Penganiayaan Terselubung dari Orang Terdekat

Tidak seperti kematian dan kelahiran, perkawinan merupakan tahap hidup yang tidak dijalani oleh semua orang. Padahal bagi kebanyakan orang Indonesia, perkawinan ini merupakan tujuan hidup yang utama. Rasanya hidup tak sempurna, tak bahagia kalau tidak/belum kawin, apalagi jika umur menginjak 30 tahun. Bahkan, banyak orang yang menargetkan ingin kawin di usia tertentu, dengan siapapun, tak peduli apakah mereka the one ataupun bukan.

Mereka, orang-orang Indonesia yang pernah kawin atau sedang menjalani kehidupan perkawinan (terlepas dari mereka bahagia atau tidak),boleh dibilang ‘beruntung’, karena mereka terbebas dari belenggu pertanyaan teror “Kapan Kawin?” atau bahkan “Nunggu apalagi?” Tanpa disadari, pertanyaan basa-basi ini banyak menyebabkan penganiayaan. Penganiayaan terhadap kondisi psikologis si single. Hari ini saya akan mengupas penganiayaan yang tak disadari yang dilakukan oleh orang-orang terdekat i.e keluarga dan teman baik.

Teror keluarga terdekat

Idealnya, keluarga merupakan tempat kita mencari kenyamanan ketika lingkungan membuat hidup rumit. Keluargalah yang paling memahami, atau setidaknya harus berusaha memahami situasi percintaan para lajang. Tapi, keluarga bisa juga menjadi monster ketika mereka frustrasi melihat si lajang yang tak ujung kawin.

Teror keluarga ini termasuk nodong pacar untuk segera kawin. Modusnya: tiba-tiba si pria disuruh duduk, ditanya kabar ngalor-ngidul, lalu ditanya oleh si Bapak “Niat kamu sama anak saya apa?”. Pria mana yang nggak akan gelagepan dalam situasi seperti itu? Apalagi kalau dikasih bonus ultimatum yang mewajibkan si pria datang membawa orang tuanya untuk melamar.

Duhai para Bapak, Ibu, Saudara sekalian, janganlah pernah melakukan hal tersebut kepada siapapun. Kemungkinan si pria untuk mundur teratur akan sangat besar. Lagipula, ketika si pria belum datang melamar, pasti dia punya alasan kuat. Entah lagi membiayai anggota keluarganya sekolah, sedang menabung untuk Dp rumah atau bahkan tidak yakin dengan perasaannya. Jadi, sabar ya, jika si pria cinta mati, dia pasti akan melamar.

Nggak cuma itu, teror juga bisa datang dari saudara sekandung yang sudah memiliki pasangan. Dalam pertengkaran persaudaraan pun, akan muncul umpatan-umpatan khas “Dasar kamu perawan tua, nggak punya laku”. Bagus mana, jadi lajang bahagia atau terburu-buru kawin dan berakhir dengan pria yang tak bisa setia?

Teman Keparat

Selain keluarga, pelaku teror lain yang bikin sesak dada adalah teman keparat. Biasanya pelakunya teman dekat yang berniat baik tapi malah bikin kacau hubungan pertemanan. Di negeri ini banyak yang berlaku bak pahlawan kesiangan. Gemas lihat temannya single, ambil inisiatif memulai perjodohan, macam kedua belah pihak tak tahu cara mencari jodoh. Padahal, menjodohkan itu bukan pekerjaan yang mudah. Paling tidak, karakter dua belah pihak harus dipahami dengan baik dan yang terpenting, chemistrydari dua belah pihak harus ada dan kuat!

Teman Keparat biasanya nggak akan peduli soal chemistry. Yang bolak-balik dielukan adalah dagangannya barang bagus banget, santun, beragama, calon bapak yang baik, bertanggung jawab dan ini dan itu. Layaknya kecap, bachelor dagangan match maker dadakan ini nomor satu. Kalau cuma sekali dua kali menawarkan dagangan sih tak masalah. Tapi teman keparat ini biasanya suka MLM, baca: nggak mau menyerah. Dalam berbagai kesempatan, si Keparat akan mencoba menyodorkan dagangannya. Bahkan menjebak agar si lajang terpaksa pulang dengan si dagangan. Padahal, di lajang udah ogah-ogahan.

Teman keparat ini sadar sekali bahwa temannya sudah dewasa, sudah dewasa. Alih-alih menghormati apapun keputusan si lajang, teman keparat biasanya akan menggunakan usia si lajang sebagai senjata. “Kamu itu sudah umur 30, apalagi yang ditunggu? Ingat lho kamu itu punya jam biologis?”.

Jangan sekali-sekali mencoba menolak kecapbachelor nomer satu dagangan si Keparat. Yang ada si lajang akan diserang dengan pertanyaan: “Memangnya kamu yakin bisa dapat yang lebih baik dari kecap saya? Biar kata kamu dandan abis-abisan, merubah penampilan akan susah dapat yang lebih bagus dari kecap saya?” pokoknya, dunia akan runtuh kalau si lajang nggak segera menyambar kecap ini.

Kalau si lajang nggak suka dengan situasi ini, gampang, ambil sarung tangan, remas satu genggam lombok dan jejalkan ke mulut si Keparat. Teman yang baik tidak akan memaksakan kehendaknya dan tidak akan menjodohkan temannya dengan kecap KW. Nanti kalau hubungan berantakan, si pedagang biasanya akan lari dan berteriak, bukan salah saya… Aku cuma menjodohkan menyodorkan.

Inti ocean saya hari ini:
1. Jodoh itu akan datang ketika saatnya sudah tepat. Nggak usah dipaksa. Ingat rumusnya: ketika pria sudah sangat jatuh cinta, dia akan melakukan apa saja demi membuat si perempuan jatuh ke pelukannya ranjangnya

2. Jangan rusak hubungan dengan anak, saudara ataupun teman dengan berbagai macam teror pertanyaan bodoh, apalagi perjodohan bodoh yang hanya akan memperkosa kedamaian jiwa si lajang. Tujuan hidup itu nggak cuma kawin, bersanggama, bikin banyak anak dan mengawinkan anak!

Perkawinan itu bukanlah goal, perkawinan adalah proses dua jiwa untuk bergandengan tangan menghadapi hidup.

image

Ocean random ini ditulis di Denpasar sambil lebih leyeh di taman cantik pada pukul 08.02 WITA, tanggal 4 Oktober 2013. Btw, di Denpasar ada keripik singkong yang dicelup ke sambal. Keriuk2 pedas.

Have a nice weekend everyone!

Firasat Sebelum Kecelakaan

Suka merhatiin gak kalau media di Indonesia itu suka terobsesi banget nulis firasat setelah ada kejadian kurang baik? Buat saya, berita tentang firasat itu  nggak penting sama sekali, karena nggak ada ilmu ataupun pelajaran berharga yang bisa diambil. Buntutnya berita tentang firasat ini hanya akan jadi bahan obrolan ringan dan nggak penting sama sekali. Nah buat yang keburu tertarik baca postingan ini karena judulnya yang sok gosipan, kali ini harus kecewa. Saya kali ini belajar dari orang bijak, kata mereka  dalam setiap tragedi kita mesti belajar sesuatu. Nah, marilah kita belajar dari kasus kecelakaan yang menimpa putra Ahmad Dhani barusan ini.

1) Sabuk Pengaman

Saya tidak ingat tahun berapa seat belt mulai digalakkan di negeri ini. Yang saya ingat banyak banget orang-orang yang ngomel karena aturan baru yang mewajibkan penggunaan seat belt untuk dua orang yang duduk di depan (silahkan dikoreksi kalau saya salah). Dengan adanya peraturan ini, mobil-mobil jaman dulu macam suzuki carry pun mulai berhias dan menambahkan seat belt. Walaupun kalau ditengok, seat belt itu dipasang untuk menghindari denda yang mahal, bukan karena alasan keselamatan. Kalaupun ada kecelakaan, seat belt sekedarnya ini nggak akan banyak menolong, malah mungkin mencekik pengemudi.

Saking malasnya pakai sabuk pengaman, para pengemudi taksi biasanya menduduki sabuk pengaman, jadi kalau ada kecelakaan terlempar juga. Beberapa pengemudi juga suka membiarkan notifikasi untuk penggunaan sabuk pengaman berkedip dan bunyi dengan nyaringnya. Buat mereka lebih baik telinga sakit & mati terlempar ketimbang pakai seat belt. Nggak cuma pengemudi, penumpang yang duduk di belakang biasanya juga malas menggunakan sabuk pengaman. Kadang nggak hanya malas dengan makainya, tapi juga malas ditanya “ngapain pakai sabuk pengaman”. Di Irlandia (dan negara lain) mana bisa berlaku seperti itu, begitu masuk mobil ya pasang sabuk pengaman. Disini mungkin orang sudah merasa aman atau mungkin punya asuransi trilyunan rupiah, jadi kalau mati “nggak rugi”. Kualitas keamanan mobil juga bisa dilihat dari sabuk pengamannya lho, tengoklah mobil yang laris bak kacang goreng dan harganya “murah itu”, penumpang di belakang tak disediakan sabuk pengaman. Murah kok minta aman?

Dalam kasus Dul, untungnya Dul menggunakan sabuk pengaman. Nggak hanya itu, dia juga dilindungi oleh airbag. Coba kalau nggak?

2) Pelindung Kepala

Di mobil, head rest merupakan elemen penting untuk melindungi tulang leher kita. Jadi kalau naik mobil nggak usah sok-sokan sombong gak mau pakai headrest dan melepasnya ya. In case ngerem mendadak, kepala tertarik ke belakang, leher bisa patah lho. Sukur kalau langsung mati, asuransi keluar dan nggak perlu ngerasain sakit. Nah kalau harus dirawat di rumah sakit sampai berbulan-bulan, hutang menumpuk, belum lagi harus terapi ini itu? Anyway, beberapa mobil juga tidak menyediakan headrest, apalagi untuk penumpang yang duduk di tengah bagiah belakang. Penumpang belakang-tengah ini nggak cuma beresiko patah leher tapi juga beresiko terlempar  jauh ke menembus kaca depan mobil karena tak ada penghalang di depannya.

Pelindung lain yang tak kalah pentingnya adalah helm. Eh bukan berarti harus pakai helm di dalam mobil ya, tapi ini helm untuk pengendara sepeda motor (biar sekalian ngebahasnya). Di Bali, kalau pakai kamen (kain tradisional) dan udeng (ikat kepala) pengemudi motor bebas melenggang tanpa helm lho. Entah ini memang secara hukum dibenarkan atau hanya kebiasaan belaka. Yang jelas, kebiasaan tidak memakai  helm tidak semestinya dibiarkan, kecuali kalau bisa beli kepala pengganti ketika pecah. Penyebab orang nggak pakai helm macam-macam, dari karena jarak yang dekat, demi merokok atau karena helm abang ojek yang baunya nggak enak. Saya juga ogah pakai helm abang ojek, tapi harga shampoo rambut jauh lebih murah dari harga kepala, jadi lebih baik pakai helm. Soal jarak dekat malas pakai helm sebaiknya juga tidak jadi justifikasi untuk meninggalkan helm, karena kecelakaan bisa datang kapan saja.

Image

Foto milik DetikOto

3) Handphone

Manusia yang ngotot bisa melakukan dual tasks dengan mudah itu adalah manusia yang bodoh, apalagi kalau ngotot bisa ngomong ditelepon sambil nyetir, atau bbm-an. Saya pernah melihat film dokumenter yang membahas hal tersebut dan melakukan dua hal itu tidaklah mudah. Mungkin sih, tapi pasti berantakan dan tidak sempurna. Apalagi nyetir mobil dalam kecepatan tinggi sambil konsentrasi jepret foto speedometer demi pasang foto dengan hastag #topspeed #TolJagorawi, ini nggak cool banget dan bodoh banget. Kontroversi tentang dugaan Dul sedang jepret foto nggak usah dibahas lah ya, udah kejadian, mau bener atau nggak, serahkan pada pihak yang berwajib.

4) SIM asli tapi palsu

Ada beberapa hal yang saya sayangkan dari kejadian kecelakaan si Dul. Selainnya sayangnya 6 nyawa itu melayang serta 11 orang luka-luka, saya juga menyayangkan Dul yang nggak punya SIM. Coba kalau dia punya SIM dengan usia 17 tahun, pastinya cerita ini akan menjadi pelajaran yang semakin berharga buat banyak orang & tentunya akan membuat insititusi Polisi berbenah diri. Bukan rahasia lagi kalau anak-anak di bawah umur bisa dapat SIM tanpa KTP. Nggak perlu jadi pejabat untuk dapat SIM ini, cukup siapkan uang ratusan ribu, atau at least sejutaan kalau gak jago nawar. Walaupun saya bukan orangtua, tapi alangkah baiknya kalau orang tua yang sehat jasmani dan rohani hanya memberikan SIM ketika anaknya berusia 17 tahun. Semuanya demi keamanan!

Penutup

Soal siapa yang salah dalam kejadian ini, apakah Ahmad Dhani, Maia atau Dul, bukanlah urusan kita. Hidup mereka dan para korban sudah berat banget, marilah kita nggak menambah beban mereka dengan hujatan yang nggak-nggak, apalagi menghujat kehidupan pribadi (dan ranjangnya). Pada akhirnya bukan firasat yang akan menolong kita mengurangi risiko kecelakaan. Tetapi kesadaran diri untuk mengamankan dirilah yang akan menolong kita. Kalau kemudian semua pengaman sudah dipasang dan masih terkena musibah, ya itu mah nasib. Btw, masalah pengaman nggak cuma di jalan lho, tapi juga di tempat tidur. Kalau penasaran dengan pengamanan di tempat tidur, pantengin #JumatKondom di twitter saya.

 

Cerita Gado-gado Tentang Abdi Negeri Ini

Awalnya saya ingin menuliskan tentang “Thing Indonesians Like: Being a Civil Servant”. Akhirnya saya belum jadi memposting cerita itu, karena menghindari segala kontroversinya. Jadinya nulis versi gado-gado ini. Anyway, di negeri ini banyak banget orang tua yang terobsesi agar anaknya menjadi PNS, bahkan rela mengeluarkan uang beratus-ratus juta agar anak bisa menjadi pelayan masyarakat. Sayangnya, banyak PNS yang kualitas dan kelakukannya bikin mengelus dada. Kebanyakan PNS model begini ini adalah mereka yang lupa kalau mereka sebenarnya adalah abdi masyarakat. Saya bukan orang yang anti PNS macam pekerja NGO, tapi banyak banget kejadian yang bikin saya melirik tajam macam artis di sinetron, ketika berurusan dengan PNS.

Click untuk melihat sumber photo Click untuk melihat sumber photo

Alat Komunikasi

Entah mengapa, berurusan sama instansi pemerintahan itu harus lewat mesin fax. Boro-boro  nemu nomor fax, nemu nomor telepon aja susahnya setengah mati. Nggak semua website mencantumkan alamat dan nomor telpon yang bisa dihubungi. Nelpon 108 pun lebih menggemaskan lagi, karena operator satu ke operator lain jawabannya berbeda-beda. Nah kalau telpon aja susah, apalagi email. Beberapa waktu lalu saya masih sempet komunikasi sama PNS yang teriak: “Eh..nomor email apa, nomor email?”

Pas jaman post-tsunami, saya pernah kelimpahan rejeki ngirimkan fax ke berbagai daerah di Aceh. Saya nggak ingat daerah mana, tapi saya ingat ada seorang Bapak yang ketika saya hubungi lewat kantor, beliau minta maaf karena tidak ada yang mengangkat telepon. Para staff, menurut beliau, banyak yang meninggal dunia terhempas gelombang tsunami. Kalau ingat itu, saya suka sedih. Sementara di daerah lainnya, seorang mbak, minta maaf karena ruangan fax dikunci di ruangan pak kepala, sehingga nggak ada yang bisa mencet tombol untuk memberi nada fax, alhasil fax gagal terus. Nah kalau ingat yang ini, saya gondok banget, beli mesin fax kok dikandangin.

Gaji Kecil, Hidup Nyaman

Udah bukan rahasia lagi kalau bikin acara, walaupun bagi-bagi ilmu, honorarium dan uang transport itu wajib hukumnya. Kewajiban untuk bayar transport dan honor ini ada aturan Menteri Keuangan, namanya SBU. Tiap tahun, SBU ini berganti-ganti angkanya. Nah, kalau selama seminar, workshop atau apapun namanya peserta mengantuk-ngantuk dan nggak serius, begitu urusan menyelesaikan administrasi, biasanya mereka mendadak serius. Orang yang ngurusin keuangan biasanya jadi orang yang paling dicari pada saat makan siang. Saking seriusnya, saya pernah ditelpon seorang Ibu yang sudah menandatangani dan mengambil uang transportnya. Menurut ibu itu, uangnya kurang, si Ibu bahkan bawa-bawa nama Tuhan. Saya yang pada saat itu masih anak baru terdiam nggak bisa ngomong apa-apa (padahal saya ini galak lho). Untung ada yang saat itu lebih galak dari saya (dan pada saat itu ikut ngitung uang) jadilah si Ibu itu disemprot.

Ada lagi yang menarik, SBU itu mengatur honorarium untuk moderator, satu jamnya (jaman dulu) sekitar 500.000-an. Nah, kalau ketemu PNS yang agak tamak nih, dia bisa minta jadi moderator hingga berjam-jam. Yang kalau ditotal, ongkos honor menjadi moderator selama satu hari = gaji fresh graduate satu bulan. Biarpun jadi moderator pada saat jam kerja, tetep berhak dapat honor lho. Terlihat seperti pemborosan, lha emang diatur sama menterinya mau gimana? Kalau ada PNS yang naik mobil BMW, berpikir positif aja, kerjanya pasti keras, sehari bisa 10 jam jadi moderator.

Satu hal yang berubah ketika Sri Mulyani jadi menteri keuangan, beliau merubah kebijakan perjalanan dinas yang lumpsum menjadi at cost. Jadi dulu banyak yang suka mengumpulkan uang sisa lumpsum perjalanan dinas dengan naik penerbangan yang pailng murah, tidur di hotel yang paling sederhana. Soal praktik ajaib seputar perjalanan dinas nggak perlu diceritakan disini lah ya.

Anyway, dari semua hal di atas, ada satu hal yang tak terlupakan di dalam hidup saya, pembelian laptop seharga 30 juta. Waktu saya menemukan hal tersebut, saya pun meminta klarifikasi. tahu jawabannya: “Jadi menurut adik, ada praktik mark up gitu?” saya yang setengah terintimidasi cuma bisa mengangguk. Jawaban sakti dari si Bapak pejabat: “Barang ini kan didatangkan dari Jakarta. Suppliernya kan perlu biaya ke Jakarta, pengirimannya pun juga perlu biaya, belum lagi supplier ini kan punya keluarga yang harus diberi makan. Jadi wajar dong kalau suppliernya mengambil keuntungan”. Saya speechless, dipikir si Bapak saya ini goblok apa ya.

Laptop 30 juta gak pakai emas ya! Laptop 30 juta gak pakai emas ya!

Nah, kalau honor-honor itu nggak cukup dan pengen mengotori tangan, bolehlah berlaku seperti pak Lurah saya. Alkisah, keluarga saya sedang membuat surat hak ahli waris. Begitu mendengar kata waris, Pak Lurah saya matanya langsung berubah menjadi hijau. Disebutlah angka sekian juta untuk meloloskan surat warisan itu. Entah dimana otak pak Lurah ini ya, sekolah dibayar negara, makan dibayar negara (dan semuanya itu uang rakyat), kok ya masih mikir pengen meres rakyat. Solusinya, datang kembali ke kelurahan dikawal aparat hijau, naik mobil hijau, pak Lurah kicep nggak berani minta uang.

Biarpun gaji kecil, PNS itu bisa sekolah di luar negeri (bahkan tak sedikit anak PNS yg sekolah dengan biaya pribadi di luar negeri). PNS itu punya banyak akses terhadap beasiswa di seluruh dunia. Biasanya ada kuota-kuota tertentu dari negara/ instansi pemberi beasiswa yang dikhususkan untuk PNS. Saktinya, mereka bisa mendapatkan beasiwa walaupun dengan Bahasa Inggris yang pas-pasan. Entah gimana dengan kemampuan bahasa pas-pasan mereka bisa sekolah di luar negeri, pulang ke Indonesia bahasa Inggrisnya ya tetep pas-pasan. Saking pasnya kalau ada acara yang menggunakan Bahasa Inggris masih minta penerjemah. Lha, dulu sekolahnya bagaimana?

Penutup

Anyway, nggak semua PNS itu bobrok dan perlu upgrade kapasitas. Ada banyak PNS yang membawa perubahan dan punya kualitas luar biasa, bahkan lancar berbahasa Inggris, saya sendiri beruntung pernah kerja dengan salah satu yang terbaik di negeri ini. Sayangnya, kebanyakan dari PNS berkualitas ini kerjanya di Jakarta. Saya sendiri jarang (jarang bukan berarti tak ada ya) menemukan PNS yang berkualitas tinggi di daerah. Saat ini lagi banyak lowongan untuk PNS, sepertinya jumlah PNS yang ada nggak cukup untuk melayani masyarakat. Kalau merasa bersih dan berkualitas, jangan segan jadi PNS. Gaji mungkin kecil, tapi bisa dapat honor dengan cara jadi moderator sampai rahang kaku. Satu hal yang mesti diingat, kalau mau jadi PNS mentalnya harus benar-benar super kuat tak tergoyahkan ya, biar kalau ngadepin bapak-PNS-yang-bikin-speechless bisa ngelawan dan biar kelakuannya nggak seperti Pak Lurah. Resikonya kalau nggak tergoyahkan, ya pangkat tertunda, tapi yang penting kan hidup bermanfaat karena melaksanakan tugas mulia untuk mengabdi pada masyarakat, bukan mengambil & menghamburkan uang masyarakat.

Gimana berminat mengabdi pada masyarakat?

Cara Membuat CV dan Melamar Pekerjaan

Dulu jaman di Multiply saya pernah nulis serius panduan cara melamar yang baik. Dalam ingatan saya, ada seorang Bapak yang melamar posisi project manager untuk proyek post-conflict, minta gaji 30 juta & kendaraan kantor. Kalau kualifikasi OK sih nggak papa, boro-boro nemu kata konflik atau peace di CV-nya, yang saya temukan malah favorite TV channel (fashion TV), favorite piano composer, favorit designer & hobinya yang main golf.

Kendati bukan bagian HRD, saya seringkali mendapat pekerjaan untuk menyortir CV dan mencari kandidat yang tepat, baik lewat email maupun manual (baca: buka karung dan buka amplop). Menyortir CV online menurut saya banyak tantangannya, apalagi kalau filenya super besar. Dari ribuan CV yang saya lihat, saya jadi belajar cara membuat CV dan melamar pekerjaan.

Tentang CV

CV Satu halaman. Informasi nama, alamat email dan nomer telpon dipasang di atas, biar gampang nyarinya. Nomor KTP, status kepemilikan rumah, status kepemilikan kendaraan, nggak perlu dipajang, kecuali kalau lagi ngelamar untuk kredit di bank. Sebelum menuliskan informasi, tanya pada diri sendiri, adakah hubungan informasi ini dengan pekerjaan yang dilamar.

Kata Kunci. Pengalaman kerja sebisa mungkin dimasukkan dengan bahasa yang menarik, singkat dan menggunakan kata-kata kunci yang sesuai, supaya CVnya terlihat menarik dari ribuan CV yang lain.

Pendidikan terakhir. Nggak perlu menuliskan dulu TK dimana & pamer di negara mana. Cukup tuliskan kuliahnya dimana & ambil jurusan apa. Judul skripsi & thesis kalau relevan, apalagi kalau melamar jadi peneliti, boleh dimasukkan, tapi kalau posisinya nggak memerlukan informasi judul penelitian, mendingan nggak usah. Soal IPK, kalau pas-pasan, sebaiknya disimpan saja, karena tujuan CV adalah untuk memukau.

Bahasa Inggris formal. Kemampuan bahasa asing menjadi poin penting di banyak organisasi dan perusahaan. Oleh karena itu jangan pernah menggunakan google translate. Jika kemampuan bahasa Inggris pas-pasan, bacalah referensi contoh CV bagus dari internet. Bicara soal bahasa jangan pernah nulis mahir kalau kemampuan pas-pasan, karena bohong di CV itu hukumnya dosa banget.

Pengalaman Organisasi yang relevant. Kesalahan yang banyak dilakukan fresh graduate adalah memajang semua pengalaman organisasinya demi CV yang panjang, padahal CV panjang itu bikin capek baca. Nulis pengalaman organisasi itu boleh, tapi bukan berarti ngurusin konsumsi pada saat kedatangan orkes dangdut ke kampus harus dimasukkan, apalagi kalau orkesnya datang tujuh kali & ketujuh pengalaman tersebut ditulis. Pengalaman yang dimasukkan sebaiknya pengalaman yang membuat relevant, misalnya jadi presiden organisasi mahasiswa, terus jelaskan secara singkat tanggung jawabnya, apa saja kegiatannya dan perubahan apa yang dilakukan.

Fresh graduate juga suka nulis pengalaman seminar, dari seminar kecantikan sampai table manner. Kalau ngelamar jadi guru table manner informasi itu akan diperlukan, tapi kalau melamar jadi akuntan? Keikutsertaan di seminar sebaiknya dicantumkan jika pengalaman itu relevan dengan pekerjaan yang diincar.

Pastikan pula file yang dikirimkan diberi nama lengkap dan posisi yang diincar. Contohnya CV_Ailtje_PresidenBankDuniaMistis.pdf. Saran saya, CV dan surat lamaran sebaiknya dijadikan satu dan dalam format yang tidak bisa diedit (agar daftar riwayat hidup tidak disalagunakan). Ini untuk mempercepat proses seleksi. Semakin cepat menyeleksi, semakin cepat pelamar dipanggil.

Surat Lamaran

Selain CV, hal esensial lain yang sering terlupakan adalah cover letter. Padahal, cover letter itu punya fungsi penting. Di secarik kertas itulah pelamar harus meyakinkan calon pemberi kerja kenapa dia pantas dipanggil untuk tahap selanjutnya. Untuk bisa membuat surat lamaran yang baik, maka pelamar wajib hukumnya tahu tentang posisi yang dilamar, kualifikasi yang diminta dan deskripsi pekerjaannya. Makanya biasakan membaca job deskripsi, jangan random ngirim lowongan. Lalu yakinkan pemberi kerja dengan menyambungkan keahlian dan pengalaman dengan kualifikasi pekerjaan. Dalam 15 detik biasanya tukang sortir akan segera tahu pelamar yang niat melamar dari surat lamarannya.

Satu hal lagi kalau mengirimkan lewat email, jangan pernah meninggalkan badan dan subyek email kosong. Dalam satu tempat kadang ada puluhan posisi yang dibuka dan daripada buang waktu mencari tahu mana posisi yang kira-kira cocok buat pelamar, mendingan langsung baca aplikasi yang lebih niat.

Kesalahan lain yang sering dibuat adalah mengirimkan satu cover letter ke banyak perusahaan. Saya paham kalau cari pekerjaan itu tidaklah mudah, tapi bukan berarti pelamar harus bertindak desperate dan asal ngirim lamaran. Contohnya nulis ingin bergabung di perusahaan, padahal ngelamarnya ke Kementerian. Ada juga yang memuja-muja nama besar sebuah rumah sakit dan sangat ingin bekerja di rumah sakit tersebut, padahal ngirimnya ke lembaga internasional yang nggak ngurusin orang sakit sama sekali.

Penutup

Saya tidak menyarankan mengirimkan foto, kecuali diminta. Di kantor terdahulu, foto-foto banyak yang berakhir tragis di tempat sampah. Sementara yang cantik lebih beruntung karena berakhir di hall of fame. Selain itu, pelamar sebaiknya gak usah masukin lampiran yang gak penting, macam kartu kuning, surat keterangan lulus, transkrip, sertifikat seminar, ijasah dari TK, kecuali diminta. Semakin besar file yang dikirim, semakin besar pula kemungkinan file tersebut masuk kotak spam.

Alamat email yang digunakan sebaiknya alamat yang pantas, kalau perlu bikin email khusus untuk melamar. Jangan pernah kirim lamaran dengan id: SiCantikCintaDennySumargo atau AnakBaikCintaMama. Simpan baik-baik copy iklan lowongan dan lamaran, jadi giliran dipanggil, sudah tahu bagaimana wawancaranya akan berjalan.

Pelamar yang cerdas juga sebaiknya tidak menuliskan hal-hal yang membuat dirinya didiskriminasi, seperti status perkawinan dan agama. Kecuali diminta, gaji juga sebaiknya tidak dituliskan.

xx,
Ailtje
Bekas Tukang Sortir

Oleh-oleh Untuk Pasien Rumah Sakit

Seumur hidup saya sudah masuk RS dua kali. Sekali ketika menyerahkan diri untuk dioperasi amandel dan yang kedua ketika demam sehari tapi tak boleh pulang berhari-hari. Kali pertama ngamar, saya sakit beneran, jadi masuk rumah sakit pun minta extra night. Ketika keluar, saya rasanya nggak iklas, karena masih tak bisa ngomong dan tenggorokan seperti terganjal anak kodok.

Kali ke dua di rumah sakit saya bosannya minta ampun. Sebenarnya setelah semalam di rumah sakit saya sudah sembuh. Tapi Bu Dokter spesialis yang menghabiskan jatah asuransi masih suka sama saya. Alhasil saya ‘ditahan’di RS selama tiga malam. Selama ‘ditahan’, saya digempur dengan infus dan vitamin. Diagnosanya ngaco, sirosis. Tapi ketika check ulang dengan dokter lain, saya gak sirosis, cuma demam biasa. Haduh Indonesia!!

image

Sudut RS JMC yang dipenuhi mainan. Ini playground apa RS?

Anyway, pengalaman dua kali di Rumah sakit membuat saya tergelitik membuat tulisan tentang oleh-oleh untuk orang sakit. Sebagai orang Indonesia, oleh-oleh itu kan barang penting nggak penting.  Jadi siapa tahu pengalaman saya nongkrong di rumah sakit bisa memberi inspirasi.

Buah yang mudah dikupas
Orang sakit itu, badannya bawaannya lemes. Melakukan aktivitas malas, apalagi kupas buah. Maunya dikupasin, tapi kalau masuk rumah sakit sendiri, siapa yang mau kupas? Jadi kalau bawa buah untuk si sakit, sebaiknya bawa yang praktis dan tidak cepat busuk macam jeruk (bukan jeruk bali ya) ataupun anggur. Anggur termasuk buah yang gampang, tak perlu kupas cukup masukkan mulut. Eh tapi dicuci dulu ya sebelum masuk mulut. Saya tidak menyarankan membawa buah-buahan semacam pisang (karena cepat busuk) serta semangka dan melon. Buah apel sendiri juga nggak saya sarankan karena ngupasnya repot. Kalaupun mau membawakan buah-buahan yang perlu dikupas, sekalian bawakan pisaunya, karena kalau tak bawa pisau, buah-buahan tersebut berakhir jadi hiasan meja.

Bahan Bacaan

Waktu di rumah sakit itu berjalan sangat lambat. Oleh-oleh yang paling murah untuk hiburan si sakit ya tabloid gosip. Usahakan gosip di tiap tabloid berbeda ya, jadi biar beragam. Kalau kebetulan uangnya agak berlebih, belikan majalah fashion ataupun  majalah hobi. Jangan sekali-sekali membeli Indonesia tatler, yang ada si sakit akan tambah sakit karena mengumpat melihat kelakuan orang kaya yang pamer pesta ini itu, baju ini, sepatu itu dan tentunya pamer rumah lebah terbesar.

TTS/Sudoku
Nah ini pembunuh kebosanan, tapi hanya boleh diberikan jika si sakit rajin berpikir dan penyakitnya memungkinkan untuk berpikir. Kalau sakitnya vertigo berat dikasih ini bisa makin meledak kepala, apalagi kalau jawabannya nggak ketemu.

Aneka lauk
Orang sakit itu tak punya gairah makan, semakin ga bergairah lagi ketika melihat makanan rumah sakit. Beraneka rupa tapi rasanya sama, sama-sama tak berasa. Saya biasanya paling girang kalau temen kantor yang datang, apalagi pas jam makan siang, pas mereka lapar. Begitu datang langsung saya minta menghabiskan makanan tanpa rasa itu; suster girang, saya pun tak perlu risau menghabiskan makanan plain dan teman kantor kenyang. Untuk memeriahkan hari-hari si sakit (dan perutnya) saya sarankan boa aneka lauk yang rasanya enak dan menggoda, tapi perhatikan juga pantangan makanan si sakit. Kalau kena stroke dibawakan jeroan, itu namanya membunuh teman. Selain aneka lauk, oleh-oleh lain yang suka dibawa adalah aneka biskuit, aneka cake dan aneka rupa camilan. Nah kalau saya, biskuit dan cake biasanya akan berakhir di ruangan suster. Biar mereka nggak terlalu galak.

Peralatan toilet
Biasanya emang sudah disediakan  oleh rumah sakit. Tapi tak ada salahnya membawakan barang-barang kecil yang sering terlupakan. Yang paling penting sih, dari pengalaman saya, tisu toilet dan sabun cuci tangan. Di RS Jakarta misalnya, kamar yang kelas rendahan tak ada sabun cuci tangannya. Agak geblek juga sih, RS kok nggak menggalakkan cuci tangan. Tapi kalau dipikir-pikir ini strategi bagus, biar orang gak cuci tangan, terus sakit dan rumah sakit tetap rame. #eh.

Karangan Bunga

Oleh-oleh lain yang suka dibawa adalah bunga, apalagi di Medan. Haduh…Orang Medan itu emang pencinta bunga bener deh, dari sakit, kawinan sampai hari raya keagamaan bunganya banyak bener. Terus terang saya gak hobi lihat bunga di RS, apalagi kalau kebanyakan. Pengalaman di Medan dulu, dengan kamar luas pun bunga-bunga terpaksa dijajarkan di lantai. Lucunya yang girang kalau lihat bunga adalah para suster-suster dan staf rumah sakit. Biasanya mereka sudah memerhatikan bunga mana yang mereka incar lalu mereka minta ketika pasien keluar. Enak sih ada yang ngangkut pulang.

Favorit Saya

Bagi saya pribadi, buah tangan favorit saya ketika di RS adalah cat kuku. Menurut saya ide ini sangat orisinal dan lain daripada yang lain. Daripada bengong di rumah sakit emang lebih baik ngecat kuku. Selain cat kuku, favorit saya ya amplop isi uang. Soal isi nggak masalah, tapi dikasih amplopnya yang bikin girang dan elemen misteri pas buka amplop. Entah kenapa tapi saya emang paling demen dapat uang di amplop, beda rasanya kalau salam tempel yang tak diamplopi.

Sebenarnya oleh-oleh itu penting ga penting. Tapi datang tanpa oleh-oleh pun juga tetap menyenangkan, karena orang sakit sebenarnya cuma pengen ditengok dan diajak ngobrol. Biar nggak bosen lihat tembok rumah sakit.

Jadi, suka bawa buah tangan apa kalau ke RS?

Ramadan in Indonesia

This year, Ramadan-the holy month for Moslem- falls from July to August. For many Moslem, this is the best time to get closer to God. While for beggars, this is the best time for their business. Ramadan in Indonesia are very different than other part of the world, here are the interesting things about Ramadan in Indonesia

1. Traffic

Well, it is not unique, but traffic during Ramadan is dantesque. Working hours in Indonesia are normally cut to seven hours per day because people do not go out for lunch.  During Ramadan, people  leave the office as early as possible to enjoy iftar with the family. This mean, cars are on the road at the same time, heading to the same direction, housing areas outside Jakarta.

2. Early call

People, often children, walk around the neighborhood to wake people up so that they could have their early meals. They will bring any single thing that make noise and wake everyone.  One could also use the voice and screaming on the street to wake people up. This can be useful if those who are observing Ramadan are finding it difficult to wake up early, but for those who have sleeping problem, this can be a big issue.

3. The THR

According the labour law, employers in Indonesia are oblige to give THR, Tunjangan Hari Raya (the holiday allowance) to its staff. The amount is equivalent to one month salary. If employers fail to do so, they will face prosecution. Theoretically, THR is only between employer and employee, but in reality, everyone has to give THR to other people. Here are my THR list this year:

  • A group of security guards in the area; I do not know these people.
  • A group of young people from the Mosque; same as above, I do not know these people.
  • Staff in the kost, who are hired by the landowner; and I am the tenant!
  • My aunt’s helper; she talked to me in sign language (she’s deaf) indicating she wants money. Beside her, my mom’s helper is also on the list as well. She would expect something from me.
  • Contribution box distributed for security and policemen (who are paid by the taxpayer money) in my office.
  • Ketua RT & Ketua RW (the leader in the community) through their assistant.

The spirit of THR is good, to share the fortune with other. But I feel that people are starting to abuse it by begging and forcing other to give. Anyway, look at this official letter from a forum in Jakarta, requesting money:

betawi rempong

Found in social media

4. The beggars

Ever wonder why jalan Pondok Indah or jalan Fatmawati is flooded by beggars? They are pengemis gerobak, the temporary beggars who live in wooden cart during Ramadan. For a month, they will stay in Jakarta, living with their kids on the street and begging for money. They do this simply because the Jakartans are well-known for their generosity. Thanks to that, some kids are now playing around the street until late and missing their classes.

alms

5. Eating in public is punishable?

Everyone should respect people who are observing Ramadan. Gus Dur was the only person who said the other way.  I’ve been so lucky that I’ve never sent on missions to Aceh during Ramadan. However, I lost my lucky charm when I was assigned to Banjarmasin early this July. The city regulates that restaurants, including the one in the hotel must be closed during puasa (from dawn to dusk). I even tried to find restaurant that open in the pecinan (chinatown) but nothing, everyone in Banjarmasin are not allowed to eat during Ramadan. However, in Jakarta, people can eat at anytime. Some restaurant will also give discount during lunch time; and of course the restaurant’s windows will be covered by curtain to protect those who are fasting.

6. Crowded Restaurant

Ramadan brings old friends back to catch up (and gossiping) over dinner, this tradition known as buka bersama. People start to have this dinner together in the second to the last week of Ramadan. Malls are usually crowded, while mosque started to be less attractive. Restaurants are usually fully booked, some even refused reservation and oblige its patrons to walk-in. Smart Indonesian will start to come at 4.30 pm, an hour and a half before the time to break the fast. If you happen to have a craving for something, please make sure it is earlier than 4.30 pm!

Ramadan in Indonesia is indeed different from other part of the world, but the spirit of Ramadan remains the same, to observe the religion’s duties and to be closer with family and friends. So Ramadan Mubarak everyone, I hope you are having a good one!

Belajar Membatik di Bandung

Ramadhan buat saya adalah bulan yang paling tepat untuk jalan-jalan dan wisata kuliner, karena mayoritas orang Indonesia beribadah bersama keluarga di rumah. Kali ini saya dengan @NonAling, @venniem dan @mario_sir berencana menjajal kuliner Bandung, tapi akhirnya urung setelah perut terisi makanan berlimpah dari warung Cepot.

Akhirnya kami memutuskan untuk ikut acara launching buku Iwet Ramadhan, Cerita Batik, yang dibarengi dengan belajar membatik. Sebenernya saya udah pesimis aja dengan belajar membatik, dulu jaman kuliah di Malang saya pernah mengeluarkan uang 250ribu untuk belajar batik. Hasilnya, batik abstrak mirip tulisan anak TK.

Kali ini, biaya mengikuti kursus dibandrol 70k, sudah termasuk attack batik cleaner, majalah Elle edisi lawas banget dan bukunya Iwet. Tapi dengan keberuntungan (bini) Irish, kami ga perlu bayar. Terimakasih pada dewa hujan yang hari itu mengguyur Bandung.

image
Hasil karya saya, batik parang rusak. Rusak beneran!

Buku Cerita Batik

Kalau biasanya buku batik dibandrol dengan harga mahal, dibuat bule, kali ini kita perlu berbangga hati karena buku ini dibuat anak bangsa yang prihatin dengan kondisi perbatikan. Buku ini juga penuh gambar berwarna serta cerita di balik motif kain batik, makanya judulnya pun cerita batik. Uniknya, di dalam buku ini terdapat tiga potong kain batik, yang satu batik print, batik cap dan batik tulis. Catat ya, batik print itu bukan batik, tapi cuma kain bermotif batik.

Saat peluncuran itu, Iwet juga membagi ilmunya tentang motif, makna dan doa pada setiap batik. Salah satu motif yang kami pelajari adalah mega mendung, yang ternyata motif China bikinan Sunan Kalijaga untuk seorang putri China. Gara-gara dibikinkan motif ini, si putri Cina kelepek-kelepek jatuh hati pada sang Sunan dan dipersunting jadi istri kesekian.

image
Putri Cina dan Batik Megamendung. Semoga sang putri cepat dapat jodoh dan tidak dipoligami.

Ada juga motif tambal yang digunakan sebagai alas melahirkan oleh seorang ibu. Jadi batik ini akan berlumuran darah dan air ketuban si Ibu. Si Bapak yang nantinya harus nyuci kain ini. Di kemudian hari, jika anak sakit, kain batik motif tambal ini yang akan digunakan untuk menyelimuti si anak. Nanti kalau saya punya anak dengan mas bule, dia sudi gak ya nyuci kain batik tambal?

Tips Merawat Batik

Kain batik itu bikinnya penuh perjuangan. Pewarnaannya juga special. Konon, lilin yang digunakan untuk mengandung minyak dari buah pinus serta bahan alami lainnya. Jadi, kalau nyuci batik sebaiknya gunakan lerak. Menyimpannya pun harus hati-hati dan tidak boleh dekat dengan kapur barus. Daripada repot, mendingan nyuci batik pakai attack batik cleaner aja, praktis. Catat baik-batik ya, nyuci kain batik dilarang pakai mesin cuci.

Gak afdol bikin acara kalau ga ada kuisnya. Nah kami bertiga bersemangat sekali untuk menyapu bersih hadiah yang diberikan. Kata Iwet kami ini ambisius banget. Ya maklum, trio ambisius ini sudah diberi ilmu batik di Pekalongan dan Madura, jadi malu kalau gak pulang bawa hadiah. Sang Ratu Kuis berhasil membawa persediaan attack selama satu tahun serta kaos Tik Shirt. Sementara saya, berhasil membawa satu buah kaos Tik Shirt. Non Aling gak kebagian hadiah disini, tapi dia kebagian hadiah setelah kalap belanja di Rumah Mode

image
Ratu Kuis @venniem yang berhasil memborong hadiah.

Acara batik ini rencananya akan diadakan lagi di Yogyakarta dan Surabaya. Sementara di Jakarta rencananya akan diadakan pada bulan Oktober. Kalau nggak mau ketinggalan pantengin terus twitter @iwetramadhan dan @elleindonesia.

 
Tjetje
Bukan tulisan berbayar

Cara Gila Pesen Kopi di Starbucks

Gara-gara lihat postingan tentang nama di gelas, ditambah pacar yang suka ngaco ngasih nama kalau pesen di Starbucks, saya terinspirasi melakukan kegilaan juga. Nggak gila banget sih, tapi agak iseng. Jadi saya pergi ke Starbucks dan pesen Mocha Frapuccino. Kali ini, pas ditanya nama, nama saya jadi:

image

Seperti biasa, pas udah selesai bikin order, Baristanya teriak dong, panggil nama. MOCHA FRAPUCCINO ATAS NAMA (pause sejenak, turunkan suara),  Ms Awesome! Mbak Barista tersenyum, saya pun tersenyum atas kegilaan ini.  Next time, I’ll be miss sexy.

Hayo siapa yang berani melakukan hal serupa?

Pulau Tunda: Surganya Kambing

Kumpul di Slipi Jaya jam 9.
Sampai di Pakupatan jam 1130
Nyambung ke Karangantu
naik boat ke Pulau Tunda jam 2
tiba di home stay jam 4 pagi

Waktu baca itinerary yang ambisius ini saya sempet malas ngikut, apalagi kondisi badan lagi teler. Tapi karena sudah bayar DP, akhirnya berangkat aja. Semuanya #DemiPulauTunda, demi lihat lumba-lumba.

Perawan di Sarang Penyamun

Dari Slipi, kami naik bis menuju Merak. Rombongan berangkat dalam grup kecil karena ga ada bis kosong. Bayarnya 20k, tapi kalau naik primajasa 17k. Setelah 5 menit berdiri, saya dipersilakan duduk di bagian belakang bis yang wujudnya tampak seperti akuarium di karaoke plus-plus. Ada 11 pria, saya jadi satu-satunya perempuan. Ya sudahlah. Mereka kasih komentar usil masih bisa dicuekin, lagu dangdut dari hp murahan  masih bisa dicuekin, begitu ada yang ngrokok saya pindah deh ke depan, berdiri lagi. Nggak lama setelah berdiri, dapat kursi, niatnya sih mau tidur, tapi belum sempat tidur, eh sudah sampai di Terminal bis Pakupatan, Serang. Dari Slipi ke Serang memakan waktu sekitar 2.5 jam saja, tanpa macet. Sampai di terminal kami disambut 2 angkot yang siap mengangkut ke tempat Pelelangan Karang Antu.

image

Bule Pakistan

Semua orang sudah duduk manis di dalam angkot, tiba-tiba mobil polisi dengan lampu diskonya berhenti di tengah jalan. Pak Polisi kemudian nanya-nanya tujuan kita. Setelah itu si Bapak nanya dokumen seorang WNA yang ada di rombongan kami. Alasannya: imigran gelap dari Pakistan, padahal itu WNA itu tak terlihat seperti orang Pakistan. Karakter fisiknya sangat barat/ bule, lalu Pakistan dari mana coba? Dalam situasi seperti ini, apalagi udah bertele-tele, daripada dimintai uang ataupun digeret ke kantor polisi, saya pun mengeluarkan kartu identitas sakti, kali ini berhasil.

Syah Bandar

Ga cuma di terminal, di Pelelangan ikan Karang Antu, bule lagi-lagi jadi masalah. Alasannya sekali lagi: imigran gelap asal Pakistan. Entah pegawai kantor Syah bandar ini udah BBM-an sama pak polisi, atau emang orang Serang mengasumsikan semua bule aslinya Pakistan. Tiga puluh menit lebih temen saya urusan sama pegawai sudah bandar, panjang bener nggak selesai-selesai. Akhirnya saya turun, sekali lagi ngeluarin kartu identitas ajaib. Nggak pakai ngomel, cukup pasang muka tegas. Urusan bule selesai, eh kali ini dipermasalahkan urusan ijin berlayar, karena kapal yang kami tumpangi adalah hapal nelayan bukan untuk angkut manusia.

Duh ini pegawai kantor Syah Bandar kalau emang ada masalah itu mestinya semua masalah dikeluarkan semua, jadi nggak satu-satu, terkesan cari perkara. Alasan bapak-bapak ini, tanpa ijin berlayar mereka takut kalau ada patroli, resiko tertangkap patroli adalah: penjara. Solusinya, bapak nahkoda kami harus menghubungi seorang petinggi, minta ijin. Setelah bergelut nelpon, akhirnya kami pun diperbolehkan berlayar di tengah malam, dengan kapal nelayan, tanpa life jacket. Duh bertaruh nyawa deh.

Kambing, Kambing dan Kambing

Menjelang subuh kami sampai di pulau ini, ga disambut karpet merah tapi disambut hamparan mutiara hitam, kotoran kambing. Rupanya, kambing di sini dilepas untuk gaul bersama kucing, ayam dan bebek. Berebut tulang ikan, sumpah ga bohong, kambing di sini makan ikan.

Beberapa kambing yang terkantuk-kantuk terpaksa menyingkir dari tengah jalan demi memberi ruang pada rombongan kami yang malam itu berbagi tikar dan satu toilet di rumah pink di belakang sekolah. Satu toilet 26 orang, jangan tanya gimana antri nya kalau sakit perut!

image

Kapal nelayan ini dibandrol 80 juta

Pulau ini berpenduduk kurang lebih 1000 jiwa, semuanya Muslim. Jadi jangan coba2 jalan-jalan menggunakan bikini. Pakai baju lengkap saja jadi tontonan, apalagi bikini. Rupanya, pulau ini tak populer untuk snorkeling, kami merupakan satu-satunya rombongan turis snorkeling. Rombongan lainnya adalah rombongan pemancing, tapi nggak heboh kayak kami, jadi nggak layak jadi tontonan. Pulau ini punya Masjid, tapi belum jadi, ga punya dokter, tapi punya bidan & ruang bersalin. Transportasi publiknya, kapal kuning Tunda Express hanya ada pada hari Sabtu, Senin dan Rabu, ongkosnya 15k/kepala. Di luar hari tersebut, sang kapten bersedia mengantar asal rombongan terdiri dari 70 orang.

Snorkeling

Ga ada wisata lain yang bisa dilakukan di sini, cuma snorkeling. Spotsnya OK, bahkan nggak perlu turun pun bisa terlihat dari atas. Karena cuma ada dua spots, jadi jam dua siang pun kami sudah selesai. Selain snorkeling? tangkap kambing aja deh. Bisa juga jalan ke pantai yang cuma seiprit & kotor! Kalau punya keberanian bisa juga olahraga naik ke atas lighthouse.

Keesokan paginya kami sempat berburu lumba-lumba dengan muterin pulau ini, 360 derajat. Jarak tempuh 45 menit, lumayan sambil berjemur di atas kapal pagi-pagi. Kami nggak ketemu lumba-lumba, ternyata ini bukan daerah lumba-lumba. Dulu pernah ada grup yang ketemu, karena mereka lagi beruntung. Jadi kalau ke pulau ini, mendingan gak usah ngarep lihat lumba-lumba, tapi ngarep lihat  kapal tanker & kapal penambang pasir, pasti ketemu. Konon pasir yang dikeruk dari sini untuk Ancol!

image

Uniknya, air sumur di pulau ini nggak payau, jadi seger nggak lengket. Kalau mau mandi mesti nimba dulu ya. Lumayan olahraga. Biarpun ada mesin penyedot listik, kalau siang mesin itu gak jalan, karena listrinya gak ada. Mestinya kami kemaren ngajak pak Dahlan Iskan di rombongan supaya beliau tahu kalau listrik di pulau Tunda cuma ada di malam hari, sedangkan kalau siang mati.

image

Perlu dicatat makanan disini cukup sederhana. Sarapan dan makan siang kami ikan, nasi & oseng kulit belinjo. Sementara makan malamnya nasi goreng, mie goreng & ikan bakar. Kualitas makanannya belum seperti di pulau-pulau lain di kepulauan 1000, tapi justru karena kesederhanannya itulah pulau ini jadi berbeda.

Berhubung cuma bisa snorkeling & ga ada hiburan lain yang bisa dilakukan. Jadi pulau ini hanya disarankan untuk dikunjungi eksekutif muda yang gak bisa lepas dari gadget. Alamat bakal fresh kepalanya, karena tak ada sinyal Simpati. Sementara sinyal XL & Indosat hanya muncul di beberapa tempat, itupun harus jalan ke pinggir pantai.

Berminat ke Pulau Tunda?

 

Halo Kota Metro Lampung

Ada yang pernah tahu kota Metro ada di mana? Kota ini ternyata ada di provinsi Lampung, sekitar 50 km dari Bandar Lampung atau 30 menit dari bandara Raden Inten. Pekerjaan membawa saya untuk mengunjungi kotanya gajah ini untuk berbincang urusan disabilitas selama dua hari satu malam. Sebagai penduduk Jakarta, keluar dari metropolitan untuk menuju ke kota kecil yang dipenuhi dengan pepohonan hijau, kanal di pinggir sungai serta sawah-sawah itu merupakan sebuah kemewahan tersendiri.

image

Tidur di mana?
Saya menginap di Hotel NUBAN yang terletak di tengah kota dan hanya selemparan batu dari terminal. Kota ini nampaknya masih konservatif dan melarang perempuan untuk menginap sendirian tanpa ijin tertulis dari perusahaan ataupun keluarga. Untungnya saya tak diminta menyediakan surat-surat itu, mungkin karena pihak pemerintahan yang membantu proses booking hotel saya. Ketika saya berada disana, harga kamar non VIP dibandrol 250rb, termasuk AC dan sarapan, no hot water, cuma ada ember biru untuk menampung air. Sementara untuk kamar VIP dibandrol 275 termasuk bath tub dan wastafel. Biarpun ada bath tubnya, saya rasanya gak tega masuk. Kamarnya sendiri cukup luas dan layak untuk menginap dalam jangka pendek.

Sarapan pagi disiapkan di atas baki dan diletakkan di depan kamar. Menu sarapannya sederhana, terdiri dari roti, termos air panas, teh serta kopi. Sambil menikmati sarapan saya bisa menikmati pemandangan yang lagi-lagi buat saya adalah kemewahan, sapi sedang bermandikan cahaya matahari pagi. Setelah sarapan, saya diberkati dengan pemandangan cantik: matahari memandikan sapi dengan cahaya matahari pagi.

image

Sapi ini ketakutan ketika saya dekati

Ngapain aja?

Selain memandangi sawah dan kanal-kanal yang dibangun disekitar sawah, alternatif hiburan di kota Metro adalah jalan ke taman kotanya, atau alun-alun. Pemandangan menarik yang saya lihat adalah becak gajah mengelilingi kota. Di taman kota ini juga ada toilet bawah tanah, yang lagi-lagi bentuknya gajah.  Jika malam malam, taman kota ini cukuplah ramai. Anak-anak duduk di kolam ikan, memancing ikan-ikan magnet. Harga mancing itu dipatok 2000 rupiah saja, sepuasnya. Murah ya?Saya juga iseng jalan menyusuri kota, mencari yang tidak ditemukan di Jakarta, seperti: Warung telekomunikasi. Wartel yang dulu begitu sekarang tergusur oleh perkembangan teknologi. Di samping taman kota juga ada rumah dinas Pak Walikota yang megah. Masjid Rayanya sendiri sedang dalam proses renovasi.

Makan Apa?

Kota yang dibangun Belanda pada tahun 1932 ini berpenduduk sekitar 160k jiwa, tidak termasuk pelajar dari 9 provinsi yang belajar di 14 universitas. Penduduknya kebanyakan keturunan Jawa, bahasanya pun bahasa Jawa. Kendati latar belakangnya Jawa, makanannya banyak dipengaruhi makanan Sumatra. Di sana saya sempat nyoba masakan Padang serta masakan Jawa Timur. Ternyata, masakan Jawa Timur disini JUARA, rasanya lebih enak dari makanan Jawa Timur di Jakarta. Harganya pun bersahabat banget.

image

Yang paling top dan wajib dicoba sup ikan Baung, tapi di foto ini gambarnya ikan patin. Konon ikan Baung ini ikan sungai yang belum bisa dibudidayakan. Sup ikan ini dimasak dengan nanas, jadi rasanya segar, asam, dan pedas. Selain sup ikan baung, ada juga sambal nanas yang pedasnya bercampur dengan kesegaran nanas. Sungguh enak!

Fakta tentang kota Metro

  • Kota ini luasnya hanya 60km²
  • Banyak kanal kecil untuk irigasi sawah, mirip seperti di Belanda. Kanal tersebut memang dibangun oleh Belanda untuk pengairan sawah-sawah.
  • Kota ini terobsesi dengan gajah, selain odong-odong gajah, ada toilet gajah juga di tengah taman kotanya. Tapi tak ada gajah asli, mungkin saya belum lihat saja.

Yang sudah pernah ke Metro, cerita dong ada apa aja disana?