-
Continue reading →: Menonton The Look of Silence
[postingan ini mengadung deskripsi adegan kejam, silahkan kuatkan mental] Satu hal yang jarang saya lakukan di Jakarta dan selalu saya lakukan jika berada di Dublin adalah nonton film di bioskop, padahal harga tiket nonton film di Dublin itu berkali lipat dari Jakarta, tapi di Dublin saya gak perlu bergulat dengan…
-
Continue reading →: Etika Mengunggah Foto
Semenjak kehadiran media sosial dan telephone genggam pintar, fotografi yang sudah menjadi bagian dari kehidupan kita (dan seringkali diasosiasikan dengan hobi mahal), berubah menjadi hobi yang bisa diakses semua orang. Fotografi menjadi media untuk berbagi, tak hanya momen baik dalam hidup, tetapi juga momen yang penuh kesedihan, dari kelahiran, kesakitan,…
-
Continue reading →: Dibangunkan Jerit Tangis Anak-anak Badui
Tidur saya yang nyenyak, walaupun hanya beralaskan sleeping bag di atas lantai bamboo yang berisik, dikoyak oleh sahut-sahutan tangisan anak-anak Badui dalam, termasuk anak Ibu Pemilik Rumah yang berteriak-teriak ‘Ambu…Ambu….’. Di kejauhan ayam berkokok dengan nyaring dan kisah pertemuan alu dan lesung dengan bantuan lengan kokoh para perempuan Badui pun…
-
Continue reading →: Semalam di Desa Cibeo Badui Dalam
Warning: postingan ini super panjang! Saya yang takut ketinggian ini sempat menyesal karena nekat pergi ke Badui demi melihat desa yang menolak teknologi, apalagi ketika harus naik sebuah bukit dengan kemiringan lebih dari 45 derajat. Tapi penyesalan terbayar setelah saya tiba di puncak pelataran, disambut indahnya gunung berkalung awan dan…
-
Continue reading →: Nostalgia Kereta Ekonomi
Bulan Januari empat tahun yang lalu, saya dan teman-teman yang tergabung dalam Couchsurfing memutuskan jalan-jalan ke Badui. Kami mengambil kereta api kelas ekonomi jurusan ke Rangkasbitung yang biayanya 2000 rupiah saja. Saat itu, saya melanggar “sumpah” untuk tidak naik kereta api ekonomi tanpa AC lagi. “Sumpah” itu sendiri timbul setelah…
-
Continue reading →: Ereveld: Peristirahatan Penuh Kedamaian
Laptop saya yang sudah cukup uzur mendadak mati tapi akhirnya bisa dihidupkan kembali setelah saya bawa ke dokterlaptop. Datanya pun masih utuh, karena yang rusak hanya baterai. Sungguh menyenangkan ya tinggal di Indonesia, mau betulin laptop aja ‘murah’ dan gampang. Laptop yang jarang saya pakai itu kemarin saya buka dan…
-
Continue reading →: Tentang Keperawanan
Beberapa waktu lalu saya menguping obrolan sore pria-pria. Salah satu dari mereka berbicara tentang perempuan dan keperawanan (dan bagaimana ia mengambil manfaat dari perempuan yang sudah aktif secara seksual, tetapi tetap menginginkan perempuan yang masih perawan sebagai pasangan hidup). Obrolan itu dipenuhi dengan label-label negatif serta pandangan kejam terdap perempuan…
-
Continue reading →: Malas Pesan Lewat Telepon
Memesan makanan melalui telepon tak pernah mudah, selain menghabiskan waktu, pesan melalui telepon juga membuang pulsa. Semakin lama kita berbicara, semakin banyak pulsa yang terkuras. Saking lamanya proses order, saya pernah (dan masih) menduga bahwa mereka yang bekerja di balik gagang telepon tersebut ditargetkan untuk menguras sebanyak mungkin pulsa telepon…
-
Continue reading →: Demam Batu Akik
Demam batu melanda orang dari segala usia dan segala jenis pekerjaan. Jari-jari pria dan perempuan dengan latar belakang pendidikan dan pekerjaan yang berbeda dihiasi dengan aneka rupa batu berharga maupun batu semi-berharga. Tak hanya mantan Presiden SBY saja, tetapi juga anak kuliahan dan pengemudi taksi. Nampaknya Mbak Syahrini saja yang…
-
Continue reading →: Kontroversi Hubungan Beda Usia
Perkawinan yang usia pelaku perkawinannya berbeda jauh, baik dilakukan orang asing maupun dilakukan orang Indonesia, selalu kontroversial dan mengundang tatapan penuh tanda tanya. Beberapa waktu lalu, saya turun dari sebuah tangga berjalan di Plaza Senayan, di depan saya ada pasangan beda usia, dua-duanya orang Indonesia. Dari bahasa tubuhnya mereka terlihat…






