Cerita Gado-gado Tentang Abdi Negeri Ini

Awalnya saya ingin menuliskan tentang “Thing Indonesians Like: Being a Civil Servant”. Akhirnya saya belum jadi memposting cerita itu, karena menghindari segala kontroversinya. Jadinya nulis versi gado-gado ini. Anyway, di negeri ini banyak banget orang tua yang terobsesi agar anaknya menjadi PNS, bahkan rela mengeluarkan uang beratus-ratus juta agar anak bisa menjadi pelayan masyarakat. Sayangnya, banyak PNS yang kualitas dan kelakukannya bikin mengelus dada. Kebanyakan PNS model begini ini adalah mereka yang lupa kalau mereka sebenarnya adalah abdi masyarakat. Saya bukan orang yang anti PNS macam pekerja NGO, tapi banyak banget kejadian yang bikin saya melirik tajam macam artis di sinetron, ketika berurusan dengan PNS.

Click untuk melihat sumber photo Click untuk melihat sumber photo

Alat Komunikasi

Entah mengapa, berurusan sama instansi pemerintahan itu harus lewat mesin fax. Boro-boro  nemu nomor fax, nemu nomor telepon aja susahnya setengah mati. Nggak semua website mencantumkan alamat dan nomor telpon yang bisa dihubungi. Nelpon 108 pun lebih menggemaskan lagi, karena operator satu ke operator lain jawabannya berbeda-beda. Nah kalau telpon aja susah, apalagi email. Beberapa waktu lalu saya masih sempet komunikasi sama PNS yang teriak: “Eh..nomor email apa, nomor email?”

Pas jaman post-tsunami, saya pernah kelimpahan rejeki ngirimkan fax ke berbagai daerah di Aceh. Saya nggak ingat daerah mana, tapi saya ingat ada seorang Bapak yang ketika saya hubungi lewat kantor, beliau minta maaf karena tidak ada yang mengangkat telepon. Para staff, menurut beliau, banyak yang meninggal dunia terhempas gelombang tsunami. Kalau ingat itu, saya suka sedih. Sementara di daerah lainnya, seorang mbak, minta maaf karena ruangan fax dikunci di ruangan pak kepala, sehingga nggak ada yang bisa mencet tombol untuk memberi nada fax, alhasil fax gagal terus. Nah kalau ingat yang ini, saya gondok banget, beli mesin fax kok dikandangin.

Gaji Kecil, Hidup Nyaman

Udah bukan rahasia lagi kalau bikin acara, walaupun bagi-bagi ilmu, honorarium dan uang transport itu wajib hukumnya. Kewajiban untuk bayar transport dan honor ini ada aturan Menteri Keuangan, namanya SBU. Tiap tahun, SBU ini berganti-ganti angkanya. Nah, kalau selama seminar, workshop atau apapun namanya peserta mengantuk-ngantuk dan nggak serius, begitu urusan menyelesaikan administrasi, biasanya mereka mendadak serius. Orang yang ngurusin keuangan biasanya jadi orang yang paling dicari pada saat makan siang. Saking seriusnya, saya pernah ditelpon seorang Ibu yang sudah menandatangani dan mengambil uang transportnya. Menurut ibu itu, uangnya kurang, si Ibu bahkan bawa-bawa nama Tuhan. Saya yang pada saat itu masih anak baru terdiam nggak bisa ngomong apa-apa (padahal saya ini galak lho). Untung ada yang saat itu lebih galak dari saya (dan pada saat itu ikut ngitung uang) jadilah si Ibu itu disemprot.

Ada lagi yang menarik, SBU itu mengatur honorarium untuk moderator, satu jamnya (jaman dulu) sekitar 500.000-an. Nah, kalau ketemu PNS yang agak tamak nih, dia bisa minta jadi moderator hingga berjam-jam. Yang kalau ditotal, ongkos honor menjadi moderator selama satu hari = gaji fresh graduate satu bulan. Biarpun jadi moderator pada saat jam kerja, tetep berhak dapat honor lho. Terlihat seperti pemborosan, lha emang diatur sama menterinya mau gimana? Kalau ada PNS yang naik mobil BMW, berpikir positif aja, kerjanya pasti keras, sehari bisa 10 jam jadi moderator.

Satu hal yang berubah ketika Sri Mulyani jadi menteri keuangan, beliau merubah kebijakan perjalanan dinas yang lumpsum menjadi at cost. Jadi dulu banyak yang suka mengumpulkan uang sisa lumpsum perjalanan dinas dengan naik penerbangan yang pailng murah, tidur di hotel yang paling sederhana. Soal praktik ajaib seputar perjalanan dinas nggak perlu diceritakan disini lah ya.

Anyway, dari semua hal di atas, ada satu hal yang tak terlupakan di dalam hidup saya, pembelian laptop seharga 30 juta. Waktu saya menemukan hal tersebut, saya pun meminta klarifikasi. tahu jawabannya: “Jadi menurut adik, ada praktik mark up gitu?” saya yang setengah terintimidasi cuma bisa mengangguk. Jawaban sakti dari si Bapak pejabat: “Barang ini kan didatangkan dari Jakarta. Suppliernya kan perlu biaya ke Jakarta, pengirimannya pun juga perlu biaya, belum lagi supplier ini kan punya keluarga yang harus diberi makan. Jadi wajar dong kalau suppliernya mengambil keuntungan”. Saya speechless, dipikir si Bapak saya ini goblok apa ya.

Laptop 30 juta gak pakai emas ya! Laptop 30 juta gak pakai emas ya!

Nah, kalau honor-honor itu nggak cukup dan pengen mengotori tangan, bolehlah berlaku seperti pak Lurah saya. Alkisah, keluarga saya sedang membuat surat hak ahli waris. Begitu mendengar kata waris, Pak Lurah saya matanya langsung berubah menjadi hijau. Disebutlah angka sekian juta untuk meloloskan surat warisan itu. Entah dimana otak pak Lurah ini ya, sekolah dibayar negara, makan dibayar negara (dan semuanya itu uang rakyat), kok ya masih mikir pengen meres rakyat. Solusinya, datang kembali ke kelurahan dikawal aparat hijau, naik mobil hijau, pak Lurah kicep nggak berani minta uang.

Biarpun gaji kecil, PNS itu bisa sekolah di luar negeri (bahkan tak sedikit anak PNS yg sekolah dengan biaya pribadi di luar negeri). PNS itu punya banyak akses terhadap beasiswa di seluruh dunia. Biasanya ada kuota-kuota tertentu dari negara/ instansi pemberi beasiswa yang dikhususkan untuk PNS. Saktinya, mereka bisa mendapatkan beasiwa walaupun dengan Bahasa Inggris yang pas-pasan. Entah gimana dengan kemampuan bahasa pas-pasan mereka bisa sekolah di luar negeri, pulang ke Indonesia bahasa Inggrisnya ya tetep pas-pasan. Saking pasnya kalau ada acara yang menggunakan Bahasa Inggris masih minta penerjemah. Lha, dulu sekolahnya bagaimana?

Penutup

Anyway, nggak semua PNS itu bobrok dan perlu upgrade kapasitas. Ada banyak PNS yang membawa perubahan dan punya kualitas luar biasa, bahkan lancar berbahasa Inggris, saya sendiri beruntung pernah kerja dengan salah satu yang terbaik di negeri ini. Sayangnya, kebanyakan dari PNS berkualitas ini kerjanya di Jakarta. Saya sendiri jarang (jarang bukan berarti tak ada ya) menemukan PNS yang berkualitas tinggi di daerah. Saat ini lagi banyak lowongan untuk PNS, sepertinya jumlah PNS yang ada nggak cukup untuk melayani masyarakat. Kalau merasa bersih dan berkualitas, jangan segan jadi PNS. Gaji mungkin kecil, tapi bisa dapat honor dengan cara jadi moderator sampai rahang kaku. Satu hal yang mesti diingat, kalau mau jadi PNS mentalnya harus benar-benar super kuat tak tergoyahkan ya, biar kalau ngadepin bapak-PNS-yang-bikin-speechless bisa ngelawan dan biar kelakuannya nggak seperti Pak Lurah. Resikonya kalau nggak tergoyahkan, ya pangkat tertunda, tapi yang penting kan hidup bermanfaat karena melaksanakan tugas mulia untuk mengabdi pada masyarakat, bukan mengambil & menghamburkan uang masyarakat.

Gimana berminat mengabdi pada masyarakat?

Cara Membuat CV dan Melamar Pekerjaan

Dulu jaman di Multiply saya pernah nulis serius panduan cara melamar yang baik. Dalam ingatan saya, ada seorang Bapak yang melamar posisi project manager untuk proyek post-conflict, minta gaji 30 juta & kendaraan kantor. Kalau kualifikasi OK sih nggak papa, boro-boro nemu kata konflik atau peace di CV-nya, yang saya temukan malah favorite TV channel (fashion TV), favorite piano composer, favorit designer & hobinya yang main golf.

Kendati bukan bagian HRD, saya seringkali mendapat pekerjaan untuk menyortir CV dan mencari kandidat yang tepat, baik lewat email maupun manual (baca: buka karung dan buka amplop). Menyortir CV online menurut saya banyak tantangannya, apalagi kalau filenya super besar. Dari ribuan CV yang saya lihat, saya jadi belajar cara membuat CV dan melamar pekerjaan.

Tentang CV

CV Satu halaman. Informasi nama, alamat email dan nomer telpon dipasang di atas, biar gampang nyarinya. Nomor KTP, status kepemilikan rumah, status kepemilikan kendaraan, nggak perlu dipajang, kecuali kalau lagi ngelamar untuk kredit di bank. Sebelum menuliskan informasi, tanya pada diri sendiri, adakah hubungan informasi ini dengan pekerjaan yang dilamar.

Kata Kunci. Pengalaman kerja sebisa mungkin dimasukkan dengan bahasa yang menarik, singkat dan menggunakan kata-kata kunci yang sesuai, supaya CVnya terlihat menarik dari ribuan CV yang lain.

Pendidikan terakhir. Nggak perlu menuliskan dulu TK dimana & pamer di negara mana. Cukup tuliskan kuliahnya dimana & ambil jurusan apa. Judul skripsi & thesis kalau relevan, apalagi kalau melamar jadi peneliti, boleh dimasukkan, tapi kalau posisinya nggak memerlukan informasi judul penelitian, mendingan nggak usah. Soal IPK, kalau pas-pasan, sebaiknya disimpan saja, karena tujuan CV adalah untuk memukau.

Bahasa Inggris formal. Kemampuan bahasa asing menjadi poin penting di banyak organisasi dan perusahaan. Oleh karena itu jangan pernah menggunakan google translate. Jika kemampuan bahasa Inggris pas-pasan, bacalah referensi contoh CV bagus dari internet. Bicara soal bahasa jangan pernah nulis mahir kalau kemampuan pas-pasan, karena bohong di CV itu hukumnya dosa banget.

Pengalaman Organisasi yang relevant. Kesalahan yang banyak dilakukan fresh graduate adalah memajang semua pengalaman organisasinya demi CV yang panjang, padahal CV panjang itu bikin capek baca. Nulis pengalaman organisasi itu boleh, tapi bukan berarti ngurusin konsumsi pada saat kedatangan orkes dangdut ke kampus harus dimasukkan, apalagi kalau orkesnya datang tujuh kali & ketujuh pengalaman tersebut ditulis. Pengalaman yang dimasukkan sebaiknya pengalaman yang membuat relevant, misalnya jadi presiden organisasi mahasiswa, terus jelaskan secara singkat tanggung jawabnya, apa saja kegiatannya dan perubahan apa yang dilakukan.

Fresh graduate juga suka nulis pengalaman seminar, dari seminar kecantikan sampai table manner. Kalau ngelamar jadi guru table manner informasi itu akan diperlukan, tapi kalau melamar jadi akuntan? Keikutsertaan di seminar sebaiknya dicantumkan jika pengalaman itu relevan dengan pekerjaan yang diincar.

Pastikan pula file yang dikirimkan diberi nama lengkap dan posisi yang diincar. Contohnya CV_Ailtje_PresidenBankDuniaMistis.pdf. Saran saya, CV dan surat lamaran sebaiknya dijadikan satu dan dalam format yang tidak bisa diedit (agar daftar riwayat hidup tidak disalagunakan). Ini untuk mempercepat proses seleksi. Semakin cepat menyeleksi, semakin cepat pelamar dipanggil.

Surat Lamaran

Selain CV, hal esensial lain yang sering terlupakan adalah cover letter. Padahal, cover letter itu punya fungsi penting. Di secarik kertas itulah pelamar harus meyakinkan calon pemberi kerja kenapa dia pantas dipanggil untuk tahap selanjutnya. Untuk bisa membuat surat lamaran yang baik, maka pelamar wajib hukumnya tahu tentang posisi yang dilamar, kualifikasi yang diminta dan deskripsi pekerjaannya. Makanya biasakan membaca job deskripsi, jangan random ngirim lowongan. Lalu yakinkan pemberi kerja dengan menyambungkan keahlian dan pengalaman dengan kualifikasi pekerjaan. Dalam 15 detik biasanya tukang sortir akan segera tahu pelamar yang niat melamar dari surat lamarannya.

Satu hal lagi kalau mengirimkan lewat email, jangan pernah meninggalkan badan dan subyek email kosong. Dalam satu tempat kadang ada puluhan posisi yang dibuka dan daripada buang waktu mencari tahu mana posisi yang kira-kira cocok buat pelamar, mendingan langsung baca aplikasi yang lebih niat.

Kesalahan lain yang sering dibuat adalah mengirimkan satu cover letter ke banyak perusahaan. Saya paham kalau cari pekerjaan itu tidaklah mudah, tapi bukan berarti pelamar harus bertindak desperate dan asal ngirim lamaran. Contohnya nulis ingin bergabung di perusahaan, padahal ngelamarnya ke Kementerian. Ada juga yang memuja-muja nama besar sebuah rumah sakit dan sangat ingin bekerja di rumah sakit tersebut, padahal ngirimnya ke lembaga internasional yang nggak ngurusin orang sakit sama sekali.

Penutup

Saya tidak menyarankan mengirimkan foto, kecuali diminta. Di kantor terdahulu, foto-foto banyak yang berakhir tragis di tempat sampah. Sementara yang cantik lebih beruntung karena berakhir di hall of fame. Selain itu, pelamar sebaiknya gak usah masukin lampiran yang gak penting, macam kartu kuning, surat keterangan lulus, transkrip, sertifikat seminar, ijasah dari TK, kecuali diminta. Semakin besar file yang dikirim, semakin besar pula kemungkinan file tersebut masuk kotak spam.

Alamat email yang digunakan sebaiknya alamat yang pantas, kalau perlu bikin email khusus untuk melamar. Jangan pernah kirim lamaran dengan id: SiCantikCintaDennySumargo atau AnakBaikCintaMama. Simpan baik-baik copy iklan lowongan dan lamaran, jadi giliran dipanggil, sudah tahu bagaimana wawancaranya akan berjalan.

Pelamar yang cerdas juga sebaiknya tidak menuliskan hal-hal yang membuat dirinya didiskriminasi, seperti status perkawinan dan agama. Kecuali diminta, gaji juga sebaiknya tidak dituliskan.

xx,
Ailtje
Bekas Tukang Sortir

Oleh-oleh Untuk Pasien Rumah Sakit

Seumur hidup saya sudah masuk RS dua kali. Sekali ketika menyerahkan diri untuk dioperasi amandel dan yang kedua ketika demam sehari tapi tak boleh pulang berhari-hari. Kali pertama ngamar, saya sakit beneran, jadi masuk rumah sakit pun minta extra night. Ketika keluar, saya rasanya nggak iklas, karena masih tak bisa ngomong dan tenggorokan seperti terganjal anak kodok.

Kali ke dua di rumah sakit saya bosannya minta ampun. Sebenarnya setelah semalam di rumah sakit saya sudah sembuh. Tapi Bu Dokter spesialis yang menghabiskan jatah asuransi masih suka sama saya. Alhasil saya ‘ditahan’di RS selama tiga malam. Selama ‘ditahan’, saya digempur dengan infus dan vitamin. Diagnosanya ngaco, sirosis. Tapi ketika check ulang dengan dokter lain, saya gak sirosis, cuma demam biasa. Haduh Indonesia!!

image

Sudut RS JMC yang dipenuhi mainan. Ini playground apa RS?

Anyway, pengalaman dua kali di Rumah sakit membuat saya tergelitik membuat tulisan tentang oleh-oleh untuk orang sakit. Sebagai orang Indonesia, oleh-oleh itu kan barang penting nggak penting.  Jadi siapa tahu pengalaman saya nongkrong di rumah sakit bisa memberi inspirasi.

Buah yang mudah dikupas
Orang sakit itu, badannya bawaannya lemes. Melakukan aktivitas malas, apalagi kupas buah. Maunya dikupasin, tapi kalau masuk rumah sakit sendiri, siapa yang mau kupas? Jadi kalau bawa buah untuk si sakit, sebaiknya bawa yang praktis dan tidak cepat busuk macam jeruk (bukan jeruk bali ya) ataupun anggur. Anggur termasuk buah yang gampang, tak perlu kupas cukup masukkan mulut. Eh tapi dicuci dulu ya sebelum masuk mulut. Saya tidak menyarankan membawa buah-buahan semacam pisang (karena cepat busuk) serta semangka dan melon. Buah apel sendiri juga nggak saya sarankan karena ngupasnya repot. Kalaupun mau membawakan buah-buahan yang perlu dikupas, sekalian bawakan pisaunya, karena kalau tak bawa pisau, buah-buahan tersebut berakhir jadi hiasan meja.

Bahan Bacaan

Waktu di rumah sakit itu berjalan sangat lambat. Oleh-oleh yang paling murah untuk hiburan si sakit ya tabloid gosip. Usahakan gosip di tiap tabloid berbeda ya, jadi biar beragam. Kalau kebetulan uangnya agak berlebih, belikan majalah fashion ataupun  majalah hobi. Jangan sekali-sekali membeli Indonesia tatler, yang ada si sakit akan tambah sakit karena mengumpat melihat kelakuan orang kaya yang pamer pesta ini itu, baju ini, sepatu itu dan tentunya pamer rumah lebah terbesar.

TTS/Sudoku
Nah ini pembunuh kebosanan, tapi hanya boleh diberikan jika si sakit rajin berpikir dan penyakitnya memungkinkan untuk berpikir. Kalau sakitnya vertigo berat dikasih ini bisa makin meledak kepala, apalagi kalau jawabannya nggak ketemu.

Aneka lauk
Orang sakit itu tak punya gairah makan, semakin ga bergairah lagi ketika melihat makanan rumah sakit. Beraneka rupa tapi rasanya sama, sama-sama tak berasa. Saya biasanya paling girang kalau temen kantor yang datang, apalagi pas jam makan siang, pas mereka lapar. Begitu datang langsung saya minta menghabiskan makanan tanpa rasa itu; suster girang, saya pun tak perlu risau menghabiskan makanan plain dan teman kantor kenyang. Untuk memeriahkan hari-hari si sakit (dan perutnya) saya sarankan boa aneka lauk yang rasanya enak dan menggoda, tapi perhatikan juga pantangan makanan si sakit. Kalau kena stroke dibawakan jeroan, itu namanya membunuh teman. Selain aneka lauk, oleh-oleh lain yang suka dibawa adalah aneka biskuit, aneka cake dan aneka rupa camilan. Nah kalau saya, biskuit dan cake biasanya akan berakhir di ruangan suster. Biar mereka nggak terlalu galak.

Peralatan toilet
Biasanya emang sudah disediakan  oleh rumah sakit. Tapi tak ada salahnya membawakan barang-barang kecil yang sering terlupakan. Yang paling penting sih, dari pengalaman saya, tisu toilet dan sabun cuci tangan. Di RS Jakarta misalnya, kamar yang kelas rendahan tak ada sabun cuci tangannya. Agak geblek juga sih, RS kok nggak menggalakkan cuci tangan. Tapi kalau dipikir-pikir ini strategi bagus, biar orang gak cuci tangan, terus sakit dan rumah sakit tetap rame. #eh.

Karangan Bunga

Oleh-oleh lain yang suka dibawa adalah bunga, apalagi di Medan. Haduh…Orang Medan itu emang pencinta bunga bener deh, dari sakit, kawinan sampai hari raya keagamaan bunganya banyak bener. Terus terang saya gak hobi lihat bunga di RS, apalagi kalau kebanyakan. Pengalaman di Medan dulu, dengan kamar luas pun bunga-bunga terpaksa dijajarkan di lantai. Lucunya yang girang kalau lihat bunga adalah para suster-suster dan staf rumah sakit. Biasanya mereka sudah memerhatikan bunga mana yang mereka incar lalu mereka minta ketika pasien keluar. Enak sih ada yang ngangkut pulang.

Favorit Saya

Bagi saya pribadi, buah tangan favorit saya ketika di RS adalah cat kuku. Menurut saya ide ini sangat orisinal dan lain daripada yang lain. Daripada bengong di rumah sakit emang lebih baik ngecat kuku. Selain cat kuku, favorit saya ya amplop isi uang. Soal isi nggak masalah, tapi dikasih amplopnya yang bikin girang dan elemen misteri pas buka amplop. Entah kenapa tapi saya emang paling demen dapat uang di amplop, beda rasanya kalau salam tempel yang tak diamplopi.

Sebenarnya oleh-oleh itu penting ga penting. Tapi datang tanpa oleh-oleh pun juga tetap menyenangkan, karena orang sakit sebenarnya cuma pengen ditengok dan diajak ngobrol. Biar nggak bosen lihat tembok rumah sakit.

Jadi, suka bawa buah tangan apa kalau ke RS?

Ramadan in Indonesia

This year, Ramadan-the holy month for Moslem- falls from July to August. For many Moslem, this is the best time to get closer to God. While for beggars, this is the best time for their business. Ramadan in Indonesia are very different than other part of the world, here are the interesting things about Ramadan in Indonesia

1. Traffic

Well, it is not unique, but traffic during Ramadan is dantesque. Working hours in Indonesia are normally cut to seven hours per day because people do not go out for lunch.  During Ramadan, people  leave the office as early as possible to enjoy iftar with the family. This mean, cars are on the road at the same time, heading to the same direction, housing areas outside Jakarta.

2. Early call

People, often children, walk around the neighborhood to wake people up so that they could have their early meals. They will bring any single thing that make noise and wake everyone.  One could also use the voice and screaming on the street to wake people up. This can be useful if those who are observing Ramadan are finding it difficult to wake up early, but for those who have sleeping problem, this can be a big issue.

3. The THR

According the labour law, employers in Indonesia are oblige to give THR, Tunjangan Hari Raya (the holiday allowance) to its staff. The amount is equivalent to one month salary. If employers fail to do so, they will face prosecution. Theoretically, THR is only between employer and employee, but in reality, everyone has to give THR to other people. Here are my THR list this year:

  • A group of security guards in the area; I do not know these people.
  • A group of young people from the Mosque; same as above, I do not know these people.
  • Staff in the kost, who are hired by the landowner; and I am the tenant!
  • My aunt’s helper; she talked to me in sign language (she’s deaf) indicating she wants money. Beside her, my mom’s helper is also on the list as well. She would expect something from me.
  • Contribution box distributed for security and policemen (who are paid by the taxpayer money) in my office.
  • Ketua RT & Ketua RW (the leader in the community) through their assistant.

The spirit of THR is good, to share the fortune with other. But I feel that people are starting to abuse it by begging and forcing other to give. Anyway, look at this official letter from a forum in Jakarta, requesting money:

betawi rempong

Found in social media

4. The beggars

Ever wonder why jalan Pondok Indah or jalan Fatmawati is flooded by beggars? They are pengemis gerobak, the temporary beggars who live in wooden cart during Ramadan. For a month, they will stay in Jakarta, living with their kids on the street and begging for money. They do this simply because the Jakartans are well-known for their generosity. Thanks to that, some kids are now playing around the street until late and missing their classes.

alms

5. Eating in public is punishable?

Everyone should respect people who are observing Ramadan. Gus Dur was the only person who said the other way.  I’ve been so lucky that I’ve never sent on missions to Aceh during Ramadan. However, I lost my lucky charm when I was assigned to Banjarmasin early this July. The city regulates that restaurants, including the one in the hotel must be closed during puasa (from dawn to dusk). I even tried to find restaurant that open in the pecinan (chinatown) but nothing, everyone in Banjarmasin are not allowed to eat during Ramadan. However, in Jakarta, people can eat at anytime. Some restaurant will also give discount during lunch time; and of course the restaurant’s windows will be covered by curtain to protect those who are fasting.

6. Crowded Restaurant

Ramadan brings old friends back to catch up (and gossiping) over dinner, this tradition known as buka bersama. People start to have this dinner together in the second to the last week of Ramadan. Malls are usually crowded, while mosque started to be less attractive. Restaurants are usually fully booked, some even refused reservation and oblige its patrons to walk-in. Smart Indonesian will start to come at 4.30 pm, an hour and a half before the time to break the fast. If you happen to have a craving for something, please make sure it is earlier than 4.30 pm!

Ramadan in Indonesia is indeed different from other part of the world, but the spirit of Ramadan remains the same, to observe the religion’s duties and to be closer with family and friends. So Ramadan Mubarak everyone, I hope you are having a good one!

Belajar Membatik di Bandung

Ramadhan buat saya adalah bulan yang paling tepat untuk jalan-jalan dan wisata kuliner, karena mayoritas orang Indonesia beribadah bersama keluarga di rumah. Kali ini saya dengan @NonAling, @venniem dan @mario_sir berencana menjajal kuliner Bandung, tapi akhirnya urung setelah perut terisi makanan berlimpah dari warung Cepot.

Akhirnya kami memutuskan untuk ikut acara launching buku Iwet Ramadhan, Cerita Batik, yang dibarengi dengan belajar membatik. Sebenernya saya udah pesimis aja dengan belajar membatik, dulu jaman kuliah di Malang saya pernah mengeluarkan uang 250ribu untuk belajar batik. Hasilnya, batik abstrak mirip tulisan anak TK.

Kali ini, biaya mengikuti kursus dibandrol 70k, sudah termasuk attack batik cleaner, majalah Elle edisi lawas banget dan bukunya Iwet. Tapi dengan keberuntungan (bini) Irish, kami ga perlu bayar. Terimakasih pada dewa hujan yang hari itu mengguyur Bandung.

image
Hasil karya saya, batik parang rusak. Rusak beneran!

Buku Cerita Batik

Kalau biasanya buku batik dibandrol dengan harga mahal, dibuat bule, kali ini kita perlu berbangga hati karena buku ini dibuat anak bangsa yang prihatin dengan kondisi perbatikan. Buku ini juga penuh gambar berwarna serta cerita di balik motif kain batik, makanya judulnya pun cerita batik. Uniknya, di dalam buku ini terdapat tiga potong kain batik, yang satu batik print, batik cap dan batik tulis. Catat ya, batik print itu bukan batik, tapi cuma kain bermotif batik.

Saat peluncuran itu, Iwet juga membagi ilmunya tentang motif, makna dan doa pada setiap batik. Salah satu motif yang kami pelajari adalah mega mendung, yang ternyata motif China bikinan Sunan Kalijaga untuk seorang putri China. Gara-gara dibikinkan motif ini, si putri Cina kelepek-kelepek jatuh hati pada sang Sunan dan dipersunting jadi istri kesekian.

image
Putri Cina dan Batik Megamendung. Semoga sang putri cepat dapat jodoh dan tidak dipoligami.

Ada juga motif tambal yang digunakan sebagai alas melahirkan oleh seorang ibu. Jadi batik ini akan berlumuran darah dan air ketuban si Ibu. Si Bapak yang nantinya harus nyuci kain ini. Di kemudian hari, jika anak sakit, kain batik motif tambal ini yang akan digunakan untuk menyelimuti si anak. Nanti kalau saya punya anak dengan mas bule, dia sudi gak ya nyuci kain batik tambal?

Tips Merawat Batik

Kain batik itu bikinnya penuh perjuangan. Pewarnaannya juga special. Konon, lilin yang digunakan untuk mengandung minyak dari buah pinus serta bahan alami lainnya. Jadi, kalau nyuci batik sebaiknya gunakan lerak. Menyimpannya pun harus hati-hati dan tidak boleh dekat dengan kapur barus. Daripada repot, mendingan nyuci batik pakai attack batik cleaner aja, praktis. Catat baik-batik ya, nyuci kain batik dilarang pakai mesin cuci.

Gak afdol bikin acara kalau ga ada kuisnya. Nah kami bertiga bersemangat sekali untuk menyapu bersih hadiah yang diberikan. Kata Iwet kami ini ambisius banget. Ya maklum, trio ambisius ini sudah diberi ilmu batik di Pekalongan dan Madura, jadi malu kalau gak pulang bawa hadiah. Sang Ratu Kuis berhasil membawa persediaan attack selama satu tahun serta kaos Tik Shirt. Sementara saya, berhasil membawa satu buah kaos Tik Shirt. Non Aling gak kebagian hadiah disini, tapi dia kebagian hadiah setelah kalap belanja di Rumah Mode

image
Ratu Kuis @venniem yang berhasil memborong hadiah.

Acara batik ini rencananya akan diadakan lagi di Yogyakarta dan Surabaya. Sementara di Jakarta rencananya akan diadakan pada bulan Oktober. Kalau nggak mau ketinggalan pantengin terus twitter @iwetramadhan dan @elleindonesia.

 
Tjetje
Bukan tulisan berbayar

Cara Gila Pesen Kopi di Starbucks

Gara-gara lihat postingan tentang nama di gelas, ditambah pacar yang suka ngaco ngasih nama kalau pesen di Starbucks, saya terinspirasi melakukan kegilaan juga. Nggak gila banget sih, tapi agak iseng. Jadi saya pergi ke Starbucks dan pesen Mocha Frapuccino. Kali ini, pas ditanya nama, nama saya jadi:

image

Seperti biasa, pas udah selesai bikin order, Baristanya teriak dong, panggil nama. MOCHA FRAPUCCINO ATAS NAMA (pause sejenak, turunkan suara),  Ms Awesome! Mbak Barista tersenyum, saya pun tersenyum atas kegilaan ini.  Next time, I’ll be miss sexy.

Hayo siapa yang berani melakukan hal serupa?

Pulau Tunda: Surganya Kambing

Kumpul di Slipi Jaya jam 9.
Sampai di Pakupatan jam 1130
Nyambung ke Karangantu
naik boat ke Pulau Tunda jam 2
tiba di home stay jam 4 pagi

Waktu baca itinerary yang ambisius ini saya sempet malas ngikut, apalagi kondisi badan lagi teler. Tapi karena sudah bayar DP, akhirnya berangkat aja. Semuanya #DemiPulauTunda, demi lihat lumba-lumba.

Perawan di Sarang Penyamun

Dari Slipi, kami naik bis menuju Merak. Rombongan berangkat dalam grup kecil karena ga ada bis kosong. Bayarnya 20k, tapi kalau naik primajasa 17k. Setelah 5 menit berdiri, saya dipersilakan duduk di bagian belakang bis yang wujudnya tampak seperti akuarium di karaoke plus-plus. Ada 11 pria, saya jadi satu-satunya perempuan. Ya sudahlah. Mereka kasih komentar usil masih bisa dicuekin, lagu dangdut dari hp murahan  masih bisa dicuekin, begitu ada yang ngrokok saya pindah deh ke depan, berdiri lagi. Nggak lama setelah berdiri, dapat kursi, niatnya sih mau tidur, tapi belum sempat tidur, eh sudah sampai di Terminal bis Pakupatan, Serang. Dari Slipi ke Serang memakan waktu sekitar 2.5 jam saja, tanpa macet. Sampai di terminal kami disambut 2 angkot yang siap mengangkut ke tempat Pelelangan Karang Antu.

image

Bule Pakistan

Semua orang sudah duduk manis di dalam angkot, tiba-tiba mobil polisi dengan lampu diskonya berhenti di tengah jalan. Pak Polisi kemudian nanya-nanya tujuan kita. Setelah itu si Bapak nanya dokumen seorang WNA yang ada di rombongan kami. Alasannya: imigran gelap dari Pakistan, padahal itu WNA itu tak terlihat seperti orang Pakistan. Karakter fisiknya sangat barat/ bule, lalu Pakistan dari mana coba? Dalam situasi seperti ini, apalagi udah bertele-tele, daripada dimintai uang ataupun digeret ke kantor polisi, saya pun mengeluarkan kartu identitas sakti, kali ini berhasil.

Syah Bandar

Ga cuma di terminal, di Pelelangan ikan Karang Antu, bule lagi-lagi jadi masalah. Alasannya sekali lagi: imigran gelap asal Pakistan. Entah pegawai kantor Syah bandar ini udah BBM-an sama pak polisi, atau emang orang Serang mengasumsikan semua bule aslinya Pakistan. Tiga puluh menit lebih temen saya urusan sama pegawai sudah bandar, panjang bener nggak selesai-selesai. Akhirnya saya turun, sekali lagi ngeluarin kartu identitas ajaib. Nggak pakai ngomel, cukup pasang muka tegas. Urusan bule selesai, eh kali ini dipermasalahkan urusan ijin berlayar, karena kapal yang kami tumpangi adalah hapal nelayan bukan untuk angkut manusia.

Duh ini pegawai kantor Syah Bandar kalau emang ada masalah itu mestinya semua masalah dikeluarkan semua, jadi nggak satu-satu, terkesan cari perkara. Alasan bapak-bapak ini, tanpa ijin berlayar mereka takut kalau ada patroli, resiko tertangkap patroli adalah: penjara. Solusinya, bapak nahkoda kami harus menghubungi seorang petinggi, minta ijin. Setelah bergelut nelpon, akhirnya kami pun diperbolehkan berlayar di tengah malam, dengan kapal nelayan, tanpa life jacket. Duh bertaruh nyawa deh.

Kambing, Kambing dan Kambing

Menjelang subuh kami sampai di pulau ini, ga disambut karpet merah tapi disambut hamparan mutiara hitam, kotoran kambing. Rupanya, kambing di sini dilepas untuk gaul bersama kucing, ayam dan bebek. Berebut tulang ikan, sumpah ga bohong, kambing di sini makan ikan.

Beberapa kambing yang terkantuk-kantuk terpaksa menyingkir dari tengah jalan demi memberi ruang pada rombongan kami yang malam itu berbagi tikar dan satu toilet di rumah pink di belakang sekolah. Satu toilet 26 orang, jangan tanya gimana antri nya kalau sakit perut!

image

Kapal nelayan ini dibandrol 80 juta

Pulau ini berpenduduk kurang lebih 1000 jiwa, semuanya Muslim. Jadi jangan coba2 jalan-jalan menggunakan bikini. Pakai baju lengkap saja jadi tontonan, apalagi bikini. Rupanya, pulau ini tak populer untuk snorkeling, kami merupakan satu-satunya rombongan turis snorkeling. Rombongan lainnya adalah rombongan pemancing, tapi nggak heboh kayak kami, jadi nggak layak jadi tontonan. Pulau ini punya Masjid, tapi belum jadi, ga punya dokter, tapi punya bidan & ruang bersalin. Transportasi publiknya, kapal kuning Tunda Express hanya ada pada hari Sabtu, Senin dan Rabu, ongkosnya 15k/kepala. Di luar hari tersebut, sang kapten bersedia mengantar asal rombongan terdiri dari 70 orang.

Snorkeling

Ga ada wisata lain yang bisa dilakukan di sini, cuma snorkeling. Spotsnya OK, bahkan nggak perlu turun pun bisa terlihat dari atas. Karena cuma ada dua spots, jadi jam dua siang pun kami sudah selesai. Selain snorkeling? tangkap kambing aja deh. Bisa juga jalan ke pantai yang cuma seiprit & kotor! Kalau punya keberanian bisa juga olahraga naik ke atas lighthouse.

Keesokan paginya kami sempat berburu lumba-lumba dengan muterin pulau ini, 360 derajat. Jarak tempuh 45 menit, lumayan sambil berjemur di atas kapal pagi-pagi. Kami nggak ketemu lumba-lumba, ternyata ini bukan daerah lumba-lumba. Dulu pernah ada grup yang ketemu, karena mereka lagi beruntung. Jadi kalau ke pulau ini, mendingan gak usah ngarep lihat lumba-lumba, tapi ngarep lihat  kapal tanker & kapal penambang pasir, pasti ketemu. Konon pasir yang dikeruk dari sini untuk Ancol!

image

Uniknya, air sumur di pulau ini nggak payau, jadi seger nggak lengket. Kalau mau mandi mesti nimba dulu ya. Lumayan olahraga. Biarpun ada mesin penyedot listik, kalau siang mesin itu gak jalan, karena listrinya gak ada. Mestinya kami kemaren ngajak pak Dahlan Iskan di rombongan supaya beliau tahu kalau listrik di pulau Tunda cuma ada di malam hari, sedangkan kalau siang mati.

image

Perlu dicatat makanan disini cukup sederhana. Sarapan dan makan siang kami ikan, nasi & oseng kulit belinjo. Sementara makan malamnya nasi goreng, mie goreng & ikan bakar. Kualitas makanannya belum seperti di pulau-pulau lain di kepulauan 1000, tapi justru karena kesederhanannya itulah pulau ini jadi berbeda.

Berhubung cuma bisa snorkeling & ga ada hiburan lain yang bisa dilakukan. Jadi pulau ini hanya disarankan untuk dikunjungi eksekutif muda yang gak bisa lepas dari gadget. Alamat bakal fresh kepalanya, karena tak ada sinyal Simpati. Sementara sinyal XL & Indosat hanya muncul di beberapa tempat, itupun harus jalan ke pinggir pantai.

Berminat ke Pulau Tunda?

 

Halo Kota Metro Lampung

Ada yang pernah tahu kota Metro ada di mana? Kota ini ternyata ada di provinsi Lampung, sekitar 50 km dari Bandar Lampung atau 30 menit dari bandara Raden Inten. Pekerjaan membawa saya untuk mengunjungi kotanya gajah ini untuk berbincang urusan disabilitas selama dua hari satu malam. Sebagai penduduk Jakarta, keluar dari metropolitan untuk menuju ke kota kecil yang dipenuhi dengan pepohonan hijau, kanal di pinggir sungai serta sawah-sawah itu merupakan sebuah kemewahan tersendiri.

image

Tidur di mana?
Saya menginap di Hotel NUBAN yang terletak di tengah kota dan hanya selemparan batu dari terminal. Kota ini nampaknya masih konservatif dan melarang perempuan untuk menginap sendirian tanpa ijin tertulis dari perusahaan ataupun keluarga. Untungnya saya tak diminta menyediakan surat-surat itu, mungkin karena pihak pemerintahan yang membantu proses booking hotel saya. Ketika saya berada disana, harga kamar non VIP dibandrol 250rb, termasuk AC dan sarapan, no hot water, cuma ada ember biru untuk menampung air. Sementara untuk kamar VIP dibandrol 275 termasuk bath tub dan wastafel. Biarpun ada bath tubnya, saya rasanya gak tega masuk. Kamarnya sendiri cukup luas dan layak untuk menginap dalam jangka pendek.

Sarapan pagi disiapkan di atas baki dan diletakkan di depan kamar. Menu sarapannya sederhana, terdiri dari roti, termos air panas, teh serta kopi. Sambil menikmati sarapan saya bisa menikmati pemandangan yang lagi-lagi buat saya adalah kemewahan, sapi sedang bermandikan cahaya matahari pagi. Setelah sarapan, saya diberkati dengan pemandangan cantik: matahari memandikan sapi dengan cahaya matahari pagi.

image

Sapi ini ketakutan ketika saya dekati

Ngapain aja?

Selain memandangi sawah dan kanal-kanal yang dibangun disekitar sawah, alternatif hiburan di kota Metro adalah jalan ke taman kotanya, atau alun-alun. Pemandangan menarik yang saya lihat adalah becak gajah mengelilingi kota. Di taman kota ini juga ada toilet bawah tanah, yang lagi-lagi bentuknya gajah.  Jika malam malam, taman kota ini cukuplah ramai. Anak-anak duduk di kolam ikan, memancing ikan-ikan magnet. Harga mancing itu dipatok 2000 rupiah saja, sepuasnya. Murah ya?Saya juga iseng jalan menyusuri kota, mencari yang tidak ditemukan di Jakarta, seperti: Warung telekomunikasi. Wartel yang dulu begitu sekarang tergusur oleh perkembangan teknologi. Di samping taman kota juga ada rumah dinas Pak Walikota yang megah. Masjid Rayanya sendiri sedang dalam proses renovasi.

Makan Apa?

Kota yang dibangun Belanda pada tahun 1932 ini berpenduduk sekitar 160k jiwa, tidak termasuk pelajar dari 9 provinsi yang belajar di 14 universitas. Penduduknya kebanyakan keturunan Jawa, bahasanya pun bahasa Jawa. Kendati latar belakangnya Jawa, makanannya banyak dipengaruhi makanan Sumatra. Di sana saya sempat nyoba masakan Padang serta masakan Jawa Timur. Ternyata, masakan Jawa Timur disini JUARA, rasanya lebih enak dari makanan Jawa Timur di Jakarta. Harganya pun bersahabat banget.

image

Yang paling top dan wajib dicoba sup ikan Baung, tapi di foto ini gambarnya ikan patin. Konon ikan Baung ini ikan sungai yang belum bisa dibudidayakan. Sup ikan ini dimasak dengan nanas, jadi rasanya segar, asam, dan pedas. Selain sup ikan baung, ada juga sambal nanas yang pedasnya bercampur dengan kesegaran nanas. Sungguh enak!

Fakta tentang kota Metro

  • Kota ini luasnya hanya 60km²
  • Banyak kanal kecil untuk irigasi sawah, mirip seperti di Belanda. Kanal tersebut memang dibangun oleh Belanda untuk pengairan sawah-sawah.
  • Kota ini terobsesi dengan gajah, selain odong-odong gajah, ada toilet gajah juga di tengah taman kotanya. Tapi tak ada gajah asli, mungkin saya belum lihat saja.

Yang sudah pernah ke Metro, cerita dong ada apa aja disana?

Memiskinan Orang Miskin

Motor tabrakan dengan mobil pasti mobil yang disalahkan.
Pejalan kaki ditabrak mobil pasti mobil yang disalahkan.

Begitulah hukum kebiasaan yang berlaku di negeri ini. Menurut saya hukum ini agak aneh, karena banyak faktor yang harus dilihat sebelum memutuskan siapa yang bersalah. Sehari setelah Nyepi, tepatnya tanggal 13 Maret 2013, taksi kesayangan warga Jakarta, si burung biru, menabrak seorang penyeberang jalan di jalur TransJakarta. Sekali lagi di jalur Trans Jakarta. Si penyeberang mengklaim sudah menyeberang dengan baik di zebra cross. Jadi dia tak bersalah & menuntut pertanggungjawaban dari sang pengemudi.

Suasana ibukota di jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (10/9).

Foto thejakartapost.com

Menurut perempuan Bandung yang menjadi korban tabrakan, dirinya ditabrak di zebra cross di Sudirman. Dan saya yang saat itu terbaring di rumah sakit yang sama dengan mbak itu, berpikir keras, mencari tahu dimana ada zebra cross di jalan protokol Sudirman? Menurutnya, Zebra Cross tersebut terletak di depan FX Mall.

Sepengetahuan saya, di sepanjang Sudirman itu tak ada satupun zebra cross. Untuk keselamatan & kenyamanan penyeberang jalan, disediakan 7 jembatan penyeberangan. Jarak dari jembatan satu ke jembatan lain pun tak terlalu jauh, hanya berkisar sepuluh hingga dua puluh menit jalan kaki saja.

Kalapun ada zebra cross di Sudirman saya yakin zebra cross itu hanya bisa dilihat dengan mata batin. Namanya pun jadi zebra cross imajinatif, jadi tak bisa dilihat dengan mata telanjang. Dukun sehebat Ki Joko Bodo pun saya yakin mata batinnya tak bakal bisa melihat zebra cross ini.  Tapi si mbak masih ngotot bahwa dahulu di depan FX terdapat perempatan & jika ditengok di samping CIMB Niaga & Plaza ABDA terdapat zebra cross. Duh…dahulu kok dibawa-bawa mbak, kita mah sudah hidup di masa sekarang dan di masa sekarang tak ada zebra cross.

Singkat cerita si penyeberang jalan berdosa ini tertabrak taksi yang juga sedang bikin dosa karena masuk lajur TransJakarta. Saat itu si taksi melaju kencang dan si Mbak tiba-tiba muncul dari balik kemacetan. Terjadilah tabrakan. Kaca taksi pecah berkeping-keping mengenai punggung penyeberang jalan. Untungnya, tak ada tulang yang patah, tapi tetap sang penyeberang jalan harus dilarikan ke RS dan dirawat beberapa hari. Duh mbak, untung dirimu nggak terlindas bus TransJakarta gandeng yang baru itu.

Biaya kerusakan RS yang mencapai 7 juta itu hendak dibebankan pada pengemudi taksi, karena dianggap ini kesalahannya. Jangan tanya soal maki-makian dan marahan yang ditumpahkan kepada pengemudi yang cuma punya uang 300 ribu saja. Tak hanya terancam kehilangan pekerjaan, si pengemudi yang menuruti permintaan tamunya untuk masuk lanjur TransJakarta, terancam masuk dalam daftar orang sangat miskin, tak hanya harus membayar biaya rumah sakit, dia pasti dipaksa membayar kerusakan taksi. Heran, burung biru ini gak bisa ngasih asuransi all-risk untuk kendaraannya dan tak membebani pengemudinya kah? 

Apa yang bisa kita pelajari dari kasus ini?

  1. Sudah banyak yang meninggal tragis di jalur TransJakarta,  jadi kalau masih sayang nyawa, jangan males naik jembatan penyeberangan atau menyeberanglah di zebra cross beneran, bukan zebra cross imajinatif.
  2. Kalau orang lain melakukan hal bodoh bukan berarti kita boleh melakukan hal yang sama. Ya kecuali kalau sama-sama bodohnya.
  3. Biarpun terburu-buru, jangan nyuruh pengemudi masuk ke lajur TransJakarta. Jangan buat orang lain kehilangan pekerjaan.
  4. Sebelum nyalahin orang & maksa orang untuk tanggung jawab, apalagi orang yang tidak mampu, sebaiknya pikir baik-baik, apakah kita punya kontribusi dosa.

Finally, si Pengemudi memang salah mengambil jalur TransJakarta (dan harus dihukum karena ini),  tapi penyeberang jalan itu, bagi saya tak kalah berdosa. Nggak cuma kebodohannya bikin dia terluka, tapi dia mungkin telah sukses membuat sebuah keluarga kehilangan livelihood-nya dan seorang pengemudi taksi menjadi stress dan mendadak punya beban hutang. Oh sungguh kejamnya dirimu, membebankan seluruh kesalahan bersama pada sang pengemudi taksi.

xx,
Tjetje

[Irlandia] Negeri Hujan nan Hijau

Setelah menempuh perjalanan panjang, saya akhirnya tiba juga di Dublin. Yang menarik, begitu mendarat di Dublin tak ada petugas bea cukai yang menyapa saya, nampaknya semua petugas belum bertugas. Hanya ada hawa sedingin 3° yang menyambut saya. Kendati sudah pernah tinggal di negeri empat musim, saya masih tak profesional untuk urusan dingin. Hari itu saya sukses tiba dengan badan menggelembung karena banyaknya lapisan pakaian yang menempel di tubuh, lengkap dengan penutup telinga untuk melindungi telinga dari angin semriwing yang cukup dingin.

image

Seperti kebanyakan orang Indonesia lainnya, kesan pertama saya tentang Irlandia adalah mahal. Indonesia banget kan? Ongkos taksi dari bandara yang mencapai 38 Euro bikin saya hampir pingsan *lebay*. Kebiasan buruk ketika menjejak di negeri orang memang mengkonversi berapa harga jasa untuk kemudian dibandingkan dengan layanan taksi di Indonesia. Kebiasaan ini membahayakan apalagi ketika rupiah jatuh terpuruk tak berharga. Tentunya ini kebiasaan buruk yang harus dihilangkan.

Kesan kedua saya tentang Irlandia adalah hijau. Pagi saya disambut pemandangan yang cantik dengan matahari bersinar (jangan dibayangkan matahari itu sehangat matahari di Indonesia, bagi saya matahari itu hanya aksesoris tanpa efek apa-apa). Pagi itu banyak orang lari pagi. Anjing-anjing pun tak mau kalah berlarian dengan riang gembira. Serunya, di sungai itu banyak bebek liar. Dan lagi-lagi, saya tak pernah gagal  terpukau dengan bebek-bebek liar di ruang publik. Sungguh negeri yang cantik.

Kebiasaan membandingkan pun muncul lagi, kali ini saya membandingkan pemandangan ini dengan Jakarta. Pagi hari di Jakarta biasanya diwarnai dengan suara klakson, deretan kemacetan dan tentunya kemacetan luar biasa. Jangan bayangkan pula ada anjing-anjing yang berlarian kalau tak mau ditangkap orang untuk dijadikan santapan. Yang menyedihkan, apartemen seharga 3000 dollar pun di Jakarta tak akan bisa menawarkan pemandangan hijau. Begitu melihat keluar jendela, yang ada hanya hutan beton. Kalaupun ada pemandangan ‘cantik’ biasanya hanya kolam renang atau gunung yang baru muncul ketika tidak tertutup polusi. Kalau sudah begitu, siapa yang tahan buka jendela. Yang ada tutup jendela, nyalain TV untuk nonton sampahtainment.

image

Pemandangan dari jendela apartemen di kawasan Milltown Dublin

Soal pakaian musim dingin, saya yang novice ini kena batunya ketika harus bertemu calon mertua. Saya membawa jaket berwarna merah muda ngejreng yang saya padukan dengan boots berhak tinggi. Ternyata, keliling-keliling kota dengan hak tinggi hanya bisa bertahan selama beberapa jam. Kaki saya langsung teriak minta ganti sepatu, hore ada alasan untuk belanja sepatu. Begitu masuk toko sepatu, saya langsung kaget ketika sepatu biasa-biasa saja *cenderung jelek* dihargai dengan harga yang sama dengan sepatu bagus di Indonesia. Ternyata, barang-barang di Irlandia memang mahal, karena mereka menerapkan pajak pertambahan nilai yang tinggi. Barang-barang dengan merek serupa pun bisa didapatkan dengan harga yang jauh lebih murah di Jakarta, ini bahkan setelah dikurangi pengembalian pajak ya. Buyar sudah rencana belanja hura-hura macam anggota DPR.

Kembali ke jaket pink saya, begitu tiba di rumah mertua yang dekat dengan bukit, saya kedinginan tak karuan. Rupanya, jaket saya yang centil itu tak cocok untuk musim dingin. Kata mertua, jaket itu untuk summer. Saya pun makin shock ketika tahu harus mengenakan jaket saat musim panas. Lha ini negara apaan kok musim panas harus pakai jaket, bukannya jalan-jalan pakai bikini?

Ternyata Irlandia ini negeri hujan. Kalau dalam setahun kalender ada 365 hari, maka hujan pun mengguyur Irlandia selama 365 hari. Otomatis kemana-mana harus bawa payung, malah seringkali harus beli payung lagi karena payung jebol kena angin! Saking seringnya hujan, orang Irlandia jago melihat pergerakan awan dan memperkirakan datangnya hujan dalam hitungan menit ataupun jam. Kalau awan terlihat akan datang dengan hujan, kaki saya harus segera melangkah dengan cepat. Minggir menghindari hujan.

seasons in ireland

Saking seringnya hujan, ketika matahari bersinar pun akan hujan. Saya suka banget dengan sun shower, bukan dengan hujannya, tapi pelangi yang muncul bersamanya. Munculnya pelangi bagi saya adalah hadiah yang indah karena jarang terlihat di Jakarta. Orang Irlandia percaya bahwa konon di ujung pelangi terdapat pot of gold. Lha tapi ujungnya pelangi ada di mana?

Tak heran dengan hawa seperti ini, orang Irlandia doyan banget minum teh. Air putih kran yang gratis itu nggak laku karena semua orang ngeteh untuk menghangatkan badan. Sarapan minum teh, nyapu dikit minum teh, duduk nonton TV minum teh, nanti bertamu ke rumah orang minum teh lagi. Minum teh sehari di Irlandia bisa lebih dari lima kali, jadi jangan heran kalau banyak gigi orang tua berwarna coklat karena kebanyakan minum teh. Tradisi minum teh juga dilangsungkan ketika jalan-jalan, untuk menghangatkan tubuh. Banyak cafe shop yang menjual teh atau kopi ditemani dengan kue-kue manis. Secangkir teh sendiri di sini dihargai kurang dari 2 Euro. Yah kalau harga teh aja mah sama dengan harga ngeteh dan ngopi di Jakarta.

Pembicaraan tentang cuaca juga menjadi topik pembicaraan penting dalam kehidupan sehari-hari orang Irlandia. Ngobrol-ngobrol dengan orang yang nggak kita kenal itu biasa (dan mereka sangat ramah dan doyan bicara dengan orang tak dikenal) biasanya tak jauh dari cuaca. Dari satu orang yang tak dikenal saya pun belajar bagaimana mencintai hujan, terutama ketika kehujanan. “Ah aku nggak terbuat dari gula, jadi nggak akan meleleh kena hujan. No harm done.”

xx,
Tjetje