-
Continue reading →: Panggil Mereka Pekerja Rumah Tangga
Dalam sebuah kelas Perancis saya tahun lalu, kami membahas tentang kata-kata yang secara politik tepat. Ada beberapa kata yang dibahas dan harus diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yang tepat, salah satunya femme de ménage. Terjadi perdebatan yang untungnya gak sengit di dalam kelas ketika saya menjelaskan terjemahan yang tepat. Saat…
-
Continue reading →: Tentang Rasisme & Irlandia
Salah satu ide yang diberikan kepada saya dalam postingan bagi-bagi kartu pos adalah tentang rasisme di Irlandia. Menurut Adi, seorang penulis perjalanan yang juga blogger pernah menulis tentang rasisme di Irlandia. Terus terang saya tak pernah membaca buku tersebut, jadi saya tak bisa berkomentar tentang tulisannya, tetapi saya harap penulisnya…
-
Continue reading →: Pengumuman Kartu Pos
Terimakasih banyak atas ide-idenya rekan-rekan. Beberapa ide akan saya tulis dan persiapkan dulu materinya. Ada banyak ide menarik yang saya dapatkan, dari mulai pengumpulan sampah di Irlandia, perangko special, koleksi, kartun Eropa, kebiasaan orang Indonesia yang jadi aneh di Dublin, sekolahdi Indonesia yang bisa buat bayar PhD, rasisme di Irlandia,…
-
Continue reading →: Menonton The Look of Silence
[postingan ini mengadung deskripsi adegan kejam, silahkan kuatkan mental] Satu hal yang jarang saya lakukan di Jakarta dan selalu saya lakukan jika berada di Dublin adalah nonton film di bioskop, padahal harga tiket nonton film di Dublin itu berkali lipat dari Jakarta, tapi di Dublin saya gak perlu bergulat dengan…
-
Continue reading →: Etika Mengunggah Foto
Semenjak kehadiran media sosial dan telephone genggam pintar, fotografi yang sudah menjadi bagian dari kehidupan kita (dan seringkali diasosiasikan dengan hobi mahal), berubah menjadi hobi yang bisa diakses semua orang. Fotografi menjadi media untuk berbagi, tak hanya momen baik dalam hidup, tetapi juga momen yang penuh kesedihan, dari kelahiran, kesakitan,…
-
Continue reading →: Dibangunkan Jerit Tangis Anak-anak Badui
Tidur saya yang nyenyak, walaupun hanya beralaskan sleeping bag di atas lantai bamboo yang berisik, dikoyak oleh sahut-sahutan tangisan anak-anak Badui dalam, termasuk anak Ibu Pemilik Rumah yang berteriak-teriak ‘Ambu…Ambu….’. Di kejauhan ayam berkokok dengan nyaring dan kisah pertemuan alu dan lesung dengan bantuan lengan kokoh para perempuan Badui pun…
-
Continue reading →: Semalam di Desa Cibeo Badui Dalam
Warning: postingan ini super panjang! Saya yang takut ketinggian ini sempat menyesal karena nekat pergi ke Badui demi melihat desa yang menolak teknologi, apalagi ketika harus naik sebuah bukit dengan kemiringan lebih dari 45 derajat. Tapi penyesalan terbayar setelah saya tiba di puncak pelataran, disambut indahnya gunung berkalung awan dan…
-
Continue reading →: Nostalgia Kereta Ekonomi
Bulan Januari empat tahun yang lalu, saya dan teman-teman yang tergabung dalam Couchsurfing memutuskan jalan-jalan ke Badui. Kami mengambil kereta api kelas ekonomi jurusan ke Rangkasbitung yang biayanya 2000 rupiah saja. Saat itu, saya melanggar “sumpah” untuk tidak naik kereta api ekonomi tanpa AC lagi. “Sumpah” itu sendiri timbul setelah…
-
Continue reading →: Ereveld: Peristirahatan Penuh Kedamaian
Laptop saya yang sudah cukup uzur mendadak mati tapi akhirnya bisa dihidupkan kembali setelah saya bawa ke dokterlaptop. Datanya pun masih utuh, karena yang rusak hanya baterai. Sungguh menyenangkan ya tinggal di Indonesia, mau betulin laptop aja ‘murah’ dan gampang. Laptop yang jarang saya pakai itu kemarin saya buka dan…





