-
Continue reading →: Tabrakan Kekeluargaan
Cerita saya pulang kampung memang selalu aneh-aneh dan berwarna. Alkisah dua minggu lalu saya naik Uber di Malang dan kendaraan yang saya tumpangi ditabrak dari belakang oleh seorang anak remaja yang nampaknya baru belajar menyetir kendaraan matic. Pengemudi Uber berinitiatif turun untuk menyelesaikan permasalahan ini dan si bocah meminta kendaraan…
-
Continue reading →: Diskriminasi di Westin Nusa Dua Bali
Empat tahun lalu saya dan pasangan mengadakan resepsi kecil perkawinan di Westin Nusa Dua Bali. Sahabat-sahabat saya datang dari berbagai belahan dunia. Bahkan, pagi sebelum resepsi berlangsung, tukang rias, fotografer, saudara serta teman-teman saya bebas melenggang keluar masuk hotel tanpa harus saya jemput di depan hotel. Semuanya berjalan dengan lancar.…
-
Continue reading →: Reverse Culture Shock: Semakin Kaget Ketika Pulang Kampung
Musim gugur lalu saya berada di Indonesia untuk melepas rindu pada keluarga, makanan dan teman. Tak sampai satu tahun, saya kembali lagi ke tanah air untuk menghadiri acara-acara penting bersama keluarga, melepas rindu dengan sahabat-sahabat saya terbaik dan tentunya untuk berburu vitamin D. Kulit saya harus digelapkan sebelum saya kembali…
-
Continue reading →: Kerampokan Tas
Akhir pekan lalu, saya dan rombongan teman-teman berada di Malang untuk menghadiri perkawinan seorang sahabat. Di sela-sela waktu, kami menyempatkan untuk berwisata, mengunjungi beberapa tempat wisata di Batu serta menikmati kuliner Malang. Di salah satu kesempatan, salah satu rekan kami kehilangan tas di Warung Soto Lombok di daerah Raya Tlogomas.…
-
Continue reading →: Nostalgia Anak Pramuka
Tepuk pramuka Prok…Prok…Prok… Prok…Prok…Prok…. Praja Muda Karana Hayo siapa yang masa mudanya pernah dihabiskan menjadi anak pramuka? Saya salah satunya dan saya masih memendam kebanggaan karena menjadi anak Pramuka Indonesia. Indonesia sendiri merupakan negara dengan anggota Pramuka terbesar di dunia, karena semua pelajar wajib jadi anak Pramuka. Walaupun tak wajib…
-
Continue reading →: Refleksi Tinggal di Negeri Orang
Waktu berjalan dengan cepat dan tak terasa saya sudah hampir dua tahun tinggal di Irlandia. Meninggalkan keluarga untuk membangun keluarga baru; meninggalkan teman-teman selama belasan, bahkan puluhan tahun dan harus memulai pertemanan yang baru, serta meninggalkan pekerjaan yang begitu saya cintai dan memulai bekerja dari nol, dari bawah. Proses perubahan…
-
Continue reading →: Bapak Bule Yang Tersisih
Tulisan ini terinspirasi dari obrolan saya dengan Mbak Yoyen beberapa tahun lalu. Terimakasih idenya Mbak. Suatu hari, suami dari seorang teman yang sudah kawin dengan WNI selama lebih dari satu dekade mendekati saya sambil berkata: “You are not a usual Indonesian”. Saya pun bertanya mengapa ia mengambil kesimpulan tersebut, alasannya…
-
Continue reading →: Alat Elektronik Pengubah Hidup
Sebagai anak 90an saya masih sempat diajari bagaimana mengaron nasi hingga mengukus nasi di dandang supaya nasi menjadi punel dan enak. Jaman itu, tiap kali akan makan, nasi putih harus dihangatkan di atas kompor. Teknologi rice cooker pada saat itu baru sampai pada memasak dan belum pada menghangatkan. Seingat saya, magic…
-
Continue reading →: Mewahnya Rapat Nusantara
Semenjak bekerja, saya lebih banyak bekerja dengan institusi pemerintahan ketimbang dengan swasta. Dari banyak interaksi saya untuk rapat atau pun tipe-tipe lain rapat, saya perhatikan di Indonesia itu jauh lebih mewah. Mau buktinya? Rapat di Indonesia, jika dijadwalkan sehari penuh di hotel setidaknya menawarkan dua kali coffee breaks dan satu…
-
Continue reading →: Hidup Tanpa PRT
Sudah hampir dua tahun saya tinggal di Irlandia dan tentunya tanpa pekerja rumah tangga (PRT). Di sini kami tak mau membayar dan kadang tak mampu membayar pekerja rumah tangga, tukang kebun, apalagi supir. Jauh berbeda dengan kaum menengah ke atas di nusantara yang dimanjakan dengan layanan PRT murah meriah. Lalu…





