-
Continue reading →: Sarapan Pagi Khas Irlandia
Banyak yang penasaran orang bule makannya apa dan seringkali mereka googling lalu nyasar ke blog ini. Daripada tak mendapatkan jawaban, maka ada baiknya saya berbagi tentang sarapan orang Irlandia. Selain kentang, orang bule juga makan nasi, pasta, mie dan juga roti. Mereka tak selalu makan roti, karena dunia sudah lebih terbuka dan…
-
Continue reading →: Santy Claus
Di Irlandia, negara yang mayoritas penduduknya Katolik ini, perayaan Natal selalu meriah. Pusat-pusat kota dihiasi dengan lampu-lampu cantik sehingga membuat musim dingin yang kelabu menjadi sedikit lebih menyenangkan. Tak hanya dipenuhi dengan undangan untuk belanja hadiah-hadiah Natal bagi mereka yang terkasih, Natal juga menjadi ajang berbagi bagi yang kurang mampu.…
-
Continue reading →: Mengasihani Pekerja Anak
Sepulang belanja mingguan kemarin, sambil menenteng tiga tas belanjaan yang cukup berat, saya teringat pada adik-adik yang biasanya nongkrong di lantai dasar ITC Kuningan. Adik-adik ini menanti mereka yang selesai berbelanja dan menawarkan jasa mendorong troli belanja. Di Irlandia, jasa dorong troli tak eksis sama sekali. Boro-boro jasa dorong, pinjam…
-
Continue reading →: [Hari Disabilitas Internasional] Tentang Kusta
Hari ini adalah hari disabilitas internasional. Jika tahun yang lalu saya membahas sekilas tentang disabilitas, terminologi dan juga diskriminasi, tahun ini saya ingin sekilas membahas tentang kusta, lepra atau ada juga yang menyebutnya dengan penyakit (Morbus) Hansen. Penyakit yang mungkin sudah lama tak terdengar tapi pada kenyataannya masih banyak penderitanya.…
-
Continue reading →: Tempat Belanja di Dublin
Menjelang Natal, berbagai sudut pusat kota Dublin dihiasi dengan aneka rupa lampu-lampu cantik. Lampu-lampu tersebut mulai dinyalakan pada tanggal 15 November kemarin dan banyak orang yang datang ke kota untuk lihat lampu. Saya termasuk salah satunya. Selain lampu, jendela-jendela pusat perbelanjaan di Dublin juga dihiasi dengan aneka rupa hal yang…
-
Continue reading →: Perilaku Egois di Angkutan Umum
Orang-orang yang memonopoli tiang di dalam kendaraan umum seringkali saya hakimi sebagai bekas penari tiang. Bagi para penari, tiang menjadi salah satu elemen penting dari tarian mereka dan sering kali satu orang mendapatkan satu tiang. Biasanya orang-orang egois ini memeluk tiang, seakan tak ada hal lain yang bisa mereka peluk.…
-
Continue reading →: Luar Negeri tak Lebih Indah dari Tanah Air
Negara yang indeks pembangunannya tinggi selalu diagung-agungkan dan dianggap menawarkan hal-hal yang lebih baik ketimbang negara berkembang. Ketika tahu saya tinggal di Irlandia, komentar yang seringkali saya dengar dari orang-orang tak jauh-jauh dari kata: “enak ya hidup di luar negeri”. Tak bisa dipungkiri bahwa hidup di negara maju menawarkan kemudahan…
-
Continue reading →: Drama Perkawinan
Perkawinan di Indonesia itu membutuhkan biaya tak murah dan kebanyakan orang harus menabung dalam periode yang tak pendek demi mengundang ratusan atau bahkan ribuan orang. Tabungan selama bertahun-tahun tersebut dihabiskan untuk pesta yang hanya berlangsung dua atau tiga jam tanpa interaksi yang berarti. Kalaupun ada interaksi antara pengundang dan tamu,…
-
Continue reading →: Tanya Gaji
Suatu ketika, seseorang berkunjung ke kost saya. Sambil ngobrol, yang bersangkutan bertanya-tanya tentang fasilitas kost. Saya tak segan memberitahu apa saja fasilitas kost. Ketika ditanya berapa ongkos sewa, dengan sopan juga saya jawab. Kesalahan besar, karena ternyata muncul pertanyaan atau lebih tepatnya pernyataan: “Wah Mbak gajinya pasti [menyebut angka] ya?…
-
Continue reading →: Cerita dari Paris
Di Jakarta saya sering dipanggil Princess, karena kelakuan saya yang seperti Princess. Jarak selemparan batu dari Senopati ke Plaza Senayan untuk makan siang saja saya naik taksi atau Uber, muter-muter dulu lewat Al-Azhar dan menghabiskan setidaknya 30 menit di dalam taksi. Ongkosnya sih tak seberapa, tapi saat makan siang seringkali orang kelaparan dan…





