia
Dulu ada seorang blogger di Multiply yang pernah cerita sama saya kalau orang Irlandia itu persis banget sama orang Indonesia, suka basa-basi. Jaman dia cerita itu saya gak punya ide sama sekali tentang Irlandia (selain boyband) dan gak begitu tertarik menjejak di Irlandia. Jadi cerita basa-basi itu melintas begitu saja…
-
Continue reading →: Reverse Culture Shock: Tantangan Pulang Kampung
Tiga belas bulan, tiga minggu sejak meninggalkan Jakarta, saya menjejak kembali ke tanah air. Sebelum pesawat mendarat, perasaan saya rasanya campur aduk, tapi didominasi dengan rasa senang dan semangat, dan tentunya sedikit kedongkolan, karena di pesawat toilet diwarnai dengan basah di sana-sini, khas orang Indonesia. Menjejak di Soekarno Hatta, senyum dan…
-
Continue reading →: Pulang Kampung
Tradisi pulang kampung biasanya dilakukan menjelang hari-hari khusus, baik itu perayaan keagamaan maupun perayaan tahun baru. Di Indonesia, lebaran menjadi ajang pulang kampung terbesar, karena mayoritas penduduk mudik bersama. Menjelang lebaran jutaan orang berebut pulang, demi menikmati beberapa hari di kampung halaman bersama keluarga terdekatnya. Jalanan yang diledaki dengan pemudik…
-
Continue reading →: Mencari Bahan Pangan Indonesia di Dublin
Ada beberapa orang yang penasaran bagaimana kehidupan dapur di negeri seberang. Beberapa bahkan bertanya-tanya apakah kemudian saya (dan banyak orang lainnya) berubah selera dan hanya mau makan roti saja. Saya tentunya tak bisa menjawab selera makan orang lain. Tapi yang jelas begitu pindah ke Dublin, konsumsi menu asing saya jauh…
-
Continue reading →: Takut Dengan Bule Hunter
Beberapa hari lalu di Twitter saya berbagi screen shot komentar dari orang yang nyasar ke Blog saya. Setelah membaca tulisan Dear Bule Hunter, orang ini mengambil kesimpulan bahwa pelaku perkawinan campur (dan saya sebagai blogger) biasanya takut dengan bule hunter karena takut pasangan dirampas oleh para bule hunter, makanya banyak…
-
Continue reading →: Mimpi Buruk Tinggal Bersama Mertua
Bagaimana judul di atas? Sudahkah mewakili perasaan sebagian dari mereka yang tinggal dengan mertua? Bagi sebagian orang, tinggal dengan mertua itu adalah sebuah mimpi buruk. Apalagi jika mertua dan menantu tak akur dan kemudian menolak menjalin hubungan manis dan menyatakan perang dingin. Jreng…jreng…drama heboh deh, persis seperti sinetron. *camera zoom…






